Total: 65183
Saksi Prabowo: Kata Pak Ganjar, Aparat Sebaiknya Tidak Netral Agar Jokowi-Maruf Menang
2019-06-20 06:17:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:33 WIB

Beritaislam - Kesaksian menarik kembali tersaji dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi.
Salah seorang saksi yang dihadirkan Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi, Hairul Anas mengungkap adanya indikasi tidak netralnya aparat dalam Pilpres 2019.

Menurut Hairul, hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara dalam pelatihan saksi Jokowi-Maruf di Hotel El Royale Jakarta pada Februari lalu.

"Pak Gubernur Jateng saat itu menunjukkan data statistil, bahwa untuk memenangkan (Jokowi-Maruf), aparat sebaiknya tidak netral," ujar Hairul di hadapan Majelis Hakim.

"Beberapa kali disampaikan, 'kalau tidak netral buat apa'," imbuhnya menirukan yang disampaikan Ganjar.

Menuru

Selengkapnya

Bersaksi di MK, Said Didu: Dewan Pengawas Sama dengan Pejabat BUMN
2019-06-20 06:14:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:18 WIB

Beritaislam -  Eks Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu bersaksi dalam persidangan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam kesaksiannya, Said Didu, menuturkan bahwa dewan pengawas anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat dikategorikan sebagai pejabat BUMN.

Hal itu ia katakan, lantaran dalam pengalamannya sebagai sekretaris Kementerian BUMN dia pernah menggelar rapat dengan ahli-ahli hukum untuk membahas jabatan-jabatan apa saja yang dapat dikategorikan sebagai pejabat BUMN.

Hasilnya, Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas BUMN serta anak perusahaan dikategorikan sebagai pejabat BUMN.

"Kami tafsiran komisaris, direksi dan dewan pengawas termasuk pejabat BUMN," ujar Said.Selengkapnya

Saksi Prabowo Sebut Anggota KPPS di Boyolali Coblosi Suara Pemilih
2019-06-20 06:08:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:18 WIB

Beritaislam -  Salah satu saksi tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Mahakamah Konstitusi, Nur Latifah, mengaku menemukan kecurangan yang diduga dilakukan oknum Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Kecurangan ini dilakukan saat proses pemungutan suara Pilpres 2019.

Proses pemungutan suara yang dimaksud di TPS 08 Dusun Winksari, Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah. Dia menyebut bahwa anggota KPPS ikut mencoblos surat suara milik pemilih.

"Saya lihat KPPS mencobloskan surat suara para pemilik suara," kata Nur Latifah saat bersaksi di ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Rabu malam, 19 Juni 2019.

Nur menyebut salah satu nama anggota KPPS yang dituduhnya melakukan pencoblosan itu bernama Komri. Ia menyakini keterangannya karena mel

Selengkapnya

Nahloh! Saksi Kubu Prabowo Beberkan Keberpihakan Gubernur Ganjar & Wawako Semarang di Pilpres
2019-06-20 06:05:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:18 WIB
Beritaislam -  Tim Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menghadirkan saksi bernama Listiani pada persidangan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (19/6). Listiani dalam kesaksiannya menuding Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bertindak tidak netral pada Pilpres 2019.

Menurut Listiani, baik Ganjar ataupun Hevearita mengajak masyarakat untuk memilih Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (Jokowi - Ma’ruf). Ganjar dan Hevearita adalah kader PDI Perjuangan.

Listiani mengatakan, dirinyalah yang melaporkan Ganjar dan para kepala daerah di Jateng yang mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi - Ma’ruf ke Bawaslu. "Saya pelapor yang melaporkan gubernur Jateng dan bupati se-Jawa T

Selengkapnya

Ungkap Kejanggalan di TPS, Saksi Prabowo Diancam akan Dibunuh
2019-06-20 06:03:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:18 WIB

Beritaislam - Nur Latifah, salah satu saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pada persidangan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku pernah mendapatkan intimidasi pasca-pencoblosan 17 April 2019 lalu. Latifah mengaku pernah dengar diancam akan dibunuh karena mem-viralkan sebuah video dugaan kecurangan pilpres di wilayahnya.

Di persidangan, Nur mengungkapkan ancaman kepada dirinya bermula ketika mengetahui kejanggalan proses pemungutan suara di TPS 08 Dusun Wonosari, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kejanggalan yang dimaksud adalah adanya seorang petugas KPPS bernama Komri yang melakukan pencoblosan sebanyak 15 surat suara.

"Sepengetahuan saya ada 15 (surat suara). Saya menyaksikan sendiri, saya ada di TPS, duduk se

Selengkapnya

Penyimpangan Kaum Musyrikin Terdahulu dalam Tauhid Asma’ wa Shifat (Bag. 1)
20 June 2019     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:18 WIB
Dengan kata lain, inti dakwah para nabi dan rasul adalah dalam masalah tauhid uluhiyyah (tauhid ibad ...

Selengkapnya

Sumpah Dusta untuk Melariskan Barang Dagangan
20 June 2019     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:18 WIB
Di antara kelakuan buruk para pedagang yang bernilai dosa dan maksiat adalah sumpah palsu untuk mela ...

Selengkapnya

MK Gelar Sidang dari Rabu Pagi sampai Kamis Subuh
Kamis, 20 Juni 2019 - 06:07 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:18 WIB
Warga masyarakat sempat mengkhawatirkan jangan-jangan pembacaan keputusan sidang MK nantinya juga disampaikan pada tengah malam seperti KPU.

Selengkapnya

Rezim Fir’aun Sisi Tolak Investigasi Penyebab Kematian Mursi
20 Juni 2019 06:00 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:18 WIB

Eramuslim.com – Mesir menuding PBB berupaya mempolitisir kematian mantan presiden Mohammed Morsi dengan menyerukan penyelidikan independen.Diketahui pada Selasa (18/6), jurubicara komisioner tinggi PBB untuk hak asasi manusia, Rupert Colville mendesak penyelidikan independen atas kematian Morsi pada hari Senin (17/6).

Morsi meninggal tidak lama setelah pingsan pasca persidangan. Dia dimakamkan segera setelah kematiannya dalam sebuah seremoni sederhana dan tertutup.

Selengkapnya

Menhan Dukung TGPF Kericuhan 21-22 Mei Asalkan Netral
19 June 2019     |     Waktu unduh: 2019-06-20 06:03 WIB

– Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mendukung jika dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengusut kericuhan 21-22 Mei 2019 di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu, asalkan semua pihak di dalamnya netral.

“Orangnya harus tidak berpihak, harus mental, moral baik, tidak masalah. Tapi kalau orangnya ke sana ke sini, itu berbahaya,” katanya, setelah menghadiri rapat tertutup bersama TNI dengan Komisi I DPR, di Senayan, Jakarta, Rabu (19/6).

Selengkapnya

Obat Langka Akibat Blokade, Kematian Ancam Pasien di Gaza
19 June 2019     |     Waktu unduh: 2019-06-20 05:48 WIB

– Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Munir al-Bursh, memperingatkan terjadinya penurunan drastis dalam persediaan obat-obatan dan fungsi medis di fasilitas kesehatan di Jalur Gaza. Dia menyatakan bahwa tingkat defisit medis mencapai lebih dari 52%.

Dalam siaran persnya pada Rabu, Munir menjelaskan tingkat penurunan drastis obat-obatan ini menyebabkan penderitaan besar bagi para pasien yang tidak ada obat-obatan untuk mereka. Dia memperingatkan bahwa realitas defisit obat-obatan saat ini mengancam terjadinya bencana kesehatan pada sebagian besar pasien.

Selengkapnya

Aa Gym: Kemenag Perlu Bina SDM Bertauhid Bagus & Profesional
Kamis, 20 Juni 2019 - 05:33 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-20 05:48 WIB
Kalau sudah menyandang kata agama, lanjut Aa Gym, sesuatu yang berkaitan dengan akhirat maka sudah selayaknya kementerian ini sangat takut kepada Allah dan hisab.

Selengkapnya

Dapat Pemimpin Salah karena Salah Input
20 Juni 2019 05:17 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-20 05:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Adanya pengakuan salah input, salah hitung, salah rekap, atau salah prosedur, dan apa pun namanya, bagi salah satu politisi senior MS Ka’ban hal tersebut tetap saja dikatakan salah.

Selengkapnya

Kisah Seorang Yahudi: Sendirian Berdemo Bela Uighur
Rabu, 19 Juni 2019 - 23:45 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-20 00:03 WIB
“Satu orang tidak bisa menyelamatkan seluruh dunia, tapi apa yang terjadi di China itu mengerikan. Orang-orang terlalu takut menghadapi China”

Selengkapnya

Rusia Tuduh AS Provokasi Perang dengan Iran
Rabu, 19 Juni 2019 - 23:34 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-19 23:48 WIB
Moskow mengamati dengan cermat perkembangan-perkembangan di Timur Tengah dan melihat tindakan AS terhadap Iran ‘provokatif’

Selengkapnya

Adat atau Syariat?
19 Juni 2019 23:09 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-19 23:18 WIB
JARGON "Gerakan Nasional Kembali ke Busana Nusantara" belakangan ramai menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Disertakan gambar putra putri bangsa mengenakan pakaian adat tradisional masing-masing daerah, tertera pula tulisan "Busana asli Nusantara. No Arab look. This is Indonesia". Kontan saja postingan tersebut menuai pro kontra dari berbagai kalangan. Mereka yang kontra tentu tak terima jika atribut Islam kembali diusik. Dikatakan seolah jilbab dan khimar hanya cocok dikenakan di Arab, bukan Indonesia yang notabene memiliki baju khas/adat sendiri.

Selengkapnya

Abdullah Hehamahua: Aksi Digelar sampai Sidang Putusan MK
19 June 2019     |     Waktu unduh: 2019-06-19 23:18 WIB

– Koordinator lapangan unjuk rasa massa gerakan kedaulatan rakyat di Tugu Patung Kuda, Abdullah Hehamahua, mengatakan aksi itu akan berlangsung di setiap sidang Mahkamah Konstitusi (MK) sampai putusan sengketa pemilu presiden.

“Menurut jadwal sampai 28 Juni 2019, kalau 28 final ya final kalau tertunda ya kita ikuti lagi sampai selesai,” kata Abdullah di Jakarta, Selasa (18/6).

Selengkapnya

Ungkap Kejanggalan di TPS, Saksi Prabowo Diancam akan Dibunuh
2019-06-19 23:14:00     |     Waktu unduh: 2019-06-19 23:18 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Nur Latifah, salah satu saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pada persidangan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku pernah mendapatkan intimidasi pasca-pencoblosan 17 April 2019 lalu. Latifah mengaku pernah dengar diancam akan dibunuh karena mem-viralkan sebuah video dugaan kecurangan pilpres di wilayahnya.

Di persidangan, Nur mengungkapkan ancaman kepada dirinya bermula ketika mengetahui kejanggalan proses pemungutan suara di TPS 08 Dusun Wonosari, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kejanggalan yang dimaksud adalah adanya seorang petugas KPPS bernama Komri yang melakukan pencoblosan sebanyak 15 surat suara.

Selengkapnya

Wakil Muhammadiyah Hadiri Sidang Dewan PBB untuk Dana Tanggap Darurat Global di Dublin
19 Juni 2019 22:08 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-19 22:18 WIB
DUBLIN, IRLANDIA (voa-islam.com)--Pada tanggal 19-20 Juni 2019, Dr. Rahmawati Husein, Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menghadiri sidang Dewan Pengarah Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Dana Tanggap Darurat Global (Advisory Group United Nation Central Emergency Response Fund/AG UNCERF). 

Selengkapnya

Mantan Kepala Intelijen Prancis Sebut UEA Bisa Jadi Berada di Balik Kematian Mursi
19 Juni 2019 21:45 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-19 22:03 WIB
PARIS, PRANCIS (voa-islam.com) - Tahnoon Bin Zayed Al Nahyan, saudara lelaki putra mahkota Uni Emirat Arab dan penasihat keamanan nasionalnya, mungkin terkait dengan kematian yang mencurigakan dari Presiden Muhammad Mursi yang terpilih secara demokratis pertama dan satu-satunya, mantan kepala badan intelijen Prancis mengklaim dalam sebuah tweet Rabu (19/6/2019)

Bernard Bajolet, mantan kepala dinas rahasia Prancis Direktorat Jenderal Keamanan Eksternal (DGSE), mengatakan bahwa kunjungan dari Emirati Tahnoon bin Zayed ke Kairo pada 16 Juni dapat dikaitkan dengan kematian Mursi.

Selengkapnya

Hamas: Mursi Akan Diingat Sebagai Pembela Palestina
19 Juni 2019 21:15 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-19 21:33 WIB
JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Anggota Senior Biro Politik Hamas Mousa Abu Marzouk mengatakan hari Selasa (18/6/2019) bahwa generasi Palestina akan ingat bahwa almarhum Presiden Mesir Muhammad Mursi sebagai pembela Palestina.

Di Twitter, Abu Marzouk menulis: “Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi meninggal dunia. Dia berpindah dari kesedihan dan penderitaan hidup untuk beristirahat dan keadilan di Hari Akhir. ”Dia melanjutkan: "Abu Ahmad, generasi akan mengingat bahwa Anda telah membela orang-orang Palestina, berteman dengan Hamas dan memusuhi Israel."Abu Marzouk menambahkan: "Kami tidak akan pernah melupakan sikap Anda selama [ofensif Israel] di Gaza pada 2012 dan dukungan Anda untuk Yerusalem."

Selengkapnya

Tunggu Isyarat dari Langit Untuk Ganti Pemimpin PDIP, Warganet: Maksudnya Nunggu Simbok Almarhumah?
2019-06-19 21:05:00     |     Waktu unduh: 2019-06-19 21:18 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disebut belum membahas rencana regenerasi kepengurusan pucuk pimpinan partai pada forum rapat kerja nasional keempat, hari ini, Rabu 19 Juni 2019.

Adapun rakernas kali ini hanya fokus menyiapkan konsolidasi tiga pilar partai setelah pemilu serentak berakhir. Setelah jagoan mereka Joko Widodo-Ma'ruf Amin sekaligus PDI Perjuangan diprediksi menjadi pemenang.

Selengkapnya

Laporan PBB: Bukti Menunjukkan Putra Mahkota Saudi Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Khashoggi
19 Juni 2019 20:30 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-19 20:48 WIB
AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Ada bukti yang dapat dipercaya bahwa pejabat tinggi Saudi, termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman, bertanggung jawab atas pembunuhan "Jamal Khashoggi" yang direncanakan sebelumnya, kata penyidik ​​hak asasi manusia PBB, Rabu (19/6/2019).

Agnes Callamard, seorang ahli hak asasi manusia yang merupakan pelapor khusus untuk Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan sanksi yang ditargetkan terhadap orang Saudi yang terkait dengan pembunuhan wartawan Saudi itu "harus mencakup putra mahkota dan aset pribadinya di luar negeri".Dia menambahkan bahwa dia tidak menemukan "pistol merokok" yang secara langsung memberatkan pewaris takhta Saudi tersebut, tetapi mengatakan hampir pasti dia sadar bahwa rencana untuk menargetkan Khashoggi sedang berlangsung."Bukti menunjukkan misi 15 orang untuk mengeksekusi Khashoggi yang membutuhkan koordinasi, sumber daya, dan keuangan pemerintah yang signifikan," tulisnya dalam laporan itu.“Sementara pemerintah Saudi mengklaim bahwa sumber daya ini diberlakukan oleh Ahmed Asiri, setiap ahli yang dikonsultasikan merasa bahwa operasi skala ini tidak dapat dilaksanakan tanpa putra mahkota menyadari, setidaknya, semacam misi yang bersifat kriminal, diarahkan pada Tuan Khashoggi, sedang diluncurkan."Dibersihkan secara forensikKhashoggi, yang menulis untuk Middle East Eye dan Washington Post, terbunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober oleh pasukan pembunuh Saudi.Pembunuhan itu memicu kecaman seluruh dunia terhadap Riyadh, dan sebuah laporan CIA menemukan bahwa Mohammed bin Salman hampir pasti bertanggung jawab atas penandatanganan operasi tersebut.Pemerintah Saudi telah membantah bahwa putra mahkota mengetahui rencana itu, atau itu ditutup-tutupi, dan sebaliknya menyatakan bahwa Ahmed al-Assiri, yang saat itu wakil kepala intelijen militer, dan Saud al-Qahtani, seorang pembantu utama kerajaan, bertanggung jawab.Sebelas warga Saudi yang tidak disebutkan namanya saat ini diadili di Riyadh atas pembunuhan tersebut, meskipun Qahtani tampaknya melenggang bebas dan tetap berhubungan dengan putra mahkota, menurut beberapa laporan.Callamard menemukan bahwa penyelidikan Saudi dan Turki terhadap pembunuhan itu gagal memenuhi standar internasional.Turki menuduh Arab Saudi sebagian besar tidak kooperatif, meskipun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Salman setuju untuk meluncurkan penyelidikan bersama.Dalam laporannya, Callamard mengatakan Riyadh berada di bawah "kewajiban internasional" untuk bekerja sama dengan penyelidik Turki.Namun, pelapor khusus "menemukan bukti yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa tempat kejadian kejahatan telah dibersihkan secara menyeluruh, bahkan secara forensik"."Ini menunjukkan bahwa penyelidikan Saudi tidak dilakukan dengan itikad baik, dan itu mungkin sama dengan menghalangi keadilan," katanya.'Hewan kurban'Pihak berwenang Turki memutar rekaman suara pembunuhan Khashoggi yang diperoleh dari konsulat kepada Callamard.Dalam rekaman itu, kata laporan itu, pemimpin regu pembunuh bayaran, Maher Mutreb, dan seorang ahli patologi forensik, Salah Tubaigy, dapat didengar mendiskusikan pemotongan Khashoggi, yang disebut sebagai "hewan kurban" oleh Mutreb."Sendi akan dipisahkan," kata Tubaigy kepada Mutreb, 13 menit sebelum pembunuhan.“Pertama kali aku memotong di lantai. Jika kami mengambil kantong plastik dan memotongnya, itu akan selesai. ”Callamard menyerukan agar pengadilan Saudi atas 11 tersangka ditangguhkan, menambahkan bahwa meskipun ini merupakan langkah penting menuju akuntabilitas, proses pengadilan gagal memenuhi standar prosedural dan substantif."Persidangan diadakan di balik pintu tertutup; identitas mereka yang didakwa belum dirilis juga bukan identitas mereka yang menghadapi hukuman mati," tulisnya."Pada saat penulisan, setidaknya salah satu dari mereka yang diidentifikasi bertanggung jawab atas perencanaan dan pengorganisasian eksekusi Tuan Khashoggi belum dituntut."Laporan tersebut merekomendasikan bahwa kerabat Khashoggi diberi kompensasi atas pembunuhan tersebut dan mengatakan bahwa paket yang ditawarkan menurut laporan sebelumnya tidak cukup."Pelapor khusus memperoleh informasi mengenai paket keuangan yang ditawarkan kepada anak-anak Tuan Jamal Khashoggi tetapi ini dipertanyakan apakah paket tersebut merupakan kompensasi di bawah hukum hak asasi manusia internasional," katanya. (st/MEE)

Selengkapnya

Ungkap Kelemahan Situng KPU, Saksi Ahli Hermansyah Merasa Terancam
Rabu, 19 Juni 2019 - 20:33 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-19 20:48 WIB
“Ya paling tidak saya merasa terancam karena ada mobil yang lalu lalang dan berhenti dekat rumah saya.”

Selengkapnya

Putra Mursi: Pemerintah Mesir Larang Keluarga Mursi Terima Pelayat
19 Juni 2019 20:16 WIB     |     Waktu unduh: 2019-06-19 20:33 WIB
KAIRO (voa-islam.com) - Pemerintah Mesir melarang keluarga mantan Presiden Muhammad Mursi menerima para pelayat, kata putranya, Abdullah Mursi hari Rabu ini (19/6/2019).

"Mereka melarang orang untuk melakukan shalat jenazah untuk Anda (Mursi) dan mencegah kami membangun rumah belasungkawa untuk Anda," kata Abdullah Mursi dalam sebuah postingan di Twitter.

"Bahkan di rumah keluarga kami tidak diizinkan menerima pelayat," tambahnya.

Selengkapnya