Total: 45879
Polri Sebut Ustadz Bactiar Nasir Transfer Dana ke Turki, Tim Advokasi GNPF: Itu Fitnah yang Keji
23 Februari 2017 11:15 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 11:33 WIB
 

 

JAKARTA (voa-islam.com)--Tim Advokasi GNPF-MUI, Ismar Syafruddin membantah tudingan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian bahwa Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir telah mentransfer sejumlah dana ke Turki. Hal ini terkait dengan kasus tudingan penyelewengan dana Yayasan Keadilan untuk Semua.

"Itu fitnah yang keji dan sangat tendensius," kata Ismar dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (23/2/2017).Menurut Ismar, saat mendampingi Islahuddin dalam BAP di Bareskrim Mabes Polri, Kuasa Hukum menemukan fakta bahwa dokumen transferan dana ke IHH di Turki atas nama pengirim Islahuddin dengan nilai US $4.600 melalui rekening Islahuddin juga. Dana tersebut adalah uang yang dititipkan oleh relawan Solidaritas Peduli Syam (Suriah), hasil dari penggalangan atau donasi untuk bantuan pengungsi korban perang Suriah yang di tampung di Turki."Dan, Yayasan tersebut tidak ada sama sekali kaitan dengan UBN (Ustadz Bahtiar Nasir,red)," jelasnya.Ismar juga menegaskan bahwa di dalam BAP tersebut sangat jelas disampaikan oleh Islahuddin bahwa transfer dana tersebut tidak ada kaitannya dengan Ustadz Bachtuar Nasir. "Namun hanya atas permintaan dari Ustadz Abu Haris dari Solidaritas untuk Syam," ucapnya.Sekadar diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklaim Polri telah menemukan bukti transfer dana sebesar Rp 1 miliar dari Ustadz Bachtiar Nasir ke Turki. Hal ini terkait dengan kasus tudingan penyelewengan dana Yayasan Keadilan untuk Semua."Uang ini, setelah ditarik oleh IL (Islahuddin Akbar) sebanyak di atas Rp 1 miliar, kemudian diserahkan kepada Bachtiar Nasir. Sebagian digunakan untuk kegiatan menurut yang bersangkutan. Sebagian lagi kita melihat dari slip bukti transfer dikirim kepada Turki,"katanya.Polri sendiri mengaku belum mengetahui tujuan transfer dana ke Turki tersebut. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Selengkapnya

Taliban Kuasai Sepenuhnya Distrik Shorabak di Selatan Afghanistan
23 Februari 2017 11:15 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 11:33 WIB
KANDAHAR, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Kelompok pejuang Taliban mengatakan telah sepenuhnya menguasai pusat distrik Shorabak di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan pada hari Rabu (22/2/2017) pagi. Shorabak adalah situs kamp pelatihan besar Al-Qaidah yang diserang dan dihancurkan oleh pasukan AS pada bulan Oktober 2015.

Taliban mengatakan mereka kini mengontrol empat dari 18 distrik Kandahar dan bahwa sisanya yang lain tetap diperebutkan.Menurut pernyataan yang dirilis pada Voice of Jihad, media propaganda resmi Taliban, pasukan Taliban membakar bangunan pemerintahan dan markas polisi setelah polisi lokal dan tentara Afghanistan kabur meninggalkan pusat distrik Shorabak."Para prajurit musuh dan polisi terpaksa mengungsi setelah pusat pemerintahan distrik tersebut dan markas polisi terbakar, Mujahidin langsung mendapat kontrol dari wilayah tersebut," kata Taliban.Selain itu, Taliban mengatakan menyergap sebuah konvoi militer bantuan yang dikirim dari distrik terdekat Spin Boldak dan menghancurkan dua kendaraan lapis baja.Shorabak sebelumnya telah jatuh ke Taliban pada tahun Oktiber 2016, namun pasukan Afghanistan kemudian mendorong jihadis ke pinggiran pusat distrik. Pejuang Taliban telah mengepung pusat distrik sejak saat itu. Pada 4 Februari lalu, Moulavi Rahimullah, komandan militer Taliban untuk provinsi selatan Kandahar, Helmand, Uruzgan, dan Daikundi, mengatakan bahwa pasukannya telah mengepung pusat distrik.Situasi keamanan di provinsi Kandahar telah sulit untuk dinilai. FDD Long War Journal memperkirakan bahwa empat dari 16 Kandahar berada di bawah kendali Taliban (Ghorak, Miyanishin, Registan, Shorabak). laporan pers anekdotal menunjukkan bahwa distirk Arghistan, Khakrez, Maiwand, Maruf, Shah Wali Kot, dan Zhari masih diperebutkan. (st/tlwj)

Selengkapnya

Kisah Mujahid Pitung Yang Perlu Dibaca
23 Februari 2017 11:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 11:18 WIB

Eramuslim.com – Pitung itu bukan nama orang seperti halnya si Jampang atau Sabeni, tapi “Pitung” merupakan singkatan dari Pituan Pitulung yang merupakan salah satu organisasi perlawanan rakyat Jakarta yang dibentuk pada tahun 1880 Masehi oleh Kyai Haji Naipin atas saran dari Pejuang Jayakarta dan Sesepuh adat Tempo Dulu. Kyai Haji Naipin adalah seorang yang alim dan juga dikenal sebagai salah satu ahli silat yang handal di kawasan Tenabang.

Selengkapnya

Pemerintah Bavaria Jerman Setujui Larangan Cadar
Kamis, 23 Februari 2017 - 10:25 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 11:03 WIB
Saat ini pemerintahan Bavaria dikuasai politisi konservatif dari Uni Sosial Kristen (CSU).

Selengkapnya

Anggota Komisi III: Mereka yang Melawan Ahok Dianggap Musuh Negara
23 Februari 2017 10:31 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 10:48 WIB
 

 

JAKARTA (voa-islam.com)--Sebanyak 23 perwakilan massa 'Aksi 212' diterima Komisi III DPR. Kedatangan mereka salah satunya menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diberhentikan dari jabatan gubernur DKI.

Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafii mengapresiasi kehadiran perwakilan massa, yang terdiri dari para ulama, kiai dan mahasiswa tersebut. Ia menilai, saat ini para ulama telah dikriminalisasi, contohnya seperti pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Selengkapnya

Jokowi Bilang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik Ketiga di Dunia, Bukan ‘Dunia Lain’ kan Pak?
23 Februari 2017 10:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 10:48 WIB

Eramuslim.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat baik dibandingkan negara-negara besar. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen, menurutnya telah masuk posisi tiga besar terbaik di dunia.

“Harus saya katakan, 2016 ekonomi kita sangat baik dibanding negara-negara besar. Yaitu 5,02 persen masuk tiga besar yang terbaik di dunia, kita hanya kalah dengan India, Tiongkok, nomor tiganya kita. Ini yang harus terus kita rawat dan jaga,” ujar Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2).

Selengkapnya

Mantan Tahanan Guantanamo asal Inggris Lakukan Pemboman Jibaku di Kota Mosul Irak
23 Februari 2017 10:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 10:18 WIB
LONDON, INGGRIS (voa-islam.com) - Seorang pembom jibaku dari Islamic State (IS) yang menargetkan pasukan Syi'ah Irak di luar Mosul, adalah seorang warga negara Inggris yang telah ditahan di Teluk Guantanamo, para anggota keluarganya mengatakan kepada surat kabar The Times, Rabu (22/2/2017).

Jihadis asal Inggris yang dilaporkan meledakkan bom, disebut di media Inggris sebagai Jamal al-Harits, ditahan di pangkalan militer Amerika Serikat di Guantanamo antara tahun 2002 hingga 2004.Sebuah gambar yang dirilis oleh IS dan diterbitkan pada hari Senin oleh SITE Intelligence Group telah dikonfirmasi sebagai al-Harits oleh saudaranya Leon Jameson."Ini adalah dia, aku bisa tahu senyumnya. Jika benar maka saya telah kehilangan seorang saudara, satu lagi (anggota) keluarga lain pergi," kata Jameson kepada The Times.Sementara itu, Channel 4 News Inggris mengutip seorang anggota keluarga yang tidak disebutkan namanya dan sumber anonim lain mengkonfirmasi bahwa Harits yang ada digambar tersebut.Foto itu menunjukkan dirinya tersenyum, mengenakan pakaian kamuflase dan tampak duduk di dalam kendaraan dengan kabel dan pemicu sebagai latar belakang.Pemerintah Inggris mengatakan tidak bisa memverifikasi laporan itu."Inggris telah memberi nasihat untuk beberapa waktu terhadap semua perjalanan ke Suriah, dan terhadap semua perjalanan ke sebagian besar Irak."Ketika semua layanan konsuler Inggris ditangguhkan di Suriah dan sangat terbatas di Irak, adalah sangat sulit untuk mengkonfirmasi keberadaan dan status warga negara Inggris di wilayah ini," kata sang juru bicara kepada AFP.Harits, seorang mualaf asal Jamaika yang lahir dengan nama Ronald Fiddler, dipenjara di Afghanistan oleh pemerintahan Taliban karena disangka sebagai mata-mata karena memiliki pasport Inggris.Setelah Taliban digulingkan ia ditangkap oleh tentara AS pada awal tahun 2002 dan dikirim ke Guantanamo, di mana ia mengalami pemukulan dan pelecehan martabat, menurut keterangan-nya.Pada saat kembali ke Inggris pada tahun 2004 ia sempat diinterogasi oleh polisi namun dibebaskan tanpa dakwaan.Harits melakukan perjalanan ke Turki dan menyeberang ke Suriah pada bulan April 2014, BBC melaporkan mengutip surat pendaftaran anggota Islamic State.Tahun berikutnya, istrinya Shukee Begum melakukan perjalanan ke Suriah bersama dengan lima anak-anaknya dalam apa yang dia katakan adalah upaya untuk meyakinkan suaminya untuk meninggalkan IS.Setelah bertemu kembali dengan Harits Begum tidak diizinkan untuk meninggalkan wilayah IS dan diselundupkan keluar, katanya kepada Channel 4. (st/TNA)

Selengkapnya

DPR: Gak Etis, Berstatus Terdakwa Tapi Masih Menikmati Fasilitas Negara Yang Dibeli dari Uang Rakyat
23 Februari 2017 10:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 10:18 WIB

Eramuslim.com – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut tidak etis masih menikmati fasilitas milik negara dalam tiap aktivitasnya. Padahal, Ahok sudah menyandang status terdakwa dalam kasus penodaan agama.

Demikian yang disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, saat berbincang dengan Okezone, Selasa (21/2/2017).

“Dia terdakwa, lalu ke mana-mana difasilitasi negara. Mobil yang ia gunakan mobil milik negara, fasilitas yang ia pakai selama ini sebagai terdakwa masih milik negara. Saya anggap itu tidak etis,” tegas Nasir.

Selengkapnya

Habib Rizieq: Kalo FPI Lagi Bakti Sosial Gak Ada Teve yang Meliput…
23 Februari 2017 09:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 09:48 WIB

Eramuslim.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, bicara soal pihak dan media yang suka mengdiskreditkan FPI

Hal itu dia sampaikan saat mengunjungi warga di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (22/2).

Menurutnya, setiap kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh FPI kurang mendapatkan perhatian dari media khususnya masyarakat luas.

Sehingga, publik menilai FPI dari sisi yang negatif saja.

Selengkapnya

AMM Tersinggung Atas Penolakan pihak Ahok terhadap Ahli Agama Muhammadiyah
23 Februari 2017 09:07 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 09:18 WIB
 

JAKARTA (voa-islam.com)--Penolakan dan keberatan terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan penasehat hukumnya atas kehadiran Prof.Dr.Yunahar Ilyas, Lc, MA sebagai ahli agama yang  dihadirkan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang ke-11, Selasa 21 Februari 2017, telah melukai perasaan Angkatan Muda Muhammadiyah.

"Sebagai kader Muhammadiyah kami merasa tersinggung dengan cara mereka," kata Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (21/2/2017).Lanjut Pedri, Ahok dan Tim Kuasa Hukumnya beralasan bahwa Buya Yunahar adalah Wakil Ketua Umum MUI Pusat, dimana MUI adalah pihak terkait yang mengeluarkan Pendapat Keagamaan atau fatwa soal ucapan Ahok yang dianggap menghina Al Qur'an dan Ulama.Padahal, lanjutnya, Buya dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai ahli mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah diBAP oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri. "Beliau ditugaskan resmi oleh PP Muhammadiyah karena sesuai keahliannya. Beliau adalah Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih dan Tabligh yang urusannya kajian-kajian keislaman, fatwa dll," terang Pedri.Lebih dari itu, kata Pedri, Prof. Yunahar juga guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di bidang tafsir. Ia sudah menerbitkan banyak buku dan jurnal keislaman yang jadi rujukan di kampus dan masyarakat umum. "Jadi, dari sisi bidang ilmu yang dimiliki dan jabatannya Prof. Yunahar sangat  layak dan kompeten sebagai ahli agama,"ujarnya.Pedri berpendapat, bahwa alasan pengurus MUI tidak bisa independen memberikan keterangan ahli tidak masuk akal. Menurutnya, MUI dan Muhammadiyah jelas-jelas ormas Islam yang di dalamnya berhimpun para ulama yang ahli di bidang agama dengan berbagai cabang ilmunya. "Kemana lagi penyidik dan Jaksa mencari saksi ahli agama kalau bukan ke ormas Islam atau Perguruan Tinggi Islam?" tanyanya.Kendati demikian, Pedri mengaku sangat senang dan apresiasi atas pembelaan Jaksa Penuntut Umum bahwa Prof. Yunahar sangat tepat dihadirkan sebagai ahli agama. Sehingga, akhirnya majelis hakim menetapkan bahwa sidang dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan ahli Prof. Yunahar."Sepanjang persidangan kami menyaksikan langsung di ruang sidang bahwa Prof.Yunahar sangat jelas dan mendalam keterangannya," bebernya.Dengan jelas, ungkap Pedri, Prof. Yunahar menyebut bahwa pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu itu mengandung unsur penistaan terhadap Ulama dan Al Qur'an. Kata "dibohongi" yang digunakam Ahok jelas sangat tidak tepat. Ahok berarti menyebut para ulama dan siapa saja Ummat Islam yang menyampaikan Surat Al Maidah 51 berbohong dan Al Maidah 51 alat kebohongan."Sekalipun tafsir kata "auliya" dalam ayat itu bisa berarti "teman setia, penolong dll". Tapi menyebut orang yang mengartikannya sebagai "pemimpin" berbohong itu jelas suatu penghinaan," tandasnya. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Selengkapnya

Muslim AS Kumpulkan 58.000 USD untuk Membantu Perbaikan Makam Yahudi yang Dirusak
23 Februari 2017 09:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 09:18 WIB
AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Dua aktivis Muslim Amerika berhasil mengumpulkan puluhan ribu dolar dalam beberapa jam sejak meluncurkan kampanye untuk membantu memperbaiki kuburan Yahudi yang dirusak.

Linda Sarsour dan Tarek el-Messidi mengecam serangan pada Chesed Shel Emeth Cemetery di Missouri, di mana lebih dari 100 batu nisan dirusak akhir pekan ini.

Para pegiat tersebut menyebut serangan itu "tindakan penodaan mengerikan" pada "sebuah ruang suci di mana keluarga Yahudi-Amerika telah meletakkan orang yang mereka cintai untuk dikuburkan".Sarsour dan Messidi mengumumkan bahwa mereka telah mencapai target mereka sebesar $ 20.000 dalam beberapa jam peluncuran kampanye mereka pada Selasa. Pada Rabu (22/2/2017) total yang dikumpulkan hampir tiga kali dari jumlah itu."Kami gembira karena mencapai tujuan kami $ 20.000 dalam tiga jam," kata kampanye. "Setiap dana tambahan yang dikumpulkan dalam kampanye ini akan membantu pusat Yahudi lain di seluruh negeri yang dirusak."Melalui kampanye ini, kami berharap untuk mengirim pesan bersatu dari komunitas Yahudi dan Muslim bahwa tidak ada tempat untuk jenis kebencian, penodaan, dan kekerasan di Amerika."Tidak ada penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan serangan tersebut dan para penyelidik belum menentukan apakah itu kejahatan rasial atau vandalisme.Polisi mengatakan penyidik ​​sedang melihat rekaman kamera pengintai untuk membantu mengidentifikasi mereka yang berada dibalik serangan itu.Sejak pemilihan Donald Trump sebagai presiden pada bulan November 2016, AS telah melihat lonjakan di baik kejahatan kebencian dan ancaman bom terhadap puluhan kelompok minoritas. (st/MEE)

Selengkapnya

Harga Cabai Lokal Disengaja Tinggi agar Cabai Impor Bisa Masuk?
23 Februari 2017 09:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 09:18 WIB

Eramuslim.com – Pemprov Jatim menemukan adanya peredaran cabai rawit merah kering impor asal Cina dan India yang di pasar-pasar tradisional di Jawa Timur.

Anehnya, dari hasil investigasi yang dilakukan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, temuan import cabai tersebut ternyata justru masuk ke Jawa Timur melalui jalur resmi dan mengantongi izin dari Kementerian Perindustrian.

Selengkapnya

Infaq Umat Islam Dipersoalkan, Dana TemanAhok Dibiarkan
23 Februari 2017 08:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 08:48 WIB

Eramuslim.com – Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mempertanyakan sikap kepolisian yang sangat terkesan tebang pilih dalam proses penegakan hukum. Dalam hal ini terkait penyelidikan kasus pengumpulan dana publik ke Yayasan Keadilan Untuk Semua.

Menurutnya, bahwa dugaan tindak pidana dengan membidik Ustads Bahtiar Nasir sepenuhnya kewenangan pemeriksa yang harus dihormati. Namun mendatangkan pertanyaan kalau polisi melakukan penyelidikan yang berupa amalan ikhlas umat Islam, sementara dalam kasus Teman Ahok polisi diam saja.

Selengkapnya

Susi Bilang Tidak Aneh Jakarta Banjir, Memang Sudah Diprogram kok…
23 Februari 2017 08:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 08:18 WIB

Eramuslim.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut banjir di Jakarta bukan hal yang aneh bila dilihat dari kacamata lingkungan hidup. Dengan gaya satire, Susi menyebut ada banjir dalam program rancang bangun Ibu Kota.

“Kalau kita orang lingkungan hidup dengan (melihat) pembangunan Jakarta ini terutama tata kelola air, kita sih bilang Jakarta banjir ya tidak aneh. Wong the way it’s designed and constructed right now, it’s a flood in program,” kata Susi dalam diskusi tentang reklamasi di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2016).

Selengkapnya

Normalisasi 13 Sungai Dengan Betonisasi Adalah Kesalahan Besar
22 Februari 2017 20:23 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 07:48 WIB

Eramuslim.com- Pakar tata kota, Nirwono Yoga, menilai bahwa normalisasi 13 sungai dengan cara betonisasi merupakan kesalahan besar. Itu justru akan mempercepat kehancuran ekologis kota.

Menurut Nirwono, betonisasi akan memusnahkan habitat ekosistem tepian air. Selain itu juga dapat mempercepat pendangkalan sungai dan mempercepat air terbuang ke laut tanpa sempat disimpan.

“Prinsip dasarnya bukan membuang air hujan secepat-cepatnya ke laut tapi bagaimana menampung sebanyak-banyaknya air hujan untuk dapat ditampung dan diresapkan sebesa-besarnya ke dalam tanah,” ujar Nirwono kepada Republika, Rabu (22/2).

Selengkapnya

#IndonesiaHebat: Amplop Hasil Ceramah Ustadz pun Kena Pajak
23 Februari 2017 07:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 07:18 WIB

Eramuslim.com – Kabar mengejutkan datang dari Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo. Kata dia, penghasilan ceramah ustadz dikenai pajak dan ikut tax amnesty.

“Mengenai gus-gus (ustaz), duit dari pendapatan apa pun harus bayar pajaknya. Mau dapat dari pengajian, dari kotak kaleng, atau apa pun kalau namanya penghasilan harus dibayar pajaknya,” jelas Suryo menjawab pertanyaan pengusaha tersebut, Selasa (21/2/2017) seperti diberitakan detik.com

Selengkapnya

Menteri Agama Berkenan Hadir pada Haflah Tasyakuran Setengah Abad Dewan Dakwah
23 Februari 2017 06:44 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 06:48 WIB
 

JAKARTA (voa-islam.com)--Menteri Agama Republik Indonesia memprihatinkan kondisi saat ini, di mana ada usaha-usaha untuk menciptakan desintegrasi bangsa khususnya umat Islam.

"Ada upaya-upaya untuk memecah belah ummat Islam dan membenturkan Islam dengan Pemerintah," kata Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, saat menerima kunjungan Dewan Dawah di kantornya, Rabu (22/2) sore.

Selengkapnya

PKB, PAN, dan PPP Sepakat Dukung Anies-Sandi
23 Februari 2017 06:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 06:48 WIB

Eramuslim.com – Tiga partai pendukung pasangan Gubernur DKI Agus-Sylvi pada Pilgub DKI putaran pertama, kini menyatakan dukungan kepada pasangan Anies-Sandi.

Adapun ketiga partai itu yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Terima kasih kepada PAN, PPP dan PKB, terima kasih telah kembali bersama-sama kami,” kata Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik di posko pemenangan Anies-Sandi, Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2017).

Selengkapnya

Din Tantang Polri Bongkar Kasus Rekening Gendut Polisi
Kamis, 23 Februari 2017 - 06:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 06:48 WIB
“Saya berharap itu tidak dilanjutkan oleh Polri. Agar tidak menambah sesak dada umat Islam dengan ketidakadilan,” ujar Din Syamsuddin

Selengkapnya

Sumbangan Umat Islam Dipermasalahkan, Kenapa Sumbangan untuk Ahok Tidak Dipermasalahkan?
23 Februari 2017 06:13 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-23 06:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Umat Islam saat ini terlihat dinomorduakan oleh rezim Jokowi. Umat Islam sebagai mayoritas menuntut keadilan layaknya masyarakat lain tetapi nampak tidak digubris.

Bahkan aduan umat Islam seolah-olah dimaknasi sebagai anti keberagaman. Padahal, misalnya umat Islam ingin menuntut keadilan hukum untuk Ahok atas penodaan agama.

Belum lagi soal sumbangan dari banyaknya umat kini dipermasalahkan. Diperiksa oleh Polri. Dan ini dinilai oleh satau tokoh agama Islam tidak adil.

Selengkapnya