Total: 68299
Begitu Abu Janda Terjepit, UU ITE Pun Dilunakkan
24 Februari 2021 12:15 WIB     |     Waktu unduh: 2021-02-24 12:33 WIB
 

Oleh:

Asyari Usman || Wartawan Senior



MENARIK sekali melanjutkan analisis teman saya, Arief Budiman, di Coffee Break FNN, kemarin. Bahwa UU ITE boleh jadi dievaluasi karena kasus “Islam Arogan” Permadi Arya alias Abu Janda bisa menjebloskan dia ke penjara. Artinya, seluruh penyelenggara negara ini mencarikan jalan untuk menyelamatkan Abu Janda. Kalau dipikir-pikir, ada benarnya. Sebab, penistaan terhadap Islam oleh Abu Janda dengan mengatakan agama Islam itu arogan, tidak bisa diolah lagi agar tidak menjadi pidana penistaan. Abu Janda asli terperosok. Ibarat tupai yang sangat pandai melompat, sekali ini si Abu terjatuh. Dalam kasus “Islam Arogan”, si Abu tak bisa mengelak. Dari arah mana pun penistaan itu dilihat, Abu Janda kena laras hukum penistaan agama. Semua pihak mencela cuitan si Abu. Para kiyai NU saja, yang dianggap si Abu tidak masalah, justru mengutuk pegiat media sosial yang merangkap buzzer itu. MUI juga mengecam. Begitu pula sejumlah ormas keagamaan dan ormas-ormas nasionalis. Dalam cuitan Twitter 25 Januari 2021, Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1, mengatakan: “Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat.” Begitu lebih-kurang cuitan si Abu. Dia mengatakan, Islam Arogan itu tidak dimaksudkannya sebagai Islam secara keseluruhan. Hanya ditujukan kepada Tengku Zulkarnaen dan Salafi-Wahabi. Tetapi, kalau dibaca isi cuitan tidak ada lain dia memang mengatakan Islam agama arogan. Apalagi kalau cuitan ini diletakkan dalam konteks sikap, tulisan, komentar, dan lakon-lakon ejekan si Abu terhadap hal-hal yang terkait dengan Islam. Bisakah dipercaya bahwa Abu Janda mengarahkan “Islam Arogan” itu hanya kepada aliran Salafi-Wahabi dan Tengku Zulkarnaen? Tampaknya, sulit dipercaya. Sebab, tak berapa lama sebelum cuitan “Islam arogan”, Permadi Arya mencuitkan kalimat rasis kepada Natalius Pigai –mantan komisioner Komnas HAM. Begini bunyi cuitan Twitter itu: “Kau @NataliusPigai2, apa kapasitas kau? sudah selesai evolusi belom kau?” Nah, kepada Pak Pigai saja si Abu sangat, sangat kasar. Rasis pula. Padahal, Pigai berasal dari latarbelakang yang biasanya dibela si Abu. Apalagi terhadap Islam yang memang tidak disukai oleh Abu Janda. Saya yakin dia mengatakan Islam agama arogan itu bukan ditujukan ke Salafi-Wahabi, tetapi kepada Islam seluruhnya. Cuitan ini juga membukakan pintu penjara bagi Abu Janda. Tetapi, karena dia buzzer yang dilindungi, semua penguasa seiya-sekata mengusahakan jalan keluar untuk si Abu. Jadi, perubahan dalam menerapkan UU ITE yang diberlakukan oleh Kapolri baru Jenderal Listyo Sigit Prabowo “kebetulan” sekali menguntungkan Abu Janda. Dia tak akan ditahan karena sudah meminta maaf kepada warga NU dan Muhammadiyah. Setelah meminta maaf, sesuai panduan Kapolri tentang penggunaan UU ITE, terlapor yang dijadikan tersangka tidak lagi ditahan. Selamatlah Abu Janda. Dia tetap selalu kebal hukum.*

Selengkapnya

Azis Prediksi Polisi tak Berani Menindak Kerumunan Jokowi di NTT
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 12:33 WIB

eramuslim.com – Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar sangat yakin  kepolisian tidak mungkin  berani menindak kerumunan yang ditimbulkan oleh  Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya adanya viral sebuah  video yang terlihat  Presiden Jokowi yang melambaikan tangan di tengah kerumunan. Dimana bahaya pandemi Covid-19 masih menanjak.

“Enggak bakalan (polisi tindak Presiden Jokowi), hehehe,” ujar Aziz .

Selengkapnya

Mobil dan Motor Terendam di Kantor Gubernur Ganjar, Netizen: Suara PSI Mana?
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 12:18 WIB

Eramuslim.com – Jakarta sudah bebas banjir, beda dengan beberapa titik di Semarang, Ibukota Provinsi Jawa Tengah. Anehnya, masih banyak yang nyinyir terhadap banjir Jakarta namun diam terhadap banjir besar dan lama yang terjadi di daerah lainnya.

Sebuah video beredar di media sosial terutama Twitter, ada beberapa titik banjir di Semarang antara lain Kantor Gubernur Jawa Tengah, Hall Stasiun Semarang Tawang, Kelenteng Sam Po Kong hingga Simpang Lima Semarang. Lalu Jalan Gajah Mada Pekunden Semarang Tengah, Kampung Petelan (Dr Cipto), dan beberapa lokasi lain di Semarang yang videonya diunggah netizen.

Selengkapnya

Kunker Jokowi Bikin Kerumunan Warga, PAN Nilai Tak Sesuai Kampanye Prokes Pemerintah
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 12:18 WIB

eramuslim.com – Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Daulay menyayangkan terjadinya kerumunan saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Maumere, Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, kejadian itu bertolak belakang dengan kampanye pemerintah soal protokol kesehatan.

“Jadi saya menyayangkan terjadinya kerumunan disaat kunjungan presiden seperti itu. Jadi enggak ini tentu tidak sesuai dengan protokol kesehatan yang selalu digalakkan, disuarakan serta dikampanyekan pemerintah,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (24/2).

Selengkapnya

Epidemiolog Sarankan Presiden Jokowi Hentikan Kegiatan Bikin Kerumunan Warga
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 12:03 WIB

eramuslim.com- Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman menyarankan Presiden Joko Widodo menghentikan kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan massa ketika pandemi. Seperti ketika kunjungan kerja Jokowi ke Maumere, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/2).

Dia menyatakan, pejabat negara baik di pusat dan daerah harus menjadi contoh agar penyebaran Covid-19 terkendali. Sehingga kegiatan kunjungan kerja yang bisa menimbulkan keramaian sebaiknya dihindari.

Selengkapnya

Kritik Jokowi di Kerumunan Maumere, Mardani: Kalau Souvenir Sudah Disiapkan di Mobil, Itu Bukan Spontanitas
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 11:33 WIB

eramuslim.com – Terkait terjadinya kerumunan massa ketika Presiden Jokowi mengunjungi Maumere, Nusa Tenggara Timur, mendapatkan perhatian politisi PKS , Mardani Ali Sera . Ia menyatakan Jokowi sering kali melakukan hal serupa untuk memancing terjadinya kerumunan.

“Ini bukan yang pertama Pak Jokowi bagi-bagi souvenir atau nasi kotak yang menimbulkan kerumunan. Sebelumnya bagi-bagi nasi kotak, kemarin bagi-bagi souvenir,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Rabu (24/2).

Selengkapnya

Pengamat: Digaji Besar Hanya Komentari Banjir di Jakarta, Bubarkan BPIP!
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 11:33 WIB

eramuslim.com – Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo digaji besar dan hanya mengomentari banjir Jakarta lebih baik lembaga tersebut dibubarkan. Demikian dikatakan pengamat politik Nazar El Mahfudzi kepada suaranasional.com, Selasa (23/2).

“BPIP banyak disorot dari rakyat dan hanya menghabiskan uang negara,” papar Nazar.

Selengkapnya

Benarkah Fikri, Adi & Faisal Adalah Polisi Penembak 6 Laskar FPI?
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 11:18 WIB

eramuslim.com

by M. Rizal Fadillah

Pertanyaan ini muncul sehubungan dengan beredarnya di media sosial Oppositeleaks  yang menayangkan foto dan pelaporan Briptu Fikri Ramadhan kepada Mabes Polri tanggal 7 Desember 2020 yang disertai dua orang saksi, yaitu Bripka Faisal Khasbi dan Bripka Adi Ismanto. Uniknya, terlapor adalah enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang meninggal ditembak.

Selengkapnya

Anekdot Kekeringan Di Tengah Banjir.
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 11:03 WIB

eramuslim.com

Oleh: Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Dalam kondisi normal, biasanya yang namanya “banjir” itu identik dengan mengalirnya air dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan tentu tak bisa lepas dari kondisi basah.

Namun, jangan kaget kalau akhir-akhir ini muncul fenomena aneh di negeri “Aneh Tapi Nyata” terjadi suatu kejanggalan yang di luar standar normal. Hanya di negeri Aneh Tapi Nyata inilah terjadi fenomena yang aneh, dimana air malah mengalir dari bawah ke atas, saking banyaknya yang mengalirkannya maka dampaknya kini terjadi kekeringan.

Selengkapnya

NWO, Untold History (2)
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 11:03 WIB

Eramuslim.com – Selain penyembahan terhadap ular yang merupakan simbolisme iblis, mereka ini juga memiliki sistem kepercayaan penyembahan terhadap Dewa Matahari. Salah satu yang terkenal di dalam sejarah yang memiliki kepercayaan terhadap Dewa Matahari adalah Raja Nimrod. Raja inilah yang membangun Menara Babel dan juga mengawini ibunya sendiri yang bernama Semiramis. Kelahiran Nimrod yang terjadi pada 25 Desember inilah yang sekarang dirayakan sebagai Hari Natal.

Selengkapnya

Punya 15 Anak dan 2 Lembar Kartu Keluarga, Pasutri Ini Viral
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 10:48 WIB

Eramuslim.com – Di zaman modern sekarang ini, satu keluarga yang memiliki anak lebih dari sepuluh tentu cukup langka. Apalagi pemerintah sejak lama telah mendengungkan dua anak cukup. Nah, kisah sebuah keluarga di Malang, Jawa Timur, dimana satu pasangan suami isteri sampai memiliki 15 anak langsung menyedot perhatian warganet dan viral

Adalah Mulyono dan Partina, kedua suami isteri ini menggemparkan warga Kota Malang, Jawa Timur. Keduanya diketahui memiliki 15 anak, sampai-sampai kartu keluarganya pun harus dicetak dua lembar karena kolom yang tersedia tidak cukup untuk menuliskan anak-anaknya.

Selengkapnya

PPKM Diperpanjang, Mal Boleh Beroperasi Sampai Jam Sembilan Malam
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 10:33 WIB

Eramuslim.com – Pemerintah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro mulai 9 Februari hingga 22 Februari 2021. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ( KPCPEN), Airlangga Hartarto menuturkan beberapa ketentuan PPKM Mikro.

Salah satunya pelonggaran jam operasional Mal atau pusat perbelanjaan hingga pukul 21.00 atau jam 9 malam.

“Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mal sampai dengan pukul 21.00 dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jakarta, Senin (8/2).

Selengkapnya

Survei Capres LSI: HRS Lebih Populer Ketimbang Najwa Shihab dan Puan Maharani
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 10:18 WIB

Eramuslim.com – Popularitas Ketua DPR yang juga anak petinggi PDIP Megawati, Puan Maharani, ternyata kalah dari popularitas Habib Rizieq Shihab (HRS). Kenyataan ini diperoleh dari hasil survey terbaru yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Survei terbaru LSI ini menggunakan metode wawancara lapangan secara random pada 25-31 Januari 2021.

“Puan Maharani belum dianggap publik sebagai tokoh yang berpengaruh, “kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, Rabu (24/2/2021).

Selengkapnya

Kerumunan Jokowi di NTT, Iwan Sumule: Rakyat Dihukum, Rakyat Diminta Maklum
2021-02-24 10:00:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 10:03 WIB
Johan Budi Nilai Surat Edaran Kapolri Bukan Berarti Abu Janda Lolos dari Jeratan UU ITE
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 10:03 WIB

eramuslim.com – Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Johan Budi tidak sepakat dengan anggapan surat edaran Kapolri terkait UU ITE membuat Permadi Arya atau Abu Janda lolos dari jeratan hukum. Menurutnya, surat edaran Kapolri Listyo Sigit itu melihat dinamika gaduhnya penerapan UU ITE yang kerap saling lapor.

Setidaknya ada dua kasus ujaran kebencian yang membuat Permadi Arya alias Abu Janda berurusan dengan Bareskrim Polri. Dia dipolisikan oleh Ketua KNPI Haris Pertama atas cuitannya tentang Islam agama Arogan, dan cuitan rasis ke Natalius Pigai.

Selengkapnya

Masjid di Spanyol Kembali Mengalami Teror
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 09:48 WIB

Eramuslim.com – Sebuah masjid di Spanyol kembali mengalami aksi teror. Beberapa teroris menyerang dan melakukan pengrusakan terhadap sebuah masjid di San Javier, Murcia. Para pelaku diduga kuat membawa bahan peledak dan mencoba menghancurkan bangunan ibadah milik umat Islam setempat. Atas aksi ini warga dan pejabat di wilayah San Javier bersama-sama mengutuk serangan yang terjadi.

Media lokal, La Verdad, melaporkan jika serangan tersebut terjadi dini hari, sekitar pukul 04.00 dini hari, Minggu (18/2).

Selengkapnya

Ada Kerumunan Jokowi di NTT, Kuasa Hukum HRS Ingin Hukum Ditegakkan Dengan Adil
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 09:33 WIB

Eramuslim.com – Hukum dibuat untuk menegakkan keadilan. Tanpa keadilan maka hukum percuma saja disahkan. Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab menginginkan hukum di Indonesia bisa ditegakkan dengan adil, tanpa pandang bulu. Yang salah ya salah dan harus diproses hukum, sedangkan yang tidak bersalah ya katakan tidak bersalah.

Menanggapi beredarnya video yang viral di instagram terkait kejadian kerumunan warga Maumere di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyambut Jokowi, mirip dengan kerumunan massa yang menyambut kepulangan HRS, maka kuasa hukum Habib Rizieq, Kamil Pasha, mengharapkan hukum tentang protokol kesehatan Covid-19 bisa ditegakkan dengan adil, tanpa pandang bulu.

Selengkapnya

Kepala BMKG Puji Kesigapan Gubernur Anies Dalam Penanganan Banjir Jakarta, Bahkan Sudah Simulasi Sebelum Banjir Datang
2021-02-24 09:02:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 09:18 WIB
Muslim Srilangka Tuntut Penghentian Kremasi Paksa Korban Covid-19 Oleh Pemerintah
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 09:18 WIB

Eramuslim.com – Muslim Srilangka yang merupakan warga minoritas di negara mayoritas Budha kembali turun ke jalan. Mereka menuntut pemerintah menghentikan praktek kremasi paksa terhadap jenazah Muslim yang dianggap meninggal karena Covid-19. Aksi tersebut dilakukan bersamaan waktunya  di saat Perdana Menteri Pakistan Imran Khan tiba dalam kunjungan resmi di Kolombo.

Warga Muslim seperti yang dilaporkan AFP, Selasa (23/2), membawa replika jenazah dan keranda mayat serta peti mati. Mereka mengecam sikap pemerintah dan menyerukan agar jenazah Muslim dalam prosesi penguburan tidak dikremasi.

Selengkapnya

Asyari Usman: Begitu Abu Janda Terjepit, UU ITE Pun Dilunakkan
2021-02-24 09:00:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 09:03 WIB
Begitu Abu Janda Terjepit, UU ITE Pun Dilunakkan
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 09:03 WIB

eramuslim.com

By Asyari Usman

Menarik sekali melanjutkan analisis teman saya, Arief Budiman, di Coffee Break FNN, kemarin. Bahwa UU ITE boleh jadi dievaluasi karena kasus “Islam Arogan” Permadi Arya alias Abu Janda bisa menjebloskan dia ke penjara. Artinya, seluruh penyelenggara negara ini mencarikan jalan untuk menyelamatkan Abu Janda.

Kalau dipikir-pikir, ada benarnya. Sebab, penistaan terhadap Islam oleh Abu Janda dengan mengatakan agama Islam itu arogan, tidak bisa diolah lagi agar tidak menjadi pidana penistaan.

Selengkapnya

Jateng Selama Tiga Pekan Banjir, Ganjar Tak Dibully, Kok Beda Sama Anies?
2021-02-24 08:32:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 08:48 WIB
Erdogan Melampaui Sekularisme
2021-02-24 08:06:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 08:18 WIB
Azzam: Jika Tidak Ada Sanksi Terhadap Kerumunan Jokowi, Maka Bebaskan Habib Rizieq
2021-02-24 07:35:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 07:48 WIB
Kaget Kantor Gubernur Jateng Banjir, Ganjar Minta Audit Sumber Air
2021-02-24 07:16:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 07:33 WIB