Total: 18064
Quick Count 2024 Live Streaming MetroTv nonstop
2024-02-14 14:24:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 14:33 WIB
Nenek-nenek mau coblos Anies tapi diarahin ke 02, BGST!!
2024-02-14 13:43:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 13:48 WIB
Wow! Papua Tengah SAPU BERSIH 01
2024-02-14 12:38:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 12:48 WIB
Woyyyyy KPU.... Kenapa Surat Suara Sudah Tercoblos 02??? Di TPS ini aja yang udah ketahuan 4 Surat Suara sudah tercoblos 02
2024-02-14 09:35:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 09:48 WIB
TPS 3 Capres: Cuma TPS Prabowo yang Dijaga Anjing Pelacak K9
2024-02-14 09:25:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 09:33 WIB
Breaking News: Exit Poll menunjukkan 1 memimpin. Selesai pencoblosan, hampir semua pemilih menunjukkan SATU jari 😁
2024-02-14 09:14:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 09:18 WIB
Kenapa Pemilu Selalu Dilaksanakan Setiap Hari Rabu? Apa Karena Hari Lahir Jokowi?
2024-02-14 08:04:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 08:18 WIB
Seorang anak di Gaza mengatakan ini: "Saya merasa ingin tinggal di Gaza lebih dari sebelumnya, karena saya benci seluruh dunia"
2024-02-14 07:32:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 07:48 WIB
[BREAKING] Afrika Selatan Mendesak ICJ Mengambil Tindakan Darurat Untuk Mencegah Israel Melakukan Genosida di Rafah
2024-02-14 07:07:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 07:18 WIB
Connie: Pada Pertemuan Dengan Para Pengusaha di Singapore, Prabowo Mengatakan Cukup Jadi Presiden 3 Tahun, Lalu Diteruskan Gibran
2024-02-14 06:53:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 07:03 WIB
Sebuah pesan yang tegas! Al-Qassam: Mujahidin baik-baik saja dan dalam keadaan sehat. Semua formasi tempur di lapangan berada di bawah kendali brigade jihad
2024-02-14 06:42:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 06:48 WIB
MUI: Memberi dan Menerima 'Serangan Fajar' Hukumnya Haram
2024-02-14 06:37:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 06:48 WIB
Bismillah.. Jangan Pesimis, Pahala Ada Pada Ikhtiar, Bukan Hasil
2024-02-14 06:16:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 06:33 WIB
Wahabi Golput
2024-02-14 06:03:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 06:18 WIB
Hasil Operasi Al-Qassam di hari ke 130 (13/02/2024)
2024-02-14 05:54:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 06:03 WIB
Dirty Vote dilawan Close The Door
2024-02-14 05:44:00     |     Waktu unduh: 2024-02-14 05:48 WIB
Hari ke-130 Genosida Zionis Israel Di Gaza: 28.473 Tewas, 68.146 Luka-luka
13 Februari 2024 22:02 WIB     |     Waktu unduh: 2024-02-13 22:33 WIB
GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan beberapa pembantaian selama 24 jam terakhir, menewaskan 133 warga Palestina dan melukai 162 orang, menjadikan jumlah total warga Palestina yang tewas dalam agresi Israel di Gaza mencapai 28.473 orang, ditambah 68.146 orang luka-luka.

Lebih lanjut ditekankan bahwa masih banyak korban yang masih berada di bawah reruntuhan karena IOF mencegah kru ambulans dan pertahanan sipil menjangkau mereka.Pada hari ke-130 genosida Zionis Israel di Jalur Gaza, banyak warga Palestina yang tewas dan terluka akibat serangan udara dan tembakan artileri oleh "Israel" di berbagai wilayah Jalur Gaza.Tiga tentara IOF, termasuk perwira senior, tewas di Gaza selatanKoresponden Al Mayadeen di Jalur Gaza melaporkan bahwa lima orang tewas dan beberapa lainnya terluka ketika sebuah rumah di kamp Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza dibom oleh pasukan Israel.Banyak warga Palestina yang terluka akibat serangan udara yang dilakukan pesawat tempur Israel di kamp al-Maghazi yang terletak di bagian tengah Jalur Gaza. Ketika pendudukan Israel melanjutkan agresinya di Jalur Gaza, situasi kemanusiaan semakin memburuk.Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menyatakan bahwa penduduk Jalur Gaza mengalami "kondisi seperti kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya" akibat agresi Israel yang berkepanjangan di Gaza. Sekitar 550.000 orang kini menghadapi risiko bencana kerawanan pangan, dan seluruh penduduk berada dalam kondisi krisis, tambahnya.“Ada tingkat kerawanan pangan akut, kelaparan, dan kondisi hampir mirip kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza,” Wakil Direktur Jenderal FAO Beth Bechdol mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh badan yang berbasis di Roma tersebut.Menurut pernyataan tersebut, setiap satu dari 2,2 juta orang di Gaza masuk dalam tiga kategori kelaparan teratas, mulai dari tingkat tiga, yang diklasifikasikan sebagai keadaan darurat, hingga tingkat lima, yang disebut sebagai bencana. Perlu dicatat bahwa Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) mengukur tingkat kelaparan dalam skala satu sampai lima. (MYD)

Selengkapnya

Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel Ke Rafah
13 Februari 2024 21:24 WIB     |     Waktu unduh: 2024-02-13 22:03 WIB

JAKARTA (voa-islam.com) - Indonesia mengutuk keras serangan udara Israel ke tempat penampungan pengungsi Palestina di Rafah, yang telah memakan korban jiwa.

“Serangan tersebut diyakini merupakan bagian dari skenario besar Israel untuk memaksa bangsa Palestina keluar dari tanah mereka dan sekaligus menghilangkan masa depan kemerdekaan Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya pada Selasa.Indonesia juga mengecam rencana operasi militer darat Israel di kota itu, yang berada di wilayah perbatasan Jalur Gaza dan Mesir.“Indonesia sekali lagi mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak menghentikan serangan Israel tersebut. Hukum Humaniter Internasional harus ditegakkan,” ujar Kemlu.Rezim pendudukan Israel mulai menggempur Kota Rafah di Gaza selatan secara intensif pada Senin pagi (12/2/2024), yang menewaskan dan melukai ratusan warga sipil, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.Otoritas kesehatan di Rafah melaporkan pembunuhan tragis oleh militer Israel terhadap 100 lebih warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, dan ratusan korban luka lainnya.Tujuan serangan Israel ke Rafah adalah untuk mengalahkan batalion terakhir kelompok pejuang Palestina Hamas di kota tersebut.Hamas menyebut serangan Israel di Rafah itu sebagai lanjutan dari "genosida dan pemindahan massal" oleh pasukan negara Zionis tersebut.Di Rafah, Israel memaksa warga sipil untuk mengungsi dengan dalih menjadikan kota itu sebagai zona aman."Serangan itu menegaskan bahwa pemerintah Netanyahu mengabaikan putusan Mahkamah Internasional, yang memerintahkan tindakan mendesak untuk menghentikan tindakan yang mengarah ke genosida," kata pemimpin Hamas Azat al-Rashq di Telegram.Warga Palestina telah mengungsi ke Rafah sejak Israel menggempur Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.Pengeboman tanpa henti telah menewaskan lebih dari 28.000 warga Palestina dan menyebabkan kehancuran massal, pengungsian, dan kelangkaan kebutuhan dasar.Mahkamah Internasional bulan lalu memerintahkan Israel untuk menghentikan tindakan genosida dan menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan bisa sampai kepada warga sipil di Gaza. (ANT)

Selengkapnya

Serahkan Amanah Memimpin Kepada Ahlinya
13 Februari 2024 21:00 WIB     |     Waktu unduh: 2024-02-13 21:18 WIB
Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- dan keluarganya.

Perlu diketahui bahwa mengurusi umat manusia tergolong kewajiban agama yang sangat agung dan besar keutamannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan agama tidak bisa ditegakkan dengan sempurna kecuali dengannya. Kesejahteraan umat manusia juga tidak bisa diwujudkan dengan sempurna kecuali mereka berada di bawah kepemimpinan yang adil.

Selengkapnya

MAKIN PANAAASSSS....!! Perang Bintang Dimulai
2024-02-13 20:06:00     |     Waktu unduh: 2024-02-13 20:18 WIB
Tanggapan Mengejutkan Rocky Gerung tentang Film Dirty Vote: Film 'Fitnah' yang Benar karena Dilengkapi Data
2024-02-13 18:05:00     |     Waktu unduh: 2024-02-13 18:18 WIB
Cak Imin: Masak gak boleh komentar bro..
2024-02-13 17:50:00     |     Waktu unduh: 2024-02-13 18:03 WIB
Tgk Yusran Hadi: 'Pilihlah Pemimpin Yang Sesuai Dengan Kriteria Dalam Islam'
13 Februari 2024 17:30 WIB     |     Waktu unduh: 2024-02-13 18:03 WIB
BANDA ACEH (voa-islam.com) - Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh  Dr. Tgk. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA. menjelaskan kriteria pemimpin sesuai dengan Islam rangka untuk memilih pemimpin pada pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung pada hari Rabu 14 Februari 2024.

Hal ini disampaikan oleh Tgk Yusran Hadi dalam acara Dialog Interaktif di Radio Serambi FM yang berjudul "Kriteria Pemimpin Pilihan Keluarga Muslim" pada  hari Ahad  (11/2/24) kemarin pukul 10.10 - 11.15 WIB di Radio Serambi FM, Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang, Ingin Jaya, Aceh Besar. Acara Dalog Interaktif yang dimoderatori oleh host Amelia ini diselanggarakan oleh Sahabat Wanita dan Anak (SWA) Aceh bekerjasama dengan Radio Serambi FM.Tgk Yusran menegaskan bahwa Islam merupakan agama yang sempurna. Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia, baik aspek agama, sosial, politik, tatanegera, kepemimpinan, ekonomi, pendidikan, hukum dan sebagainya. Semua persoalan kehidupam di dunia ini sudah di atur dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sudah lengkap aturan  Allah ta'ala yang diberlakulan kepada para hambanya. Inilah Syariat Islam. Syariah itu maknanya hukum-hukum Allah ta'ala.Menurutnya, Berbicara meigenai kriteria pemimpin, seorang muslim wajib merujuk kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Karena, keduanya merupakan pedoman, petunjuk, dan aturan hidup seorang muslim untuk mencapai kebahagian di dunia dan akhirat. Kita harus melihat Al-Qur'an dan As-Sunnah berbicara tentang kepemimpinan atau sifat-sifat seorang pemimpin.Terkait masalah ini, kita akan mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu) dalam waktu dekat, yaitu pada hari Rabu14 Februari 2024. Dalam pemilu ini, rakyat Indonesia akan memilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan, baik pemimpin negara (presiden beserta wakilnya) maupun pemimpin perwakilan rakyat yang duduk di parlemen..Dalam pemilu kali ini, ada tiga pasang Capres-cawapres dan ada ribuan Caleg di seluruh Indonesia. Sebagian umat mungkin masih ada kebimbangan dan kebingungan dalam menjatuhkan pilihan. Kira-kira siapa pemimpin yang layak dipilih dan diangkat sebagai pemimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan, baik di lembaga eksekutif mau pun legislatif.Untuk itu, kita perlu memilih kriteria calon pemimpin yang tepat untuk memimpin bangsa ini sesuai dengan kriteria pemimpin yang ditetapkan dalam Islam agar negera ini menjadi negara yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur yaitu negara yang damai, berkeadilan, makmur, mendatangkan kebaikan, dan mendapat keberkahan dari Allah ta'ala.Ia mengingatkan umat Islam agar dalam memilih pemimpin itu harus berhati-hati dan penuh pertimbangan. Tidak boleh asal pilih ikut hawa nafsu karena iming-iming materi, pangkat, jabatan dan uang dan tidak boleh pula fanatik buta karena calon pemimpinnya dari keluarga, kelompok atau partainya. Karena, pilihan kita hari ini akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah ta'ala kelak di hari Kiamat.Oleh karena itu, pilihlah pemimpin yang sesuai dengan kriteria dalam Islam. Gunakan iman, hati nurani dan logika sehat dalam memilih pemimpin. Memilih pemimpin yang tidak sesuai Islam hukumnya haram. Karena bertentangan dengan Islam. Selain itu,  karena bisa mendatangkan mudharat terhadap agama dan umat Islam serta menghancurkan tatanan kehidupan bangsa dan negara.  Menurut Tgk Yusran, ada lima kriteria pemimpin dalam Islam yang harus kita ketahui sebelum kita masuk ke bilik suara untuk mencoblos, yaitu:Pertama; Seorang pemimpin itu harus muslim yang taat beragama. Ini syarat pertama dan paling utama dari beebagai kriteria lainnya. Karena itu, ketika kita memilih pemimpin, maka kita harus melihat kepada ibadahnya, dan ibadah yang paling penting adalah shalat. Kita lihat apakah ia menjaga shalatnya atau tidak. Karena, baik atau buruk seseorang itu  tergantung kepada shalatnya.Jika shalat shalat seseoramg baik yaitu senantiasa dilakukan dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW, maka perilakunya menjadi baik. Kalau shalatnya tidak baik yaitu meninggalkan atau tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW, maka perilakunya menjadi tidak baik. Allah SWT berfirman, "Dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut: 45).Rasulullah SAW bersabda, "Amalan yang dihisab pertama kali pada hari Kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik (benar), maka baiklah semua amalannya. Dan jika shalatnya buruk (rusak), maka buruklah semua amalannya."Kedua; Seorang pemimpin itu harus mampu menjadi imam dan khatib. Dalam sejarah, setelah wafatnya Rasulullah SAW para sahabat sepakat mengangkat Abu Bakar RA sebagai pemimpin. Alasannya, selain beliau taat beragama, beliau juga pernah ditunjuk oleh Rasul SAW sebagai imam shalat. Beliau mampu menjadi imam dan sekaligus menjadi khatib.Kenyataannya, ketika Rasul SAW masih hidup dan beliau berhalangan, maka beliau menunjuk Abu Bakar sebagai imam. Di sini tersirat pesan penting bahwa ketika Abu Bakar diangkat sebagai imam shalat, sudah sangat layak pula beliau diangkat sebagai pemimpin. Kita tidak perlu bingung dan banyak pertimbangan dalam memilih seorang pemimpin. Kita bisa lihat track record (rekam jejak) seseorang dalam masalah salat. Siapakah yang istiqamah shalatnya, bahkan sampai bisa menyampaikan khutbah dan menjadi imam shalat, itulah sosok pemimpin yang layak kita pilih.Ketiga, Pemimpin  itu harus cerdas dan berilmu. Ketika Bani Israil meminta pemimpin untuk berjuang melawan musuh mereka Allah memilih Thalut sebagai pemimpin mereka karena kelebihan ilmu dan kekuatan fisik yang dimilikinya, bukan pemimpin yang kaya seperti diinginkan Bani Israil sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 247. Lihatkah ketika Nabi Yusuf menawarkan dirinya untuk menduduki jabatan Menteri di Kerajaan Mesir beliau menyebut kelebihan beliau dari  sisi amanah dan ilmu sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Yusuf ayat 55.. Lihatlah Zulqarnain adalah pemimpin besar yang Allah berikan kekuasaan yang luas karena ilmu yang dimilikinya dan konsisten mengikuti ilmu tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Kahfi ayat 44-45.. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan sebagian tabi’in menafsirkan kata “sababa” dalam ayat tersebut adalah ilmu,Seorang pemimpin itu harus cerdas dan berilmu sebagaimana Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khatthab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abi Sofyan, dan Umar bin Abdul Aziz. Mereka adalah para pemimpin yang cerdas dan berilmu. Maka Islam menjadi kuat, maju dan berperadaban.Maka pilihlah pemimpin yang cerdas dan berilmu. Tidak boleh kita memilih pemimpin yang bodoh. Kita diharuskan memilih pemimpin yang memiliki kecerdasan, punya skill (keahlian) dan intelektualitas yang mumpuni. Sungguh berbahaya negeri sebesar dan sekaya Indonesia jika sampai dipimpin oleh pemimpin yang bodoh. Maka memberikan kemudharatan bagi Islam dan umat Islam serta menghancurkan negara.Keempat:  Seoramg pemimpin memiliki akhlak yang mulia; tawadhu, tidak sombong, jujur, amanah, penyayang, tidak suka marah dan emosional, merasakan penderitaan yang dirasakan oleh rakyatnya dan sangat menginginkan kebaikan bagi mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pemimpin yang memiliki sifat tersebut sehingga beliau menjadi pemimpin yang dicintai oleh umatnya. Kalau harus merasakan kesulitan beliaulah orang yang paling merasakan kesulitan tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 128.Seorang pemimpin itu bersikap lemah lembut kepada rakyatnya, mendoakan rakyatnya bahkan bermusyawarah serta mendengarkan pendapat-pendapat rakyatnya setelah itu bertawakkal dan menyandarkan urusan kepada Allah yang menjadi lambang tauhid yang benar. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 159. Memilih pemimpin yang tidak beretika apalagi sampai menganggap etika itu tidak penting, bisa jatuh pada sikap pengkhianatan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW dan kaum beriman, sesuai sabda Rasulullah SAW, “Siapa yang memberi jabatan seseorang dari suatu kelompok, sementara di tengah-tengah mereka ada orang yang lebih diridai Allah dari pada yang dia pekerjakan, maka dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan Kaum Mukminin.” (HR. Hakim)Dari hadits ini kita belajar tentang memilih pemimpin. Kita pilih pemimpin yang paling diridai Allah SWT dengan melihat rekam jejaknya dalam masalah ibadah : salatnya bagus, salatnya istiqamah, bisa mengaji Alquran, disiplin, memiliki intelektual dan integritas, cerdas, berilmu, santun, berwibawa, jujur, beretika, dan lain sebagainya. Insya Allah pemimpin semacam ini adalah pemimpin yang diridhai Allah SWT dan akan memimpin dengan kasih sayang terhadap rakyatnya.Kelima;  Seorang pemimpin itu berkeprobadian yang baik dan menjadi teladan bagi rakyatnya. Kepribadian seorang pemimpin akan membawa pengaruh kepada orang-orang yang ia pimpin. Umar bin Khattab RA berkata, "Manusia akan mengikuti karakter keagamaan pemimpin mereka."Memilih seseorang untuk memimpin diri kita, selain bernilai ibadah karena perintah agama, juga membangun karakter bangsa, membangun kepribadian anak cucu keturunan kita. Jika kita memilih pemimpin yang memiliki karakter taat beribadah, taat pada ketentuan agama, intelek, bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, maka karakter ini akan mempengaruhi rakyat di bawah. Rakyat akan menjadi masyarakat yang agamis, menjunjung tinggi etika, giat belajar ilmu agama, menjauhi korupsi dalam segala bentuknya, dan lain sebagainya.Sebaliknya, pemimpin yang memiliki kepribadian buruk seperti suka meminum minuman keras, berjudi, menonton tayangan yang tidak layak ditonton, berjoget ria, tidak shalat, tidak mengaji, mudah emosi, suka berbohong, korupsi, nepoatisme, dan berbagai akhlak buruk lainnya, maka rakyatnya akan meniru perilaku buruknya ini.Di akhir pernyataannya, Tgk Yusran mengajak umat Islam untuk memilih pemimpin yang ta'at beragama, jujur, amanah, cerdas, berilmu, kuat fisik, beretika,, dan menjadi teladan. Inilah kriteria pemimpin yang sesuai dengan Islam sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya khulafaurrasyidin serta para pemimpin Islam lainnya yang mengikuti mereka. .Menurutnya, lima menit di bilik suara untuk memilih pemimpin menentukan keadaan bangsa untuk lima tahun ke depan. Jika salah pilih, maka rakyat akan menderita selama lima tahun ke depan. Namun jika pilihan benar, rakyat akan hidup bahagia, berkeadilan dan makmur.Harapan dan doa kita kepada Allah ta'ala, semoga Allah ta'ala memberi petunjuk kepada kita untuk bisa mendapatkan pemimpin yang taat beragama, jujur, amanah, menjaga shalat, cerdas, berilmu, beretika, dan berintegritas. Dan semoga pemimpin yang terpilih nanti sesuai dengan kriteri pemimpin dalam Islam atau mendekati kriteria ini. Amin.

Selengkapnya

Masa Tenang, Cak Imin Bikin Gak Tenang
2024-02-13 16:50:00     |     Waktu unduh: 2024-02-13 17:03 WIB
Buntut pernyataan "Prabowo cuma 2 tahun jadi Presiden", Ketua TKN 02 Laporkan pengamat militer Connie Bakri ke Bareskrim
2024-02-13 16:13:00     |     Waktu unduh: 2024-02-13 16:18 WIB