Total: 60597
Aroma Islamofobia di Austria, Bagaimana Sikap Kita?
19 Mei 2019 18:38 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 19:03 WIB
 

Oleh: Hasni Tagili, M. Pd

Parlemen Austria telah mengesahkan rancangan undang-undang larangan pemakaian jilbab di Sekolah Dasar yang diajukan pemerintahan koalisi (15/05/2019). Dilansir dari Guardian, Kamis (16/5), aturan merujuk pada pakaian yang dipengaruhi secara ideologis atau agama yang dikaitkan dengan penutup kepala. Perwakilan dari kedua bagian dari koalisi yang memerintah, Partai Rakyat (OeVP) kanan-tengah dan Partai Kebebasan (FPOe) sayap kanan, menegaskan meskipun dideskripsikan secara luas, undang-undang tersebut ditargetkan pada jilbab Islam. Bukan hanya jilbab, 2017 lalu Austria telah melarang penggunaan cadar.

Selengkapnya

Ombudsman: Negara Lakukan Maladministrasi dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019
19 Mei 2019     |     Waktu unduh: 2019-05-19 19:03 WIB

Ombudsman RI menilai adanya maladministrasi yang terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2019. Alasannya, banyak petugas KPPS yang meninggal dunia disebabkan banyak faktor dan salah satunya berkaitan dengan prosedur perekrutan.

Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala menjelaskan dalam memberikan pembekalan sebelum diselenggarakannya pemungutan suara, petugas KPPS tidak mengetahui risiko yang akan didapatkan.

Selengkapnya

Menang di Riau, Sandi Sentil Para Kepala Daerah
19 Mei 2019     |     Waktu unduh: 2019-05-19 19:03 WIB

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengaku gembira bisa menang di tempat kelahirannya. Sandi juga menyoal beberapa waktu lalu tentang semua kepala daerah di Riau yang mengarahkan dukungan kepada pasangan tertentu.

“Kita lihat bagaimana secara terbuka, para pemimpin daerah di sini mengarahkan dukungannya. Tapi ternyata masyarakat terutama emak-emak dan warga Riau menyatakan menginginkan perubahan,” ucap Sandi dalam acara Konsolidasi Silaturahmi Tim Pemenangan Prabowo-Sandi se-Riau di Pekanbaru, Sabtu (18/5/2019).

Selengkapnya

Digugat Bekas Anggota, Mabes Polri: Anggota tidak Boleh LGBT
18 Mei 2019     |     Waktu unduh: 2019-05-19 19:03 WIB

– Mabes Polri angkat bicara terkait kabar adanya gugatan bekas anggotanya yang dipecat lantaran memiliki orientasi seksual menyimpang. Bekas anggota bernama TT itu menggugat Polda Jawa Tengah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, perilaku seks menyimpang termasuk melanggar norma agama dan kesopanan.

Anggota Polri, kata Dedi, harus mematuhi norma kesopanan dan agama yang tercantum dalam UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.

Selengkapnya

Ferdinand Hutahean Nyatakan Berhenti Dukung Prabowo-Sandi
19 Mei 2019 18:44 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 19:03 WIB

Eramuslim.com – Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyatakan berhenti mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pernyataan itu ia ungkapkan lewat akun media sosial Twitter-nya, @FerdinandHaean2 pada Minggu (19/5).

Dia menuturkan, perilaku sekelompok orang yang ia sebut ‘setan gundul’ yang mengolok istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang tengah terbaring sakit di Singapura menjadi penyebabnya.

Selengkapnya

SKAK Wiranto yang Ancam Rakyat, dr. Gunawan: Jika Tak Mau Berurusan Dengan Pengadilan HAM PBB (Lagi), Jangan Macam-Macam
2019-05-19 18:19:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 18:33 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta semua pihak tak bicara sembarangan jika tak ingin berurusan dengan polisi. Hal ini diungkapkan Wiranto terkait tuduhan makar terhadap sejumlah tokoh.

"Terbukti sekarang Eggi Sudjana bisa kami proses hukum. Kivlan Zen, Permadi lagi nunggu, siapa lagi? Makanya kalau enggak mau berhubungan dengan polisi, jangan ngomong macem-macem. Kalau udah berurusan, baru ngelak, tapi udah tersebar omongannya dimana-mana," ujar Wiranto di Hotel Paragon, Jakarta pada Kamis, 16 Mei 2019.

Selengkapnya

Jangan Sumbat Demonstran
19 Mei 2019 18:09 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 18:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Jika demonstrasi membesar siapa yang salah? Yang salah adalah sumbatan yang dibuat pada aspirasi. Demikian kata politisi Fahri Hamzah.

Arus pikiran dan aspirasi itu kata Fahri seperti air. Ia hadir untuk disalurkan, kalau dibendung ia akan membesar.

Jika tak ada kanal saluran, ia berpotensi menciptakan air bah dan kerusakan,” cuitannya, Sabtu (18/5/2019).

Selengkapnya

Komputer Canggih bermerek Kapehuhh
19 Mei 2019     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:48 WIB

Akhirnya, telah lahir komputer canggih nan ngeri-ngeri sedap bermerek Kapehuhh di negeri loh jinawi. Ini bukan sembarang komputer, pun bukan komputer sembarangan. Komputer ini bukan sembarang komputer karena hanya dioperasionalkan oleh sebuah instansi yang dapat menentukan hitam atau putih wajah negeri tersebut. Ini bukan komputer sembarangan karena ia memiliki kepiawaian megejawantahkan secara fasih petuah Niccolo Machiavelli yang disinergikan dengan post truth, serta metode penilaian ‘tujuh dari sepuluh wanita menggunakan shampoo merek y’.

Selengkapnya

Hapus Tato agar Hijrah Makin Kaaffah
19 Mei 2019     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:48 WIB

Anak-anak punk dan anak jalanan dalam komunitas Tasawuf Underground ingin melengkapi proses hijrah dengan mengikuti program penghapusan tato gratis di kolong jembatan depan Stasiun Tebet, Jakarta.

“Saya ikut biar lebih afdal aja hijrah saya dan melupakan masa lalu. Programnya gratis dan tanpa syarat hafalan Al Quran yang bisa memberatkan teman-teman lain yang serius berhijrah,” kata Willy Agung, anak punk anggota Tasawuf Underground yang mengikuti program hapus tato gratis itu, Sabtu (18/5/2019).

Selengkapnya

Mengapa Rakyat Nekat?
2019-05-19 17:43:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:48 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Diancam akan ditembak di tempat jika ganggu NKRI, rakyat tak bergeming. Disiapin 150 anjing pemburu (dari Hendropriyono), cuek. Ulama dan tokohnya ditangkap, gak takut juga. Tetap saja mau turun ke jalan? Nekat!

Setidaknya ada tiga faktor utama. Akumulasi tiga faktor ini memberi suplai energi kenapa rakyat jadi "terkesan" nekat. Turun jalan dan protes. Padahal lagi bulan Ramadhan.

Selengkapnya

Hendropriyono Minta Provokator Aksi 22 Mei Wajib Ditangkap dan Diasingkan
2019-05-19 17:41:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:48 WIB
Beritaislam - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) era awal Presiden Megawati Soekarnoputri, AM Hendropriyono, percaya pemerintah sudah mengantisipasi untuk menghadapi aksi 22 Mei mendatang. Sebab, pemerintah sudah mengidentifikasi orang-orang yang berpotensi menjadi provokator.

"Langkah kita, saya bilang semuanya kan sudah ketahuan. Langkah-langkah yang diambil kan penggembosan sebelum berangkat. Kalau sudah jalan provokatornya, saat itu atau saat kemudian akan diambil oleh aparat," ucap Hendropriyono di bilangan Jakarta, Sabtu (18/5).

Dia menuturkan, provokator meskipun cuma berteriak juga bisa terjerat hukum. Sebab, provokator dinilai meresahkan dan harus diamankan.

"Dan walaupun itu cuma teriak di jalan, tapi hukumannya ada. Walaupun hukuman

Selengkapnya

Ust. Zamroni: Hikmah Puasa Ramadhan
Ahad, 2019-05-19 17:30     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:48 WIB
KIBLAT.NET- Allah telah memerintahkan kepada umatNya untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Apakah hikmah dari puasa...

Selengkapnya

Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat Serukan Aksi Nasional
19 Mei 2019 17:30 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:48 WIB

Eramuslim – Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat atau GNKR merupakan gerakan strategis yang diinisiasi oleh para aktivis nasional pro demokrasi pro kedaulatan rakyat lintas generasi lintas agama lintas sektoral yang bertujuan mengadvokasi berbagai kecurangan pemilu 2019, khususnya pilpres 2019.

GNKR menilai pemilu 2019 merupakan pemilu curang yang dinilai terstruktur, sistematis dan massif sehingga perlu adanya evaluasi.

Selengkapnya

Besok, Giliran Amien Rais Diperiksa Polisi dalam Kasus Makar
2019-05-19 17:24:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:33 WIB
Beritaislam - Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais akan diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (20/5) besok sebagai saksi atas kasus dugaan makar yang menjerat Eggi Sudjana.

"Iya (Amien Rais) akan diperiksa sebagai saksi tersangka Eggi Sudjana besok jam 10 pagi," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Minggu (19/5).

Sebelumnya, Mayjen TNI Purn Kivlan Zen juga diperiksa penyidik sebagai saksi kasus tersangka Eggi, Kamis (16/5) sekitar pukul 10:00 WIB. Kivlan diperiksa penyidik selama hampir 15 jam dan dicecar sebanyak 51 pertanyaan terkait kasus dugaan makar.

Diketahui, Eggi sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan perdana sebagai tersangka Senin (13/5) sore. Pemeriksaan berlangsung hingga Selasa (14/5) pagi.<

Selengkapnya

Di Sulsel, Prabowo Unggul 19 Kabupaten, Jokowi Hanya Lima
2019-05-19 17:20:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:33 WIB
Beritaislam - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel akhirnya merampungkan rekapitulasi tingkat provinsi untuk Pilpres. Penuntasan rekap ini sempat tertunda beberapa kali setelah dua daerah, Gowa dan Makassar yang lambat memasukkan rekap tingkat kabupaten/kota.

Hasilnya, pasangan Capres 02 Prabowo-Sandi menang di 19 kabupaten/kota, sedangkan pasangan Capres 01 Jokowi-Amin hanya menang di 5 kabupaten. Secara keseluruhan, pasangan Prabowo-Sandi unggul dari Jokowi-Amin di Sulsel.

Jika dirinci, Jokowi hanya memenangkan suara rakyat di Kabupaten Soppeng, Wajo, Bone, Tanah Toraja dan Toraja Utara. Sedangkan Prabowo justru menang di 19 kabupaten/kota, termasuk di Kota Makassar, daerah yang mantan Wali Kotanya yang berkali-kali berjanji memenangkan Jokowi.

Se

Selengkapnya

Ferdinand Hutahaean Nyatakan Berhenti Dukung Prabowo-Sandi. Ini Alasannya...
2019-05-19 17:18:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:33 WIB
Beritaislam - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyatakan berhenti mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pernyataan itu ia ungkapkan lewat akun media sosial Twitter-nya, @FerdinandHaean2 pada Minggu (19/5).

Dia menuturkan, perilaku sekelompok orang yang ia sebut 'setan gundul' yang mengolok istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang tengah terbaring sakit di Singapura menjadi penyebabnya. "Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI." kata Ferdinand. Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTALAtas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI.

Selengkapnya

Pemerintah Gunakan Rp200 Miliar Dana Haji untuk Bantuan Sosial
19 Mei 2019 17:15 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:33 WIB

Eramuslim – Badan Pengelolaan Biaya Haji (BPKH) siap menggelontorkan dana sebesar Rp 150 hingga Rp 200 miliar per tahunnya untuk bantuan dana sosial di seluruh Indonesia. Tahun ini dana haji yang disiapkan untuk disalurkan sebesar Rp 177 miliar.

Ketua BPKH, Anggito Abimanyu, menyampaikan hal tersebut seusai meresmikan Klinik Ummat kerjasama dengan Solo Peduli di Jalan Songgo Bumi RT 03 RW 03 Desa Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Selengkapnya

Weleh, Wiranto Lagi
2019-05-19 17:09:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:18 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID] Wiranto menyatakan bahwa pada tanggal 22 Mei ada pihak yang akan menduduki KPU dan akan mengumumkan kemenangannya. Ketika ditanya siapa yang dimaksud  maka ia hanya menjawab "pihak seberang". Nah, sebagai Menkopolhukam Wiranto ini nampaknya sedang memerankan diri sebagai "algojo" Pemerintah. Aktif sekali main intimidasi dan mengucapkan kata berbau fitnah. Setelah meminta agar Pemda, Kapolda, dan Pangdam mencegah warga datang ke Jakarta pada tanggal 22 Mei, kini ia melempar isu soal pendudukkan KPU.

Selengkapnya

5.000 Pelajar RI Terjerat 'Kerja Paksa' di China dan Taiwan
2019-05-19 17:02:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:18 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID] Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Asia-Oseania menyebutkan sebanyak 5.000 pelajar RI di China dan Taiwan terjerat praktik kuliah kerja yang tak proporsional, salah satunya jam kerja yang melebihi seharusnya.

Jumlah itu didapat dari investigasi satgas yang dibentuk PPI Kawasan Asia-Oseania, beranggotakan perwakilan mahasiswa Indonesia di China, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang.

Selengkapnya

2 Ribu Orang dari Yogya Disebut Akan Ikut Aksi 22 Mei di Jakarta
2019-05-19 17:12:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:18 WIB
Beritaislam - Polda DIY telah menyatakan tak ada pergerakan massa dari Yogyakarta yang akan ikut aksi pada 22 Mei di Jakarta. Namun demikian hal itu dibantah Ketua Presidium Gerakan Kedaulatan Rakyat di Yogyakarta, Syukri Fadholi.

Syukri menyebut, akan ada 2.000 orang dari Yogyakarta akan mengikuti aksi pada 22 Mei di Jakarta.

“Saya memprediksi setidaknya ada 2.000 orang yang berangkat kemungkinan ada. Informasi yang disampaikan pada saya (ada yang) naik bus, maupun juga kereta api atau mungkin mandiri sudah mulai berangkat," ujar Syukri saat dihubungi, Minggu (19/5).

"(Kami) tidak melarang tapi saya berharap ketika mereka ke sana betul-betul menjaga etika yang baik dan aman,”  imbuhnnya.

Syukri mengatakan, massa b

Selengkapnya

KAMMI Serukan Turun Aksi 20 Mei
2019-05-19 17:10:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:18 WIB
Beritaislam - Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melalui rilisnya dan surat instruksi bernomor 365/I/KU-i/KAMMI/V/2019 dengan tegas memberikan instruksi nasional kepada seluruh ketua pengurus daerah dan wilayah, serta kader kader KAMMI di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi serentak 20 Mei 2019.

Instruksi yang beredar tersebut ditandatangani oleh Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Deni Setiadi dan Ketua Umum PP KAMMI sendiri, Irfan Ahmad Fauzi.

Dalam instruksi tersebut aksi akan dipusatkan diseluruh kantor KPU setempat, senin 20 Mei sejak pagi hari, 09.00 – selesai.

“KPU harus dievaluasi secara menyeluruh,” tegas Deni Setiadi dalam rilisnya.

Aksi yang diusung dengan tema “

Selengkapnya

Fadli Zon: Masyarakat yang Mau Demo 22 Mei Ditakut-takuti Isu Teror Bom
2019-05-19 17:08:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:18 WIB
Beritaislam - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai ada intimidasi terhadap rencana sejumlah pihak yang ingin menggelar demonstrasi pada 22 Mei 2019. Salah satunya, kata Fadli, pihak yang ingin demo itu ditakut-takuti isu adanya teror bom.

"Hak rakyat untuk menyatakan pendapat, misalnya memprotes kecurangan Pemilu, bahkan bukan hanya telah dihalang-halangi, tapi mengalami intimidasi sedemikian rupa. Ancaman itu selain terlontar dari sejumlah menteri juga aparat kepolisian", kata Fadli kepada wartawan, Minggu (19/5/2019).

"Terakhir bahkan masyarakat yang ingin memprotes kecurangan Pemilu pada 22 Mei nanti ditakut-takuti dengan kemungkinan adanya aksi teror bom oleh teroris. Selain itu, ada sweeping, razia, dan pencegahan masyarakat yang akan datang ke Jakarta," t

Selengkapnya

Polisi Tangkap Guru Honorer yang Posting 'Bunuh saja Jokowi'
2019-05-19 17:04:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:18 WIB
Beritaislam -  Seorang guru honorer asal Dusun Morsongai, Panaan, Pamekasan, Madura, Hairil Anwar (35) diamankan Subdit V Cyber Crime Polda Jatim. Pasalnya, Hairil menulis postingan ancaman untuk membunuh Presiden Joko Widodo di media sosial facebook.

Namun, Hairil menuliskan postingan ini di akun facebook palsu bernama Putra Kurniawan. Postingan tersebut berisi, 'bunuh saja tu Jokowi anjing,'.

"Berkaitan dengan undang-undang ITE, dan hal-hal yang menyangkut hate speech, SARA. Kebetulan yang bersangkutan ini kita hadirkan di depan rekan-rekan, ini bernama Putra Kurniawan tapi sebenarnya bukan namanya. Namanya Hairil Anwar," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (19/5/201

Selengkapnya

NU DKI Larang Peserta Ifthor Akbar 212 Nginap di Masjid NU
19 Mei 2019 17:00 WIB     |     Waktu unduh: 2019-05-19 17:18 WIB

Eramuslim – Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta mengeluarkan instruksi melarang massa Ifthor Akbar 212 menginap di masjid yang ada di bawah NU.

Mereka beralasan karena masjid merupakan sarana ibadah, bukan sarana politik. Instruksi ini beredar melalui pesan WhatsApp, atas nama Ketua LTM PWNU DKI Jakarta, Husni Muhsin.

Informasi tersebut sudah berhasil dikonfirmasi kepada Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta Muhnad Hazami. “Benar,” kata Hazami, Sabtu 18 Mei 2019.

Selengkapnya

Indonesia Pascapemilu 2019, Mewapadai Peran Asing dan Aseng
2019-05-19 16:43:00     |     Waktu unduh: 2019-05-19 16:48 WIB

Oleh: Prof. Daniel Mohammad Rosyid
Guru Besar ITS Surabaya

Negeri yang cantik molek ini tidak pernah dibiarkan begitu saja oleh para penjajah sejak kedatangan VOC di akhir abad 15. Bahkan NKRI yang dilahirkan oleh Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 gagal menyediakan prasyarat budaya bagi bangsa yang merdeka. Akibatnya, Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak pernah berhasil diwujudkan dalam praktik. Lingkungan global yang nekolimik tidak pernah membiarkan Pancasila dipraktekkan di negeri ini.

Selengkapnya