Total: 68299
NWO, Untold (3)
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 19:03 WIB

eramuslim.com – Sebelumnya, kita akan mencoba terlebih dahulu untuk mencari tahu, minimal bisa mereka-reka dengan pengetahuan yang cukup, tentang keberadaan Biarawan Sion (Priory Sion) dan hubungannya dengan Ksatria Templar, sebuah ordo militer legendaris yang namanya mencuat dalam Perang Salib.

Banyak yang percaya jika organisasi ketentaraan modern dan juga organisasi pasukan elit dunia, sesungguhnya berasal dari ordo militer ini. Bahkan sejarah meyakini sistem perbankan konvensional yang ada sekarang ini berasal dari salah satu kegiatan ordo. Siapa yang sesungguhnya berada di belakang para Ksatria Templar?

Selengkapnya

ANTI ARAB ATAU ANTI ISLAM?
2021-02-24 18:30:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 18:33 WIB
Tak Kunjung Jadi Tersangka, Tengku Zulkarnain Heran, ‘Apa Sih Kesaktiannya Abu Janda?’
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 18:33 WIB

eramuslim.com – Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain kembali berkicau di media sosial.

Kali ini, Tengku Zulkarnain mengomentari kasus Permadi Arya alias Abu Janda.

Seperti diketahui, Abu Janda hingga kini tak kunjung ditahan meski sudah dilaporkan atas kasus penistaan agama Islam.

Melalui akun Twitter @ustadtengkuzul, Selasa (23/2/2021), Tengku Zulkarnain merasa heran lantaran penegak hukum bersikap ‘lemah lembut’ terhadap Abu Janda.

Selengkapnya

Di Jepang Ada Menteri Kesepian, Apa Tugasnya?
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 18:03 WIB

Eramuslim.com – Pandemi Covid-19 masih melanda dunia dan membawa dampak negatif, baik di rumah tangga maupuan skala nasional. Banyak manusia yang mengalami depresi gara-gara menjalani aktivitas dalam kondisi terisolasi. Tak sedikit yang kesehatannya menurun akibat kesehatan mental yang lebih dulu menurun. Tak terkecuali warga Jepang yang selama ini memiliki jumlah kasus depresi dan bunuh diri cukup tinggi.

Selengkapnya

NYCFA: UEA Tetap Terlibat Dalam Perang Di Yaman Meskipun Mengklaim Telah Menarik Diri
24 Februari 2021 17:35 WIB     |     Waktu unduh: 2021-02-24 17:48 WIB
AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Sebuah lembaga pemikir Amerika mengatakan Uni Emirat Arab (UEA) tetap terlibat dalam perang di Yaman meskipun mereka mengklaim telah melepaskan diri.

Justin Russel, kepala think-tank Center for Foreign Policy Affairs (NYCFPA) New York, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan portal berita Middle East Eye (MEE) pada hari Senin (22/2/2021) bahwa kelompoknya mendokumentasikan keterlibatan militer UEA yang berkelanjutan di Yaman setelah Abu Dhabi Oktober lalu mengklaim bahwa mereka telah menarik diri dari koalisi pimpinan Saudi.Russel mengatakan setelah empat bulan terungkap bahwa UEA sangat aktif dalam perang di Yaman dengan menggunakan pulau-pulau strategis, pelabuhan udara dan laut, serta pangkalan militer dan milisi."UEA, baik dalam sorotan atau di bawah radar, terus menjadi agresor di kawasan itu," katanya.Pengumuman penarikan UEA menarik perhatian internasional dan pada dasarnya membawa seluruh dunia dari apa yang sebenarnya mereka lakukan di kawasan ... Tapi dalam penelitian kami, masih ada pendanaan dan dukungan medan perang lainnya dari UEA di Yaman pada secara teratur, "kata Russel.Lembaga think tank tersebut telah mengajukan gugatan terhadap Departemen Luar Negeri AS atas kesepakatan senjata ke UEA yang sekarang dihentikan sementara.Shireen al-Adeimi, seorang aktivis dan profesor kelahiran Yaman di Michigan State University, mengatakan kepada MEE bahwa UEA kemungkinan akan mempertahankan pasukan asing yang telah dilatih dan didanai di daerah-daerah yang ditariknya."Pada suatu saat tahun lalu, mereka mengumumkan bahwa mereka mundur ... Tapi sungguh, apa yang mereka katakan adalah bahwa mereka meninggalkan tentara bayaran terlatih sambil menarik pasukan darat resmi mereka," kata Adeimi."Mereka membuatnya tampak seperti mereka telah menarik diri dari Yaman sementara yang mereka lakukan hanyalah menarik kehadiran fisik resmi mereka," katanya. "UEA telah dapat mengambil keuntungan dari Saudi sebagai kelompok yang menghadap ke depan untuk perang ini, sementara mereka dapat mengambil langkah mundur dan berada di belakang layar."Adeimi mengatakan kepentingan UEA di Yaman bervariasi, tetapi tujuan utama negara kecil Teluk Persia itu adalah mempertahankan pengaruh atas Selat Bab el-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.Aktivis kelahiran Yaman itu mengatakan UEA telah bekerja selama perang untuk mengambil pos-pos strategis di sekitar jalur air tersebut, yang penting untuk pengiriman sekitar sembilan persen minyak mentah dunia dan minyak sulingan yang diperdagangkan melalui laut."Sangat jelas bagi saya sebagai orang Yaman apa tujuan akhir UEA, dan itu untuk memastikan bahwa mereka memiliki pemerintah di Yaman yang akan memudahkan minyak mereka untuk melewati Bab el-Mandeb," kata Adeimi."Ini lokasi strategis yang sangat penting. Itu sebabnya Yaman selalu mendapat intervensi oleh Arab Saudi dan AS di masa lalu," klaimnya. "Itulah yang sebenarnya terjadi."MME melaporkan bahwa UEA telah mengubah bandara Al Rayan di kota pelabuhan Mukalla di tenggara Yaman menjadi pangkalan militer untuk pasukan yang mereka danai sekitar awal perang dan telah menolak untuk membuka kembali fasilitas tersebut sejak saat itu.Pemerintah Yaman mengatakan pasukan UEA menggunakan bandara itu "sebagai penjara ilegal untuk melakukan bentuk penyiksaan keji terhadap orang Yaman."Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang di Yaman pada Maret 2015 dengan tujuan untuk mencegah keuntungan lebih jauh kelompok pemberontak Syi'ah Houtsi yang telah menguasai sebagian besar wilayah utara negara berpenduduk mayoritas Sunni tersebut pada 2014 termasuk ibukota Sana'a.Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, 80 persen dari 30 juta orang Yaman membutuhkan beberapa bentuk bantuan atau perlindungan. Sekitar 13,5 juta orang Yaman saat ini menghadapi kerawanan pangan akut, data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan. (ptv)

Selengkapnya

Terobosan Baru Lagi! Pemprov DKI Uji Coba ‘Jakparkir’ di 3 Lokasi, Warga Bisa Pesan Tempat Parkir
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 17:48 WIB

Eramuslim.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba digitalisasi parkir menggunakan aplikasi JakParkir di tiga lokasi. Melalui aplikasi tersebut warga dapat memesan lokasi parkir dari lokasi keberangkatan.

“Aplikasi ini nanti memang si pengguna memesan lokasi parkir dari rumahnya, misalnya berangkat ke Kelapa Gading rumah di Tebet dia bisa memesan lokasi parkir dengan menggunakan aplikasi JakParkir, begitu nanti sampai di lokasi parkir sudah tersedia,” ucap Kepala UP Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Adji Kusambarto dalam diskusi virtual, Rabu (24/2).

Selengkapnya

Kantor Gubernur Ganjar Terendam Banjir, Netizen : PSI Mana Suaramu?
2021-02-24 17:21:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 17:33 WIB
Kanada Sebut RRC Lakukan Genosida Pada Muslim Uyghur, China Marah
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 17:33 WIB

Eramuslim.com – Rezim Komunis China tidak terima dan mengecam keras  mosi terkait nasib Muslim Xinjiang dari Parlemen Kanada. Dengan nada geram, Beijing mengatakan telah menyampaikan protes keras soal ini.

Baru-baru ini, Parlemen Kanada mengeluarkan mosi tidak mengikat yang mengatakan perlakuan China terhadap minoritas Muslim Uyghur di wilayah Xinjiang merupakan genosida. Parlemen menekan pemerintah Perdana Menteri Justin Trudeau untuk mematuhi mosi ini dan mengikutinya.

Selengkapnya

Tingkatkan Kompetensi Pengasuh, Pesantren Wahdah Islamiyah Cibonong Gelar Training Konseling
24 Februari 2021 17:04 WIB     |     Waktu unduh: 2021-02-24 17:18 WIB
BOGOR (voa-islam.com)--Peningkatan skil sangat penting dilakukan oleh para pembina dan pengelolah suatu pondok pesantren atau sekolah berasrama (boarding).

Untuk peningkatan skli pengasuh, Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, Jawa Barat menggelar training konseling dasar, Ahad (21/02/2021). Pelaksanaan pelatihan yang pertama kali ini diadakan dengan melibatkan semua para musyrif maupun pengelolah. 

Selengkapnya

Said Didu: Kok Berhenti dan Menyambut Spontanitas, Kok Bagi-Bagi Souvenir?
2021-02-24 17:09:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 17:18 WIB
Temuan HRW: China Kian Menindas Muslim Uyghur
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 17:18 WIB

Eramuslim.com – Rezim komunis yang berkuasa di China diketahui telah meningkatkan tuntutan (baca: penindasan) terhadap kelompok minoritas Muslim di Xinjiang melalui sistem pengadilan formal. Mereka mengancam akan memberikan hukuman penjara yang lebih lama bagi Muslim Xinjiang.

Hukuman kriminal merupakan hukuman tambahan dari penahanan satu juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya di kamp “pendidikan” Xinjiang. Menurut Human Rights Watch (HRW), lebih dari 250.000 orang di wilayah barat laut secara resmi telah dijatuhi hukuman dan dipenjara sejak 2016.

Selengkapnya

Erdogan Kecam Standar Ganda Uni Eropa Atas Kebijakan Pengungsi
24 Februari 2021 16:50 WIB     |     Waktu unduh: 2021-02-24 17:03 WIB
IZMIR, TURKI (voa-islam.com) - Turki telah mengkritik standar ganda Uni Eropa dalam mendukung Yunani dalam masalah migran tetapi tidak berbagi tanggung jawab untuk empat juta pengungsi yang ditampung oleh Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam negara-negara Uni Eropa atas kebijakan pengungsi mereka dan mengkritik standar ganda blok tersebut dalam menangani krisis migran.Erdogan mengatakan UE mendukung penuh Yunani dalam masalah ini namun gagal berbagi tanggung jawab dengan Turki untuk empat juta pengungsi.Berbicara pada konferensi migrasi di kota Izmir, Erdogan mengatakan UE menawarkan Yunani tiga miliar euro untuk 100.000 pengungsi, sementara itu gagal memenuhi janjinya untuk mentransfer enam miliar euro ke Turki yang menampung empat juta pengungsi sebagai bagian dari pakta migrasi 2016.Pada tahun 2016, Ankara dan Brussel menandatangani perjanjian yang memberi Turki dana sebesar enam miliar euro, sebagai imbalannya Ankara berjanji untuk mengurangi jumlah pengungsi yang masuk ke negara-negara UE. Turki mengatakan pihaknya berkomitmen untuk bagiannya dari kesepakatan tersebut namun UE gagal memenuhi janjinya.Turki dan Yunani telah dianggap sebagai titik transit utama bagi pengungsi dari Suriah ke Eropa, banyak yang dapat mencapai negara-negara Eropa seperti Swedia dan Jerman, sementara yang lain kehilangan nyawa karena berusaha mendapatkan tempat yang aman. (ptv)

Selengkapnya

Soal Kerumunan Sambut Jokowi di Maumere, Ini Kata Satgas Covid-19
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 17:03 WIB

Eramuslim.com – Kasus kerumunan warga Maumere yang menyambut Jokowi sehingga melanggar protokol kesehatan hari ini menjadi bahan perbincangan banyak kalangan. Walau Istana telah berusaha memberikan alasan namun tetap saja tayangan video yang memuat peristiwa itu sukar dibantah dan telak membuktikan jika itu memang melanggar prokes. Titik.

Satgas Penanganan Covid-19 sendiri terkesan tidak mau berkomentar banyak terkait kejadian itu. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, tidak memberi tanggapan yang spesifik mengenai temuan pelanggaran protokol kesehatan di atas.

Selengkapnya

Gubernur Anies adalah Gubernur Pertama dalam Sejarah Jakarta yang Menetapkan Target dalam Penanganan Banjir 👍👍👍
2021-02-24 16:43:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 16:48 WIB
Demokrat Tolak Pilkada 2024: 271 Plt Untungkan Jokowi dan Koalisi Pemerintah
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 16:48 WIB

Eramuslim.com – Partai Demokrat menolak Pilkada digelar 2024.

Salah satu alasannya karena akan memunculkan 271 daerah dijabat pejabat sementara selama kurang lebih 1-2 tahun karena Pilkada 2022 dan 2023 ditunda.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar menduga adanya 271 pejabat sementara akan menguntungkan pihak pemerintah dan partai koalisi.

Selengkapnya

Dukung GNWU, Dirut PPPA Darul Quran: Semua Nazhir Wakaf Uang Harus Dilibatkan
24 Februari 2021 16:17 WIB     |     Waktu unduh: 2021-02-24 16:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Direktur Utama PPPA Daarul Quran Abdul Ghofur mengapresiasi Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang digulirkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Ghofur menyebut, GNWU bakal menjadi gerakan yang positif sebab mengampanyekan salah satu gerakan filantropi Islam yang sejatinya sudah berjalan di masyarakat.

Ghofur mengungkapkan, reaksi publik saat ini terhadap GNWU bisa diselesaikan dengan meraih kepercayaan publik. Salah satu kuncinya, papar dia, adalah pelibatan seluruh nazhir wakaf yang selama ini memang sudah mendapat kepercayaan publik.

Selengkapnya

Kerumunan Jokowi di NTT dianggap Spontanitas, Kerumunan HRS di Megamendung diganjar Tersangka
2021-02-24 16:22:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 16:33 WIB
Survei: Elektabilitas PDIP Turun 4 Bulan Terakhir, Demokrat-PKS Melesat Naik
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 16:33 WIB

Eramuslim.com – Survei Y-Publica menunjukkan dalam empat bulan terakhir elektabilitas PDI Perjuangan menurun, sementara elektabilitas Demokrat dan PSI naik.

“Elektabilitas PDIP sebagai partai berkuasa menurun, sedangkan Demokrat sebagai oposisi melesat, dibayangi oleh PSI di papan tengah,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam keterangan tertulisnya dilansir Antara, Rabu (24/2)

Selengkapnya

Edhy Prabowo Perintahkan Anak Buah Beli 8 Sepeda Senilai Rp168,4 Juta
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 16:18 WIB

Eramuslim.com – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo disebut memerintahkan pembelian delapan buah sepeda dengan nilai total Rp168,4 juta.

“Uang Rp168.400.000 itu uang untuk beli sepeda,” kata Safri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (24/2), dikutip dari Antara.

Safri menyampaikan hal tersebut melalui sambungan video konferensi saat menjadi saksi untuk terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito yang didakwa memberikan suap senilai total Rp2,146 miliar yang terdiri dari 103 ribu dolar AS (sekitar Rp1,44 miliar) dan Rp706.055.440 kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Selengkapnya

Beda Perlakuan Kerumunan Jokowi dan HRS, Rocky Gerung: Kedunguan di Depan Hukum
2021-02-24 15:51:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 16:03 WIB
Keuangan yang Maha Kuasa
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 16:03 WIB

Eramuslim.com – Begitu berjibunnya praktekkan sogok suap saat ini . Hanya memberikan gambaran, di mana para pejabat Indonesia dengan sangat mudah dikalahkan dengan ‘Uang’. Tidak ada sekarang usaha yang tidak berkaitan dengan sogok dan suap.

Karena para pejabat rakus dan tamak dengan harta, dan mereka menjadikan ‘uang’ sebagai tuhan mereka, maka kehidupan rakyat ini, semakin lama semakin tidak lagi lebih baik. “Moral hazard’ ada di mana-mana. Praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sudah mendarah daging, sampai ke tulang sungsum. Tidak mungkkin akan dapat dihapus.

Selengkapnya

Azwar Siregar: Halo Lae Ferdinand Hutahaean Activities
2021-02-24 15:35:00     |     Waktu unduh: 2021-02-24 15:48 WIB
Sholatkan, Bila Mereka Tidak Membantu Sesamanya
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 15:48 WIB

eramuslim.com – Alangkah indahnya bangunan itu, fondasinya kokoh, tiang-tiangnya tinggi kuat, atapnya luas, jendelanya besar menawan, menyita perhatian setiap orang yang melihatnya. Sungguh serasi dan saling menguatkan. Itulah bangunan masyarakat muslim bagaikan bangunan yang kokoh masing-masing bagian saling menguatkan antara satu dan lainnya.

“Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (HR. Bukhari, Muslim)

Selengkapnya

Kalau Cerdas dan Waras, Kerumunan Saat Jokowi di Maumere Bisa Dicegah
-     |     Waktu unduh: 2021-02-24 15:33 WIB

eramuslim.com – Epidemiolog, Windhu Purnomo mengatakan, setiap orang yang waras dan cerdas, pasti akan mengantisipasi suatu hal yang bisa memperburuk keadaan. Misalnya mengantisipasi adanya kerumunan di tengah kondisi pandemi Covid-19, yang mana bisa meningkatkan risiko penularan.

Oleh sebab itu, dia menilai, kerumunan yang terjadi saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Maumere, Nusa Tenggara Timur pada Selasa kemarin (23/2) bisa diantisipasi.

Selengkapnya

Anti Arab atau Anti Islam?
24 Februari 2021 15:04 WIB     |     Waktu unduh: 2021-02-24 15:18 WIB
Oleh: K.H. Athian Ali M. Da'i, Lc. M.A.

Akhir-akhitr ini semakin lantang dan gencar saja upaya segelintir orang berbaju Islam memroklamirkan "kekafirannya" "kufur" menentang dan menolak sebagian syariat Islam.

Dari berbagai pernyataan yang sempat dimuntahkan di berbagai media sosial, terkesan mereka begitu sangat membenci terhadap sebagian syariat Alloh SWT dan Rasul-Nya. Dengan sangat lantangnya mereka menolak syariat berhijab yang telah ditetapkan Alloh SWT dengan dalil yang qath'i dalam Al Qur'an dan As Sunnah.

Selengkapnya