Total: 60597
Ferdinand Demokrat Berhenti Dukung Prabowo, Sandiaga Ucapkan Terima Kasih
2019-05-20 04:26:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-20 04:33 WIB
Beritaislam - Cawapres Sandiaga Uno berterima kasih ke politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean yang mengklaim dirinya berhenti mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Sandiaga, Ferdinand banyak berjuang.

"Saya berterima kasih kepada Pak Ferdinand, beliau berjuang beliau banyak sekali membantu kita," ujar Sandiaga usai memberi santunan kepada anak yatim di Jalan Lebak Bulus IV, Jakarta Selatan, Minggu (19/5/2019).

Sandiaga mengaku belum sempat berbicara dengan Ferdinand secara langsung. Dia menegaskan BPN Prabowo-Sandiaga beserta para relawan memuliakan dan mendoakan kesembuhan Ani Yudhoyono.

"Percayalah bahwa kami memuliakan Bu Ani sebagai ibu negara dan kami mendoakan kesehatan Bu Ani dan kami meminta semua rakyat Indonesia me

Selengkapnya

Gus Aam Klaim 2.500 Warga Jatim Sudah Berangkat ke Jakarta
2019-05-20 04:22:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-20 04:33 WIB
Beritaislam -  Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbullah, KH Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam mengatakan, ada ribuan relawan yang berangkat ke Jakarta sejak Sabtu (18/5). Ribuan relawan itu akan mengikuti aksi bela kedaulatan rakyat pada 22 Mei.

Gus Aam menambahkan, ribuan relawan dari seluruh penjuru Jatim berangkat secara rombongan. Kemudian untuk transportasinya, Gus Aam mengatakan bahwa mereka menggunakan beragam kendaraan.

"Mulai kemarin sudah ada yang berangkat, ada yang naik kereta, dengan bus, ada yang naik pesawat, ada yang naik mobil sendiri. Dari semua daerah di Jatim. Mulai dari Banyuwangi sampai Ponorogo," kata Gus Aam saat ditemui di Graha Astranawa Gayungsari Surabaya, Minggu (19/5/2019).

Pria yang menjabat sebagai Ke

Selengkapnya

Polisi adalah Aparat Negara, Bukan Alat Politik Rezim
20 Mei 2019 04:01 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-20 04:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Sebagai salah satu pimpinan lembaga tinggi negara sekaligus pemimpin partai politik, Fadli Zon ingin mengingatkan kepada aparat penegak hukum agar bisa bekerja sama dengan seluruh elemen demokrasi untuk mencegah negara kita tidak menjadi ‘polizeistaat’, atau negara polisi, di mana negara, atau aparat negara, memosisikan diri lebih tinggi daripada hukum dan masyarakat. 

Selengkapnya

Hendropriyono akan Turunkan Anjing saat Pengumuman di KPU, Sandi: Itu Kan Najis
    |     Waktu unduh: 2019-05-20 02:03 WIB

JAKARTA— Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno angkat bicara perihal rencana dari Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono berencana menurunkan anjing pelacak untuk membantu mengamankan jalannya pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu pada 22 Mei 2019 mendatang.

Sandi mengatakan. penggunaan anjing untuk aksi damai gerakan kedaulatan rakyat tak tepat. Sebab mereka yang berdemo juga terdiri dari Muslim yang pasti akan melakukan ibadah yang harus bersih dari najis.

Selengkapnya

Buzzer Setan Gundul Hina Ani Yudhoyono, Ferdinand: Saya Berhenti Dukung Prabowo-Sandi
2019-05-19 16:17:01+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-20 02:03 WIB

JAKARTA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai (DPP) Demokrat, Ferdinand Hutahaean angkat bicara perihal buzzer setan gundul yang menghina mengolok istri dari Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono yang sedang sakit.

Ferdinan mengatakan, sikap tersebut menunjukan kebrutalan.

“Pagi ini, saya menemukan bully-an yang sangat tidak berperikemanusiaan dari buzzer setan gundul yang mengolok Ibunda Ani yang sedang sakit. Sikap itu sangat brutal,” ujar Ferdinand , pada Ahad, (19/05/2019). 

Selengkapnya

Jelang Pengumuman KPU, Hendropriyono: Kasihan Prabowo Mulai Ditinggal Rekan Koalisinya
    |     Waktu unduh: 2019-05-20 02:03 WIB

JAKARTA— Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono, angkat bicara perihal kemungkinan sejumlah Partai Politik (Parpol) yang akan meninggalkan Koalisi Adil Makmur.

Hendropriyono merasa kasihan dengan Prabowo, karena menurutnya,  partai koalisi seperti Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional hingga Partai Keadilan Sejahtera akan ‘lari’ jika menggunakan langkah inkonstitusional dalam menyikapi hasil Pemilu 22 Mei mendatang.

Selengkapnya

Jelang Pengumuman KPU, Partai Berkarya Sebut Tak Pernah Secara Resmi Dukung Prabowo-Sandi
2019-05-19 16:11:08+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-20 02:03 WIB

JAKARTA—  Wakil Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi Purwoprandjono angkat bicara menjelang pengumuman pemenang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Muchdi menjelaskan, sejak awal partainya tidak terikat secara resmi mengusung Prabowo – Sandi. 

 “Di Partai Berkarya coba kamu lihat di surat suara itu kan enggak ada (Partai Berkarya) bahwa memberikan dukungan,” kata Muchdi, pada Ahad (19/05/2019).

Selengkapnya

Komisi Hukum MUI: Segala Tindakan yang Langgar Konstitusi Merupakan Makar
2019-05-19 15:51:58+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-20 02:03 WIB

JAKARTA— Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah angkat bicara perihal sejumlah isu yang digulirkan menjelang diumumkannya pemenang Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ikhsan mewakili Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau semua pihak menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil Pemilu 2019 mentaati konstitusi, dan patuhi aturan hukum sebagai wujud kesepakatan dan memelihara kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selengkapnya

Tanggapi Sejumlah Isu Jelang Pengumuman KPU, Jokowi: Yang Kalah Pasti Enggak Puas
2019-05-19 15:51:32+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-20 02:03 WIB

JAKARTA— Calon Presiden nomor urut 01 angkat bicara perihal sejumlah isu yang sedang hangat menjelang pengumuman pemenang pemilihan Presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Jokowi mengatakan sejumlah isu tersebut sudah biasa karena ia mengatakan bahwa orang yang kalah dalam kegiatan pesta demokrasi pemilihan umum memang pasti merasa tidak akan puas. 

“Kalau tidak puas, yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Enggak ada yang kalah itu puas, enggak ada. Kalah itu pasti enggak puas,” ujar Jokowi, pada Ahad, (19/05/2019).

Selengkapnya

Pasukan India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir
20 Mei 2019 01:39 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-20 01:48 WIB
KASHMIR (voa-islam.com) - Tiga gerilyawan gugur pada Sabtu pagi kemarin di Kashmir selatan setelah pasukan India menyergap mereka di sebuah rumah tempat mereka bersembunyi.

Paramiliter dan tentara India melancarkan operasi gabungan di desa Panzgam di kabupaten Pulwama setelah menerima informasi.

"Dalam pertemuan berikutnya, tiga gerilyawan tewas dan mayat-mayat itu diambil dari lokasi pertemuan," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Selengkapnya

Bus Pariwisata Jadi Sasaran Serangan Bom di Mesir
19 Mei 2019 23:14 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:33 WIB
KAIRO (voa-islam.com) - Sebuah bus wisata di dekat Grand Egyptian Museum yang baru dekat dengan piramida Giza yang terkenal di Mesir telah menjadi sasaran serangan bom yang telah menyebabkan banyak korban.

Dua sumber keamanan mengatakan setidaknya 17 orang, sebagian besar turis asing, terluka dalam ledakan pada hari Ahad ini (19/5/2019).

Warga Afrika Selatan dan Mesir termasuk di antara mereka yang terluka ketika sebuah alat peledak meledak, menghantam bus, menurut sumber.

Selengkapnya

Meski Juara, Kursi PDIP Rontok di DKI Jakarta
19 Mei 2019 22:33 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com) - Hasil rapat pleno rekapitulasi suara untuk pemilihan anggota DPRD DKI Jakarta menghasilkan tiga partai yang memperoleh suara signifikan. Tiga partai, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendominasi jajaran tiga besar di sepuluh Dapil se-DKI Jakarta.

PDIP menduduki peringkat pertama di enam wilayah, Dapil 1 (Jakarta Pusat), Dapil 2 , Dapil 3 (Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu), Dapil 7 (Jakarta Selatan), Dapil 9, dan Dapil 10 (Jakarta Barat).

Selengkapnya

Titik Balik Otoritarian di Rezim Jokowi
19 Mei 2019 23:01 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Kita sama-sama bisa melihat, selama lima tahun pemerintahan Jokowi telah terjadi pemasungan demokrasi, pembungkaman masyarakat, persekusi terhadap aktivis dan ulama yang kritis terhadap Pemerintah, serta penangkapan tokoh-tokoh dengan tudingan makar. Jadi, sesudah dua puluh tahun Reformasi, kini kita sedang berada di titik balik otoritarianisme. Demikian kata Fadli Zon, di akun Twitter pribadinya, Ahad (19/5/2019).

Selengkapnya

Meski Juara, KursiI PDIP Rontok di DKI Jakarta
19 Mei 2019 22:33 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com) - Hasil rapat pleno rekapitulasi suara untuk pemilihan anggota DPRD DKI Jakarta menghasilkan tiga partai yang memperoleh suara signifikan. Tiga partai, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendominasi jajaran tiga besar di sepuluh Dapil se-DKI Jakarta.

PDIP menduduki peringkat pertama di enam wilayah, Dapil 1 (Jakarta Pusat), Dapil 2 , Dapil 3 (Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu), Dapil 7 (Jakarta Selatan), Dapil 9, dan Dapil 10 (Jakarta Barat).

Selengkapnya

Ferdinand Nyatakan Mundur Dukung Prabowo, Ini Tanggapan BPN
2019-05-19 14:48:32+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:03 WIB

JAKARTA–Juru Bicara Bidang Advokasi BPN, Ali Lubis mengomentari pernyataan Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang mundur mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran tak terima bully-an terhadap Ani Yudhoyono, istri Susilo Bambang Yudhoyono yang tengah sakit. BPN pun meminta Ferdinand tak reaktif terhadap akun buzzer.

“Ya menurut saya terkait pernyataan Bang Ferdinand mau berhenti dukung Prabowo ya itu hak pribadi dialah. Tapi kalau yang menjadi dasar dia berhenti dukung Prabowo karena ada buzzer yang mem-bully Ibu Ani, saya kira sebaiknya jangan terlalu ditanggapi secara reaktif berlebihan ya,” kata Ali Lubis, kepada wartawan, Ahad (19/5/2019).

Selengkapnya

Hendropriyono Siap Pinjamkan Anjing, Ini Kata Sandiaga
2019-05-19 14:36:59+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:03 WIB

JAKARTA–Cawapres Sandiaga Uno mengomentari pernyataan mantan kepala BIN, Hendropriyono, yang siap meminjamkan anjing-anjingnya ke aparat jika aksi 22 Mei 2019 benar-benar terjadi dan berjalan brutal. Sandiaga berharap, keberadaan anjing-anjing itu tak mengganggu ibadah peserta aksi di bulan yang suci ini.

“Tapi kalau untuk mengawal proses yang kita yakini sebagai proses damai apalagi di bulan Ramadhan, ya harus dikaji dan harus dipastikan jangan mengganggu ibadah bagi masyarakat yang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan,” ujar Sandiaga di Rumah Siap Kerja, Jalan Wijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (19/5/2019).

Selengkapnya

Soal Aksi 22 Mei, Ini Kata Kiai Ma’ruf Amin
    |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:03 WIB

JAKARTA–Cawapres Ma’ruf Amin mengomentari Gerakan Kedaulatan Rakyat yang direncanakan akan dilakukan di depan KPU dan Bawaslu pada 22 Mei. Kiai Ma’ruf mengingatkan, jika ada dugaan kecurangan sebaiknya dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Memang sebenarnya kalau soal dugaan kecurangan semestinya menyampaikan kecurangan itu ke Bawaslu atau ke MK. Kan begitu aturan yang sudah ada,” kata Ma’ruf di Twin Plaza Slipi, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Ahad (19/5/2018).

Selengkapnya

Sebut yang Kalah Pemilu Pasti Tidak Puas, Jokowi Sarankan Lapor Bawaslu kalau Ada Curang
2019-05-19 14:20:58+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:03 WIB

JAKARTA–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai wajar jika pihak yang kalah tidak puas terhadap hasil pemilu. Jokowi lantas meminta masyarakat yang tidak puas terhadap hasil Pemilu 2019 untuk menempuh jalur yang sesuai aturan hukum. 

“Kalau tidak puas, yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Nggak ada yang kalah itu puas, nggak ada. Kalah itu pasti nggak puas. Kalau ada kecurangan, laporkan ke Bawaslu,” kata Jokowi di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (19/5/2019).

Selengkapnya

Hendropriyono Ingin ‘Buang’ para Provokator Aksi 22 Mei ke Pulau Terpencil
2019-05-19 14:19:49+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:03 WIB

JAKARTA–Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Hendropriyono telah mewanti-wanti siapa saja yang menghasut atau provokator aksi “people power” pada 22 Mei nanti.

HP menuturkan, provokator meskipun cuma berteriak juga bisa terjerat hukum. Sebab, provokator dinilai meresahkan dan harus diamankan.

“Dan walaupun itu cuma teriak di jalan, tapi hukumannya ada. Walaupun hukumannya tidak terlalu berat seperti teroris atau koruptor, ini kan hampir-hampir termasuk teroris bikin takut rakyat. Ini tergolong high risk prisoner. Narapidana yang sangat berbahaya, sangat menimbulkan resiko, karena provokasinya sangat berbahaya. Bisa nular kayak virus,” jelas Hendropriyono.

Selengkapnya

KPAI Kecam Sekolah yang Tidak Luluskan Siswa Kritis di Lombok
2019-05-19 14:07:41+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:03 WIB

JAKARTA–Seorang siswa kelas XII jurusan IPS SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, AI, mengunggah protes terhadap sikap kepala sekolah melalui akun Facebook-nya pada 16 Januari 2019.

Unggahan Al tersebut menuai banyak komentar dan berbuntut panjang, karena pada 13 Mei 2019 lalu ananda Al di putuskan tidak lulus oleh rapat dewan guru sekolahnya.   AI menganggap ketidaklulusannya akibat sikap kritis dirinya kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun.

Selengkapnya

Soal Usulan Bertemu Prabowo Sebelum 22 Mei, Ini Tanggapan Jokowi
2019-05-19 13:52:19+00:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 23:03 WIB

JAKARTA–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi usul Ketum PAN Zulkifli Hasan agar dirinya segera bertemu Prabowo Subianto. Jokowi mengaku sudah pernah menyampaikan usulan tersebut.

“Sejak awal dulu sudah kan, masa saya sampaikan bolak-balik, ya sudahlah. Sudah saya sampaikan, sudah kan? Ya sudah itu,” kata Jokowi di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (19/5/2019).

Selengkapnya

Dewan Militer Sudan Lanjutkan Pembicaraan dengan Para Demonstran
19 Mei 2019 21:42 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 22:03 WIB
KHARTOUM (voa-islam.com) - Dewan militer yang berkuasa di Sudan bertemu dengan para demonstran mengenai transisi politik negara itu setelah perundingan dihentikan selama tiga hari pada saat jalan-jalan dibersihkan di luar tempat aksi utama di ibukota, Khartoum.

Kedua belah pihak telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan sejak militer menggulingkan Presiden Omar al Bashir bulan lalu, mengakhiri pemerintahannya selama 30 tahun setelah empat bulan protes massa dan aksi duduk, yang masih berlangsung.

Selengkapnya

Video Masa Pendukung Prabowo Sudah Mulai Bergerak ke Jakarta
2019-05-19 21:54:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 22:03 WIB
Beritaislam - Beberapa video di twitter pantauan beritaislam.org pada tanggal 19/5/2019 menunjukkan masa pendukung Prabowo mulai bergerak ke Jakarta.

Alhamdulilah, Saudara kita para Pendukung @prabowo @sandiuno sudah bergerak gaes, Bantu do'anya ya gaes supaya selamat sampai tujuan dan meraih kemenangan untuk melawan pemilu curang.

Di Malang, Satu Bus Rombongan Peserta Aksi 22 Mei Diamankan Polisi
2019-05-19 21:48:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 22:03 WIB
Beritaislam - Satu rombongan bus diamankan Polres Malang Kota. Mereka diduga akan berangkat ke Jakarta mengikuti aksi 22 Mei.

Polres Malang Kota dan TNI menggelar patroli sebagai langkah menciptakan suasana aman dan kondusif di bulan suci Ramadhan. Satu unit bus dengan nopol AD 1528 AR diamankan di Jalan Borobudur Atas atau depan SMA Negeri 9 Kota Malang.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, bus bersama penumpangnya digiring menuju Mapolres Malang Kota. Polisi meminta mereka membatalkan keberangkatan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Sesuai keterangan, rombongan akan berangkat ke Jakarta, mengikuti aksi 22 Mei. Pemeriksaan masih kita dalami," kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada detikcom, Minggu (19/5/2019) petang.

Asfuri m

Selengkapnya

Fadli Zon: Jangan Sampai Polisi Digunakan untuk Pukul Lawan Politik
2019-05-19 21:45:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 21:48 WIB
Beritaislam - Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, menegaskan people power merupakan bagian demokrasi. Ia meminta agar berhenti memberi stigma negatif dan menyeramkan pada people power.

"People power itu merupakan bagian dari demokrasi. Biasa-biasa saja. Demonstrasi adalah salah satu bentuk ekspresi demokrasi. Jadi, berhentilah membuat stigma negatif dan menyeramkan. Kecuali, kita memang hendak kembali ke jalan otoritarian," kata Fadli melalui keterangan tertulisnya, Minggu 19 Mei 2019.

Menurutnya, bulan Mei punya arti istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada bulan ini, 21 satu tahun lalu, Indonesia memasuki babak baru kehidupan demokrasi, era reformasi yang ditandai keterbukaan dan kebebasan.

"Satu per satu fondasi demokrasi kita perbaiki, mulai dari

Selengkapnya