Total: 47576
Dramatis 70 Kg Emas Dirampok di Tengah Jalan di Prancis
Selasa, 13 Desember 2016 - 09:53 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 10:03 WIB
Sebelum melarikan diri, perampok-perampok itu membakar kendaraan yang ditinggalkannya.

Selengkapnya

Revolusi Damai Dimulai, Gerakan Shalat Subuh adalah Titik Tonggaknya
13 Desember 2016 08:28 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 09:48 WIB
BANDUNG (voa-islam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, latar belakang Gerakan Subuh Berjamaah bukan program murni GNPF MUI, akan tetapi usulan dari umat.

Ia menjelaskan, Gerakan Subuh Berjamaah pertama yang digelar serentak di sejumlah daerah di Indonesia pada Senin (12/12/2016) itu dicetuskan berdasarkan permintaan umat Islam yang sudah viral.

Selengkapnya

Setara Institute: Janjinya Mau Tuntaskan Pelanggaran HAM, Tapi kok Jokowi Malah Angkat Wiranto
13 Desember 2016 09:30 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 09:48 WIB

Eramuslim.com – Setara Institute mempertanyakan alasan kenapa Presiden Joko Widodo mengangkat Mantan Menhankam Pangab era Kepemimpinan Soeharto, Wiranto sebagai Menko Polhukam.

Padahal Pemerintah Jokowi-JK berjanji ingin menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

“Kenapa kemudian Jokowi berniat untuk menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu malah menunjuk Pak Wiranto. Ini yang kami pertanyakan,” ujar Peneliti Setara Institute bidang HAM, Ahmad Fanani Rosyidi di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2016).

Selengkapnya

Dalam Teologi Yahudi dan Kristen Tidak Ada Kebhinekaan
13 Desember 2016 09:15 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 09:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Umat Islam adalah umat yang paling siap dengan adanya kebhinekaan, karena di kitab suci Al-Qur'an memerintahkan hal itu.

"Jadi, soal tema kita ini, ya, yang paling siap itu umat Islam dengan adanya kebhinekaan. Kitab suci bicarakan itu," kata Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari, di Jakarta.

Sebagai contoh ia menyebutkan bahwa umat Islam menghormati dan meyakini adanya nabi Isa a.s dan nabi Musa a.s yang membawa wahyu. "Islam itu mengimani kenabian Musa dan wahyu yang diturunkannya. Umat Islam juga akui Isa.

Selengkapnya

Ketua PP Muhammadiyah: Sungguh Kafirlah yang Mengatakan Tuhan Itu Tiga dalam Satu
13 Desember 2016 09:25 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 09:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Kitab Al-Qur'an merupakan kitab yang sangat sempurna. Al-Qur'an, yang merupakan salah satu mukjizat nabi Muhammad ini, selain membicarakan soal adanya Yahudi dan Nasrani, juga membicarakan bagaimana kedua kelompok tersebut menyekutukan Allah.

"Al-Qur'an bicarakan Yahudi dan Nasrani. Di dalamnya juga mengkritik, pun juga dipuji. Al-Qur'an, misalnya saja di sana terdapat kata 'sungguh kafirlah yang mengatakan bahwa Tuhan itu tiga dalam satu, atau satu dalam tiga'.

Selengkapnya

Netanyau Mengaku Punya 5 Ide untuk Trump Soal Negosiasi Nuklir Amerika dengan Iran
Selasa, 13 Desember 2016 - 09:26 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 09:33 WIB
Kesepakatan yang dibuat tahun lalu antara Iran dengan enam kekuatan dunia secara ketat membatasai kemampuan nuklir negeri Syiah itu

Selengkapnya

Trump Ancam Hapus Kebijakan Satu Cina
13 Desember 2016 09:00 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 09:18 WIB

Eramuslim.com – 06Kebijakan ‘satu Cina’ Amerika Serikat terancam berakhir di tangan Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump. Pada Ahad (11/12), ia mengatakan AS tidak perlu terpaku pada kebijakan tersebut.

“Saya mengerti sepenuhnya soal kebijakan satu Cina, tapi saya tidak tahu kenapa kita harus terikat padanya kecuali kita membuat kesepakatan soal hal lain, seperti perdagangan,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News Sunday.

Selengkapnya

Korban Ledakan Bom di Mesir Meningkat 25 Orang
Selasa, 13 Desember 2016 - 08:58 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 09:18 WIB
Aksi kekerasan di Mesir mulai marak pasca kudeta berdarah bulan Juni 2013 pimpinan Jenderal Abdul Fatal al Sisi

Selengkapnya

Didesak Hentikan Pembersian Etnis Muslim, Myamar Minta ASEAN Gelar Rapat Darurat
Selasa, 13 Desember 2016 - 08:52 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 09:18 WIB
Aung San Suu Kyi pernah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991 atas perjuangannya membeka HAM. Ketika berkuasa bungkam atas dugaan pembersihan etnis Muslim Rohingya

Selengkapnya

Muslim Solo Sepakat Boikot Koran, TV, dan Tidak Belanja di Swalayan
13 Desember 2016 08:30 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 08:48 WIB

Eramuslim.com – Umat Islam di Solo sepakat untuk memboikot salah satu televisi swasta nasional dan sebuah surat kabar nasional. Alasannya karena pemberitaan dua media tersebut dinilai kerap menyudutkan umat muslim.

Hal itu merupakan salah satu poin dari tiga kesepakatan dalam ‘Gerakan Shubuh Berjamaah’ di Solo, Senin (12/12/2016).

Panitia Gerakan Shubuh Berjamaah yang juga Divisi Ekonomi DSKS, Nurhadi menjelaskan, kesepakatan tersebut langsung dilakukan mulai hari ini.

Selengkapnya

Revolusi Damai Telah Dimulai, Gerakan Shalat Subuh adalah Titik Tonggaknya Bandung
13 Desember 2016 08:28 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 08:33 WIB
BANDUNG (voa-islam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, latar belakang Gerakan Subuh Berjamaah bukan program murni GNPF MUI, akan tetapi usulan dari umat.

Ia menjelaskan, Gerakan Subuh Berjamaah pertama yang digelar serentak di sejumlah daerah di Indonesia pada Senin (12/12/2016) itu dicetuskan berdasarkan permintaan umat Islam yang sudah viral.

Selengkapnya

Eks Jurnalis Media Indonesia: Adalah Fakta Jika Pemred MetroTV Semuanya Non-Muslim
13 Desember 2016 08:00 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 08:18 WIB

Eramuslim.com – Wartawan senior dan pernah bekerja di Media Indonesia Edi A Effendi membongkar kebusukan Metro TV. Media milik Surya Paloh itu pemimpin redaksi (Pemred) tidak pernah ada yang beragama Islam.

 

“Sejak Metro TV berdiri sampai sekarang dan sudah berkali-kali ganti pemred, tak pernah ada pemred beragama Islam. Ini fakta bukan fiksi,” kata Edy di akun Twitter-nya.

Selengkapnya

GNPF-MUI: Pemerintah Gausah Paranoid Sikapi Gerakan Sholat Subuh Berjamaah
13 Desember 2016 07:30 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 07:48 WIB

Eramuslim.com – Pemerintah tak perlu paranoid dengan gerakan shalat subuh berjamaah yang diinisiasi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir menjelaskan, gerakan subuh berjamaah merupakan bagian dari revolusi mental, yang sejalan dengan anjuran yang selama ini menjadi slogan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Jadi kalau kita berbicara revolusi tidak usah terlalu seram, karena pak Jokowi juga bilang revolusi mental. Jadi kita melanjutkan revolusinya pak Jokowi saja. Tapi mentalnya lebih berisi. Dan dimulainya dari gerakan shalat subuh,” kata Bachtiar dalam konferensi pers yang digelar usai shalat subuh berjamaah di Masjid Pusdai, Jawa Barat, Senin (12/12).

Selengkapnya

Ulama dan Tokoh Islam Bogor Bahas Isu Aktual, Mulai dari YPP Hary Tanoe hingga Syiah dan Komunis
13 Desember 2016 07:28 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 07:33 WIB
BOGOR (voa-islam.com)--Sejumlah ulama, pimpinan ormas Islam, purnawirawan jenderal, dan tokoh masyarakat berkumpul di Majelis Al Ihya Bogor, Ahad (11/12/2016). Mereka berkumpul dalam rangka silaturahim dan menyikapi situasi terkini.

Acara yang dipimpin oleh Pimpinan Majelis Al Ihya KH Muhammad Husni Thamrin dan didampingi oleh Pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bogor Raya diantaranya Ustaz Iyus Khaerunnas, Ustaz Muhammad Nur Sukma dan Ustaz Hasri Harahap itu menghasilkan pernyataan sikap tokoh dan ulama se-Bogor Raya.Adapun hal-hal yang menjadi kekhawatiran utama para Tokoh Islam dan Ulama Bogor Raya adalah, karena telah muncul kepermukaan hal-hal yang dapat membahayakan agama, bangsa dan negara, dan terkesan dibiarkan oleh penyelenggara negara saat ini. "Munculnya kembali PKI yang sangat nyata dibarengi hubungan istimewa pemerintah dengan China dirasakan oleh seluruh komponen bangsa," tulis pernyataan sikap bersama tersebut pada Ahad, (11/12/2016).Demikian juga aliran sesat Syiah yang dibarengi hubungan istimewa dengan Iran, serta munculnya Yayasan Peduli Pesantren (YPP) yang dimotori dan diketuai oleh Hary Tanoesoedibjo (seorang China non muslim) yang juga sangat meresahkan Umat Islam."Atas dasar kondisi diatas, maka para Tokoh dan Ulama serta para Pimpinan Ormas dan Lembaga-lembaga Islam di Bogor Raya meminta kepada Presiden, Kapolri dan Kejaksaan untuk segera menangkap, mengadili dan memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Si Penista Al quran. "Dan tidak ada pejabat Negara yang melindunginya," jelas pernyataan sikap itu.Para ulama juga menolak paham Komunis dalam segala bentuknya, menolak paham Syiah dalam segala bentuknya."Menolak kehadiran YPP dalam segala bentuknya," tegas para ulama.Para ulama juga menolak segala bentuk makar, seperti membuka peluang asing menguasai Negara Republik Indonesia dalam segala bentuknya.Kemudian, para ualam mengusulkan, mendesak dan memperjuangkan kepada DPR/MPR RI  agar mengembalikan Undang – undang Dasar Negara kepada UUD'45 asli, sebagai upaya meluruskan kembali perjuangan seluruh komponen bangsa dan negara Republik Indonesia. "sesuai cita-cita perjuangan kemerdekaan para pahlawan dan para pendiri bangsa Indonesia yang mayoritas adalah para Tokoh dan Ulama Islam," ungkap para ulama.Lalu, para ulama meminta kepada Pemerintah RI dan DPR/MPR RI untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal-hal yang membahayakan NKRI seperti disebutkan diatas. Meminta kepada Kapolri dan Panglima TNI agar tidak berpihak kepada siapapun kecuali kepada kepentingan kedaulatan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, sesuai cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia."Meminta kepada Pemerintah, DPR/MPR RI agar seluruh Partai-partai yang melindungi, mendukung dan membantu kembalinya PKI di NKRI segera dibubarkan, sebagai penjabaran dari TAP MPRS NO.XXV/1966 dan Undang Undang No.27/1999," tutup pernyataan oara ulama tersebut. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Selengkapnya

Sebaiknya Persidangan Ahok Disiarkan Live, Biar Masyarakat Menilai
13 Desember 2016 07:00 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 07:18 WIB

Eramuslim.com – Persidangan perdana kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan digelar pagi ini.

Persidangan tersebut sebaiknya disiarkan langsung atau live oleh televisi, layaknya persidangan kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

“Ya sebaiknya persidangan harus terbuka biar masyarakat Indonesia bisa menilai apakah benar-benar Ahok itu melakukan penistaan agama atau tidak,” jelas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono kepada wartawan, Senin (12/12).

Selengkapnya

Voxpol Center: Ini Demokrasi, Polisi Jangan Dikit-Dikit Nuduh Makar
13 Desember 2016 06:30 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 06:48 WIB

Eramuslim.com – Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menilai Polri cepat mengambil kesimpulan mengenai upaya makar yang dilakukan sejumlah tokoh dan aktivis. Pangi menekankan demikian terkait penangkapan dan penetapan 8 tersangka pelaku dugaan pemufakatan jahat atau makar.

Kepada wartawan di Jakarta kemarin, Dosen UIN Syarif Hidayatullah itu menyarankan semestinya Polri berlaku profesional dan proporsional dalam menangani berbagai permasalahan yang menjadi tugasnya.

Selengkapnya

Ceritakan Yahudi dan Nasrani, Bukti Tidak Adanya Keraguan di dalam Al-Qur'an
13 Desember 2016 06:25 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 06:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Tidak ada keraguan bagi orang-orang beriman saat menyaksikan kebenaran dalam Al-Qur'an. Di dalamnya terdapat kenyataan-kenyataan yang hingga saat ini tidak akan pernah dibantah.

Bahkan, Hajriyanto Y. Thohari dari PP Muhammadiyah menyatakan saking terbuktinya kalam Allah tersebut adalah kitab terakhir dan tidak diragukan kebenarannya memberi tantangan kepada siapa saja yang dapat membuatnya (menandingi). "Kan di dalamnya bahkan ditantang untuk buat kitab suci (semisalnya). Silahkan kalian berkelompok rumuskan satu ayat saja. Ternyata memang tidak bisa.

Selengkapnya

Bakteri Cabai Asal China Bisa Gagalkan Panen Tanaman Lain Hingga 70 Persen
13 Desember 2016 06:21 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 06:33 WIB
BOGOR (voa-islam.com)--Kasus benih cabai berbakteri asal Cina yang masuk dan ditanam di Bogor menarik perhatian banyak pihak. Apa sekiranya motif dari aksi penanaman secara ilegal tersebut. 

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono mengungkapkan bakteri Erwinia Chrysanthemi yang ada di benih cabai Cina itu dapat menimbulkan kerusakan ataupun kegagalan produksi hingga 70 persen. Selain itu, bakteri ini juga dapat menular atau menyerang berbagai tanaman lainnya, termasuk aneka bawang, kentang, dan sawi. "Bila menyerang tanaman-tanaman tersebut, kerugian ekonomi Indonesia akan lebih besar," katanya.Oleh karena itu, pihaknya siap melakukan sosialisasi ke Kabupaten Bogor dan sekitarnya mengenai gejala serangan bakteri Erwinia Chyrsathemi pada beberapa tanaman hortikultura.Selain itu, Dirjen Hortikultura mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten dan Kota lebih memantau produsen benih serta untuk lebih selektif dalam pemberian rekomendasi terhadap orang asing terutama terhadap benih-benih yang akan dikembangkan."Kami akan menurunkan Pengawas Benih Tanaman untuk memperketat peredaran benih hortikultura, terutama cabai," katanya.Pihaknya juga menurunkan tim maupun petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) untuk melakukan survei ke pertanaman aneka cabai dan tanaman hortikultura lainnya di Bogor dan sekitarnya.guna mengantasipasi penyebaran penyakit bakteri yang terkandung dalam benih ilegal asal Tiongkok tersebut.

Selengkapnya

Muhammadiyah: Tidak Ada Agama Selain Islam yang Siap Hidup dalam Keberagaman
13 Desember 2016 06:15 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 06:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari menyatakan bahwa umat Islam adalah umat yang paling siap hidup dalam keberagaman. Di dalam Al-Qur'an, menurutnya telah ada hal demikian, soal apa dan bagaimana cara menghadapi kondisi tersebut.

"Umat Islam itu yang paling siap hidup dalam Kebhinekaan dan kemajemukan atau multikulturalisme. Karena Al-Qur'anlah satu-satunya kitab yang membicarakan hal itu dan agama lainnya.

Selengkapnya

Ini Seruan GNPF-MUI Terkait Sidang Perdana Penistaan Agama
13 Desember 2016 06:00 WIB     |     Waktu unduh: 2016-12-13 06:18 WIB

Eramuslim.com – Jelang sidang pertama kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjaja Purnama (Ahok), Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) menyerukan beberapa hal kepada umat Islam. Wakil Ketua GNPF Ustaz Zaitun Rasmin mengatakan, GNPF sudah bersiap atas sidang perdana kasus penistaan agama oleh Ahok yang akan digelar di PN Jakarta Utara pada Selasa (13/12).

Selengkapnya