Total: 37428
Ahok Lakukan Politisasi di Persidangan Melalui Kiai Ma'ruf
4 Februari 2017 17:46 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 18:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Juru bicara Agus Sylvi, Rachland Nashidik keberatan dan mengecam keras upaya politisasi pengadilan Ahok oleh kuasa hukumnya terhadap kesaksian K.H. Ma'ruf Amin, Rois Aam Pengurus Besar Nadhlatul Ulama, Selasa 31 Januari 2017.

"Hak politik warganegara tidak dapat diadili. Pilihan dan afiliasi politik warga negara bukan dan tidak bisa diperlakukan sebagai kejahatan. Sebagai warga negara, adalah benar dan sepenuhnya konstitusional, apabila K.H. Ma'ruf Amin memiliki preferensi politik.

Selengkapnya

Tim Hukum Ahok Ancam Perkarakan SBY
4 Februari 2017 17:15 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 17:33 WIB

Eramuslim.com – Kuasa hukum terdakwa Basuki T Purnama alias Ahok, Tommy Sihotang malah menyasar Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhono (SBY) dalam dikusi bertajuk Ngeri-ngeri Sadap di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2).

Selain akan meminta majelis hakim PN Jakarta Utara menghadirkan SBY di persidangan terkait tuduhan soal penyadapan, mereka juga mengancam memerkarakan Ketua Umum Partai Demokrat itu bila tidak bersedia hadir di persidangan.

Selengkapnya

Ada Info, Senin atau Selasa Ratusan Banser Jaksel akan Geruduk Markas Ahok
4 Februari 2017 17:11 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 17:18 WIB

Eramuslim.com – Ketua Hubungan Antar Lembaga Gerakan Pemuda Ansor, Redim Okto Fudi, mengatakan masih ada pergolakan di barisan organisasinya terkait polemik calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin pascasidang kasus penistaan agama.

“Semalam saya mendapat kabar dari kawan-kawan Ansor dan Banser di Jakarta Selatan, mereka mengancam Senin atau Selasa akan menggeruduk Rumah Lembang,” ujar Redim dalam diskusi akhir pekan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, hari ini.

Selengkapnya

Romo Syafii: Gagah Tangkap Ulama, Mengapa Polisi Pucat Hadapi Ahok?
4 Februari 2017 17:08 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 17:18 WIB

Eramuslim.com – Anggota Komisi III DPR RI, Raden Muhammad Syafeii menyesalkan sikap polisi yang lembut, loyo dan lembek menghadapi Ahok yang nyata-nyata banyak melakukan pelanggaran. Sebaliknya justru gagah perkasa menghadapi dan menangkap para ulama, aktivis dan umat Islam.

“Wah kalau nangkap ulama mah mereka semua keliatan gagah dan tegas, tapi kalau Ahok melanggar mereka seketika jadi pucat seperti kurang darah sambil mencari alasan yang tidak masuk akal,” ujar Raden Muhammad Syafeii di Jakarta, Jumat (3/2 /2017).

Selengkapnya

Sudjiwo Tedjo: Ahok, Wassalam…!
4 Februari 2017 17:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 17:18 WIB

Eramuslim.com – Seniman Sujiwo Tejo mengatakan, sejatinya tinggal dua pasangan calon di Pilgub DKI Jakarta. Sebab, dia menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah tidak layak menjadi calon gubernur.

“Bila salah satu sudah patut diduga arogan, maka sejatinya dalam Pilkada DKI ini kalian tinggal punya dua pasangan calon,” kata Sujiwo Tejo ketika dikonfirmasi Republika.co.id (3/2).

Selengkapnya

Fery Baswedan: Kalau Anak Salah, Tahan Amarah dan Beri Penjelasan
4 Februari 2017 16:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 16:48 WIB
 

JAKARTA (voa-islam.com)--Tidak sedikit orangtua yang kesal melihat anaknya melakukan kesalahan. Adakalanya,  kemarahan dilampiaskan melalui kata-kata yang kasar, bahkan sentuhan fisik.

Menurut praktisi pendidikan anak, Fery Farhati Baswedan, hal itu merupakan kesalahan fatal yang sering dilakukan orangtua.

"Ibu-ibu, kalau ada anak kita umur empat tahun mengambil minum sendiri lalu tumpah-tumpah, apakah dia salah? Tidak ibu, anak kita berhasil. Dia berhasil mengambil minumnya sendiri, dia mandiri," ujarnya dalam Seminar Pendidikan "Bagaimana Menumbuhkan Kepercayaan Diri pada Anak" di Eco Park TK Islam Nurul Iman, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Sabtu (4/2).

Selengkapnya

MUI Tegas Menolak Wacana Sertifikasi Khatib Jumat
4 Februari 2017 16:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 16:18 WIB

Eramuslim.com -= Wacana sertifikasi khatib yang digulirkan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin mendapatkan penolakan.

Penolakan ini datang dari Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Kuningan KH Abdul Aziz Anbar Nawawi.

Aziz mengatakan, rencana Kementerian Agama memaksakan diri untuk memberlakukan sertifikasi khatib Jumat merupakan langkah mundur.

“Sertifikasi khatib yang akan digulirkan Kemenag pusat merupakan langkah mundur pemerintah. Menurut saya ini sangat tidak perlu,” kata Aziz saat dihubungi Radar Cirebon (Jawa Pos Group), Kamis, 2 Februari 2017.

Selengkapnya

MUI Jatim Tetap Kecam Ahok Meski Sudah Minta Maaf
4 Februari 2017 15:45 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 16:03 WIB
 

JAKARTA (voa-islam.com)--Sebagai wujud keprihatinan dan rasa tanggung jawab menjaga eksistensi dan keutuhan NKRI,  Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI Jatim) meminta Presiden RI agar mengambil langkah- langkah strategis untuk menghentikan praktik penistaan, pendiskreditan, adu domba, fitnah, dan kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh agama yang dilakukan oleh siapapun."Mengecam keras tindakan yang tidak beradab yang telah dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnana (Ahok) bersama tim kuasa hukumnya terhadap Ketua Umum MUI yang juga Rais ‘Aam PBNU, Dr. KH. Ma’ruf Amin, sekalipun yang bersangkutan telah meminta maaf, agar di kemudian hari tidak terulang lagi kasus serupa yang dilakukan oleh siapapun terhadap para ulama yang dapat mencederai kehormatan, martabat, dan rasa keadilan umat Islam," kata Ketua Umum MUI Jatim, KH. Abdusshomad Buchori dalam pernyataan sikapnya, Kamis (2/2/2017).MUI Jatim juga mendesak aparat kepolisian untuk melakukan tindakan preventif dan proaktif terhadap adanya indikasi tindakan penyadapan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan meminta kepada aparat penegak hukum untuk bertindak adil, profesional, dan transparan.MUI Jatim juga mengajak seluruh komponen umat Islam untuk tetap solid menjaga ukhuwah Islamiyah dengan semangat memelihara kautuhan NKRI dan tidak terpengaruh dengan adanya upaya adu domba antar komponen umat Islam."Menolak keras paham-paham yang bertentangan dengan idiologi Pancasila seperti komunisme, liberalisme, dan kapitalisme untuk dikembangkan di Indonesia, karena kesemuanya dapat merusak tatanan yang sudah menjadi kesepakatan bangsa Indonesia yaitu: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI," ucapnya.Pancasila yang terdiri atas lima sila, sambung Kiyai Abdushshomad, adalah satu kesatuan yang saling berkaitan, karena itu menolak upaya-upaya untuk mereduksi makna Pancasila termasuk melakukan penafsiran terhadap Pancasila untuk kepentingan politik praktis."Meminta kepada Majelis Permusyawaaratan Rakyat (MPR) untuk meninjau kembali pasal-pasal dari UUD 1945 hasil amandemen yang terindikasi bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila seperti pasal 6 dan pasal 33 ayat 4," tandasnya. * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Selengkapnya

Menhan AS: Iran Terbesar Sponsori Terorisme
4 Feb 2017 15:34     |     Waktu unduh: 2017-02-04 15:48 WIB

dakwatuna.com – Tokyo. Menteri Pertahanan Amerika Serikat, James Mattis menyebut Iran sebagai “Negara terbesar sponsori terorisme”, Sabtu (04/02/2017).

Mattis menjelaskan dalam konferensi pers yang digela di Tokyo, bahwa pihaknya belum berpikir menambah kekuatan militer Amerika di Timur Tengah untuk mengatasi ‘perilaku buruk’ yang ditunjukkan Iran. Namun Mattis juga memperingatkan Iran bahwa dunia tidak akan tinggal diam terhadap kegiatannya.

Selengkapnya

JK: DPR Berhak Ajukan Hak Angket Kasus Penyadapan SBY
4 Februari 2017 15:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 15:18 WIB

Eramuslim.com – Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengatakan, merupakan hak DPR mengajukan hak angket skandal penyadapan pembicaraan mantan presiden, Susilo Yudhoyono dengan Ketua Umum MUI, KH Ma’aruf Amin.

“Itu hak DPR, pemerintah tentu tidak bisa menghalangi penggunaan hak itu selama memenuhi syarat 25 orang. Dan itu biasa saja, karena itu hak bertanya. Nanti pemerintah akan menjawabnya tidak mengetahui, tidak terlibat,” ujar Kalla, di Jakarta, Jumat.

Selengkapnya

APPMI Desak Aparat Dalami Dugaan Penyadapan oleh Ahok dan Tim Hukumnya
4 Februari 2017 14:42 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 14:48 WIB
 

JAKARTA (voa-islam.com)--Aliansi Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Islam (APPMI) mengecam keras Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok atas sikap dan pernyataannya yang dianggap selalu membuat gaduh kehidupan berbangsa.

"Kami mengecam keras pernyataan, sikap dan arogansi  Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang telah berulang kali mengeluarkan pernyataan yang mengakibatkan kegaduhan dan instabilitas di berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini," kata Ketua HMI Mulyadi Tamsir dalam pernyataan sikap APPMI, Jakarta, Kamis (2/2/2017).Lanjutnya, APPMI juga meminta kepada lembaga yang berwenang, dalam hal ini Kepolisian atau DPR untuk mendalami dugaan penyadapan ilegal yang indikasinya disampaikan oleh Basuki Tjahaya Purnama dan tim pengacaranya pada persidangan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama pada hari Selasa (31/01/2017)"Sebagai generasi Muda Islam Indonesia, Kami bertekad untuk menjaga Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang dalam beberapa bulan terakhir diuji secara serius disebabkan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama," tulis Tamsir.Sebagai generasi muda Islam, tambah Tamsir, mereka juga akan berada pada garda depan untuk membela dan berjalan bersama para ulama dalam mengawal perjalanan bangsa Indonesia.Berkenaan dengan perjalanan proses demokrasi di seluruh wilayah Indonesia, APPMI berharap setiap peserta dapat menjunjung tinggi nilai etika, moral, dan kesantunan dalam berkompetisi, serta menuntut kepada seluruh penyelenggara negara (Pemerintah Pusat dan Daerah), aparat penegak hukum dan penyelenggara pemilukada untuk dapat bersikap adil dan tidak memihak, demi terciptanya iklim demokrasi yang egaliter."Kami meminta kepada seluruh kader, umat Islam dan warga negara Indonesia untuk dapat bersikap tenang dan tidak terprovokasi dengan tetap menjaga sikap waspada dalam menghadapi situasi yang berkembang akhir-akhir ini," tandasnya.Selain Mulyadi, pernyataan sikapnjuga ditandatangani olehKartika Nur Rakhman (Ketua Umum PP KAMMI), Karman (Ketua Umum PB GPII), Nizar (Ketua Umum PP Hima Persis), Munawar Khalil (Ketua Umum PB PII), Taufan Putra Revolusi (Ketua Umum DPP IMM). * [Bilal/Syaf/voa-islam.com]

Selengkapnya

IPM: Luhut Pandjaitan Datangi KH Ma’ruf Bikin Buruk Citra Pemerintah
Sabtu, 4 Februari 2017 - 14:41 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 14:48 WIB
Ikatan Pelajar Muhammadiyah meminta pemerintah untuk tidak melindungi Ahok yang dikenal kerap bersikap arogan.

Selengkapnya

AMM: Ahok Sudah Sangat Layak Ditahan
4 Februari 2017 14:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 14:18 WIB

Eramuslim.com – Diskusi publik yang selenggarakan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan berbagai elemen menilai, bukti dugaan penodaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok cukup memenuhi unsur-unsur pelanggaran pidana sesuai KUHP. Fakta hukum yang saat ini sudah ada di pengadilan antara lain bukti rekaman video yang diserahkan oleh hampir semua saksi pelapor.

Kemudian, uji forensik terhadap video, saksi pelapor 14 orang, serta pendapat dan sikap keagamaan MUI. Belum lagi, berdasarkan jurisprudensi sedikitnya tujuh orang pelaku penistaan agama, oleh penegak hukum, langsung menjadi tahanan. ”Dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan, Ahok sebagai terdakwa dan penasihat hukumnya tidak mampu membantah ataupun mementahkan dalil-dalil yang sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan dari jaksa penuntut umum,” kata rekomendasi diskusi publik ‘Akankah Ahok Dipenjara?’ di gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (2/2).

Selengkapnya

Bela KH Ma’ruf, Ulama Madura dan Tapal Kuda Jatim Desak Kapolri Tahan Ahok
Sabtu, 4 Februari 2017 - 13:45 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 14:03 WIB
Mereka juga meminta Kapolri segera menuntaskan polemik terkait dugaan terjadinya penyadapan atas telepon Kiai Ma’ruf, demi meredam gejolak masyarakat.

Selengkapnya

Sebuah Masjid Di Kanada Kembali Jadi Sasaran Serangan Rasis
4 Februari 2017 13:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 13:48 WIB

Eramuslim – Sebuah masjid di wilayah Montreal, Kanada, kembali menjadi sasaran serangan kelompok anti-Islam pada hari Jum’at (3/02) kemarin, hanya berselang 5 hari dari peristiwa penembakan di Quebec City Islamic Cultural Centre pada Minggu (29/01) malam.

Pelaku melempari Pusat Kebudayaan dan Masjid Khadijah di Montreal menggunakan batu dan telur. Sejumlah kaca jendela masjid rusak akibat peristiwa tersebut, ujar pihak kepolisian setempat seraya berjanji akan menyelidiki kasus ini.

Selengkapnya

Disinyalir Diberi Pakan Zat Aditif, Rusia Larang Masuk Daging Sapi New Zealand
Sabtu, 4 Februari 2017 - 13:27 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 13:33 WIB
Zat stimulan Ractopamine diperbolehkan dipakai untuk pakan babi di New Zealand, tetapi dilarang untuk pakan sapi atau domba.

Selengkapnya

Kecam Ahok, PCNU Solo Tunggu Komando PBNU
4 Februari 2017 13:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 13:18 WIB

Eramuslim.com – Ketua PCNU Kota Solo, Helmy Akhmad Sakdilah, menyampaikan sikap dan kekecewaan warga NU Solo terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyusul pernyataan tak patutnya kepada Ketua MUI Ma’ruf Amin yang juga rais am NU.

Helmy mengatakan, warga NU Solo prihatin setelah dalam persidangan kasus penodaan agama pada Selasa (31/1),  Ma’ruf Amin disebut memberikan keterangan palsu, bahkan Ahok juga mengancam akan memproses secara hukum.

Selengkapnya

Hakim Federal Hentikan Sementara Perintah Trump Soal Larangan Masuk Warga Negara 7 Muslim
Sabtu, 4 Februari 2017 - 12:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 13:03 WIB
Hidayatullah.com—Seorang hakim federal di Amerika Serikat menghentikan sementara pemberlakuan surat perintah Presiden Trump yang melarang masuk warga 7 negara mayoritas […]

Selengkapnya

Aktivis Dunia Harus Tekan Myanmar Untuk Akhiri Penderitaan Muslim Rohingya
4 Februari 2017 12:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 12:48 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA (voa-islam.com) - Sebuah armada Malaysia telah berlayar ke Myanmar dalam upaya untuk memasok bantuan untuk Muslim Rohingya di tengah gelombang meningkatnya tindakan keras dan kekerasan terhadap kelompok minoritas tersebut.

Seorang aktivis dan komentator politik percaya bahwa lebih banyak negara harus mengirimkan bantuan kepada Muslim Rohingya yang merupakan salah satu minoritas yang paling teraniaya di dunia."Saya pikir itu adalah penting untuk dua alasan. Pertama dari semua itu memberikan harapan kepada kaum muslim Rohingya yang benar-benar seperti minoritas sangat tertindas di Myanmar, dan kedua, itu memberitahu dunia bahwa lihatlah, kita tidak akan melupakan orang-orang ini," kata Shabbir Hassanally kepada Press TV dalam sebuah wawancara pada hari Jum'at (3/2/2017).Namun, kata dia, harus ada lebih banyak tekanan diterapkan pada pemerintah di Myanmar untuk mengakhiri penderitaan kaum muslim Rohingya.Dia juga mengkritik pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi karena berbuat sangat sedikit, jika ada, untuk mengekang kekerasan terhadap Muslim Rohingya.Aktivis itu yang juga menarik sebuah analogi antara cara rezim Zionis Israel dan tindakan pemerintah di Myanmar, dengan alasan bahwa ada banyak "kesamaan kunci dan kesejajaran" antara keduanya.Masyarakat Rohingya, yang dicap pemerintah sebagai "imigran gelap" dari Bangladesh, telah menderita banyak agresi yang sistematis selama bertahun-tahun. Kekerasan itu telah ditafsirkan sebagai upaya untuk memaksa mereka keluar dari konfigurasi demografis negara Myanmar. (st/ptv)

Selengkapnya

Khutbah Jum’at Bahas Bola, Syaikh Asal Suez Diperiksa Aparat Mesir
4 Februari 2017 12:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-02-04 12:48 WIB

Eramuslim – Direktur Badan Wakaf Suez, Dr. Ibrahim Juma, kini harus berurusan dengan pihak berwenang Mesir karena membicarakan aksi cemerlang penjaga gawang timnas sepak bola Mesir, Essam El-Hadary, dalam khutbah shalat Jum’at yang disampaikan di Masjid At-Taubah pada tanggal 3 kemarin.

“Tema umum khutbah di Mesir pada hari Jum’at kemarin berbicara tentang kemurahan hati dan penolong bagi sesama, akan tetapi Dr. Ibrahim Juma berbicara lain dari tema yang telah ditetapkan oleh Badan Wakaf Mesir,” ujar Ayman Mehran, Direktur Informasi dan Humas Ayman Mehran, Direktur Informasi dan Humas Badan Wakaf Suez.

Selengkapnya