Total: 47009
Trump: Gereja Harus Dapat Uang Pengganti dari Pemerintah untuk Bantuan Korban Badai
Sabtu, 9 September 2017 - 18:26 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 18:48 WIB
Kicauan Trump di media sosial itu menyusul gugatan hukum yang diajukan oleh tiga gereja di Texas dalam rangka mendapatkan bantuan federal untuk memperbaiki kerusakan struktur bangunan gereja.

Selengkapnya

Setalah 27 Tahun Ditinggal, Anak Telah Menjadi Ulama Besar Madinah
Sabtu, 9 September 2017 - 17:31 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 17:48 WIB
FARRUKH meninggalkan keluarganya di Madinah untuk berperang di Khurasaan di masa Bani Umayah. Saat itu istrinya tengah mengandung anaknya. Sebelum […]

Selengkapnya

Siti Jubaedah: Bukan IDC yang Menghambat, Tapi Kami Memang Belum Ketemu Rumah yang Cocok
9 September 2017 17:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 17:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menerjunkan tim untuk bersilaturahmi kepada keluarga almarhum Muhammad Al Zahra Zoya di rumah kontrakannya, Desa Harapan Baru RT 005/05, Cikarang Kota, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (2/9/2017) lalu. 

Selain bersilaturahmi, Forjim juga melakukan tabayun atau klarifikasi atas berita miring media sosial yang menyoal bantuan rumah yatim yang dijanjikan oleh sebuah lembaga dakwah Islam. Akun facebook berinisial HK dalam statusnya menyindir sebuah lembaga kemanusiaan yang selama ini menggalang dana untuk membantu keluarga zoya. 

Selengkapnya

Empati ke Rohingya Amanat UUD 45, Jangan justru Dikompori untuk Jatuhkan Pemerintah Jokowi
9 September 2017 16:53 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 17:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Dengan simpati dan empati yang besar dari umat Islam atas kebiadaban Myanmar atas etnis Rohingya jangan dirusak atau dituding untuk menjatuhkan Pemerintahan Indonesia. Tidak elok dan jauh dari substansi, terlebih beberapa negara melakukan hal sama seperti umat Islam di Indonesia.

“Dan empati ini, dengan biaya yang digalang ini sebaiknya tidak dikompori untuk menjatuhkan pemerintahan yang ada (Jokowi). Jangan, dong. Ini sebuah kreasi amal shalih dan amal sejarah yang disinggung di alinea empat UUD 45,” himbau Hidayat Nurwahid, Jum’at (8/09/2017), di PP Muhammadiyah, Jakarta.

Selengkapnya

Bukan Air Zamzam, Nenek Ini Malah Bawa Klakson “Telolet” Dari Tanah Suci
9 September 2017 16:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 16:18 WIB

Eramuslim – Ada-ada saja yang dilakukan jamaah haji asal Indonesia ini saat akan pulang ke Tanah Air. Jikalau jamaah lainnya sibuk membawa air zamzam tambahan untuk oleh-oleh ke kampung halaman, lain lagi dengan jamaah Kloter 2 Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan (UPG 02), yang mencoba membawa tiga set klakson berukuran raksasa di dalam dua tas jinjingnya.

“Ketika ditanya, jamaah haji asal Sulawesi Selatan ini menjawab akan memasang tiga set klakson tersebut ke truk miliknya,” ungkap Kasubag Informasi dan Humas Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Abdul Basir di Bandara Jeddah, Arab Saudi, Jumat (8/9/2017).

Selengkapnya

Indonesia Bisa Contoh Gaya Kepemimpinan Sukarno untuk Menyentil OKI
9 September 2017 15:53 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 16:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Organisai Kerjasama Islam (OKI) yang memiliki 50-an lebih anggota-anggota dari negara muslim belum memberikan repsonnya terkait tragedy kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya. Belum adanya respon dari OKI tersebut nampaknya disesalkan karena mengingatkan etnis muslim Rohingya kini sedanf dirundung duka yang parah.

Walaupun demikian, tetapi OKI di mata Hidayat Nurwahid tetap saja dinilai tidak diam sepenuhnya karena dinilai dari beberapa anggotanya sudah menyuarakan atas kebiadaban yang didapat oleh etnis muslim Rohingya. “Memang OKI dari sisi organisasional belum dengar untuk Rohingya. Tapi dari beberapa negara anggotanya sudah bersuara,” katanya, Jum’at (8/09/2017), di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta.

Selengkapnya

Turki-Indonesia Perkuat Kerjasama Militer
Sabtu, 9 September 2017 - 15:55 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 16:03 WIB
Hidayatullah.com–Direktur umum Kementerian Pertahanan Indonesia Sutrimo Sumarlan menyatakan bahwa Jakarta-Ankara sedang membahas mengenai peningkatan kerjasama bidang pertahanan, termasuk didalamnya menegani […]

Selengkapnya

“Piagam Borobudur” Untuk Muslim Rohingya
9 September 2017 15:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 15:48 WIB

Eramuslim – Meski harus mendapatkan rintangan aparat untuk dapat memasuki area Masjid An Nur di kabupaten Magelang, tidak menyurutkan langkah umat Islam dari berbagai wilayah di sekitaran Jawa Tengah mengikuti aksi bela Rohingya.

Dalam orasinya, Ketua Panitia Aksi Solidaritas Bela Rohingya, Anang Imamuddin mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia menangis melihat kekerasan dan pembantaian etnis Rohingya. Sebagai bentuk respons atas tragedi kemanusiaan di Rohingya, umat muslim dari berbagai penjuru daerah berkumpul di wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Selengkapnya

Asal Muasal Istilah Rohingya, Arakan dan Rakhine
9 September 2017 15:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 15:18 WIB

Eramuslim – Genosida yang menimpa Muslim minoritas Rohingya telah lama terjadi, namun masih ada masyarakat yang tidak terlalu paham dengan istilah Rakhine, Arakan bahkan Rohingya itu sendiri. Padahal, istilah-istilah itu belakangan kerap bermunculan sejak terjadinya aksi pembantaian keji teroris Budha dan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Istilah Rohingya, berakar dari sebutan untuk orang-orang yang tinggal di daerah “Rohang”. Dimana, Rohang adalah salah satu versi untuk penyebutan daerah Arakan. Namun, istilah Arakan belakangan lebih populer ketimbang Rohang.

Selengkapnya

Berubahnya UUD Myanmar Tahun 1982 Sebabkan Etnis Rohingya Tidak Diakui dan Terusir
9 September 2017 14:53 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 15:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Sebelum digantikannya ayah Aung San Suu Kyi menjadi pemimpin di Birma (Myanmar), umat muslim atau etnis Rohingya dapat menjalani kehidupannya dengan tenang dan damai. Namun paska itu, kehidupan mereka berubah drastic manakalah ayah Aung San Suu Kyi, Jendral Aung San “lengser”

“Dari mana munculnya tragedy, yakni tahun 62 itu. Jadi selama 14 tahun mereka diakui sebagai warga negara yang sah, tetapi akhirnya berbalik paska kudeta Jendral Mae Rin,” kata Wakil Ketua MPR, Hidayat Nurwahid, Jum’at (8/09/2017), di PP Muhammadiyah, Jakarta.

Selengkapnya

Militer Malaysia Akan Bergabung Dalam Misi Kemanusiaan di Rakhine State
9 September 2017 14:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 14:48 WIB

Eramuslim – Kepala jendral Raja Muhammad Affandi Raja Muhammad Noor menyatakan Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF) siap bergabung dalam misi kemanusiaan membantu komunitas Rohingya di Rakhine, Myanmar, jika diperlukan.

Raja Muhammad Affandi mengatakan, MAF adalah organisasi yang memiliki banyak pengalaman dalam misi kemanusiaan di seluruh dunia, dan memiliki batalyon khusus untuk melaksanakan tugas khusus tersebut.

Selengkapnya

BWI: Negara Harus Hadir Amankan Aset Wakaf, Peran BPN Diharapkan
Sabtu, 9 September 2017 - 14:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 14:18 WIB
Kehadiran BPN, kata Khaerul, menunjukkan perhatian negara pada tanah wakaf.

Selengkapnya

Ulama Terkemuka Rohingya Ditembak Mati Tentara Myanmar
9 September 2017 14:04 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 14:18 WIB

Eramuslim.com -Seorang ulama’ terkemuka Rohingya mati dibunuh tentera Myanmar hari Jum’at (8/9/2017).

Ulama’ berkenaan, Sheikh Faizul Islam ditembak mati bersama lima anak muridnya termasuk dua orang wanita.

Berita sedih itu disampaikan oleh penceramah Malaysia, Ustaz Ahmad Dusuki Abd Rani melalui laman Facebook beliau hari Jum’at kemarin.

“Baru menerima khabar duka, Syeikh Faizul Islam, ulamak besar di bumi Rohingya baru sahaja dibunuh bersama pengikutnya oleh Junta regim Myanmar,” tulis beliau.

Selengkapnya

Dahulu Etnis Rohingya Dijamin Kehidupanya oleh Ayah Aung San Suu Kyi
9 September 2017 13:53 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 14:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nurwahid menyatakan bahwa tragedy yang dialami oleh etnis muslim Rohingya dilakukan atas kemauan. “Kemudian apakah tragedy ini genosida ada niat atau tidak? Sekarang kita lihat dari sejarah Rakhine.

Kalau saya mengatakan hal itu sudah ada niat. Sebab dari sejarah perjalanan Rohingya masuk ke dalam warga negara Birma itu kan dimulai dari bagaimana mereka sebelumnya sudah ada di Arakhan berabad-abad lalu dan bahkan mereka itu sangat besar, ada kerajaan-kerajaan Islam yang besar pula.

Selengkapnya

Arsenal Dukung LGBT, Masih Mau Jadi Pendukung dan Fans Klub Ini?
9 September 2017 13:45 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 14:03 WIB

Eramuslim – Pernyataan mengejutkan dilontarkan klub Liga Primer Inggris Arsenal. Pasalnya ditengah kemunduran prestasi, klub asal London utara ini menyatakan dukungan resminya terhadap gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender).

Lewat postingannya di akun resmi klub, The Gunners mengungkapkan kebanggaannya mendukung kampanye kelompok LGBT dalam memperjuangkan kesetaraan.

Meriam London juga memberikan pesan jika Arsenal milik semua orang termasuk kelompok minoritas LGBT tersebut. Bahkan, Arsenal sendiri memiliki fans khusus dari kalangan tersebut bernama Gay Gooners.

Selengkapnya

Laman Ini Dinilai e-Commerce Berbasis Halal Pertama di Indonesia
Sabtu, 9 September 2017 - 13:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 13:18 WIB
“Platfrom ini tidak mengandung unsur riba. Contohnya kita tidak menggunakan sistem pembayaran kartu kredit. Pembayarannya juga menggunakan beberapa bank syariah,” kata Ndang.

Selengkapnya

Empat Negara Teluk: Tidak Ada Opsi Militer Dalam Krisis Qatar!
9 September 2017 13:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 13:18 WIB

Eramuslim.com – Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kerajaan Bahrain dan Republik Arab Mesir mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis malam bahwa opsi militer sama sekali tidak diperlukan untuk menyelesaikan krisis dengan Qatar.

Keempat negara tersebut menyatakan penyesalannya atas pernyataan Emir Kuwait yang menyatakan bahwa keberhasilan mediasi dengan menghentikan intervensi militer, keempat negara tersebut menekankan bahwa “pilihan militer tidak akan terjadi, dan bahwa krisis dengan Qatar bukan hanya sebuah perselisihan Teluk, namun juga dengan perselisihan dengan banyak negara Arab dan Islam yang mengumumkan Sikapnya terhadap intervensi Qatar dan dukungannya terhadap terorisme, meskipun masih banyak negara lain di seluruh dunia ini yang belum dapat menyatakan pendirian mereka karena infiltrasi internal negara tersebut, membuat mereka takut akan konsekuensinya.”

Selengkapnya

Ada Peran Komisi I dalam Pemberangkatan Menlu ke Myanmar
9 September 2017 12:53 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 13:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Ada peran parlemen dalam menjembatani Pemerintah dengan Pemerintah Myanmar mengatasi soal etnis Rohingya. Pemerintah yang diwakili oleh Menlu, Retno tersebut dikatakan oleh Hidayat Nurwahid bahwa Komisi I yang tidak pernah berhenti melakukan komunikasi dengannya.

“Misalnya dengan peristiwa Rohingya ini, saya mencoba membahasnya dari sisi keumatan, Ibu Menlu juga kita apresiasi. Tapi Ibu Menlu tidak serta merta langsung melakukan itu. Itu juga karena ditelepon oleh kami terus menurus dari Komisi I di DPR,” Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyampaikan, Jum’at (8/09/2017), di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta.

Selengkapnya

Dimana Mu’thasim Zaman Ini?
9 September 2017 12:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 12:18 WIB

Eramuslim – Ironis, meski dikelilingi oleh negara dengan pemerintahan dan mayoritas berpenduduk Muslim, tapi umat Islam hingga saat ini belum dapat menghentikan genosida etnis Rohingya yang dilakukan oleh teroris Budha dan junta militer Myanmar.

Beda dulu beda sekarang.

Kejadian genosida Rohingya mengingatkan kita pada kisah sejarah masa khilafah Bani Abbasiyah yang terjadi 1211 tahun yang lalu, tepatnya tahun 223 Hijriyyah, dimana saat itu umat Islam berhasil menaklukan kota Ammuriyah.

Selengkapnya

Pansus Hak Angket Cemburu, "KPK" Hongkong lebih Transparan daripada KPK Indonesia
9 September 2017 11:53 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-09 12:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Nampaknya Indonesia boleh cemburu dengan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh negara lain. Penyakit yang menyebabkan kehancuran dan kemiskinan ini misalkan saja dapat dicontoh dari negara Hongkong.

Walau baru berdiri delapan tahun, lembaga "KPK" Hongkong tersebut sudah mampu melampaui KPK dalam membangun imun: takut melakukan korupsi. Di antaranya disebutkan oleh Wakil Ketua Pansus, Masinton Pasaribu adalah bagaimana kewenangan "KPK" di Hongkong nampak batasnya.

Selengkapnya