Total: 23934
Robert Mugabe Enggan Mundur Meski Ditekan Oposisi dan Gereja
Jum'at, 17 November 2017 - 14:38 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 14:48 WIB
Mugabe sendiri berada dalam posisi yang terjepit. Dia telah kehilangan dukungan militer yang selama ini merupakan penyokong utama kekuasaannya

Selengkapnya

Kuwait Memberlakukan Kembali Wajib Militer
Jum'at, 17 November 2017 - 14:31 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 14:48 WIB
Setiap pria yang melanggar hukum dalam masa perang akan dipenjara 3 – 5 tahun dan harus membayar denda 10.000 Dinar

Selengkapnya

Berkawan Mesra, Zionis Israel Berbagi Laporan Intelejen Dengan Arab Saudi
17 November 2017 14:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 14:48 WIB

Eramuslim – Sebuah situs web terkemuka di Saudi menerbitkan sebuah wawancara yang mengguncangkan Dunia Arab dan Islam. Pasalnya dalam berita yang diterbitkan, mengungkapkan kerjasama dengan Kepala Staf Militer Zionis Israel untuk melawan melawan Syiah Iran.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Elaph pada hari Kamis (16/11/2017), Letnan Jenderal Gadi Eisenkot mengatakan bahwa Israel siap untuk berbagi informasi intelijen untuk menghadapi “ancaman” yang diajukan oleh Teheran.

Selengkapnya

Ratusan Warga Sipil Terkepung di Deir az-Zur, Goutha Timur Diserang 300 Kali
Jum'at, 17 November 2017 - 14:22 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 14:33 WIB
Perang sipil di dimulai ketika rezim Bashar al-Assad menindak keras demonstrasi. Ratusan ribu warga sipil jadi korban

Selengkapnya

Jakim akan Bantu Jepang Mendapatkan Sertifikat Halal dalam Olimpiade 2020
Jum'at, 17 November 2017 - 14:11 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 14:18 WIB
Kerjasama bertujuan untuk menyediakan makanan halal bagi atlet Muslim yang akan mengikuti ajang Olimpiade 2010

Selengkapnya

Awas!!! Akhir Tahun Ini, Negara Tetangga Akan Resmi Legalkan LGBT Laknatullah
17 November 2017 14:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 14:18 WIB

Eramuslim – Hasil jajak pendapat sukarela di Australia mengungkapkan bahwa 8 juta warganya mendukung pernikahan sesama jenis. Walau jajak pendapat itu tidak mengikat, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menegaskan pemerintahnya kini berupaya mendorong agar pernikahan sesama jenis bisa disahkan oleh parlemen sebelum Natal tahun 2017 ini.

“Jutaan (rakyat Australia) sudah berbicara dan mereka secara mutlak memilih ya untuk kesetaraan pernikahan,” kata Turnbull setelah hasil jajak pendapat diumumkan.

Selengkapnya

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?
17 November 2017 13:42 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 14:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com) - Teka-teki kecelakaan tunggal yang mengakibatkan pelarian DPO Setya Novanto, Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar ini menambah daftar keanehan dan rekayasa di negeri ini.

Sebagaimana dikutip dari porosnews.com, AliaNsi Jurnalis Anti Sogokan (ANJAS) menyikapi keterlibatan jurnalis salah satu televisi swasta yang diduga berkolaborasi dengan tersangka kasus korupsi,  AliaNsi Jurnalis Anti Sogokan (ANJAS) yang diketuai Adista Sipriariang menilai:

Selengkapnya

Lembut tapi Tak Mendidik
Jum'at, 17 November 2017 - 13:54 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 14:03 WIB
Keras berbeda dengan kasar. Orangtua yang mendidik anaknya dengan keras tetap dapat menunjukkan kelembutan dan kasih-sayang

Selengkapnya

Bangka Belitung (Babel) Raih Penghargaan Provinsi Halal Indonesia
17 November 2017 13:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 13:48 WIB

Eramuslim – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dr. H. Erzaldi Rosman, SE., MM, yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel, Yuliswan, meraih Penghargaan Halal Award 2017 Katagori Pemerintah Provinsi Halal Terbaik, dari LPPOM MUI.

Penganugerahan Halal Award 2017 tersebut, berlangsung Kamis (16/11) di Gedung Smesco Exhibition Hall Pancoran, Jakarta Selatan.

Selengkapnya

Tak Bisa Banding, Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin Divonis Hukuman Seumur Hidup
Jum'at, 17 November 2017 - 10:16 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 13:33 WIB
Hukum Mesir memberikan kesempatan kepada pengadilan sipil untuk naik banding dua kali berturut turut sebelum vonis akhir dijatuhkan

Selengkapnya

KH Ma’ruf: Aliran Kepercayaan Tak Perlu Dicantumkan di KTP
Jum'at, 17 November 2017 - 13:08 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 13:18 WIB
“Kepercayaan bukan maqom-nya agama sehingga tidak perlu jadi identitas di KTP.”

Selengkapnya

MUI dan Kemendikbud Sepakat Aliran Kepercayaan Bukan Agama
17 November 2017 13:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 13:18 WIB

Eramuslim – Irjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Daryanto mengatakan, pihaknya sepakat bahwa aliran kepercayaan berbeda dengan agama.

“Oleh karena itu diserahkan pelayanannya kepada Kemendikbud. Walaupun kami tidak dalam posisi memberikan komentar terhadap putusan MK,” ujarnya saat bertemu dengan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Kamis (16/11).

Selengkapnya

MUI Minta MK Lebih Berhati-hati Membuat Putusan
Jum'at, 17 November 2017 - 12:46 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 13:03 WIB
Akan menjadi preseden tidak baik dan merongrong kewibaan MK sendiri kalau keputusan yang bersifat final dan mengikat tapi tidak bisa dilaksanakan karena putusannya yang kurang cermat.

Selengkapnya

Ulama Arab Saudi Larang Beri Nama Anak Dengan Nama Asing
17 November 2017 12:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 12:48 WIB

Eramuslim – Seorang  ulama Saudi ramai menjadi bahan perbincangan dan kritikan netizen di media sosial. Pasalnya, beliau mendapat kritikan usai mengatakan bahwa memberi anak-anak Muslim dengan nama asing yang “Tidak Islami” tidak dapat diterima dalam Islam.

Dalam laporan Alaraby pada hari Rabu (15/11) kemarin, Syeikh Abdullah Al Maneh mengatakan hal tersebut ketika ia diwawancarai di televisi tentang bagaimana aturan Islam jika seorang Muslim memberi anak-anaknya nama asing.

Selengkapnya

Wasekjen MUI; Kapolres Yang Kaitkan Takbir dengan Teroris WAJIB Minta Maaf
17 November 2017 11:45 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 12:03 WIB

Eramuslim – Pernyataan kontroversial Kapolres Dharmasraya, Sumbar, AKBP Roedy Yoelianto, mengenai indikator teroris pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya dalam wawancara live TV ONE menjadi bola panas.

Pasalnya dalam wawancara tersebut, AKBP Roedy menyebut indikator pelaku adalah jaringan teroris adalah teriakan takbir.

Sontak hal ini ramai dibahas netizen dan sejumlah forum internal publik, termasuk Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Ust. Tengku Zulkarnain yang turut merespon keras pernyataan Kapolres Dharmasraya.

Selengkapnya

Pemuda Muhammadiyah Ajak Kanisius Layani Warung Dhuafa
17 November 2017 10:56 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 11:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com), Kokam Pemuda Muhammadiyah menegaskan akan berjaga memastikan tidak ada yang berusaha mengancam melakukan demonstrasi di Kolese Kanisius terkait sikap Ananda Sukarlan. Pemuda Muhammadiyah menilai persoalan Ananda adalah persoalan pribadi yang tidak terkait dengan Kolese Kanisius.

"Terang Kolese Kanisius dan Alumni telah menyatakan kekecewaannya terhadap ananda, memohon maaf kepada Gubernur,"kata Pimpinan PP Pemuda Muhammadiyah, Fuji dalam keterangannya. Jumat ini, lanjut Fuji, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, justru mengajak Romo Kolese dan Alumni untuk ikut menjadi Pelayan di Warung Gratis khusus Dhuafa Milik Pemuda Muhammadiyah. "Sekalian menyampaikan sikap Kolese dan Pemuda Muhamamdiyah terkait ancaman demo dan upaya lainnya,"tutur Fuji. Oleh sebab itu, Pemuda Muhammadiyah mengundang media untuk berkenan hadir meliput dalam Konpres sekaligus melayani Dhuafa di Warung gratis pada Jum’at, 17 November 2017. Pukul 12.15 WIB, di Halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya 62. "Atas kehadirannya kami ucapkan Terimakasih,"pungkas Fuji.

Selengkapnya

Nikmatnya Berdagang, Ini “Seni”nya…
17 November 2017 11:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 11:18 WIB

Eramuslim.com –

Dagang itu bukan perkara laku sedikit atau banyak..

Dagang itu bicara tentang mental..
Mental bahwa dagang :
tak selalu laku,
tak selalu mulus..
kadang sepi pembeli..
kadang untung dikit..
Seringkali juga rugi banyak..

Tapiii….
Seni berdagang tetaplah indah…

Saat laku…
Rejeki itu derasnya sederas air hujan yang paling deraas…☺

Selengkapnya

Pondok Pesantren Dipacu Ciptakan Pelaku IKM untuk Tekan Pengangguran
17 November 2017 10:29 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 10:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com), Pemerintah tengah gencar melaksanakan program Santripreneur sebagai salah satu upaya pengoptimalan dalam penyediaan lapangan kerja di daerah atau desa sekaligus mengurangi tingkat pengangguran dan mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Karena, Pondok pesantren berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM).  “Program ini bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri pondok pesantren. Oleh karenanya, kami terus memfasilitasi melalui pemberian alat dan mesin untuk bekal para santi belajar kemandirian sebelum terjun ke masyarakat," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/11). Didampingi Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Menperin menyerahkan mesin daur ulang sampah, ‎mesin penjernih air, dan sarung sebanyak 8500 untuk santri Ponpes Lirboyo. Kedatangan Menperin dan rombongan disambut ribuan santri dan pimpinan Ponpes Lirboyo, KH M Anwar Manshur. Airlangga menyampaikan, seiring perekonomian nasional yang semakin membaik, industri juga sedang menunjukkan gerak positif dengan melakukan perluasan usaha atau menambah investasi. Dari langkah ekspansi ini, manufaktur dipastikan akan membuka lapangan pekerjaan. “Tentunya tenaga kerja yang dibutuhkan yang terampil dan profesional,” ujarnya. Guna memenuhi permintaan industri tersebut, selama ini Kementerian Perindustrian aktif memberikan pendidikan dan pelatihan yang bersifat vokasi atau kejuruan. Misalnya, program Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan) untuk operator mesin industri garmen serta program link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. “Kami juga memiliki sejumlah unit pendidikan seperti SMK dan politeknik yang telah menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan vokasi karena berhasil membangun sistem pendidikan yang benar-benar berbasis kompetensi,” paparnya. Bahkan, sebanyak 98 persen para lulusannya sudah terserap industri pada saat wisuda. Seiring pelaksanaan program-program strategis itu, Kemenperin menjalankan dua model untuk kegiatan Santripreneur. Pertama, Santri Berindustri, memfokuskan pada pengembangan unit industri yang telah ada dan sumber daya manusia di lingkungan pondok pesantren yang terdiri dari santri dan alumni santri. Kedua, Santri Berkreasi, memberikan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa pondok pesantren untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini. Dirjen IKM Gati Wibawaningsih mengungkapkan, program pilot project Santripreneur yang telah berjalan, misalnya di Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam pelaksanaan bimbingan teknis pengolahan ikan dan pembuatan alas kaki. Selain itu, pembuatan lampu LED dan revitalisasi industri garam. “Dalam kurun waktu tahun 2013-2015, Direktorat Jenderal IKM telah membina beberapa pondok pesantren dengan pelatihan tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi unit industri yang ada di pondok pesantren,” paparnya. Berdasarkan data Kementerian Agama, pada tahun 2014, pondok pesantren yang ada di Indonesia sebanyak 27.290 lembaga dengan jumlah santri mencapai 3,65 juta orang. “Ini menjadi potensi bagi penumbuhan wirausaha baru dan sektor IKM di Tanah Air,” tegas Gati. Industri siap serapDalam kesempatan sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri siap menyerap para lulusan program pendidikan vokasi. Hal ini karena program vokasi didesain secara khusus untuk membekali para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar ketika lulus nanti bisa langsung bekerja di industri. "Dengan sistem vokasi yang ada sekarang, lulusan SMK bisa cepat bekerja. Apalagi, jenjang karirnya juga menjanjikan," ujarnya pada acara Dialog Nasional Ke-5 Sukses Indonesiaku di PT Gudang Garam Tbk., Kediri, Jawa Timur, kemarin. Airlangga juga mengungkapkan, banyak yang memiliki latar belakang pendidikan SMK telah menduduki jabatan tinggi di beberapa perusahaan besar. “Contohnya di Gudang Garam, Coca-Cola, Krakatau Steel, dan Daihatsu. Direkturnya itu ada yang dari pendidikan SMK," ungkapnya. Tidak hanya menjadi karyawan di perusahaan, Kementerian Perindustrian juga siap membentuk lulusan SMK menjadi wirausaha. "Lulus SMK mau kerja atau mau jadi pengusaha bisa disiapkan. Kami sudah siapkan timnya," imbuhnya. Menperin menyampaikan, Jawa Timur merupakan salah satu kontributor terbesar pada perekonomian nasional dari kinerja industrinya. “Kontribusi ekonominya 32 persen, kedua setelah Jawa Barat yang 42 persen. Makanya, program vokasi link and match antara SMK dengan industri, pertama diluncurkan untuk Jawa Timur. Daerah ini dipilih sebagai percontohan karena memiliki beragam industri,” paparnya. Lebih lanjut, beberapa kota industri lainnya, seperti di Kudus, Cilegon, Gresik, Sidoarjo, dan Bekasi, juga didorong agar industri meningkatkan penyerapan dari lulusan SMK atau pendidikan vokasi. “Kami telah mendorong industri masuk ke kawasan industri dan membina SMK-SMK di sekitarnya,” kata Airlangga. Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata Taswin Siddharta mengatakan, di perusahaannya banyak menyerap lulusan SMK. Bahkan, pihaknya telah membina SMK sekitar dalam program pelatihan. "Ada beberapa tempat yang bisa kami berikan kepada lulusan SMK. Kami juga fokus melakukan pelatihan yang bekerja sama dengan lima SMK dengan kurikulum yang cocok," ujarnya. Pada acara Dialog Nasional, Menperin mendapat beberapa pertanyaan kritis dari para siswa SMK yang hadir, misalnya bagaimana dunia usaha atau industri bisa memberi ruang kepada siswa SMK dan mengusulkan penyediaan tenaga ahli sebagai guru di sekolah mereka. Menperin menjawab, industri sudah membuka diri untuk kegiatan magang atau praktik kerja lapangan bagi pelajar SMK. “Kemarin saya kunjungan di Klaten, Jawa Tengah melihat di sana anak-anak langsung praktik kerja memakai dengan mesin yang sesungguhnya. Model ini yang akan kami dorong," jelasnya. Terkait tenaga ahli, Kemenperin memiliki program silver expert. Maksudnya, para profesional yang sudah pensiun diberikan pendidikan dan pelatihan sehingga bisa menjadi tenaga pengajar. "Jadi, mereka bisa mengajar ke SMK-SMK,” kata Menperin. Sementara itu, Intan, siswi SMKN3 Kota Kediri, menyampaikan tentang kurikulum pendidikan yang diterapkan di sekolahnya lebih banyak pendidikan normatif ketimbang produktif. Pertanyaan Intan ini dinilai bagus, oleh Menperin. "Sekarang ini sedang disinkronisasi kurikulumnya, sebanyak 70 persen produktif dan 30 persen normatif. Selain itu, kami juga mitrakan industri dengan sekolah yang belum punya teaching factory. Supaya adik-adik bisa praktik ke industri, seperti di SMKN3 Kota Kediri, jurusan tata boga ini bisa disinergikan dengan industri makanan dan minuman," jawab Airlangga. (bilal/voa-islam)

Selengkapnya

Sahabat Nabi yang Pakar Hukum, Cerna Kisahnya Miliki Kaosnya
17 November 2017 10:15 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 10:33 WIB

EramuslimAdvertorial

Sosok Ahli Hukum Sahabat Nabi Muadz Bin Jabal

Dalam kecerdasan otak dan keberanian mengemukakan pendapat, Muadz hampir setara dengan Umar Bin Khattab. Ketika Rasulullah Saw mengutusnya ke Yaman sebagai hakim dan ” guru agama” di sana, Rasulullah menitipkan sepucuk surat kepada umat Islam Yaman yang isinya menyatakan : ” Aku utus kepada kalian seorang pilihan diantara sahabatku”! Dan ketika hendak berangkat, Rasulullah ” mengujinya ” dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggambarkan bagaimana ” kiat ” Muadz dalam memecahkan sesuatu masalah hukum. ” Apa yang menjadi pedoman dalam “mengadili” sesuatu, hai Muadz. ” Kitabullah “, jawab Muadz. ” Bagaimana jika kamu tidak kamu temui dalam Sunnah Rasul, Tanya Rasulullah lagi. Dengan angkas Muadz menjawab : ” saya gunakan pikiranku untuk berijtihad dan saya tidak akan berlaku sia-sia ( tidak akan main-main ).

Selengkapnya

Wapres: Masyarakat Dituntut Makmurkan Masjid, Masjid Makmurkan Masyarakat
Jum'at, 17 November 2017 - 09:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-11-17 09:48 WIB
“Di samping mengadakan pengajian keagamaan tentu juga penting pengajian keduniaan karena hidup ini kita mesti bahagia dunia dan akhirat,” ujar Wapres Jusuf Kalla.

Selengkapnya