Total: 44588
Hukum Mengatakan ‘Kafir’ Kepada Seseorang
3 Oktober 2017 11:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 11:48 WIB

Assalamualaikum, ustadz Sigit

Saya mau tanya apakah perbedaan orang yang terkena penyakit was was, orang munafik dan orang fasik?, apakah itu semua gangguan dari syetan?

Ustadz apakah orang yang ga sholat bisa dikatakan kafir seperti sabda Rasulullah bahwa yang meninggalkan shalat berarti ia kafir?

Dan apa benar ustadz kalau kita berkata kafir kepada seseorang itu akan balik kepada kita jika perkataan itu tidak benar? meskipun kita sholat dan berkata kata seperti itu hanya gurauan saja? apakah kita perlu bertaubat jika terlanjur berkata-kata seperti itu?

Selengkapnya

Nonton Festival Navaratri, Pria Hindu Dalit Dipukuli Hingga Tewas
Selasa, 3 Oktober 2017 - 10:59 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 11:18 WIB
Konstitusi India melarang diskriminasi terhadap orang kasta rendahan seperti Dalit.

Selengkapnya

Rachma: Bung Karno Sudah Ingatkan, Imperialisme Kuning Akan Jajah Indonesia
6 Mei 2016 13:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 11:18 WIB
Eramuslim.com – Pemerintah bisa disebut zalim dan otoriter jika tidak menghentikan permanen proyek reklamasi di pantai utara Jakarta.
Tolak Divestasi 51 %, Freeport Dinilai Ingkari Kesepakatan dengan Pemerintah Indonesia
Selasa, 3 Oktober 2017 - 10:54 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 11:03 WIB
Sebelumnya, beredar surat penolakan dari Freeport atas divestasi saham 51 %. Surat tersebut berisi pernyataan dari CEO Freeport McMoran Inc, Richard Adkerson. Freeport menginginkan divestasi dengan cara menjual saham perdana (IPO) milik Freeport McMoRan d

Selengkapnya

Milad ke-13, FPKS Mengaku akan Terus Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Selasa, 3 Oktober 2017 - 10:32 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 10:48 WIB
“Untuk itu berbagai langkah dan terobosan terus kita lakukan untuk mewujudkan hal tersebut.”

Selengkapnya

Anies-Sandi Harus Konsisten STOP REKLAMASI!
3 Oktober 2017 10:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 10:48 WIB

Eramuslim.com -Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (Himitekindo) berharap pasangan gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno tetap konsisten untuk menghentikan reklamasi Teluk Jakarta.

Sekjend Himitekindo Permas Bagya Maulana mengatakan, Anies-Sandi segera sah menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Oktober ini. Pihaknya mengingatkan pasangan tersebut untuk tetap konsisten menghentikan reklamasi Teluk Jakarta.

Selengkapnya

Front Mahasiswa Islam (FMI) Bentuk Cabang Kota Tangerang
3 Oktober 2017 10:24 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 10:33 WIB
TANGERANG (voa-islam.com), Di tengah stagnasi dan pragmatisnya pergerakan mahasiswa di Indonesia, Front Mahasiswa Islam (FMI) yang didirikan di Jakarta 29 Maret, 17 tahun yang lalu, kini semakin terus melebarkan sayap perjuangannya. Tepat pada Ahad (1/10) kemarin di hari Kesaktian Pancasila DPP FMI secara resmi melantik dan mendeklarasikan berdirinya FMI Cabang Kota Tangerang.
Bertempat di aula Masjid Al-Amin, Cikokol, Kota Tangerang-Banten, organisasi kemahasiswaan underbouw Front Pembela Islam (FPI) ini juga sekaligus menyelenggarakan Diskusi Ilmiah dengan mengangkat tema "Aktualisasi Pengamalan Pancasila Dalam Bingkai NKRI Bersyariah". Narasumber yang didaulat dalam helatan akbar ini yaitu KH. Ahmad Shonhaji (Ketua Lembaga Dakwah FPI Banten) dan Anto Apriyanto (Ketua Harian Komunitas Ekonomi Islam Indonesia-KONEKSI). Dihadiri pula oleh Ketua FPI Kota Tangerang KH. Hambali Mulyadi dan DKM Al-Amin Cikokol.Ketua Umum DPP FMI Habib Ali bin Abu Bakar Alatas dalam sambutan pelantikan pengurus baru tersebut menyatakan bahwa momentum aksi 411 dan 212 telah menyadarkan umat Islam tentang persatuan dan kesatuan. Maka sudah menjadi kewajiban kalangan intelektual seperti mahasiswa untuk tampil di garda terdepan dalam berkhidmat untuk Islam dan kaum muslimin. Hal senada diperkuat oleh Ketua FMI Banten Luthfi H. Hasbullah yang menekankan pentingnya kepemimpinan dan ketaatan kepada organisasi.Arif Rahman selaku Ketua Pelaksana berharap dengan terdeklarasinya FMI di Kota Tangerang dapat menjadi warna baru bagi pergerakan hahasiswa Islam di Tangerang Raya, sekaligus menjadi pionir dalam pengamalan amar ma’ruf nahi munkar di kalangan mahasiswa.Ketua FMI Cabang Kota Tangerang terpilih Arifin Darmawan menegaskan akan mengajak organisasi mahasiswa lainnya untuk giat menegakkan yang haq dan mencegah kemunkaran dalam setiap aspek kehidupan, selain menjadi penyambung aspirasi masyarakat demi terwujudnya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dalam kepengurusan yang dipimpinnya ini terdiri dari mahasiswa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Islam Syaikh Yusuf, STMIK Rahardja, STMIK Global, dan kampus lainnya di Kota Tangerang.Sesi penyampaian materi dari dua pembicara pun tak kalah menariknya. KH. Ahmad Shonhaji sebagai pembicara pertama berpesan kepada pengurus FMI yang baru dilantik dan peserta yang memenuhi ruangan agar jangan lupa menjaga dan melanjutkan kemerdekaan RI yang diperoleh dari perjuangan umat Islam yang luar biasa. Sedangkan Anto Apriyanto melengkapi uraian yang disampaikan sebelumnya dengan menekankan pada penguasaan ilmu agama dan dunia oleh para mahasiswa guna mempersiapkan pemimpin dan kepemimpinan Islam di masa mendatang.Peserta yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa melainkan dari kalangan pemuda dan santri pondok pesantren di sekitar Tangerang. Acara pun diakhiri sesaat memasuki waktu zhuhur dengan shalat berjamaah dan dilanjutkan makan siang bersama. (bilal/voa-islam)

Selengkapnya

IMS Gelar Khitanan Massal dan Baksos di Kaki Gunung Cikuray
3 Oktober 2017 10:06 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 10:33 WIB
GARUT (voa-islam.com), Pada ahad 1 Oktober 2017 atau bertepatan dengan 11 Muharram 1439 H. Tidak seperti biasanya, masyarakat di kaki gunung diramaikan dengan berbagai macam kegiatan. Acara yang dikemas dalam rangka untuk memeriahkan datangnya tahun baru Islam ini digagas oleh para tokoh setempat. Adapun rangkaian acara diantaranya : lomba marawis, lomba pidato, pengobatan gratis dan khitanan massal. Untuk pengobatan dan khitanan massal kali ini tim dari Islamic Medical Medis (IMS) yang dikomandoi langsung oleh kepala bidang emergency dr. Syaifuddin Hamid mendapatkan kepercayaan dari panitia. Setelah pada hari sebelumnya melakukan aksi sosial di wilayah yang berdampak banjir bandang beberapa waktu silam yang juga di wilayah Garut.  Tim sempat  bermalam di salah satu rumah warga di kaki gunung Ciparay sambil mempersiapkan acara keesokan harinya. Terletak di Kampung Situkiru Desa Cintanegara RT 01 RW 10 Kabupaten Garut Jawa Barat layanan khitan dan pengobatan gratis kepada warga dilakukan. Sebanyak 10 anak peserta khitanan dan 100 an  warga desa mendapatkan layanan kesehatan. Khitanan dimulai tepat pukul 06.00 wib dan selesai pada pukul 09.00 dan dilanjutkan dengan pengobatan terhadap warga desa yang didominasi oleh para lansia dan orang tua dewasa. Pada pukul 12.00 wib seluruh kegiatannya telah usai dilakukan dengan baik dan lancar.Dengan adanya kegiatan ini masyarakat kaki gunung Ciparay sangat senang karena manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh warga. Mereka berharap agar kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara rutin di kampungnya. Bapak Bunyamin (55 th) selaku toko masyarakat  menuturkan bahwa  : "alhamdulillah saya mengucapkan  terima kasih banyak  kepada para tim medis IMS yang telah bersedia mau mengadakan khitan massal dan pengobatan gratis di desa kami, sudah jauh-Jauh datang dari Jakarta kesini dan melalui jalan yang menanjak serta licin untuk menuju kaki gunung cikuray atau desa kami ini. Disini warga yang mayoritas buruh serabutan dan hanya bekerja di ladang jadi merasa sangat berat untuk mengkhitan anak mereka dan berobat ke puskesmas dengan mengeluarkan biaya. Tetapi alhamdulillah  dengan adanya tim medis dari IMS ini mereka sangat berterima kasih sekali,  semoga apa yang telah bapak berikan mendapat balasan pahala oleh Allah SWT".Begitu juga yang diungkapkan oleh  Bapak Wawan (36 th) dan ibu Teti (30 th) yang merupakan orang tua dari M. Fadli hidayat (2th) peserta khitan massal. "Rasa terima kasih banyak karena sudah mengadakan acara seperti ini, saya merasa sangat terbantu sekali karena saya ini bekerja hanya buruh serabutan saja jadi berasa sangat mahal dan berat sekali jika mau mengkhitan anak saya ini untung saja ketika saya mendengar akan di adakannya khitan massal gratis di sini saya langsung mendaftarkan anak saya walaupun masih berusia 2 tahun,” mereka menuturkanMeskipun semenjak malam hingga acara selesai lokasi diguyur hujan, namun tidak menyurutkan seluruh warga yang terlibat untuk melangkahkan kaki ke tempat acara. Panitia, tim medis, peserta khitan dan warga yg datang berobat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik, tertib, lancar dan  sukses. Akhirnya tepat pukul 13.00 wib tim medis bertolak meninggalkan lokasi menuju ke Jakarta.Utar Rahmat Wijaya (35 th) selaku penanggung jawab program menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh yang terlibat pada kegiatan ini, baik perorangan maupun instansi/lembaga. ”Alhamdulillah seluruh kegiatan yang telah direncanakan dan dipersiapkan selama 2 hari di Kabupaten Garut Jawa Barat ini telah usai dilakukan.  Semoga niat baik dan amal ibadah kita Allah terima dan Allah balas dengan balasan kebaikan yang berlipat” Utar menjelaskan. (bilal/voa-islam)

Selengkapnya

6 Hal Yang Dilarang Dilakukan Wanita di Arab Saudi
3 Oktober 2017 10:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 10:18 WIB

Eramuslim – Selasa 26 September 2017, wanita di Arab Saudi baru saja merayakan ‘kemerdekaan’ setelah larangan mengemudi untuk kaum Hawa dicabut. Namun tahukah Anda masih banyak hal yang dilarang dilakukan wanita-wanita di Arab Saudi. Apa sajakah itu?

Bukan rahasia lagi jika ‘gerak-gerik’ wanita-wanita di Arab memang lebih dibatasi dibandingkan negara-negara lainnya. Tentunya ini dilakukan pemerintah Riyadh untuk tetap menjaga dan menghormati kaum Hawa.

Selengkapnya

Kisah Sejarah Pangeran Diponegoro (7)
3 Oktober 2017 09:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 09:48 WIB

Di masa itu, perempuan-perempuan dan laki-laki Jawa-termasuk di kalangan bangsawan kraton-lazim menikah di usia yang masih relatif sangat muda. Ketika Diponegoro dilahirkan, Raden Ayu Mangkarawati, sang ibu, masih berusia 14 tahun, dan ayahnya 16 tahun[1]. Dan sudah menjadi kelaziman jika sang anak kemudian diasuh oleh nenek atau buyutnya. Hal ini merupakan tradisi leluhur agar sang anak mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang benar dari seseorang kerabat yang jauh lebih matang dan dewasa. Suatu konversi budaya yang saat ini sudah punah.

Selengkapnya

13 Fakta Musim Haji 1438 Hijiryah (Bag.I)
3 Oktober 2017 07:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 07:48 WIB

Eramuslim – Ibadah Musim Haji 2017 akan memasuki hari-hari akhir. Meski menyisahkan berbagai permasalahan lama yang kembali terjadi di tahun 1438 Hijriyah kali ini. Akan tetapi penyelenggaraan ibadah haji dapat dikatakan berjalan lancer dengan sejumlah catatan.

Sejumlah fakta yang menarik untuk diketahui terjadi dalam musim haji kali ini. Berikut rangkumannya, seperti disadur dari Kedutaan Besar Republik Indonesia, Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Indonesia, dan Saudigazette;

Selengkapnya

Nobar G30S/PKI Sudah, Trus Ngapain?
3 Oktober 2017 07:21 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 07:33 WIB

Eramuslim.com – Hiruk pikuk nobar film G30S/PKI sudah berlalu. Seperti biasanya, kita pun kembali disibukkan dengan aktivitas harian seperti biasa: ibadah sholat, kerja, ngerumpi, main henpon, dan sebagainya dan sebagainya. Kita menganggap dengan nobar film G30S/PKI maka bahaya komunisme sudah tidak ada, atau minimal rakyat sudah lebih waspada terhadap bahaya komunis. Itu saja Sudah cukup.

Selengkapnya

Saktinya Setnov, Keluar Dari Rumah Sakit pun Tak Terlihat Wartawan
3 Oktober 2017 07:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 07:18 WIB

Eramuslim.com – Ketua DPR Setya Novanto diduga telah meninggalkan Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur pada Senin (2/10) malam, sebagaimana disebut-sebut sebelumnya terkait rencana kepulangan Novanto pasca dua pekan dirawat di RS tersebut.

Namun tidak diketahui jelas waktu persis Novanto keluar dari rumah sakit, lantaran kendaraan yang diduga membawa Novanto tidak diketahui para awak media yang menunggu Novanto sejak Senin (2/10) pagi.

Selengkapnya

454 Kloter Jamaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Selasa Ini Dijadwalkan 19 Kloter
Selasa, 3 Oktober 2017 - 06:20 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 06:33 WIB
Selasa (03/10/2017) ini, 19 kloter dengan 7.817 jamaah dijadwalkan akan kembali diberangkatkan ke Tanah Air dari Bandara AMAA Madinah.

Selengkapnya

Paling Lambat Tanggal 16 Oktober Jakarta Punya Gubernur Baru
3 Oktober 2017 06:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 06:18 WIB

Eramuslim.com -Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017 akan digelar pada 16 Oktober nanti. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Senin (2/10).

“Secara administrasi, DKI dan DIY sudah kami serahkan ke Mensesneg. Beliau yang sudah atur tanggal hari dan jam. Bisa bersamaan dengan waktu yang berbeda antara DIY dan DKI,” kata Tjahjo di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Selengkapnya

Islam, Jalan Cinta Para Pejuang
2 Oktober 2017 23:48 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-03 00:33 WIB
Oleh: Shafiya*  

Dilahirkan dalam keluarga muslim dan menjadi seorang muslim adalah anugrah yang tidak terkira yang telah Allah Swt beri. Kita tidak perlu bersusah payah menjalani proses pindah keyakinan seperti sebagian saudara kita alami. Bayangkan betapa sulitnya mereka, dari proses mencari, memahami, dan memantapkan diri. Belum lagi jika keluarga menentang, bisa-bisa diusir dan dicabut dari daftar warisan.

Selengkapnya

Selain Dianggap Tidak Lebih Baik dari SBY, Jokowi juga Dianggap Otoriter Soal Kebijakan
2 Oktober 2017 21:31 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-02 21:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Masyarakat berharap ada figur atau tokoh baru di dalam kancah perpolitikan saat menghadapi Pilpres 2019. Bukan Joko Widodo, dan bukan pula untuk Prabowo. Setidaknya demikianlah hasil survei yang dihasilkan oleh Media Survei Nasional di bulan September 2017. “Ada pula proporsi yang cukup besar bahwa Jokowi dianggap anti Islam dan anti ulama.

Selengkapnya

Kebijakan Jokowi Ini Dianggap Tidak Nyambung karena Kebutuhan Hidup Masyarakat justru semakin Mahal
2 Oktober 2017 20:31 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-02 20:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Pemerintahan Joko Widodo yang gencar akan pembangunan atau infrastruktur dinilai tidak menyentuh subtansi permasalahan masyarakat. Bahkan kebijakan Jokowi itu dinilai tidak nyambung. Pasalnya masyarakat kebanyakkan tidak merasakan Pemerintahan Jokowi ini mengatasi persoalan sehari-hari. Misalkan saja kebutuhan masyarakat semakin mahal.

Selengkapnya

Umat Islam Dinilai Kekurangan Literatur Soal Sejarah PKI
Senin, 2 Oktober 2017 - 20:23 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-02 20:48 WIB
Penulisan sejarah tentang hubungan umat Islam di Indonesia dengan PKI tidak memadai, banyak didominasi buku-buku kiri

Selengkapnya

Menag dan Dubes Saudi Lepas Calon Mahasiswa Universitas Islam Madinah di Jakarta
Senin, 2 Oktober 2017 - 20:14 WIB     |     Waktu unduh: 2017-10-02 20:18 WIB
Menteri Agama (Menag)  Lukman Hakim Saifuddin meminta calon mahasiswa  melakukan hal terbaik dan tidak menghilangkan identitas Indonesia

Selengkapnya