Total: 41371
Permadi: Ahok Jadi Tersangka Hanyalah “Permen” dari Kepolisian
Rabu, 23 November 2016 - 05:30 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-23 05:48 WIB
Mantan politisi PDIP tersebut menilai, orang yang melarang unjuk aspirasi di jalan bisa dilaporkan dan dituntut karena melanggar hak sebagai warga negara.

Selengkapnya

Berbeda dengan Kapolri, Menteri Pertahanan Sebut tak Mendengar Ada Upaya Makar
23 November 2016 05:21 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-23 05:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan belum menerima laporan adanya upaya makar di balik rencana unjuk rasa 2 Desember 2016 yang dikaitkan dengan dugaan penistaan agama yang disangkakan kepada Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Saya tidak dengar itu (makar) ya. Intelijen saya tidak dengar itu," kata Menhan Ryamizard di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (22/11).

Selengkapnya

Ini Topik-topik Bahasan dalam Rakernas MUI
Rabu, 23 November 2016 - 04:50 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-23 05:03 WIB
Dalam Rakernas itu, peserta akan dibagi menjadi 3 komisi. Yakni, organisasi, program, dan komisi khusus.

Selengkapnya

Erdogan: Setengah Senjata yang Dikirim AS untuk Pasukan Kurdi Berakhir di Tangan Islamic State
23 November 2016 00:30 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-23 00:48 WIB
ANKARA, TURKI (voa-islam.com) - Setengah dari pasokan senjata AS yang dikirimkan ke pejuang Kurdi untuk membantu mereka dalam pertempuran melawan Islamic State (IS) berakhir di tangan IS, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Selasa (22/11/2016)

Turki adalah bagian dari koalisi pimpinan AS yang menargetkan IS di Suriah. Namun, keretakan terjadi dalam koalisi setelah AS lebih memilih milisi Kurdi Suriah yang bersekutu dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki dalam ofensif melawan IS."Pertanyaan-pertanyaan tentang memerangi terorisme harus diarahkan pada Barat di atas semua. Sekarang, kami adalah orang-orang yang memerangi IS. Amerika Serikat kadang-kadang memberikan dukungan udara, tetapi, sayangnya, kita melihat IS dipersenjatai dengan senjata yang diproduksi di Barat. Tentu saja, mereka [AS] tidak mengatakan mereka mendukung IS, tapi kami melihat bahwa setengah dari senjata mereka yang dijatuhkan dari udara berakhir setengah di Kurdi dan setengah di IS," kata Erdogan dalam sebuah wawancara dengan penyiaran Israel channel 2.Pada akhir September, muncul laporan bahwa Amerika Serikat memasok milisi pimpinan Kurdi, yaitu Tentara Demokratik Suriah (SDF), dengan senjata ringan dan senjata lainnya. SDF saat ini tengah berusaha untuk maju di ibukota de facto IS, Raqqa. (st/Sputnik)

Selengkapnya

Ormas Kiblat Tegaskan Tetap Demo pada 2 Desember 2016
22 November 2016 22:57 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 23:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Ormas Komite Islam Bela Konstitusi (Kiblat) menegaskan akan tetap turun dalam aksi damai Bela Islam Jilid 3 pada 2 Desember 2016. Meski, Kapolri Jenderal Pol.Tito Karnavian melarang kegiatan tersebut dengan dalih ada unsur makar.

"Kami ormas taat hukum, Kami insyaAllah akan tetap ikut turun demo 212 memperjuangkan hak umat Islam yaitu Keadilan dan persamaan hak di muka Hukum," kata Ketua DPP Kiblat, H.Kosasih dalam keterangan persnya, Jakarta, Selasa (22/11/2016).Kiblat mengkritik sikap aparat hukum yang berat sebelah dalam penegakan hukum. Menurut Kosasih, aparat diskriminatif dalam penanganan hukum terhadap kaum pribumi."Kami melihat bila kaum pribumi melanggar hukum langsung ditangkap, mengapa bila Non pribumi tida ditangkap?" tanyanya.Maka dari itu, lanjut Kosasih, pihaknya mengimbau para aparat penegak hukum agar tidak menghalangi umat Islam menuntut hak konstitusionalnya.Untuk menjaga NKRI tetap berada di tangan bangsa Indonesia dan tidak menjadi jajahan bangsa lain. Kami mengajak kita semua untuk perjuangkanny sampai titik darah penghabisan," tandasnya.* [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Selengkapnya

Tersangka Sebuah Kasus Dinilai tak Pantas Ikut Pilkada
Selasa, 22 November 2016 - 22:50 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 23:03 WIB
“Apakah pantas calon pemimpin memiliki status tersangka memenuhi etika berbangsa dan bernegara? Presiden perlu mengeluarkan perpu untuk menyelamatkan etika pejabat publik dan moralitasnya,”

Selengkapnya

Isu Makar hanya untuk Selamatkan Ahok dari Jeratan Hukum
22 November 2016 22:35 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 22:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Perlindungan terhadap kasus Ahok yang menistakan Islam menurut pengamat politik akhirnya menjadi perlawanan kongkrit dari rakyat. “Perlindungan khusus Ahok akhirnya menjadi kemarahan kongkrit rakyat pada kasus Al-maidah. Teriakan aksi: Bertindak adil atau mundur,’ tulis Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya.

Sebenarnya, rakyat sudah cukup banyak kecewa kepada Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Namun, kini rakyat lebih marah saat Ahok diketahui nampak dilindungi benar oleh Jokowi.

Selengkapnya

Wakil Ketua DPR: Pernyataan Kapolri Buat Kegaduhan Baru
22 November 2016 22:24 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 22:33 WIB
JAKARTA (voa-islam com)--Pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian soal adanya rencana makar dinilai membuat gaduh masyarakat Indonesia.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Fadli meminta Kapolri tidak mengeluarkan pernyataan yang membuat kegaduhan terkait isu makar saat aksi demonstrasi 2 Desember mendatang.

Fadli menyarankan Tito agar dalam menyampaikan pernyataan disertai dengan data yang akurat."Menurut saya pernyataan-pernyataan perlu terukur. Jangan membuat satu spekulasi yang membuat kegentingan-kegentingan baru," kata Fadli.Dia menilai desakan baru gabungan ormas keagamaan sangat wajar yakni meminta tersangka kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk segera ditahan.

Selengkapnya

Wahai Kaum Muslim, Jadilah Penolong Agama Allah!
22 November 2016 22:15 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 22:18 WIB
 

Oleh: Mentik Puji Lestari (MHTI Jember)

Ada sekelompok orang sahabat Nabi, 7 orang Anshor dan yang lainnya mereka dikenal dengan julukan al-Bakkaa’uun (orang-orang yang selalu menangis.: Pada saat beliau sibuk mempersiapkan perang tabuk, mereka datang menemui Nabi SAW untuk meminta kendraan yang bisa digunakan untuk berangkat jihad ke tabuk, namun pada saat tu persediaan sudah habis. Rasulpun berkta: aku tidak menemukn kendaraan untuk membawa kalian, maka mereka pulang sambil memalingkan muka, mata mereka bercucuran air mta, mereka bersedih karena tidak bisa berinfaq dan tidak bisa berangkat jihad bersama Rasulallah saw. (Sirah Nabawiyah: Ibn Hisyam, 2:518)

Selengkapnya

Sinyal Kebangkitan Raksasa yang Tertidur
22 November 2016 22:12 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 22:18 WIB
 

Sahabat VOA-Islam...

Jutaan umat muslim (jika tak mau dibilang jutaan) turun ke jalan dalam rangka aksi bela Islam II setelah sebelumnya dilakukan aksi bela Islam I oleh pemuda-pemuda muslim di Jakarta. Umat muslim menggugat pemerintah untuk segera memproses Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (biasa disebut Ahok) yang terindikasi telah melakukan tindak pidana penistaan agam dalam kunjungannya ke pulau Seribu Oktober lalu. Hampir perwakilan pemuda dari setiap daerah di Indonesia ikut serta dalam aksi ini.

Selengkapnya

Terkait Aksi Bela Islam III, Ini Tausyiah Kebangsaan MUI
Selasa, 22 November 2016 - 21:35 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 21:48 WIB
“Apabila terpaksa hendak melakukan demontrasi, MUI mengimbau agar dilakukan dengan sopan, tertib, damai, akhlaqul karimah, serta mematuhi peraturan yang berlaku.”

Selengkapnya

Lembaga Hak Asasi: Segera Tahan Basuki Agar Tak Lagi Ulangi Tindak Pidana
Selasa, 22 November 2016 - 21:33 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 21:48 WIB
Menurut Harry, adanya gelombang Aksi Super Damai yang rencannya akan dilangsungkan pada tanggal 2 Desember 2016 adalah bagian dari reaksi pemerintah yang dinilai kurang cepat melakukan antisipasi terkait perkara penistaan agama

Selengkapnya

Kapolri Cium Potensi Makar, Komisi III: Kalau Ada Rencana Makar, Kenapa yang Dikuasai Gedung DPR?
22 November 2016 21:29 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 21:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Kepala Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam beberapa kesempatan menyebutkan bahwa ia mencium ada gerakan makar pada aksi 25 November dan 2 Desember mendatang. Tito mengatakan bahwa ada rencana pendudukan gedung DPR RI oleh massa aksi.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa mengatakan, tidak memahami pola pikir Tito Karnavian. Menurut Desmond, kalau memang mau makar, maka yang akan diduduki adalah Istana Presiden, bukan Gedung DPR.

Selengkapnya

Analis: Hubungan Mesir-Israel kini Makin Akrab
Selasa, 22 November 2016 - 21:25 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 21:33 WIB
Sejak Abdul Fattah melakukan kudeta pemerintahan Mesir pada tahun 2014, pemerintah negara itu telah menutup jalur perbatasan antara Sinai dengan Gaza

Selengkapnya

Foto Satelit Tunjukkan Lebih 1000 Rumah Etnis Rohingya di Rakhine Dibakar
Selasa, 22 November 2016 - 21:06 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 21:33 WIB
Kebanyakkan warga di Myanmar membenci Muslim Rohingya, yang mereka sebut sebagai imigran ilegal dari Bangladesh meskipun mayoritas mereka lahir dan hidup Myanmar dari generasi ke generasi

Selengkapnya

Gagal Lindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
22 November 2016 20:57 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 21:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Kehadiran ASEAN sebagai penjaga kedamaian di kawasan asia tenggara dinilai tidak efektif.

Tidak terselesaikannya persoalan kejahatan kemanusiaan dan genosida di Arakan, Myanmar menjadi bukti bahwa ASEAN tidak berdaya.

Hal disampaikan oleh Heri Aryanto, pegiat advokasi Rohingya di Indonesia.

ASEAN dinilai tidak mampu melindungi Rohingya dari tindakan tak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh kelompok penduduk mayoritas Myanmar. Mereka (ASEAN) juga tidak mampu menekan Myanmar untuk menghentikan kezaliman atas nama kemanusian dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.

Selengkapnya

Usai Diperiksa Hampir 9 Jam, Ahok Bungkam, Banyak Menunduk dan Garuk-garuk Kepala
Selasa, 22 November 2016 - 20:45 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 21:03 WIB
Ahok dicecar 27 pertanyaan oleh penyidik Bareskrim dalam pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka penistaan agama.

Selengkapnya

Soal Ahok, Al-Irsyad Al-Islamiyah Tetap Berpegang Pandangan Keagamaan MUI
22 November 2016 20:01 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 20:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Memperhatikan kondisi bangsa dan negara RI akhir-akhir ini sebagai akibat adanya permasalahan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah mengapresiasi aksi bela Islam 4 November 2016 lalu yang mencerminkan Islam yang damai.

"Kami bersyukur bahwa Aksi Bela Islam pada  tanggal 4 November 2016 telah berlangsung dengan damai sehingga menjadi bukti bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin, pembawa kedamaian dan rahmat untuk seluruh bangsa kita," kata Ketua umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyah, KH. Abdullah Djaidi dalam rilis yang diterima voa-islam.com, Jakarta, Senin (21/11/2016).Kiyai Djaidi menegaskan Al-Irsyad Al-Islamiyah sebagai ormas dalam kebersamaan dengan MUI sebagai representasi ulama dan umat Islam Indonesia tetap memegang sikap sebagaimana Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI terkait Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama mengenai Surat Al-Maidah Ayat 51 tertanggal 11 Oktober 2016."Menghimbau kepada seluruh anggota dan perangkat organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyyah di seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan istiqomah dalam perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran dengan jalan damai," tuturnya.Al-Irsyad Al-Islamiyah juga menghimbau seluruh unsur bangsa dan Pemerintah RI untuk terus mengawal dan menjaga keutuhan bangsa dan negara RI."Menghimbau kepada seluruh warga Al-Irsyad Al-Islamiyyah untuk berjuang menegakkan aqidah Islam dalam koridor hukum yang berlaku," ucap Kiyai Djaidi.Kiyai Djaidi juga mengimbau warga Al-Irsyad Al-Islamiyyah agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi  serta dapat menghindari perbuatan tidak terpuji. "Marilah menjaga persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI," tandasnya. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Selengkapnya

Pasal Ini Memperberat Hukuman Ahok sebagai Pejabat Negara yang Nistakan Islam
22 November 2016 19:35 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 19:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Kasus Ahok yang menistakan agama Islam dengan mengutip ayat suci Al-Qur’an sudah berstatus hukum. Namun, jika diperhatikan, saat agama dibawa-bawa olehnya, Ahok berstatus sebagai pejabat negara.

Dan menurut pengamat hukum yang juga seorang pengacara muslim, sebenarnya Ahok dapat dijerat lebih ancaman hukumannya. Hal ini sesuai dengan landasan hukum yang ada.

Selengkapnya

Setelah Didemo Rakyat Turki dan Dikecam PBB, Partai AKP Sementara Urungkan RUU Legalisasi Pemerkosaan Anak
Selasa, 22 November 2016 - 19:24 WIB     |     Waktu unduh: 2016-11-22 19:33 WIB
Di Turki, pernikahan anak di bawah usia 18 tahun adalah ilegal, meskipun pengadilan bisa mengabulkan permohonan pernikahan anak usia 16 tahun atau lebih dengan alasan khusus.

Selengkapnya