Total: 78285
Anies Berangkatkan 60 Relawan, Warganet: Gubernur Rasa Presiden, Presiden Rasa Lurah!
2019-09-16 19:27:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 19:33 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kabut asap yang menyelimuti Kepulauan Riau akibat kebakaran hutan semakin tebal dan semakin mengkhawatirkan.

Atas dasar itulah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengirimkan 60 relawan dari Pemprov DKI untuk ikut menanggulangi kebakaran di Riau.

"Insya Allah besok 60 relawan dilepas resmi Pak Gubernur," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Subejo saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Senin 16 September 2019.

Selengkapnya

Pasukan Darat Rusia Berkumpul di Pedesaan Selatan Idlib Diduga untuk Serangan Baru
16 September 2019 19:15 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 19:18 WIB
IDLIB, SURIAH (voa-islam.com) - Pasukan darat Rusia sedang berkumpul di pedesaan selatan kegubernuran Idlib, kata pejuang oposisi yang didukung Turki itu kepada kantor berita Reuters pekan lalu.

Menurut juru bicara Angkatan Darat Nasional yang didukung Turki, Mayor Yousef Hammoud, pasukan darat Rusia dan "milisi Iran" sedang mempersiapkan serangan baru di pedesaan selatan Kegubernuran Idlib; dia tidak memberikan perincian lagi."Mengumpulkan milisi Iran dan pasukan darat Rusia semua merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang sedang dipersiapkan untuk serangan baru," katanya.Sebuah sumber dari Tentara Arab Suriah mengklaim kedatangan pasukan Rusia di Idlib selatan tidak ada hubungannya dengan operasi apa pun, melainkan kebutuhan mereka untuk memenuhi kuota pos pemeriksaan mereka di dekat zona demiliterisasi.Tentara Arab Suriah, bagaimanapun, sedang bersiap untuk meluncurkan serangan baru terhadap pasukan oposisi di Dataran Al-Ghaab dan pedesaan timur laut Latakia.Selama tiga minggu terakhir, Tentara Suriah telah mengerahkan pasukan mereka di front-front ini untuk operasi mendatang.Tentara Suriah telah mulai menyerang posisi pejuang oposisi di kedua daerah, tetapi mereka belum memulai operasi penyerbuan mereka. (st/AMN)

Selengkapnya

Muhammadiyah Palangkaraya Inisiasi Mobil Oksigen Hadapi Karhutla
16 September 2019 18:57 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 19:03 WIB
PALANGKARAYA (voa-islam.com)--Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia sejak 2 bulan lalu, telah menjadi isu nasional yang perlu ditangani dengan serius.

Ketua MDMC Palangkaraya, Aprie Husin Rahu, menerangkan bahwa kondisi masyarakat saat ini kesulitan mendapat udara segar, baik di titik area kebakaran maupun di kota. Masyarakat banyak mengalami sesak napas akibat terpapar asap kebakaran yang tidak henti–hentinya mengudara.

Selengkapnya

Iran Bantah Tuduhan AS Terkait Serangan Fasilitas Minyak Saudi
16 September 2019 18:53 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 19:03 WIB
TEHERAN (voa-islam.com) - Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Senin ini membantah tuduhan Amerika Serikat bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap dua fasilitas minyak milik Saudi Aramco. Iran mengatakan tuduhan itu "tidak berdasar dan keterlaluan". 

Sebelumnya [ada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan Iran karena mengoordinasikan serangan pesawat tanpa awak pada fasilitas produksi minyak Arab Saudi. 

Selengkapnya

Pria Singapura Ditangkap di Bawah ISA Karena Sediakan Uang untuk Keperluan Jihadis
16 September 2019 18:30 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 18:48 WIB
SINGAPURA (voa-islam.com) -  Seorang pria Singapura berusia 34 tahun didakwa di pengadilan pada Senin (16/9/2019) karena menyediakan uang untuk keperluan jihadis, kata Kementerian Dalam Negeri (MHA).
 
Ahmed Hussein Abdul Kadir telah ditahan sejak Agustus 2018 di bawah Internal Security Act (ISA).
 
"Dia telah diradikalisasi dan ingin melakukan kekerasan bersenjata untuk mendukung kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah," kata MHA dalam siaran pers. Investigasi oleh Departemen Urusan Komersial menemukan bahwa Hussein telah memberikan S $ 1.059 pada 29 Jul 2016 dan US $ 62 (S $ 86) pada 3 September 2016 kepada seseorang di luar negeri yang memfasilitasi aksi jihad.Menurut dokumen pengadilan, transaksi pertama dilakukan melalui Western Union Global Network kepada seorang individu bernama Patrick Gray, dan yang kedua dilakukan melalui PayPal ke individu lain bernama Nzingha Kokayi.Kedua jumlah itu akan digunakan untuk memberi manfaat bagi Syekh Abdullah al-Faisal, yang memfasilitasi aksi jihad, tambah dokumen pengadilan."Tindakan memberikan uang untuk mendukung tujuan teroris ini adalah pelanggaran serius, berapapun jumlahnya, di bawah Undang-Undang Terorisme (Penindasan Pembiayaan)," kata MHA. Jika Hussein dinyatakan bersalah, perintah penahanan terhadapnya akan dibatalkan dan dia akan menjalani hukuman penjara yang dijatuhkan oleh pengadilan, tambah kementerian itu. "Untuk mencegah dia menyebarkan gagasan radikalnya ke tahanan lain, dia akan ditahan secara terpisah dan akan terus menjalani rehabilitasi sambil menjalani hukuman penjara," kata MHA. Pada akhir hukuman penjara, penilaian akan dilakukan untuk memeriksa apakah "dia telah berhasil direhabilitasi atau tetap menjadi ancaman bagi masyarakat". "Jika dia tetap menjadi ancaman, dia mungkin ditahan lebih lanjut di bawah ISA," kata kementerian itu. "Anggota masyarakat diingatkan untuk tidak mengirimkan uang, dalam jumlah berapa pun, atau memberikan dukungan apa pun melalui penyediaan layanan, pasokan, atau materi apa pun kepada organisasi teroris (baca; jihad), atau untuk memfasilitasi atau melakukan tindakan teroris apa pun," tambah MHA. Siapa pun yang dinyatakan bersalah karena menyediakan properti dan layanan untuk tujuan teroris dapat dipenjara hingga 10 tahun, didenda hingga S $ 500.000, atau keduanya."Terorisme dan pendanaannya merupakan ancaman besar bagi keamanan domestik dan internasional, dan tindakan global diperlukan untuk mencabut pendanaan dan material kelompok-kelompok teroris," kata kementerian itu."Singapura adalah bagian dari upaya global ini dan sangat berkomitmen untuk memerangi pendanaan terorisme, terlepas dari apakah (uangnya) digunakan untuk memfasilitasi tujuan teroris secara lokal atau luar negeri."Siapa pun yang memiliki informasi kegiatan tersebut harus segera memberi tahu pihak berwenang. (st/CNA)

Selengkapnya

"TALIBANISASI" KPK, APANYA YANG SALAH...?
2019-09-16 18:33:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 18:48 WIB

"TALIBANISASI" KPK, APANYA YANG SALAH...?
Salah satu alasan saya sampai sekarang tidak bisa mendukung rezim Pak Jokowi adalah karena sejak beliau berkuasa, di Indonesia menjadi orang Islam yang benar-benar jadi orang Islam adalah sebuah dilema.

Sejak beliau berkuasa, berulang kali simbol-simbol ke Islaman dihina. Baru jaman beliau berkuasa saya melihat umat islam yang taat dihujat dan direndahkan pada level yang paling nista.

Selengkapnya

Miliki Cacat Melekat Seorang Pemimpin, Jokowi Diberi Tiga Tembakan Jitu oleh Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas
2019-09-16 18:30:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 18:48 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas dengan tegas menolak revisi UU KPK. Busyro pun menembak Jokowi dengan 3 pernyataan tajam.

Berikut adalah 3 pernyataan tajam Busyro yang disampaikannya kepada media Ahad, 15 September 2019.
1. Busyro menyebut ada cacat melekat seorang pemimpin pada sikap Jokowi yang tega main-main dan seakan membodohi publik.
"Ada kontinuitas. Revisi UU itu sejak zaman SBY, lalu Jokowi, ditunda. Kalau SBY disetop. Jokowi ditunda. Ditambah lagi revisi UU yang ekstrakilat. Presiden ini masih tega-teganya main-main seakan-akan membodohi publik. Seakan-akan publik itu bodoh. Ini cacat melekat pada seorang pemimpin," kata Busyro. 2. Busyro menilai revisi UU KPK ini merupakan upaya pembunuhan KPK dan mengkhawatirkan revisi UU KPK ini sebagai bayaran Jokowi kepada pihak-pihak yang berjasa mengantarkannya ke kursi Presiden RI. "Dia lebih mencerminkan suara di sekitarnya. Yang mengkhawatirkan kalau suara itu ditentukan oleh kelompok yang berjasa besar di karirnya di periode pertama dan kedua. Nah, sekarang nagih bayaran. Bayarannya KPK ini," ujarnya. Menurut Busyro, poin-poin yang diajukan Jokowi dalam revisi UU KPK, seperti dewan pengawas, ditunjuk presiden hingga pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) justru berakibat kematian KPK.  Sebab, poin-poin itu berisiko menghilangkan independensi KPK sebagai lembaga antirasuah. "Lebih dari pada pelemahan. Supaya bangsa Indonesia itu akrab dengan yang lugas-lugas tidak samar-samar seakan-akan santun. Saya mengatakan pembunuhan. Pembunuhan. Lugas kan. Situasinya cocok saya untuk menggunakan kata itu daripada pelemahan. Sebab, kalau isinya pelemahan presiden itu menolak pelemahan dengan menolak pasal-pasal yang diajukan oleh DPR itu tapi tiga poin itu setelah kita baca, diteliti KPK sendiri, diteliti teman-teman itu sama saja masih mengandung unsur yang akibatnya pembunuhan KPK," papar Busyro. 3. Busyro mengatakan revisi UU KPK simultan dengan pembentukan Pansel Capim KPK yang hasilnya amburadul kelewat batas. "Yang hasil dari pansel KPK itu amburadulitasnya kelewat batas. Tapi itu tanggung jawab presiden selaku pembentuk dan penanggung jawab. Nah, karena ini bersamaan, simultan, maka baru kali ini KPK itu dipimpin oleh polisi aktif. Dulu Pak Bibit itu sudah pensiun dan bukan Ketua KPK. Baru kali ini. Pak Ruki, Plt. Nah, pertamanya itu Pak Ruki memang, tapi sudah pensiun lho. Yang periode pertama. Dan polisi ketika itu kan konteksnya beda dengan sekarang ini. Sekarang polisi sama-sama kita ketahui lah," katanya. Saat ini, revisi UU KPK sedang dibahas oleh pemerintah dan DPR. Poin-poin dalam revisi UU itu dikhawatirkan melumpuhkan KPK, dari penyadapan harus seizin dewan pengawas hingga kewenangan penghentian kasus. Sumber: Detik

Selengkapnya

INILAH MANFAAT DAN DOSIS MINYAK IKAN OMEGA 3
-     |     Waktu unduh: 2019-09-16 18:48 WIB

EramuslimAdvertorial – Dalam 10 tahun terakhir, banyak orang telah beralih ke suplemen minyak ikan omega-3 , yang memiliki manfaat bagi orang sehat dan juga mereka yang menderita penyakit jantung .

Minyak ikan Omega-3 mengandung asam docosahexaenoic (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA). Asam lemak omega-3 adalah nutrisi penting yang penting dalam mencegah dan mengelola penyakit jantung .

Selengkapnya

Heboh Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta Ganti Nama Jadi Traveloka
-     |     Waktu unduh: 2019-09-16 18:48 WIB

Eramuslim – Elite PDIP memprotes pergantian nama Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta menjadi nama perusahaan e-commerce terkemuka, Traveloka. Politikus PDIP Darmadi Durianto memprotes cara perubahan nama tersebut yang terkesan melecehkan nama besar dua proklamator RI.

“Nama proklamator diganti, sangat menghina. Saya pribadi sebagai kader PDIP dan anak ideologis Bung Karno merasa terhina,” ujar Darmadi, dalam keterangannya, Senin, 16 September 2019.

Selengkapnya

KAMMI Desak Jokowi, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK
16 September 2019 18:12 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 18:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) telah berdiri 17 tahun. Selama itu pula telah banyak mengungkap kasus korupsi yang tentunya dibenci penggiat korupsi.

Melihat kebelakang, KPK kerap mendapat serangan baik secara teror pada penyidik KPK hingga rumah pribadi 2 Ketua KPK. Tercatat di awal 2019, dua kediaman pimpinan KPK dilempar bom molotov.

Belum terungkap rangkaian teror yang menghampiri ketua dan penyidik KPK, di awal September 2019 masyarakat dikagetkan rencana Revisi RUU KPK oleh Komisi III DPR. Belakangan, hal itu juga didukung Presiden Joko Widodo. 

Selengkapnya

Daging Impor Tak Wajib Label Halal, Warga Minta Presiden Copot Enggar
-     |     Waktu unduh: 2019-09-16 18:18 WIB

Eramuslim – Sejumlah warga di Jakarta dan sekitarnya bereaksi terhadap aturan baru Kementerian Perdagangan ihwal impor produk hewan yang tak lagi mewajibkan mencantumkan label halal. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan nomor 59 tahun 2019.

Dalam penjelasannya, pemerintah telah menegaskan kalau syarat halal tetap diatur dan menjadi rekomendasi sekalipun tak mewajibkan labelnya. Namun beberapa warga tetap tak setuju atas aturan baru itu.

Selengkapnya

Arab Saudi Berusaha Pulihkan Produksi Minyak Pasca Serangan Drone
16 September 2019 17:50 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 18:03 WIB
RIYADH (voa-islam.com) - Arab Saudi berusaha mengembalikan sepertiga dari produksi minyak yang terganggu pada Senin malam ini.

Surat kabar Wall Street Journal melaporkan bahwa kehilangan hampir 6% dari produksi minyak global karena serangan drone pada dua fasilitas minyak Arab Saudi telah membuat harga minyak mentah melonjak.

Surat kabar itu mengklaim bahwa serangan itu meruntuhkan 5,7 juta barel produksi harian.

Selengkapnya

Permendag tentang Ekspor Impor Daging akan Ditambahi Syarat Halal
16 September 2019     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:48 WIB

Kementerian Perdagangan akan menambahkan pasal persyaratan halal dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan pihaknya akan menambahkan satu butir pasal dalam Permendag 29/2019 untuk menegaskan kembali bahwa impor hewan dan produk hewan harus memenuhi persyaratan halal.

Selengkapnya

KAMMI Desak Presiden, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK
2019-09-16 08:52:50+00:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:33 WIB

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berdiri 17 tahun. Selama itu pula telah banyak mengungkap kasus korupsi yang tentunya dibenci penggiat korupsi.

Melihat kebelakang, KPK kerap mendapat serangan baik secara teror pada penyidik KPK hingga rumah pribadi 2 Ketua KPK. Tercatat di awal 2019, 2 kediaman pimpinan KPK dilempar bom molotov.

Belum terungkap rangkaian teror yang menghampiri ketua dan penyidik KPK, di awal September 2019 masyarakat dikagetkan rencana Revisi RUU KPK oleh Komisi III DPR. Belakangan, hal itu juga didukung Presiden Joko Widodo.

Selengkapnya

Bersihkan Kota dari Dosa Zina dan Mabuk-mabukan, Pendeta di Rusia Siramkan Air Suci dari Pesawat Terbang
2019-09-16 08:30:20+00:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:33 WIB

RUSIA–Pendeta Kristen ortodoks di wilayah Oblast Tver Rusia telah melakuan ritual yang benar-benar ekstrem demi menyelamatkan jemaat mereka dari dosa mabuk-mabukan dan berzina. Bukan di gereja, mereka justru naik pesawat terbang dan menyiram seluruh kota Tver dengan air suci untuk membersihkan dosa-dosa yang telah diperbuat jemaatnya.

Pendeta di wilayah Tver dan Kashinsky, Alexander Goryachev dan dua anggota Gereja Ortodoks Rusia melakukan ritual berkat di udara yang aneh pada Rabu (11/9/2019) untuk menghormati ‘Hari Damai di Seluruh Rusia.’

Selengkapnya

Tempo Tonjok Pinokio
16 September 2019 17:13 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:18 WIB
Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik)

Cukup heboh cover Majalah Tempo Edisi 16-22 September 2019. Bayangan Jokowi berhidung panjang seperti Pinokio. Judul yang diangkat "Janji Tinggal Janji". Hal ini berkaitan dengan kekisruhan KPK saat ini. Mungkin maksudnya adalah intervensi Pemerintahan Jokowi pada Revisi UU dan kepemimpinan KPK merupakan janji Jokowi yang tidak ditepati.

Selengkapnya

Tak Terima Jokowi Digambar seperti Pinokio, Jokowi Mania Geruduk Dewan Pers
2019-09-16 17:09:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:18 WIB

Beritaislam - Sampul atau cover majalah Tempo edisi 16-22 September dipermasalahkan oleh pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Relawan yang tergabung dalam Jokowi Mania (Joman) sampai mendatangi kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Pantauan suara.com di lokasi, beberapa anggota Joman mendatangi kantor Dewan Pers sekitar pukul 13.30 WIB. Sebelum masuk untuk melapor, mereka sempat melakukan aksi di pintu depan.

Aksi berlangsung singkat, hanya beberapa anggota Joman yang melakukan aksi tersebut. Relawan Joman membawa beberapa poster cover Jokowi yang dipermasalahkan dan beberapa spanduk tulisan sindiran soal kode etik jurnalistik.

"Kami ingin Tempo mengklarifikasi cover yang meghina Joko Widodo," kata salah satu orator

Selengkapnya

Jokowi Alumni Fakultas Kehutanan Yang Gagal Atasi Kebakaran Hutan
2019-09-16 17:05:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:18 WIB

Beritaislam -   Presiden RI Joko Widodo dinilai gagal mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) khususnya di Pulau Sumetera dan Kalimantan. Jokowi juga telah terbukti bersalah di Pengadilan Negeri Kalimantan Tengah atas kebakaran hutan tahun 2015.

Padahal, Jokowi sendiri merupakan alumni dari Fakultas Kehutanan di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Namun, dia gagal dalam menangani permasalahan karhutla yang hampir setiap tahun terjadi.

Sekertaris Jenderal ProDem Satyo Purwanto menyampaikan, dengan kapasitas Jokowi yang pernah mengeyam pendidikan di bidang kehutanan seharusnya dia memiliki pemahaman yang mendalam soal penanganan karhutla.


"Presiden harusnya punya pemahaman yang lebih karena lulusa

Selengkapnya

Inilah Perbedaan Istilah “Makam” dan “Kuburan”
-     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:18 WIB

Eramuslim – DALAM kehidupan sehari-hari seringkali arti makam dan kuburan disamakan. Padahal makna dua kata itu berbeda.

Wakil Ketua RMI PCNU Kota Malang Halimi Zuhdy menjelaskan perbendaan makam dan kuburan lewat kisah ketika ia ditanya oleh jamaahnya soal kuburan Nabi Ibrahmi.

“Ustadz, kuburan Nabi Ibrahim kok kecil sekali ya?” ungkap salah seorang jamah Umrah ketika baru pulang dari Makkah.

Selengkapnya

2 Warga AS Ditangkap di New Delhi karena Terbangkan Drone Dekat Istana Kepresidenan
16 September 2019 16:44 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:03 WIB
NEW DELHI (voa-islam.com) - Polisi India menahan dua warga AS karena menerbangkan pesawat tak berawak (drone) di dekat istana kepresidenan di ibukota New Delhi, lapor media setempat, Senin hari ini.

Menurut penyiar lokal NDTV, polisi menangkap seorang ayah dan putranya karena menerbangkan drone di dekat Rashtrapati Bhavan, istana kepresidenan India.

Selengkapnya

Silakan Jadi Koruptor!! Asal Jangan Radikal!
16 September 2019     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:03 WIB

Di bawah rezim pemerintahan Jokowi, tampaknya ada semacam aturan. Setidaknya paham dan kesepakatan baru: SILAKAN JADI KORUPTOR!! YANG PENTING TIDAK RADIKAL!

Menjadi koruptor di negeri ini jauh lebih terhormat, dari pelaku kriminal. Apalagi mereka yang terkena stigma radikal.

Masih bisa ketawa-ketiwi di depan sorotan kamera televisi. Masih bisa jalan-jalan, keluar lembaga pemasyarakatan (LP). Seribu dalih, bisa digunakan sebagai alasan.

Selengkapnya

Bayi Usia 4 Bulan di Sumsel Meninggal Sesak Napas Akibat Kabut Asap
2019-09-16 16:59:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:03 WIB

Beritaislam -  Kabut asap dari kebakaran lahan di Sumatera Selatan kini menelan korban jiwa. Elsa Fitaloka, bayi berusia 4 bulan asal Banyuasin meninggal akibat Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

"Ada bayi meninggal dunia sekitar pukul 18.35 WIB ketika dirawat di rumah sakit. Menurut analisa awal akibat ISPA," ucap anggota BPD Dusun III, Talang Buluh, Banyuasin, Agus Darwanto, saat dikonfirmasi lewat telepon, Minggu (14/9/2019).

Agus mengaku korban Elsa adalah warganya. Dia anak dari pasangan Nadirun dan Ita Septiana.

"Mulai sesak nafas kemarin malam dan masih di rawat di rumah. Tadi pagi lihat kondisinya semakin parah, dirujuklah ke rumah sakit Ar-Rasyid di Palembang dan meninggal," kata Agus.

Dikatakan Agus, dari

Selengkapnya

Hersubeno Arief: Silakan Jadi Koruptor!! Asal Jangan Radikal!
2019-09-16 16:53:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 17:03 WIB

Beritaislam -  Di bawah rezim pemerintahan Jokowi, tampaknya ada semacam aturan. Setidaknya paham dan kesepakatan baru: SILAKAN JADI KORUPTOR!! YANG PENTING TIDAK RADIKAL!

Menjadi koruptor di negeri ini jauh lebih terhormat, dari pelaku kriminal. Apalagi mereka yang terkena stigma radikal.

Masih bisa ketawa-ketiwi di depan sorotan kamera televisi. Masih bisa jalan-jalan, keluar lembaga pemasyarakatan (LP). Seribu dalih, bisa digunakan sebagai alasan.

Di dalam LP juga masih tetap bisa menikmati fasilitas premium. Semakin besar nilai korupsinya. Semakin besar harta kekayaan ditumpuk. Semakin mewah fasilitas yang bisa dinikmati.

Jangan terlalu khawatir kalau divonis berat oleh hakim. Dijamin masa tahanan tidak akan selama

Selengkapnya

Greenpeace: Jokowi Hanya Lip Service Tangani Kebakaran Hutan
2019-09-16 16:45:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 16:48 WIB

Beritaislam -  Ketua Tim Kampanye  Hutan di Greenpeace Indonesia, Arie Rompas meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi turun langsung dalam menangani peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menilai langkah tersebut perlu dilakukan jika menginginkan karhutla segera diatasi.

"Seharusnya Presiden Jokowi memimpin langsung sehingga seluruh komponen masyarakat bisa mendukung dan terlibat secara aktif dan menggerakkan sumber dayanya. Termasuk pemerintah daerahnya," kata Arie ketika dihubungi Tempo, Ahad 15 September 2019.

Presiden Jokowi sebelumnya telah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk bisa mengatasi Karhutla. Selain itu, Jokowi juga telah menghubungi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala BNPB Doni Monardo

Selengkapnya

Kebakaran Hutan Juga Tanggung Jawab Pemerintah Pusat
Senin, 2019-09-16 16:32     |     Waktu unduh: 2019-09-16 16:48 WIB
Pemerintah pusat dan daerah harusnya sama-sama melakukan upaya yang cepat dan tindakan yang cukup untuk memastikan keselamatan warga negara.

Selengkapnya