Total: 51191
Ingin Berantas Hoaks dengan UU Terorisme, PKS Nilai Wiranto Gegabah
Sabtu, 2019-03-23 06:20     |     Waktu unduh: 2019-03-23 06:33 WIB
Menurut PKS, Wiranto semestinya paham konten dan konteks penggunaan UU Terorisme.

Selengkapnya

Warga Namai Daerah Jatuhnya Boeing 737 MAX 8 di Ethiopia “Nasib Buruk” Kenapa?
Sabtu, 23 Maret 2019 - 06:15 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-23 06:33 WIB
Hidayatullah.com–Warga yang tinggal dekat lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines turut berduka dengan kematian 157 orang […]

Selengkapnya

Hersubeno Arief: Buruk Laku, Lembaga Survei Harus Dibedah
23 Maret 2019 06:15 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-23 06:33 WIB

Eramuslim.com – Istana Merdeka, suatu hari menjelang Pilkada DKI 2017 Putaran Kedua. Presiden Jokowi sedang bicara dengan seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pada saat itu masuk rombongan pimpinan sebuah media yang biasa menyelenggarakan survei.

“Bagaimana surveinya?” tanya Presiden.

“Masih unggul 1.5 persen Pak.”

“Bisa nggak dinaikkan jadi 2.5 persen?” tukas Presiden.

Selengkapnya

MAKJLEB! Fahri: Kita Butuh Presiden Yang Tidak Absen di Sidang Umum PBB
2019-03-23 06:08:00     |     Waktu unduh: 2019-03-23 06:18 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Jokowi banggakan dirinya sebagai presiden yang ngecek jalan sampai 8 kali.

Jokowi: Tunjukkan ke Saya Presiden yang Ngecek Jalan sampai 8 Kali

Kata Jokowi kepada pendukungnya di acara Deklarasi 10.000 Pengusaha untuk Jokowi-Ma'ruf, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Hal ini ditanggapi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bahwa negara sebesar Indonesia ini lebih butuh pemimpin level dunia. Menurutnya Jokowi lebih cocok jadi Menteri PU yang ngurusi hal-hal seperti itu.

Selengkapnya

Eks Presiden Brazil Michel Temer Ditangkap Terkait Kasus Korupsi
Sabtu, 23 Maret 2019 - 06:00 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-23 06:18 WIB
Hidayatullah.com–Mantan presiden Brazil Michel Temer ditangkap di kota Sao Paulo terkait penyelidikan kasus korupsi besar yang melibatkan dirinya. Temer, mantan […]

Selengkapnya

Jokowi: Saya Kadang-kadang Error, Mohon Maaf
23 Maret 2019 06:00 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-23 06:18 WIB

Eramuslim.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta maaf karena salah menyebut nama wilayah saat meresmikan Pasar Badung Kota Denpasar Bali. Dia mengaku kadang-kadang salah menyebut nama daerah lantaran sering berpindah-pindah tempat.

“Bapak, ibu sekalian seluruh warga Kota Denpasar, khususnya Badung…,” kata Jokowi saat meresmikan Pasar Badung Denpasar Bali, Jumat (22/3).

Selengkapnya

PBB: Jutaan Orang di Eropa Minum Air Terkontaminasi
Sabtu, 23 Maret 2019 - 05:45 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-23 06:03 WIB
Hidayatullah.com—Jutaan orang di kawasan Eropa mengkonsumsi air tercemar, seringkali tanpa menyadarinya, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sekitar 57 orang di […]

Selengkapnya

Pose 2 Jari Usai Acara Jokowi, Karyawan Hotel Dibawa ke Kantor Polisi
2019-03-23 05:43:00     |     Waktu unduh: 2019-03-23 05:48 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID] Tiga karyawan sebuah hotel dibawa ke kantor polisi karena berswafoto atau selfie dalam acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 22 Maret 2019.

Ketiga karyawan itu berinisial M, AR, dan AZ. M saat itu menggunakan ponsel untuk berswafoto dengan empat temannya saat acara sudah selesai dan Jokowi telah meninggalkan lokasi.

Dua temannya berpose dua jari, simbol kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Selengkapnya

ANTI ORBA YANG SANGAT ORBA
2019-03-23 05:38:00     |     Waktu unduh: 2019-03-23 05:48 WIB

ANTI ORBA YANG SANGAT ORBA
Orba butuh waktu 10 tahun untuk mulai berani mempraktekan kolusi.

Orba butuh waktu 15 tahun untuk mulai mempraktekkan pemerintahan tangan besi.

Orba butuh waktu 20 tahun untuk mulai coba-coba korupsi.

Orba butuh waktu 25 tahun untuk mulai berani mengontrol media dan opini publik.

Baru di tahun ke 30, Orba mulai berani mempraktekkan nepotisme.

Selengkapnya

Protes Kebijakan Imigrasi Italia, Pria Senegal Bakar Bus Sekolah
Sabtu, 23 Maret 2019 - 05:26 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-23 05:48 WIB
Hidayatullah.com—Seorang pria membajak bus sekolah yang ditumpangi 51 pelajar kemudian membakarnya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan keimigrasian Italia, kata polisi. […]

Selengkapnya

Kasihan, Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Swasta untuk Jokowi Sepi Peminat
23 Maret 2019 05:03 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-23 05:18 WIB

Eramuslim.com – Deklarasi alumni perguruan tinggi swasta untuk Jokowi-Ma’ruf Amin yang digelar di Tenis Indoor Senayan, Jumat (22/3) tampak sepi. Panitia penyelenggara menargetkan peserta yang hadir 12.000 peserta.

Namun, berdasarkan pantauan, jumlah peserta yang hadir hanya puluhan orang. Tenis Indoor Senayan yang berkapasitas 3.300 untuk tribun dan lantai dasar tampak kosong.

Selengkapnya

Siapakah Penjaga Mahkota Perempuan?
22 Maret 2019 23:40 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-23 00:03 WIB
 

Oleh: Ragil Rahayu, SE

Kehormatan perempuan adalah mahkotanya. Mahkota yang akan dijaga hingga saatnya tiba, diserahkan pada kekasih halal dengan segenap keridhoan. Namun saat ini sungguh sulit menjaga mahkota ini. Kehormatan perempuan terenggut secara paksa melalui kekerasan. Kasus kekerasan seksual kian hari terus meningkat. Tak hanya menimpa perempuan dewasa, namun juga anak-anak. Predator seksual berkeliaran di sekitar kita. Membuat orang tua was-was akan kehormatan Si Upik. Pelaku kekerasan seksual juga bukan orang asing, melainkan orang dekat, yakni keluarga. Rumah seolah tak lagi memberi rasa aman dari kejahatan seksual.

Selengkapnya

Jebakan Politik Kampanye
22 Maret 2019 23:33 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 23:48 WIB
 

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih*

 

Terdesak biaya kampanye, caleg di Bogor  diringkus polisi lantaran terlibat aksi perampokan uang nasabah bank di Bogor, Jawa Barat (liputan6.com, 21/03/2019). Caleg berinisial SP (36) ini diduga menjadi otak pelaku perampokan dengan modus gembos ban di area Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Selain caleg SP, ada empat tersangka lain yang diamankan polisi, yaitu AM (32), NJ (42), HR (28), dan NA (31).

Selengkapnya

Solusi Online Bootcamp Programming di Era Industri 4.0
22 Maret 2019 23:44 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 23:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com) - Semakin baiknya infrastruktur internet, termasuk teknologi perangkat keras, membuat jarak dan waktu bukan lagi hambatan.

Hal itu menjadi kesempatan bagi banyak pengembang IT termasuk Refactory untuk melakukan peralihan sistem pengajaran offline bootcamp menuju online.

Dikembangkan sejak pertengahan 2018, Refactory tengah melakukan alpha testing Platform Refactory pada Februari lalu untuk bisa diluncurkan pada Mei mendatang.

Selengkapnya

Minum Yoghurt Bisa Bantu Redakan Mag Ringan
22 Maret 2019 23:35 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 23:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com) - Ilmuwan nutrisi Dr Matthew Blaylock PhD menjelaskan, penyakit radang lambung alias mag bisa terjadi setelah mengonsumsi makanan yang tercemar oleh bakteri Helicobacter pylori. Bakteri ganas yang masuk ke dalam lambung itu bisa menghilangkan lapisan mukosa dalam lambung.

Akibat serangan bakteri ganas itu, lambung menjadi radang. Dalam kondisi yang lebih parah, Helicobacter pylori bisa menyebabkan tukak lambung.

Selengkapnya

Yordania Tolak Permintaan Liga Arab untuk Melarang Hamas dan Ikhwanul Muslimin
22 Maret 2019 21:48 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 22:03 WIB
AMMAN, YORDANIA (voa-islam.com) - Yordania telah menolak permintaan Liga Arab untuk melarang Ikhwanul Muslimin dan Hamas dan melabeli mereka sebagai "gerakan teroris", sumber-sumber informasi mengatakan kepada kantor berita Shehab hari Kamis (21/3/2019).

Sumber itu mengatakan Sekretariat Jenderal Liga Arab telah mengirim surat rahasia ke Kementerian Dalam Negeri Yordania yang menyerukan agar Ikhwanul Muslimin dan Hamas dilarang di Yordania.Sumber itu menambahkan bahwa dua negara Arab memprakarsai permintaan rahasia sebelum konferensi Kementerian Dalam Negeri Arab yang diadakan di Tunis awal bulan ini.Menurut sumber-sumber tersebut, kementerian dalam negeri Yordania telah meminta pendapat Departemen Intelijen Umum Yordania, yang pada gilirannya menjawab bahwa "kerajaan tidak tertarik pada tindakan seperti itu" karena datang dalam konteks "eskalasi internal beberapa negara" terhadap Ikhwanul Muslimin dan hasutan Saudi-UAE terhadap kedua gerakan itu. (st/MeMo)

Selengkapnya

Ex Pejuang Taliban-Amerika John Walker Lindh Berencana Pindah ke Irlandia Setelah Bebas dari Penjara
22 Maret 2019 20:51 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 21:33 WIB
AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - John Walker Lindh, seorang mantan pejuang Taliban Amerika yang dihukum pada 2002 karena mendukung organisasi jihadis tersebut dan akan dibebaskan pada Mei, telah memperoleh kewarganegaraan Irlandia pada 2013 berkat leluhur keluarganya - dan ia berencana untuk tinggal di negara itu ketika ia meninggalkan penjara.

Mantan pejuang Taliban tersebut, bernama "Tahanan 001 dalam perang melawan teror (baca; Islam)" ditangkap pada tahun 2001, hanya beberapa bulan setelah serangan 11 September dan dimulainya perang di Afghanistan, bersama dengan sekelompok pejuang Taliban yang ditangkap oleh pasukan AS.Pembebasan Walker Lindh telah menimbulkan kekhawatiran sejumlah pihak, beralasan dia menyatakan keinginannya untuk pergi ke Irlandia sementara Lindh juga tidak mengecam ideologi Jihad, termasuk yang diduga membuat komentar pro-Islamic State kepada jurnalis.Pindah ke Irlandia menjadi pilihan bagi Walker Lindh setelah ia memperoleh kewarganegaraan di sana, saat masih di penjara, sekitar tahun 2013 berkat garis keturunan keluarganya.Nenek dari pihak ayah, Kathleen Maguire, adalah seorang warga negara Irlandia yang lahir pada tahun 1929 di sebuah kota di Irlandia barat laut, lapor majalah Foreign Policy.Undang-undang kewarganegaraan Irlandia mengizinkan siapa pun, dalam batasan tertentu, untuk meminta kewarganegaraan jika setidaknya salah satu kakek-nenek mereka adalah warga negara Irlandia yang lahir di Irlandia.Beberapa laporan sebelumnya menunjukkan Frank Lindh, ayah John, juga memegang kewarganegaraan Irlandia dan mendesak putranya untuk pergi ke Irlandia setelah pembebasannya.Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional menulis sebuah dokumen bertanggal 24 Januari 2017 yang mengklaim Walker Lindh tetap sama radikalnya dengan dirinya pada 2001."Pada Mei 2016, John Walker Lindh (USPER) - yang dijadwalkan akan dibebaskan pada Mei 2019 setelah dinyatakan bersalah mendukung Taliban - terus mengadvokasi jihad global dan menulis serta menerjemahkan teks-teks ekstremis yang kejam," kata dokumen itu.Namun terlepas dari itu, pemerintah Irlandia tidak akan mengikuti contoh pemerintah Inggris - yang membatalkan kewarganegaraan Inggris Shamima Beghum, remaja putri yang pergi ke Suriah dan bergabung dengan Islamic State - dan tidak akan menghentikan Walker Lindh untuk memasuki negara tersebut."Warga Irlandia tidak dikenai kontrol imigrasi," kata juru bicara Departemen Kehakiman Irlandia kepada London Times. “Karena itu, jika seseorang memiliki kewarganegaraan Irlandia dan menunjukkan paspor Irlandia pada saat kedatangan, mereka tidak akan ditolak masuk ke negara ini. (st/fox)

Selengkapnya

Selandia Baru Berkabung, Heningkan Cipta untuk Korban Pembantaian di Masjid Christchurch
22 Maret 2019 11:57 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 21:33 WIB
CHRISTCHURCH, SELANDIA BARU (voa-islam.com) - Panggilan adzan bagi umat Muslim untuk melaksanakan shalat terdengar di seluruh Selandia Baru pada hari Jum'at (22/3/2019) diikuti oleh dua menit mengheningkan cipta secara nasional untuk memperingati satu pekan sejak seorang teroris supremasi kulit putih menembak mati 50 jamaah Muslim di dua masjid di kota Christchurch.

Ketika adzan itu disiarkan ke seluruh negeri, ribuan orang - termasuk Perdana Menteri Jacinda Ardern - berdiri diam di sebuah taman di seberang masjid tempat pembunuhan dimulai, ketika negara berpenduduk 4,5 juta jiwa itu berkabung."Selandia Baru berduka denganmu. Kami adalah satu," katanya dalam pidato singkat.Sebagian besar korban penembakan massal terburuk di Selandia Baru adalah migran atau pengungsi dari negara-negara seperti Pakistan, India, Malaysia, Indonesia, Turki, Somalia, Afghanistan, dan Bangladesh.Pembantaian oleh teroris kulit putih Brenton Tarrant, seorang warga Australia, telah mengejutkan negara yang dikenal karena toleransinya tersebut.Ini telah mendorong warga Selandia Baru yang ngeri untuk merespons dengan penjagaan dan pertunjukan tarian tradisional Maori haka, dan untuk membentuk barisan di belakang umat Islam untuk secara simbolis melindungi mereka saat mereka shalat.Seorang muadzin berkopiah putih menyerukan panggilan adzan untuk sholat Jum'at reguler pukul 13:30 waktu setempat ketika ribuan orang mendengarkan di Taman Hagley Christchurch di seberang Masjid Al Noor.Negara itu kemudian mengheningkan cipta secara nasional selama dua menit, bersama pertemuan publik di Auckland, Wellington dan kota-kota lain.Di negara tetangga Australia, orang-orang berhenti di jalan-jalan dan di toko-toko untuk memperingati momen itu.Imam Al Noor Gamal Fouda kemudian naik ke mimbar untuk mengecam kebencian, tetapi juga untuk memuji rasa kebersamaan orang -orang Selandia Baru."Hari ini, dari tempat yang sama, aku melihat keluar dan aku melihat cinta dan kasih sayang," katanya. "Selandia Baru tidak bisa dipecahkan."Teroris ini berusaha untuk menghancurkan bangsa kita dengan ideologi jahat yang telah menghancurkan dunia. Tetapi, kami telah menunjukkan bahwa Selandia Baru tidak dapat dipecahkan."Banyak wanita yang hadir mengenakan jilbab sebagai solidaritas dengan komunitas Muslim Selandia Baru.Kirsty Wilkinson bergabung dengan kerumunan di Hagley Park bersama dengan dua teman wanita, semuanya berjilbab."Saya pribadi melakukan ini untuk merobohkan tembok-tembok pelupaan pribadi saya terhadap teror yang dirasakan orang Muslim setiap hari, mengkhawatirkan keselamatan mereka," kata Wilkinson kepada AFP sebelum shalat dimulai."Aku bisa melepas jilbab saya jika aku merasa takut. Mereka tidak bisa."Pesan yang ingin saya kirim adalah bahwa kebencian tidak bisa menang. Kita semua hanyalah orang biasa. Apa yang terjadi tidak baik."Teroris bersenjata itu menewaskan 50 pria, wanita, dan anak-anak - korban berusia antara tiga hingga 77 tahun - dan menyebabkan puluhan orang terluka dalam serangan yang ia siarkan secara langsung, memicu kemarahan global.Pertemuan yang suram itu terjadi sehari setelah negara itu memberlakukan larangan senapan serbu dan semi-otomatis gaya militer, berjanji untuk membersihkan negara dari jenis senjata yang digunakan dalam pembantaian 50 orang pekan lalu.Langkah itu memicu seruan baru dari para politisi terkemuka Amerika untuk tanggapan serupa di Amerika Serikat, yang telah mengalami serangkaian pembantaian senjata api tetapi membiarkan reformasi senjata tidak tersentuh.Polisi dan para pedagang telah bekerja secara intensif dengan harapan memperbaiki interior masjid yang penuh bekas luka dan percikan darah menjelang sholat subuh.Tetapi pihak berwenang Kamis malam mengumumkan shalat akan diadakan di taman.Berkabung nasional dan saat mengheningkan cipta tersebut disiarkan di jaringan televisi, radio dan di beberapa situs media lokal."Kami sangat senang bahwa shalat ini akan disiarkan ke seluruh dunia sehingga semua orang dapat menjadi bagian dari itu," Mustafa Farouk, presiden Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan sesi shalat pada hari Kamis.Pemakaman korban dilanjutkan pada hari Jum'at pagi, dengan mobil jenazah membawa ke pemakaman di tepi timur Christchurch di mana banyak yang telah dimakamkan.Ardern, yang dengan cepat mengecam serangan itu sebagai terorisme, mengumumkan larangan semi-otomatis dan senapan serbu gaya militer di bawah undang-undang senjata baru yang keras pada hari Kamis.Brenton Tarrant, 28, seorang teroris supremasi kulit putih, telah didakwa dengan satu pembunuhan setelah serangan Christchurch dan dikirim ke penjara tanpa permohonan.Tarrant dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 5 April, ketika polisi mengatakan dia kemungkinan akan menghadapi lebih banyak dakwaan.Ardern, dikelilingi oleh para menteri dan pejabat keamanan, mengenakan jilbab hitam dan jas hitam. Polisi wanita di taman juga mengenakan jilbab, dengan mawar merah di jas tubuh mereka.Dalam pidato yang kuat yang berlangsung sekitar 20 menit, Imam Gamal mengatakan melalui cinta dan kasih sayang, Selandia Baru tidak bisa dihancurkan. Dia berterima kasih kepada Ardern atas belas kasihnya."Ini telah menjadi pelajaran bagi para pemimpin dunia," kata Imam tersebut tentang sang perdana menteri."Terima kasih telah membuat keluarga kita erat dan menghormati kita dengan jilbab sederhana," tambahnya.Dia mengatakan Islamophobia tidak memanusiakan umat Islam, dan menyerukan dunia untuk mengakhiri pidato kebencian dan politik ketakutan."Kejadian pekan lalu adalah bukti dan bukti bagi seluruh dunia bahwa terorisme tidak memiliki warna, ras atau agama. Bangkitnya supremasi kulit putih adalah ancaman global yang besar bagi kemanusiaan dan ini harus berakhir sekarang," katanya. (st/CNA)

Selengkapnya

Buruk Laku, Lembaga Survei Harus Dibedah
22 Maret 2019     |     Waktu unduh: 2019-03-22 21:18 WIB

Istana Merdeka, suatu hari menjelang Pilkada DKI 2017 putaran kedua. Presiden Jokowi sedang bicara dengan seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pada saat itu masuk rombongan pimpinan sebuah media yang biasa menyelenggarakan survei.

“Bagaimana surveinya?” tanya Presiden.
“Masih unggul 1.5 persen Pak.”
“Bisa nggak dinaikkan jadi 2.5 persen?” tukas Presiden.

Selengkapnya

IMM Mataram Tolak Kunjungan Jokowi
2019-03-22 21:02:00     |     Waktu unduh: 2019-03-22 21:18 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Rencana kunjungan kerja (Kunker) Presiden Jokowi ke NTB mendapat banyak reaksi penolakan dari berbagai kelompok mahasiswa, baik dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (UMI) Cabang Mataram.

Pasalnya, menurut Ketua IMM Cabang Mataram, Amal Abrar, kunjungan kerja orang nomor satu di Indonesia yang juga Calon Presiden 01 ini dituding hanya datang mengumbar janji kosong, menurutnya banyak ketimpangan yang terjadi di bawah kepemimpinannya.

Selengkapnya

Plt Dubes Selandia Baru Tegaskan Teroris Tidak Terkait Islam
Jum'at, 22 Maret 2019 - 21:00 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 21:18 WIB
Roy Ferguson menegaskan, Selandia Baru juga tidak melekatkan terorisme dengan agama.

Selengkapnya

Plt Dubes Selandia Baru Datangi MUI sampaikan ini
Jum'at, 22 Maret 2019 - 20:18 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 20:33 WIB
Pemerintah Selandia Baru berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan MUI atas dukungan dan solidaritasnya saat ini.

Selengkapnya

Kala Apel Kebangsaan Lebih Berharga dari Nyawa Rakyat Papua
22 Maret 2019 20:07 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 20:18 WIB
 

Oleh:

Yulida Hasanah*

 

"Nalar publik tercederai! Disaat musibah menimpa bangsa saya, tim Jokowi berpestapora 18 miliar dengan uang negara, uang rakyat kecil untuk sebuah acara musik yang dihadiri hanya 2 ribuan orang."

Pernyataan Natalius Pigai, salah seorang aktivis kemanusiaan yang pernah menjadi Komisioner Komnas HAM di atas sangatlah sesuai dengan fakta yang terjadi di negeri ini. Ya, nalar publik (rakyat) kembali tercederai. Rakyat hanya bisa menerima walaupun kondisi mereka kian hari kian merana. Bagaimana tidak? 18 M dihambur-hamburkan hanya untuk Apel Kebangsaan Merah Putih. Acara yang digelar pada hari minggu 17 Maret lalu di Simpang Lima Semarang tersebut akhirnya menyedot perhatian publik karena jumlah anggarannya yang fantastis.

Selengkapnya

Banjir Papua: 112 Orang Meninggal, 94 Hilang, 11.556 Mengungsi
Jum'at, 22 Maret 2019 - 19:57 WIB     |     Waktu unduh: 2019-03-22 20:18 WIB
Relawan Hidayatullah melakukan operasi SAR pencarian dugaan masih adanya mayat korban bencana, serta melakukan pendistribusian bantuan dan pemulihan trauma.

Selengkapnya

Seret Nama Khofifah, Rommy: Saya Menerima Aspirasi
22 Maret 2019     |     Waktu unduh: 2019-03-22 20:03 WIB

– Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy mengklaim dirinya hanya meneruskan aspirasi soal pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI.

“Saya prihatin terhadap berita yang berkembang seolah ada jual beli jabatan. Jadi saya katakan bahwa itu tidak sama sekali bisa dibenarkan, karena memang yang saya lakukan adalah meneruskan aspirasi sebagai anggota DPR, sebagai ketua umum partai pada saat itu,” kata Rommy, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019.

Selengkapnya