ADAPTER MODEM RUSAKSpesifikasi modem :Modem ADSL2+ RouterMerek: Makronet (entah merek betulan atau cuma ecek-ecek)
Model No.: YL-ADSL2RRU-1
Made in ChinaSpesifikasi adapter yang digunakan modem Makronet :AC-AC AdaptorModel: KMT41-075150
Input: 220-240V~50Hz 0,1A
Output: 10VAC 1200mA
Made in ChinaFoto-foto modem
KRONOLOGISPagi, 12 Maret 2010, modem ADSL2+ Router (Makronet) yang digunakan untuk layanan internet ADSL Speedy tiba-tiba mati. Ada dua kemungkinan penyebab yaitu adapter rusak atau modem rusak (bisa juga kedua-duanya). Sebelum hal tersebut terjadi, beberapa hari sebelumnya modem tiba-tiba sering
reset sendiri (koneksi terputus sesaat lalu tersambung lagi dalam beberapa detik). Beberapa masukan yang saya dapat di internet tentang penyebab
reset tsb. adalah dikarenakan modem terlalu panas, adaptor rusak, dll. Sedari awal dipakai, saya rasa panasnya memang sudah seperti itu, tidak bertambah apalagi berkurang. Jika diawal penggunaan tidak masalah mengapa setelah satu tahun bermasalah walaupun lokasi dan posisi modem sejak awal tak pernah berubah dan keadaan ruangan juga tak berubah?! Pada modem Makronet, tidak ada pendingin aktif, yang ada cuma 4 lubang ventilasi berjajar di bagian bawah modem yang berbentuk garis datar dengan lebar lubang masing-masing sekitar 3 mm. Jika panas menjadi masalah seharusnya produsen membuat ventilasi yang lebih besar kalau perlu menggunakan sirip pendingin (
heat sink) atau bahkan kipas (bisa juga karena produsen hanya ingin menghasilkan produk murah/mini maka fitur tambahan demikian tak dilengkapi). Namun demikian, saya kurang yakin dengan pendapat tentang panas tersebut, jikalau komponen modem rusak karena panas yang tiap hari dialaminya, mungkin saja, tapi kalau koneksi menjadi ter-
reset karena panas tersebut saya kurang yakin itu sebabnya (khusus untuk modem Makronet ini saja, bukan peralatan elektronik lainnya).
SOLUSICara yang paling mudah adalah memeriksa adapternya lebih dahulu. Menggunakan multimeter diceklah tingkat voltasenya (AC), masih ada tegangan tapi saya anggap
drop karena hanya sekitar 6 VAC padahal
output ideal yang tertulis di adaptor adalah 10VAC. Kemudian yang dicek selanjutnya adalah dengan cara mencolokan adapter ke outlet AC dan menunggu sampai 1 jam ternyata tidak ada panas yang timbul pada adapter seperti biasanya kalau dipakai. Jadi hipotesa awal saya adalah kerusakan pada adapter dan berharap modem tidak rusak.
Kemudian saya mencoba mencari adapter baru dengan spesifikasi yang sama. Ternyata sangat sulit karena tipe adapter adalah AC (
input) ke AC (
output) bukan AC ke DC. Kalau jenis adapter AC-DC banyak dijual.
Akhirnya setelah keliling di pertokoan Glodok, ada juga satu toko yang menjual adapter AC-AC 2A dengan
voltase output 12VAC seharga Rp 55.000. Saya pikir tingkat harganya terlalu tinggi bagi adapter seperti itu (
unacceptable), jadi saya teruskan pencarian namun tetap tak ketemu. Alternatifnya adalah mencari trafo
step-down pengganti, namun ukuran fisik trafo 1
Ampere (A) terlalu besar untuk masuk ke kotak adapter yang rusak tsb. Jadi yang saya lakukan adalah mencari kotak adapter yang baru sehingga trafo 1A muat kedalamnya. Selain itu si penjual juga terima jasa untuk
spooling, dimana trafo adapter lama yang rusak tersebut seluruh kabelnya dibuang dan di-
spooling ulang supaya berfungsi kembali dan menghasilkan
output sama persis seperti yang diinginkan. Ini harus dipesan dulu dan selesai esok hari dengan biaya jasa sebesar Rp 60.000. Namun saya lebih memilih membeli trafo saja, selain murah juga bisa dikerjakan sendiri dan hanya membutuhkan waktu singkat untuk menyolder kabel ke trafo. Akhirnya, pada hari itu juga (19 Maret 2010) saya membeli trafo 1A (Rp 17.500) dan kotaknya (Rp 12.500) sehingga total harga ialah Rp 30.000 dengan bonus kabel sekitar 15 cm untuk disambungkan ke trafo. Berikut spesifikasi trafo yang saya beli :
Merek: Sankyu
Ampere (maks.): 1
Input (V): 0 - 110 - 120 - 220 - 240
Output (V): 0 - 3 - 4,5 - 6 - 7,5 - 9 - 12 - 15Sebenarnya saya bisa sekaligus membeli
rotary switch agar
output voltase bisa fleksibel sebab bisa diputar-pilih tapi karena saya pikir terlalu repot (harus membor lubang kotak adapter) dan lagipula cuma ditujukan untuk adapter modem sehingga tidak saya lakukan.
Karena khawatir
output voltase terlalu tinggi (lebih dari 10,5 VAC) maka
input yang saya pilih adalah 0 & 220 sedangkan
output-nya 0 & 9.
Kabel bonus yang diberikan si penjual saya solder ke
input di trafo dan ujung yang satu lagi disolder ke besi colokan. Kabel dipotong dua, yang satu untuk 0 dan satu lagi untuk 220. Sedangkan untuk
output saya gunakan kabel dari adapter yang rusak.
Setelah semua tersolder, bagian atas dan bawah trafo yang akan menyentuh kotak trafo saya tempelkan bahan pelindung (insulator panas) yang bisa mengurangi panas untuk mengurangi kemungkinan melelehnya kotak trafo akibat terlalu panasnya trafo. Setelah itu tutup kotak trafo pun dipasangkan namun karena saat membeli kotak trafo sekrupnya memang tak termasuk maka saya menggunakan sekrup sendiri yang saya punya, tipenya yaitu PH+4 dengan panjang 5/8 inci. Akhirnya adapter rakitan pun selesai. Setelah itu dengan rasa penasaran tinggi saya colok kabel adapter rakitan ke modem dan menyambung adapter tersebut ke outlet listrik dan akhirnya modem pun kembali menyala!
KOREKSISetelah tiga hari berjalan mulus, tiba-tiba modem kembali sering
reset dan ini terjadi tiap hari, anehnya kasus ini makin parah dimalam hari sedangkan dipagi dan siang hari tingkat parahnya berkurang walaupun tetap saja sangat mengganggu. Karena sudah sangat mengganggu maka kotak modem saya buka dan melihatnya, mungkin saja ada komponen terbakar atau bagaimana, selain itu tombol
reset juga saya cek apakah fungsi kontaknya masih bagus atau jangan-jangan terkadang mengontak sendiri. Kesimpulan saya, kemungkinan memang tidak ada yang rusak. Saya coba ambil hipotesa awal yaitu kasus modem sering
reset terjadi karena turunnya tegangan jala listrik di rumah yang berakibat pada turunnya tegangan pada adapter, sekalipun stabilizer sudah terpasang namun apabila turunnya tegangan terjadi secara drastis maka output dari stabilizer pun masih kurang karena masih dibawah 220VAC. Ketika saat itu saya ukur ternyata keluaran dari stabilizer cuma sekitar 206VAC, tidak aneh mengingat daya listrik yang diberikan PLN di Indonesia ini memang sangat buruk kualitasnya!!! Pernahkah Anda sesekali mengecek tegangan jala listrik di rumah Anda pada malam hari? Saya bahkan pernah menemukan tegangannya hanya mencapai 160-an VAC dan bertahan direntang 170-182 VAC selama periode 15 detik pengukuran.
Foto adapter rakitan
KESIMPULANAkhirnya, berdasarkan hipotesa awal tersebut maka solusinya
output adapter haruslah dinaikkan, artinya adapter rakitan harus saya buka kembali dan mengubah
output-nya menjadi lebih tinggi, sehingga
output yang saya pilih adalah 0 & 12 namun
input-nya 0 & 240 bukan lagi 220 agar tidak terlalu berlebihan tingginya. Setelah disolder kemudian modem saya hidupkan dan ternyata kasus
reset langsung menghilang pada malam itu juga dan tak terjadi lagi, kalau pun terjadi sangat jarang dan mirip ketika adapter belum rusak yang mana kemungkinan karena sebab wajar. Dan untuk membuktikan perkiraan saya sebelumnya -bahwa panas modem bukanlah penyebab
reset- maka modem saya hidupkan terus sampai keesokan pagi agar panasnya optimal dan kasus
reset tersebut tetap tak terjadi baik di pagi maupun malam hari. Jadi kesimpulan akhir saya berdasarkan empirik ini adalah panas bukan penyebab gangguan timbulnya kasus
reset terus menerus pada modem Makronet, namun tegangan adapter yang kuranglah penyebabnya.
Saya jadi berpikir jangan-jangan inilah siasat bisnis produsen modem murah, yaitu adapter dibuat dengan masa ketahanan yang +/- cuma 1 tahun saja. Sehingga bagi konsumen awam mereka cenderung bakal mengganti modem yang baru daripada berpikir tentang cara mengganti adapter atau mungkin malah tak berpikir sama sekali bahwa kerusakan justru terjadi pada adapter dan bukan modemnya! Lucunya adalah adapter rusak dalam 1 tahun lebih 5 hari, sehingga melewati masa garansinya, saat itu masa garansi adalah sampai 7 Maret 2010 namun rusak pada tanggal 12 Maret 2010, kebetulan atau bukan saya tidak tahu, namun seandainya data dari seluruh pelanggan pengguna modem Makronet yang mengalami kerusakan dikumpulkan, mungkin bisa ditarik kesimpulan yang lebih akurat tentang kuatnya dugaan akan siasat bisnis untuk mencari keuntungan dengan cara unik tersebut.

Jadi bagi Anda yang mengalami
reset pada modem ADSL secara terus menerus cobalah mengukur
output VAC adapter Anda menggunakan multimeter lebih dahulu, apakah tegangannya sesuai dengan spesifikasi yang tertulis di adapter tersebut. Jika sesuai maka kemungkinan lain penyebabnya adalah modem yang rusak, cobalah menggunakan modem ADSL lain (punya kenalan Anda misalnya). Jika masalah itu masih bertahan maka kemungkinan lain adalah gangguan terletak pada rangkaian atau perkabelan telepon dari modem ADSL Anda ke telkom atau mungkin saja ada gangguan di pihak server telkomnya seperti IP statik yang bermasalah atau hal-hal lainnya.
Semoga pengalaman ini dan solusinya berguna bagi Anda yang mengalami permasalahan yang sama. Namun sebelum adapter rakitan dicoba ke modem Anda harus cek dahulu
output voltasenya apakah masih dalam batas aman atau terlalu berlebihan, ujilah untuk pertama kalinya supaya tidak melebihi 10VAC kemudian dipasang ke modem, jika masalah kembali terjadi kurang dari 1 minggu barulah Anda lakukan seperti yang saya lakukan yaitu menaikkan
output voltasenya seperti yang telah saya sebutkan pada bagian KOREKSI di atas.
Ibnu, 27 Mar 2010.
adapter, adaptor, adapter rakitan, adapter rusak, adaptor mati, adapter modem, modem adsl, modem speedy, modem mati, modem rusak