Total: 43140
DPR Tagih Janji Jokowi soal Ciptakan 10 Juta Lapangan Pekerjaan
12 Januari 2017 06:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 06:48 WIB

Eramuslim.com – Pemerintah mengeluarkan berbagai paket kebijakan ekonomi untuk memperbaiki nasib rakyat. Namun realitanya, menurut Ketua Komisi IX Dede Yusuf, belum sesuai harapan. Termasuk kata dia, janji pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan bagi 10 juta orang.

Dede mengingatkan bahwa angka pengangguran di Indonesia masih tinggi yakni sekitar tujuh juta orang.

“Pengangguran menyebabkan kemiskinan, instabilitas keamanan dan rentannya gesekan horizontal di masyarakat. Jutaan orang yang menganggur ini jika tidak segera mendapatkan pekerjaan akan mudah terjerumus kepada hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Dede yang merupakan Ketua komisi yang mengurusi soal kesehatan dan ketenagakerjaan itu melalui rilis, Rabu 11 Januari 2016. Dede mengatakan, jumlah pengangguran yang besar akan memengaruhi kondisi sosial masyarakat.

Selengkapnya

Aplikasi Uber dan Careem Pacu Perubahan Sosial di Dunia Saudi
Kamis, 12 Januari 2017 - 06:40 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 06:48 WIB
Norma agama menetapkan perempuan tidak boleh berinteraksi dengan laki-laki bukan mahram. Aplikasi ini ikut mengubah batasan tersebut

Selengkapnya

Usulan Konstitusi Baru Turki Hilangkan Jabatan Perdana Menteri
Kamis, 12 Januari 2017 - 06:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 06:48 WIB
Jika usulan ini diterima, konstitusi baru Turki menghapuskan jabatan Perdana Menteri dan ada jabatan Wakil Presiden

Selengkapnya

Saksi: Ada Indikasi Ahok Jadikan Persidangan untuk Bangun Opini Publik Demi Kepentingan Politik
12 Januari 2017 06:13 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 06:33 WIB
 

JAKARTA (voa-islam.com)--Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman menjelaskan keterangannya sebagai saksi di persidangan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Alhamdulillah, saya Pedri Kasman telah bersaksi tadi di persidangan  kasus dugaan pidana penodaan agama Islam oleh Ahok di Aula Kementan sebagai pelapor mewakili Angkatan Muda Muhammadiyah," kata Pedri dalam keterangan persnya, Jakarta, Selasa (10/1/2017).Menurut Pedri, intinya dari keterangannya sebagai saksi diantaranya adalah pertama,  Pemuda Muhammadiyah melaporkan berdasarkan pernyataan Ahok dalam video di Kepulauan Seribu, khususnya pernyataan pada menit ke 24.20-24.33, saat kalimat "...dibohongin pakai surat al Maidah 51,macam macam itu. ............dibodohin gitu ya..."."Kami merasa tersinggung dengan kalimat tersebut sebagai ummat Islam. Keimanan kami terusik," tegasnya.Kedua, bukti yang ia serahkan berupa satu keping CD yang berisi video lengkap pidato Ahok dengan durasi 1 jam 48 menit 33 detik. Bukan, penggalan video 13 detik seperti opini yang dibangun Ahok dan pengacaranya."Selanjutnya saya katakan bahwa saya ingin fokus di kalimat tersebut sebagai pokok perkara dugaan penistaan agama. Pertanyaan-pertanyaa  di luar konteks perkara saya menolak untuk menjawab," ucap Pedri.Pedri berpendapat, bahwa banyak pertanyaan dan pernyataan dari pengacara terdakwa yang tidak relevan dengan perkara. Misalnya, soal mekanisme yang ada di Pemuda Muhammadiyah, tentang pilkada, kasus Buni Yani, tentang makna pemimpin, termasuk soal tafsir surat al Maidah 51. "Kami sangat menyayangkan cara cara ini, karena hanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu. Dan ternyata, terindikasi kuat pihak Ahok memanfaatkan itu untuk membangun opini publik untuk kepentingan politik," tuturnya.Pedri menegaskan bahwa ia tidak merasa perlu menafsirkan isi al Maidah 51 dalam perkara ini. Karena, katanya, yang dilaporkan adalah soal pernyataan "dibohongi" dan "dibodohi". Bukan soal isi ayat itu. Soal isi dan tafsir al Maidah 51 cukuplah menjadi bahasan di internal umat Islam."Kami meminta Majelis Hakim untuk melakukan penahan terhadap terdakwa (Ahok) dengan alasan, pertama bahwa setiap tersangka kasus penodaan agama selama ini langsung di tahan, kedua ancaman hukumannya 5 tahun penjara sesuai pasal 156a KUHP, ketiga demi menjaga persatuan dan kesatuan, keberagaman dan menghindari konflik sosial," pungkasnya. * [Bilal/Syaf/voa-islam.Com]

Selengkapnya

Saksi: Ada Indikasi Ahok Jadikan Persidangan untuk Bangun Opini Publik untuk Kepentingan Politik
12 Januari 2017 06:13 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 06:18 WIB
 

JAKARTA (voa-islam.com)--Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman menjelaskan keterangannya sebagai saksi di persidangan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Alhamdulillah, saya Pedri Kasman telah bersaksi tadi di persidangan  kasus dugaan pidana penodaan agama Islam oleh Ahok di Aula Kementan sebagai pelapor mewakili Angkatan Muda Muhammadiyah," kata Pedri dalam keterangan persnya, Jakarta, Selasa (10/1/2017).Menurut Pedri, intinya dari keterangannya sebagai saksi diantaranya adalah pertama,  Pemuda Muhammadiyah melaporkan berdasarkan pernyataan Ahok dalam video di Kepulauan Seribu, khususnya pernyataan pada menit ke 24.20-24.33, saat kalimat "...dibohongin pakai surat al Maidah 51,macam macam itu. ............dibodohin gitu ya..."."Kami merasa tersinggung dengan kalimat tersebut sebagai ummat Islam. Keimanan kami terusik," tegasnya.Kedua, bukti yang ia serahkan berupa satu keping CD yang berisi video lengkap pidato Ahok dengan durasi 1 jam 48 menit 33 detik. Bukan, penggalan video 13 detik seperti opini yang dibangun Ahok dan pengacaranya."Selanjutnya saya katakan bahwa saya ingin fokus di kalimat tersebut sebagai pokok perkara dugaan penistaan agama. Pertanyaan-pertanyaa  di luar konteks perkara saya menolak untuk menjawab," ucap Pedri.Pedri berpendapat, bahwa banyak pertanyaan dan pernyataan dari pengacara terdakwa yang tidak relevan dengan perkara. Misalnya, soal mekanisme yang ada di Pemuda Muhammadiyah, tentang pilkada, kasus Buni Yani, tentang makna pemimpin, termasuk soal tafsir surat al Maidah 51. "Kami sangat menyayangkan cara cara ini, karena hanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu. Dan ternyata, terindikasi kuat pihak Ahok memanfaatkan itu untuk membangun opini publik untuk kepentingan politik," tuturnya.Pedri menegaskan bahwa ia tidak merasa perlu menafsirkan isi al Maidah 51 dalam perkara ini. Karena, katanya, yang dilaporkan adalah soal pernyataan "dibohongi" dan "dibodohi". Bukan soal isi ayat itu. Soal isi dan tafsir al Maidah 51 cukuplah menjadi bahasan di internal umat Islam."Kami meminta Majelis Hakim untuk melakukan penahan terhadap terdakwa (Ahok) dengan alasan, pertama bahwa setiap tersangka kasus penodaan agama selama ini langsung di tahan, kedua ancaman hukumannya 5 tahun penjara sesuai pasal 156a KUHP, ketiga demi menjaga persatuan dan kesatuan, keberagaman dan menghindari konflik sosial," pungkasnya. * [Bilal/Syaf/voa-islam.Com]

Selengkapnya

Habib Rizieq: Kenapa FPI Bela Negara Ada Yang Kebakaran Ubun-ubun?
12 Januari 2017 06:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 06:18 WIB

Eramuslim.com – Anggota Front Pembela Islam (FPI) juga punya hak seperti warga negara lain dalam membela negara.

Begitu kata Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1).

ā€œJadi perlu diketahui bahwa FPI adalah termasuk warga negara Republik Indonesia dan mempunyai hak untuk ikut latihan bela negara,ā€ tegas Rizieq.
Dia menekankan bahwa pelatihan bela negara yang dilaksanakan di Kodam, Korem, dan Kodim di seluruh Indonesia itu harus mengikutsertakan semua komponen bangsa.

Selengkapnya

Khasiat Buah Pisang Matang Kecoklatan
12 Januari 2017 05:52 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 06:03 WIB
Buah pisang, seringkali disajikan di meja makan dalam kondisi ‘cantik’. Cantik di sini kulit buah terlihat segar berwarna hijau atau kuning tanpa ada bercak sedikit pun. Daging buah pun cenderung kesat saat dimakan. Saat kulit buah terlihat berubah kecoklatan dan dagingnya pun terasa lebih lembek, biasanya kita tidak lagi bernafsu untuk memakannya.

Tapi ternyata, kandungan gizi buah pisang yang kulitnya berubah bintik kecoklatan jauh lebih bagus daripada yang masih ‘cantik’. Buah pisang yang sudah matang mengandung zat yang bernama TNF (Tumor Necrosis Factor). Zat ini memunyai kemampuan menghambat perkembangan sel yang tumbuh abnormal sebagai anti kanker. Semakin banyak bercak kecoklatan pada kulit pisang, semakin bagus pula kualitas yang membangun kekebalan tubuh sehingga kanker bisa dicegah sedari dini.

Selengkapnya

KH Arifin Ilham Doakan Habib Rizieq
Kamis, 12 Januari 2017 - 05:26 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 05:33 WIB
Andai perjuangan ini mudah, pasti ramai yang menyertainya. Andai perjuangan ini ini menjanjikan kesenangan dunia, pasti ramai orang yang tertarik padanya, ujar Arifin Ilham

Selengkapnya

Hendak Wafat, Masih Cari Cara Wudhu Persis Rasulullah
Kamis, 12 Januari 2017 - 05:22 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 05:33 WIB
PARA ulama amat memperhatikan perbuatan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam beribadah, bahkan mereka ingin melakukan ibadah sama persis dengan apa […]

Selengkapnya

Turki Penjarakan 780 Orang, Termasuk 350 Orang Asing karena Dicurigai Terlibat IS/ISIS
Kamis, 12 Januari 2017 - 05:01 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 05:18 WIB
Hidayatullah.com–Setidaknya 780 orang, termasuk 350 orang asing, dikurung dalam tahanan – beberapa di antaranya telah divonis – karena diduga punya […]

Selengkapnya

Ketahuilah, Umat Tidak Kalah Oleh Konspirasi dan Pengkhianatan!
12 Januari 2017 04:42 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 04:48 WIB
Oleh: Umar Syarifudin (Syabab Hizbut Tahrir Indonesia)

Konflik Suriah membara kembali dalam beberapa hari terakhir setelah Bashar al-Assad merebut Aleppo Timur dari penguasaan kelompok oposisi. Rusia bersama Iran berlomba-lomba mendukung kuat Bashar al-Assad untuk menekan kelompok oposisi yang sebelumnya menguasai Aleppo Timur. Saat yang sama Rezim Iran yang telah berkolusi dengan Amerika dalam perang melawan kaum Muslim di Afghanistan dan di Irak, sekarang Iran mengulangi kejahatannya terhadap umat Islam dengan berada di pihak Amerika Amerika dalam perang melawan umat Islam, dan persekongkolannya melawan revolusi Syam.

Selengkapnya

5000 Warga Yahudi Prancis Pindah ke Israel Selama 2016
Rabu, 11 Januari 2017 - 23:57 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-12 00:03 WIB
“Aliyah (tindakan pindah ke Israel) warga Yahudi Prancis cukup signifikan dalam satu dekade terakhir,” kata Benhaim

Selengkapnya

Maroko Larang Penjualan Cadar dengan Alasan Keamanan
Rabu, 11 Januari 2017 - 23:45 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-11 23:48 WIB
Kebanyakan wanita di Maroko hanya memakai jilbab, tidak menutup seluruh muka.Cadar dan niqab lebih populer di kalangan penduduk di utara

Selengkapnya

38 Tewas, 72 Cedera dalam Serangan Taliban di Parlemen Kabul
Rabu, 11 Januari 2017 - 23:38 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-11 23:48 WIB
Selama lima belas tahun campur tangan AS dan sekutunya membuat kondisi kehidupan rakyat Afghanistan tidak pernah damai

Selengkapnya

Turki Akan Tinjau Status Tentaranya di Kamp Bashiqa Mosul Setelah IS Dibersihkan dari Daerah Itu
11 Januari 2017 21:45 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-11 22:03 WIB
ANKARA, TURKI (voa-islam.com) - Status tentara Turki yang melatih pasukan lokal di Kamp Bashiqa akan ditinjau kembali dengan Irak setelah daerah tersebut dibersihkan dari Islamic State (IS), dan masalah ini akan diselesaikan dengan cara yang ramah, Menteri Pertahanan Fikri Isik, mengatakan Rabu (11/7/2017).

"Turki menghormati integritas wilayah dan kesatuan Irak" kata Isik kepada wartawan dan menambahkan bahwa kehadiran pasukan Turki di Irak adalah kebutuhan, bukan pilihan, sebagai Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan.Isik mencatat bahwa penghapusan IS dari daerah itu dan menjamin keamanan di Mosul adalah sebagai penting bagi keamanan Turki, sebagaimana juga untuk Irak.Dia juga mengatakan bahwa lebih dari 700 pejuang IS telah gugur sejauh ini dan lebih dari 6.000 pejuang lokal telah dilatih di Camp Bashiqa.Awal tahun ini, hubungan Irak-Turki telah berubah surah tentang siapa yang harus mengambil bagian dalam serangan Mosul yang direncanakan terhadap IS.Irak telah mengatakan mereka merasakan kehadiran pasukan militer Turki di negara itu sebagai pelanggaran kedaulatan Irak dan telah menyerukan kepada otoritas Turki untuk menarik pasukan mereka sesegera mungkin.Namun, Turki telah menyatakan bahwa pasukan Turki awalnya telah ditempatkan di kamp Bashiqa untuk melatih pasukan lokal dalam perjuangan mereka melawan IS atas permintaan Abadi sendiri.Sekitar 150 tentara dan sampai dengan 25 tank ditempatkan di Bashiqa untuk melindungi prajurit Turki melatih relawan Irak untuk melawan IS sejak Maret 2015. Turki telah menunjukkan bahwa tentara mereka tidak ditugaskan untuk tugas tempur, dan akan melakukan semua yang mereka bisa untuk mencegah operasi yang memperdalam konflik sektarian di perbatasannya. (st/tds)

Selengkapnya

'Om Telolet Om' dan Fenomena Latahnya Umat Islam
11 Januari 2017 21:49 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-11 22:03 WIB
 

Oleh: Aziz Rohman, Pemuda Jombang

Jika kita membuka sosmed saat ini (21/12/2016) maka semua lini sosmed di beranda kita akan dipenuhi guyonan lucu “om telotet om”. Mungkin, sebagian orang akan bertanya-tanya ada apa ini, sebagian yang lainnya akan mengeluh ini apa-apaan ini dan bisa jadi sebagiannya lagi akan mencari tahu hingga kemudian ikut terhanyut keriangan di dalamnya. Bahkan fenomena yang sedang mewabah di jagad maya ini sampai membuat beberapa selebriti dunia ikut terlarut didalamnya sehingga membuat mereka mencuitkannya hingga mendadak menjadi topik yang popular di dunia.

Selengkapnya

Pewaris Samsung Jadi Tersangka Skandal Korupsi Presiden Korea Selatan
Rabu, 11 Januari 2017 - 20:37 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-11 20:48 WIB
Dalam rapat dengar pendapat dengan parlemen awal Desember 2016, Samsung mengaku memberikan dana total 20,4 miliar won ke dua yayasan.

Selengkapnya

Pasukan Irak Klaim Rebut 80 Persen Mosul Timur dari Islamic State (IS)
11 Januari 2017 19:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-11 19:18 WIB
MOSUL, IRAK (voa-islam.com) - Pasukan Irak telah direbut kembali setidaknya 80 persen Mosul timur dari Islamic State (IS), juru bicara pasukan khusus yang jadi ujung tombak kampanye mengklaim hari Rabu (11/7/2017).

"Saya pikir Anda bisa mengatakan bahwa kita telah merebut kembali 80 sampai 85 persen" dari sisi timur Mosul, Sabah al-Noman, juru bicara Layanan Counter-Terrorism (CTS), mengklaim kepada AFP di kota  itu.Puluhan ribu tentara melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut kembali Mosul, benteng besar terakhir IS di Irak, dan daerah sekitarnya pada 17 Oktober.Tahap awal ofensif melihat berbagai kekuatan termasuk dari koalisi internasional anti-IS yang dipimpin AS merebut kembali banyak wilayah pinggiran dalam waktu singkat tapi kemudian telah menglami berbagai kesulitan di dalam kota itu sendiri.Setelah jeda dalam operasi menyusul perlawanan sengit IS, pasukan khusus Syi'ah Irak yang didukung milisi Syi'ah sektarian Irak bayaran Iran ditambah dengan peningkatan dukungan udara dan pasukan darat dari koalisi pimpinan AS, meluncurkan dorongan baru sebelum Tahun Baru.Selama dua pekan terakhir, pasukan Syi'ah Irak telah menyerbu beberapa distrik dan mengklaim mencapai Sungai Tigris yang mengalir melalui jantung kota untuk pertama kalinya.Sisi barat sendir, dimana jembatan-jembatannya penghubung ke Mosul timur telah dihancurkan oleh koalisi AS, masih sepenuhnya kontrol oleh Islamic State.Sisi barat Mosul, yang merupakan rumah ke kota tua dan beberapa benteng tradisional jihadis, selalu disebut-sebut kemungkinan memberikan perlawanan sangat sengit menyusul bertumpuknya pejuang IS di wilayah tersebut. (st/AFP)

Selengkapnya

KAMMI Desak Jokowi Batalkan Kenaikan Tarif TDL, BBM dan Surat-Surat Kendaraan Bermotor
11 Jan 2017 18:54     |     Waktu unduh: 2017-01-11 19:03 WIB

dakwatuna.com – Jakarta. Terkait dengan kenaikan TDL, harga BBM dan tarif surat-surat kendaraan bermotor diawal tahun 2017. Ketua Umum PP. KAMMI Kartika Nurrakhman mendesak Jokowi membatalkan keputusan kenaikan berbagai tarif ini.

“PP KAMMI mendesak jokowi untuk membatalkan kenaikan TDL , harga BMM dan tarif surat-surat kendaraan bermotor karena sangat memberatkan rakyat indonesia” ujar Nurrakhman

Selengkapnya

AQIM Rilis Video Baru Bukti Misionaris yang Mereka Sandera Masih Hidup
11 Januari 2017 18:15 WIB     |     Waktu unduh: 2017-01-11 18:33 WIB
AFRIKA UTARA (voa-islam.com) - Afiliasi Al-Qaidah di Afrika Utara pada hari Selasa (10/1/2017) merilis video baru bukti misionaris Swiss Beatrice Stockly masih hidup, yang disandera di Mali oleh kelompok sejak Januari lalu.

Video Al-Qaidah di Maghreb Islam (AQIM), yang berlangsung selama dua menit dan 17 detik, telah diposting di situs media sosial Telegram dan Twitter, menurut kelompok pemantau SITE yang berbasis di AS.Dalam klip tersebut misionaris wanita yang kepalanya ditutupi oleh kerudung hitam itu mengidentifikasi dirinya sebagai Stockly. Dia mengatakan tanggal rekaman adalah 31 Desember 2016 dan bahwa dia telah disandera oleh AQIM selama 360 hari.Dia berbicara dalam bahasa Prancis, dengan suaranya yang lelah hampir tidak terdengar dan wajahnya dikaburkan.Dalam video itu Stockly menyapa keluarganya dan berterima kasih kepada pemerintah Swiss "untuk semua upaya mereka telah buat"."Saya dalam keadaan sehat," tambahnya.Pada akhir Januari 2016, Al-Qaidah di Maghreb Islam dalam sebuah video mengaku bertanggung jawab untuk penculikan Stockly, yang katanya berlangsung pada tanggal 7 Januari.Kelompok itu mengatakan akan membebaskan dirinya dengan syarat pertukaran untuk sejumlah pejuang Al-Qaidah dipenjara di Mali dan salah satu pemimpin mereka diadakan di The Hague.Swiss telah menuntut pembebasannya tanpa syarat.AQIM merilis sebuah video yang serupa kedua di pertengahan Juni yang bertujuan untuk membuktikan dia masih hidup.Stockly, dalam usia 40-an, adalah seorang misionaris Kristen yang sebelumnya diculik oleh jihadis di Mali bagian utara, Timbuktu pada tahun 2012.Pada kesempatan itu, dia dibebaskan sekitar dua minggu kemudian, dan memilih untuk tetap tinggal di Mali. (st/TNA)

Selengkapnya