Total: 78285
Tidak Mendidik, Menantu HRS Kecam Film The Santri Karya Livi Zheng
2019-09-16 06:32:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 06:48 WIB

Beritaislam -  Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Hanif Alathas menyatakan sikap untuk menolak penayangan film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradarai Livi Zheng. Hanif sendiri merupakan Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI).

Penolakan Hanif tercantum dalam poster yang beredar, Minggu (15/9). Juru Bicara FPI yang juga Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif telah mengonfirmasi bahwa FSI dan Hanif memang menolak penayangan film The Santri.

"Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya," tutur Hanif.

Terpisah, Sekretaris Umum DPP FPI Munarman juga mengirim poster penolakan yang diutarakan Luthi

Selengkapnya

Mahasiswa Unpad Sudah Berikan Mosi Tidak Percaya pada Jokowi
-     |     Waktu unduh: 2019-09-16 06:48 WIB

Eramuslim.com – Konsolidasi Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) memberikan mosi tidak percaya pada pemerintahan Joko Widodo.

Mereka menilai, komitmen pemerintahan Jokowi dalam memberantas korupsi sudah tidak dapat dipercaya lagi.

Selain Jokowi, mosi tidak percaya juga diberikan kepada DPR RI yang dinilai telah berkerjasama dengan Jokowi untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui revisi Undang-undang KPK.

Selengkapnya

Aneh tapi Nyata ketika Anggota Korps Kepolisian Ramai Ramai Berusaha Jadi Pimpinan KPK
2019-09-16 06:19:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 06:33 WIB

Oleh: Adi Ketu

Aneh tapi Nyata ketika Anggota Korps Kepolisian Ramai Ramai Berusaha Jadi Pimpinan KPK

Sudah beberapa tahun ini saya bertanya dan belum mendapat jawaban pasti mengapa aparat kepolisian aktif demikian antusias untuk masuk ke dalam Korps KPK ..

Hal ini menurutku aneh mengingat bahwa keduanya sama sama aparat penegak hukum yang bertanggung jawab terhadap pemberantasan perbuatan tindak pindana korupsi.

Selengkapnya

Mahasiswa Unpad Sudah Berikan Mosi Tidak Percaya pada Jokowi
2019-09-16 06:23:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 06:33 WIB

Beritaislam -  Konsolidasi Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) memberikan mosi tidak percaya pada pemerintahan Joko Widodo.

Mereka menilai, komitmen pemerintahan Jokowi dalam memberantas korupsi sudah tidak dapat dipercaya lagi.

Selain Jokowi, mosi tidak percaya juga diberikan kepada DPR RI yang dinilai telah berkerjasama dengan Jokowi untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui revisi Undang-undang KPK.

Dalam pernyataan sikap yang disebarkan ke berbagai media, Konsilidasi Mahasiswa Unpad mengatakan, keberhasilan KPK mengungkap sejumlah kasus korupsi membuat pihak-pihak yang bersekongkol merampok uang rakyat merasa terganggu.

“Oleh karena itu kerap kali usaha-usaha pelemahan terhadap KPK dilakukan

Selengkapnya

Taliban Kembali Izinkan ICRC Beroperasi di Wilayahnya
Senin, 2019-09-16 06:14     |     Waktu unduh: 2019-09-16 06:18 WIB
Taliban memutus kerjasama dengan ICRC dan WHO pada 11 April 2019. Kedua lembaga itu dituduh tidak memperbaiki kinerjanya yang buruk, di samping munculnya aktivitas mencurigakan dari para petugas dua lembaga internasional itu.

Selengkapnya

Walhi: Jokowi Penghambat Utama Penghentian Bencana Karhutla
-     |     Waktu unduh: 2019-09-16 06:18 WIB

Eramuslim.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Riau dan Kalimantan menjadi mimpi buruk warga. Setiap hari masyarakat sekitar harus menghirup udara kualitas buruk akibat kebakaran hutan tersebut.

Walhi menyoroti diterbitkannnya Inpres Instruksi Presiden 11/2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Direktur Kajian Strategis Walhi Boy Sembiring menyampaikan, seharusnya Menteri LHK dan lembaga yang diperintahkan dalam Inpres terlibat langsung menyelesaikan persoalan karhutla di Riau dan beberapa provinsi lainnya.

Selengkapnya

Cerita Dahlan Iskan: Pengaruh Salah dan Mane Yang Luar Biasa Bagi Islam di Liverpool
2019-09-16 05:48:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 06:03 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengaruh duo striker muslim Mohamad Salah dan Sadio Mane bagi kondisi Islam di Liverpool memang sangat luar biasa.

Cerita Pak Dahlan Iskan yang jalan-jalan ke Liverpool. Jumatan di masjid terbesar Liverpool. Masjid yang tidak ada duanya di dunia barat. Kenapa?

"Khotbahnya terdengar dari halaman. Ada pengeras suara. Yang dipasang di luar masjid. Baru sekali ini saya melihat --di dunia Barat. Masjid boleh pasang pengeras suara di luar. Yang suara khotbah dan azan terdengar nyaring di perumahan sebelah," kata Dahlan Iskan seperti ditulis di catatan pribadinya di blog Disway, Senin, 16 September 2019.

Selengkapnya

Di Munas 2020, MUI Jateng akan Usulkan Kiai Ma’ruf sebagai Ketua Wantim
16 September 2019     |     Waktu unduh: 2019-09-16 05:03 WIB

– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah dalam musyawarah nasional 2020 mendatang mengaku akan mengusulkan KH Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI.

Saat ini, meski dalam waktu sebentar lagi Kiai Ma’ruf akan dilantik sebagai Wakil Presiden, namun dirinya masih menjabat sebagai Ketua Umum MUI Pusat. Sementara Ketua Wantim MUI saat ini dipegang oleh Din Syamsuddin.

Selengkapnya

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa
16 September 2019 01:00 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 01:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com) - Banyak benua tersembunyi yang kini menjadi Eropa, terutama pada Eropa bagian selatan.

Benua yang hilang itu disebut “Greater Adria”, yang eksis sekitar 240 juta tahun lalu.

Greater Adria hadir setelah pisah dari Gondwana, supercontinent yang mencakup seluruh daratan Afrika, Antartika, Amerika Selatan, dan Australia.

Mengutip Live Science, Ahad (15/9/2019), Greater Adria dulu sangat luas. Panjangnya seperti Pegunungan Alpen yang membentang sampai ke Iran, dan seluruhnya berada di atas permukaan laut.

Selengkapnya

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik
16 September 2019 00:00 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 00:03 WIB
WASHINGTON (voa-islam.com) - Presiden Donald Trump pada hari Rabu lalu mengatakan bahwa dan bAdan dministrasi Makanan dan Obat-obatan AS akan mengeluarkan beberapa rekomendasi yang sangat kuat mengenai penggunaan rokok elektrik rasa dalam beberapa minggu ke depan.

Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Alex Azar, yang duduk di Kantor Oval bersama Presiden, ibu negara Melania Trump dan pejabat komisi FDA, mengumumkan bahwa kebijakan penegakan hukum yang baru diusulkan akan mengharuskan perusahaan rokok elektronik beraroma untuk menarik produk mereka dari pasar.

Selengkapnya

Remaja menjadi Pelopor, Why Not?
15 September 2019 23:39 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 00:03 WIB
 

Oleh: Natasya

Sobat voa-islam yang dirahmati Allah, kali ini yuk kita ngobrolin tentang pelopor. Apa itu pelopor? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pelopor berarti yang berjalan terdahulu atau yang berjalan di depan. Jadi bahasa gampangnya itu seperti seorang pemimpin. Nah, pemimpin inilah yang akan menentukan bagaimana langkah-langkah ke depannya. Seorang pelopor biasanya akan memulai suatu tindakan atau mencetuskan ide-ide yang brilian sehingga membuat orang-orang di sekitarnya mengikutinya. Dia akan memulai sesuatu, membuat perubahan pada sekitarnya, bahkan pada dunia.

Selengkapnya

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia
15 September 2019 23:54 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 00:03 WIB
BERLIN (voa-islam.com) - Jerman siap menerima seperempat migran yang tiba dari Italia dengan kapal, kata Menteri Dalam Negeri negara itu, Horst Seehofer.

"Jika semuanya tetap seperti yang dibicarakan, kami dapat mengambil 25% dari orang yang diselamatkan dari kesusahan di laut dan yang berakhir di Italia," kata Seehofer kepada harian Suddeutsche Zeitung pada hari Jumat lalu.

Selengkapnya

Imran Khan Tidak Kesampingkan Penggunaan Senjata Nuklir Jika Perang Dengan India Terjadi
15 September 2019 23:15 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-15 23:18 WIB
ISLAMABAD, PAKISTAN (voa-islam.com) - Awal September, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berjanji bahwa negaranya tidak akan memulai konflik militer dengan India, sementara memperingatkan risiko perang dunia nuklir antara negara-negara tetangga di Asia Selatan ketika ketegangan meningkat di wilayah Kashmir yang disengketakan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan telah memperingatkan “konsekuensi” jika negaranya yang bersenjata nuklir akhirnya kalah perang konvensional dengan tetangganya yang juga memiliki senjata nuklir, India.Perdana menteri Pakistan membahas kebijakan luar negeri dan domestik pemerintahnya dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera pada Sabtu (14/9/2019).Ketika ditanya apakah Pakistan akan memukul India dengan senjata nuklir jika terjadi konflik skala besar, Khan pertama kali mengesampingkan negaranya yang memulai serangan itu.“Pakistan tidak akan pernah memulai perang, dan saya jelas: Saya seorang pasifis. Saya anti perang, ”katanya.Namun, Khan menambahkan bahwa ketika dua negara bersenjata nuklir "berperang dalam sebuah perang konvensional, ada kemungkinan bahwa itu akan berakhir dalam perang nuklir."“Jika katakan Pakistan, Tuhan melarang, kita sedang berperang konvensional, kita kalah, dan jika sebuah negara terjebak di antara pilihan: apakah Anda menyerah atau Anda berjuang sampai mati untuk kebebasan Anda - saya tahu rakyat Pakistan akan berjuang mati-matian untuk kebebasan mereka, ”kata PM Pakistan.Khan telah berulang kali memperingatkan dalam beberapa pekan terakhir bahwa kekuatan asing, bersama dengan PBB, perlu melakukan intervensi dalam perselisihan antara India dan Pakistan atas perselisihan Kashmir."Jadi itu sebabnya kami telah mendekati PBB, kami mendekati setiap forum internasional, bahwa mereka harus bertindak sekarang karena ini adalah bencana potensial yang akan jauh melampaui anak benua India," kata Khan.Sebelumnya pada bulan September, muncul di Konvensi Sikh Internasional di kota Lahore, Pakistan timur, Khan bersumpah untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu melawan India.Juru bicaranya kemudian menegaskan bahwa kata-kata itu "diambil di luar konteks," dan "tidak ada perubahan" dalam sikap nuklir Pakistan yang dilaporkan tidak mengesampingkan serangan pertama terhadap kekuatan konvensional yang luar biasa.Persaingan sengit berlangsung selama bertahun-tahunIndia dan Pakistan telah berperang tiga perang konvensional besar sejak pertengahan 1940-an, bersama dengan beberapa pertempuran kecil perbatasan.Mayoritas bentrokan berpusat di sekitar wilayah Kashmir, di mana penembakan lintas batas sering terjadi di sepanjang Garis Kontrol.Negara bertetangga itu terhuyung-huyung di ambang perang besar-besaran pada Februari, setelah New Delhi mengirim pesawat-pesawat tempur ke Pakistan setelah serangan jibaku terhadap pasukan keamanannya di Kashmir yang dikelola India untuk membom apa yang diklaim sebagai kamp kelompok gerilyawan Islam Jaish -e-Mohammed (JeM).Islamabad, pada gilirannya, menuduh India melanggar kedaulatannya.Hubungan negara-negara mencapai titik terendah bulan lalu, setelah India memutuskan untuk mencabut status pemerintahan sendiri dari bagian Kashmir yang dikontrolnya, dengan Delhi baru mengklaim sedang berupaya untuk mengekang terorisme.Pakistan mengecam tindakan itu sebagai melanggar hukum internasional dan hanya berfungsi untuk memicu kekerasan di wilayah tersebut. (st/Sptnk)

Selengkapnya

Angkatan Udara Libya Hancurkan Ruang Operasi Utama Pasukan Haftar di Al-Jufra
15 September 2019 22:30 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-15 22:48 WIB
TRIPOLI, LIBYA (voa-islam.com) - Juru bicara tentara pemerintah Libya, Mohamed Ganouno mengungkapkan bahwa Angkatan Udara Libya telah menyerang ruang operasi utama pasukan Haftar, di Pangkalan Udara Al-Jufra.

"Ruang operasi tersebut diawasi oleh perwira asing dari negara regional yang agresif," Ganounu mengatakan pada konferensi pers.

Dia lebih lanjut mengkonfirmasi penghancuran total ruang operasi dan pembunuhan enam perwira asing.Ini adalah kedua kalinya dalam waktu kurang dari sepekan bahwa angkatan udara menargetkan pasukan asing; yang pertama, adalah serangan udara di ruang operasi di daerah Qasr bin Ghashir Senin lalu, yang menewaskan tujuh tentara bayaran, yang disewa untuk mengoperasikan senjata baru yang digunakan untuk membom ibukota, menurut Angkatan Darat Libya. (st/LO)

Selengkapnya

Politik Penjajah: Pecah Belah
2019-09-15 23:47:00     |     Waktu unduh: 2019-09-15 22:33 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  KPK gonjang ganjing atas dua hal yaitu revisi undang undang KPK dan hasilpemilihan Pimpinan KPK. Dua hal ini melibatkan "rekayasa" baik kepentingan Pemerintah maupun DPR RI yang "kejar setoran" di akhir masa jabatan. KPK diobrak abrik agar posisinya melemah. Lembaga yang "ditakuti" ini mesti dikendalikan dan dikuasai. Demikian pola manajemen penjajahan.

Pemerintah merasa perlu pengamanan selama lima tahun ke depan. KPK saat ini bisa dianggap mengganggu perjalanan pemerintahan yang bersiap menyambut era investasi atau hutang luar negeri. Era memeras rakyat dengan pajak dan kenaikan kenaikan harga dan  tarif. Melonggarkan aturan adalah keniscayaan. DPR RI membuat landasan pengamanan untuk pemerintah ataupun dirinya di era "cawe cawe" tersebut. Trilyunan dana mesti "diolah" lebih leluasa tanpa gangguan berarti KPK.

Selengkapnya

Pejuang Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Pesawat Tak Berawak Israel
15 September 2019 22:01 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-15 22:18 WIB
JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Pejuang perlawanan Palestina telah menembak jatuh pesawat tak berawak Israel lainnya di Jalur Gaza, kendaraan udara tak berawak ketiga yang hilang selama beberapa hari terakhir.

Media Palestina melaporkan bahwa Brigade Abu Ali Mustapha, sayap bersenjata dari Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP), menjatuhkan dan menangkap alat itu di sebelah timur wilayah yang dikepung dekat kota Khan Yunis pada Sabtu (14/9/2019) malam.Militer Israel belum mengomentari laporan itu.Gerakan perlawanan Hamas Palestina pada Senin malam menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak Israel ke timur Rafah di Jalur Gaza selatan, sehari setelah rezim Tel Aviv melakukan gelombang baru serangan udara terhadap daerah kantong pantai yang terkepung.Sebelumnya pada hari Senin, milisi Syi'ah bersenjata Libanon Hizbullata mengatakan pasukan pertahanan udaranya telah menembak jatuh sebuah pesawat militer Israel di luar kota Ramyah di selatan.Kantor-kantor berita Palestina mengatakan Sabtu lalu bahwa serangan udara Israel telah menargetkan posisi-posisi yang diduga dipegang oleh Hamas di dalam kantong itu. Para pejabat kesehatan mengatakan tidak ada korban dari serangan yang berlangsung hampir satu jam.Pengeboman Israel tanpa henti terjadi setelah Hamas melancarkan operasi drone yang menargetkan peralatan militer Israel yang ditempatkan di sepanjang perbatasan dengan wilayah Palestina yang diduduki setelah gelombang serangan udara Israel.Serangan Hamas datang sebagai tanggapan atas pembunuhan Israel terhadap demonstran Palestina yang berdemo di sepanjang pagar yang memisahkan Gaza dari wilayah yang diduduki Israel.Pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 307 warga Palestina sejak awal unjuk rasa dan melukai lebih dari 18.000 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. (st/ptv)

Selengkapnya

Daging Impor Tak Wajib Halal, Halal Institute Minta Permendag Dicabut
15 September 2019 21:22 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-15 21:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan mendapat penolakan dari berbagai pihak. Setelah Indonesia Halal Watch (IHW) menyampaikan penolakan, kini Halal Institute (HI) pun demikian.

Melalui Ketua Halal Institute, Subyakto Ahmad HI meminta pemerintah segera mencabut Permendag tersebut. Menurut Subyakto, pada Permendag yang diteken Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita itu meniadakan kewajiban label halal dalam produk ekspor dan impor hewan dan produk hewan yang dipasarkan di Indonesia.

Selengkapnya

Rakyat Tunisia Menuju ke TPS untuk Memilih Presiden Baru
15 September 2019 21:22 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-15 21:33 WIB
TUNIS (voa-islam.com) - Tempat pemungutan suara di seluruh Tunisia dibuka pada pukul 08.00 pagi waktu setempat pada hari Ahad pagi ini untuk pemilihan presiden, pasca Presiden negara itu Beji Caid Essebsi meninggal awal tahun ini.

Nabil Bafon, ketua Komisi Pemilihan Tinggi Independen, mengatakan bahwa sekitar 250 pusat pemungutan suara di wilayah barat negara itu akan dibuka dua jam lebih lambat karena alasan keamanan.

Selengkapnya

Pengemudi Ojol Ngaji Bareng Hidayatullah Jakarta Selatan
15 September 2019 20:51 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-15 21:03 WIB
“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali ada program ini sehingga saya bisa belajar mengaji di sela-sela kerjaan,” ujar Dede Suryana pada pertemuan perdana program Ojol Mengaji yang bertempat di The Jayakarta House, Jalan Haji Samali No. 67, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (05/09/2019) malam.

Dede salah satu dari sekian driver ojek online (ojol) yang terdaftar sebagai peserta pada program Ojol Mengaji yang diinisiasi oleh The Jayakarta House di bawah naungan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Jakarta Selatan.

Selengkapnya

Berang Dengan Ulah Menteri Enggartiasto, DPR: Sekalian Saja Buat Label Haram
2019-09-15 20:55:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-15 21:03 WIB

Beritaislam -  Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 29/2019 tentang ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan dinilai telah meremehkan ketentuan halal yang menjadi pedoman umat Islam dalam mengonsumsi makanan.

Berang dengan kebijakan Menteri Enggartiasto Lukita, anggota Komisi VI DPR fraksi PKB, Nasim Khan pun meminta kepada Enggar untuk sekalian memberi label haram.

“Kalau Mendag sudah yakin label halal tidak perlu dan pemerintah tak mau menjamin kehalalannya, sekalian saja pemerintah buat label haram untuk produk yang haram agar ini jelas mana yang halal dan mana yang haram,” kata Kapoksi Fraksi PKB di Komisi VI DPR RI, Nasim Khan di Kawasan Kalibata, Jakarta, Minggu (15/9).

Ia berpandangan, pemerintah memi

Selengkapnya

Putri Gus Dur Jengkel Buzzer Rezim Tuding Pembela KPK dengan Label 'Radikal', Kena Karma?
2019-09-15 20:49:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-15 21:03 WIB

Beritaislam -  Polemik yang kini menimpa tubuh KPK membuat kubu pendukung Jokowi berbeda pandangan.

Di satu sisi, ada yang tetap membela KPK yang dinilai sedang dilemahkan baik oleh DPR maupun pemerintah Jokowi melalui revisi UU KPK, maupun terpilihnya lima pimpinan baru KPK yang dianggap penuh kontroversi.

Namun di sisi lain, buzzer-buzzer pendukung Jokowi seperti Denny Siregar dkk melabeli mereka yang membela KPK dan menolak revisi UU KPK dengan kata-kata 'radikal', 'kadal gurun', 'taliban' dll. Putri Almarhum Gus Dur, Alissa Wahid menuliskan kejengkelannya terhadap kelakuan para buzze ini. "Yang sekarang membela KPK dituduh bodoh, radikal, bahkan dituduh bani kadal gurun, blablabla. Padahal yang membela: Buya Syafii Maarif, Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Romo Magniz Suseno, dll. Dipertandingkan dg nama2 yang muncul belakangan via medsos dg narasi taliban?!?!", kata @AlissaWahid di twitter. Yang sekarang membela KPK dituduh bodoh, radikal, bahkan dituduh bani kadal gurun, blablabla. Padahal yang membela: Buya Syafii Maarif, Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Romo Magniz Suseno, dll. Dipertandingkan dg nama2 yang muncul belakangan via medsos dg narasi taliban?!?!

Selengkapnya

Negara, KPK, dan Pemberantasan Korupsi
2019-09-15 20:34:00     |     Waktu unduh: 2019-09-15 20:48 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengesahan terhadap revisi UU KPK menyita perhatian publik hari ini. Respon yang beragam membelah masyarakat. Hal tersebut mengalotkan masalah pemberantasan korupsi.

Sebenarnya, tidak adanya konsistensi menjadi benang kusut pemberantasan korupsi. Hanya pada awal reformasi yaitu tahun 1998 tindakan pemberantasan korupsi menjadi isu bersama. Korupsi menjadi virus yang merong-rong negara dan dikembangbiakkan oleh penguasa (Soeharto).

Selengkapnya

3 Santri Riau Jadi Korban Asap Karhutla, 1 terindikasi ISPA
Ahad, 15 September 2019 - 20:28 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-15 20:33 WIB
Pesantren Hidayatullah Pekanbaru, sebagaimana wilayah Pekanbaru dan Riua pada umumnya, juga terpapar asap karhutla.

Selengkapnya

Saudi untuk Sementara Kurangi Produksi Minyak Pasca Serangan Drone
15 September 2019 20:10 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-15 20:18 WIB
RIYADH (voa-islam.com) - Arab Saudi telah mengumumkan untuk menghentikan produksi minyak sementara, dari dua fasilitas minyaknya yang dikelola oleh Saudi Aramco, menyusul terjadinya serangan drone. 

Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan pada hari Ahad pagi bahwa produksi minyak sementara dihentikan dari dua fasilitas utama, yang dimiliki oleh raksasa minyak milik negara Arab Saudi. Sebelumnya pada hari Sabtu, Badan Pers resmi Saudi melaporkan kebakaran di fasilitas Abqaiq dan Khurais. Abqaiq adalah rumah bagi pabrik pemrosesan minyak terbesar Aramco, raksasa minyak Saudi. Menteri menambahkan bahwa kobaran api menyebabkan gangguan 5,7 juta barel pasokan minyak mentah per hari dari dua fasilitas. Dia mengatakan bagian dari pengurangan akan dikompensasikan dengan menarik cadangan minyak Aramco. Dia juga mengatakan serangan itu menyebabkan penghentian produksi gas bumi terkait (APG) yang hampir dua miliar barel per hari. Ini telah menyebabkan pengurangan 50% dalam pasokan etana dan gas alam lainnya. [anadolu/fq/voa-islam.com]

Selengkapnya

Israel Serbu Al Quds, Puluhan Warga Palestina Terluka
15 September 2019     |     Waktu unduh: 2019-09-15 20:18 WIB

– Sedikitnya 46 warga Palestina terluka pada Sabtu malam (14/9/2019), setelah pasukan pendudukan penjajah Zionis menyerbu kota Ezariya di al-Quds. Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina mengumumkan bahwa anggota timnya menangani 46 korban cedera dalam bentrokan yang terjadi dengan pasukan penjajah Israel.

Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan, dia antara korban ada seorang bocah wanita berusia 6 tahun, setelah terkena tembakan tabung gas air mata yang mengenai langsung kepalanya dan ia dilarikan ke rumah sakit.

Selengkapnya