Total: 78285
Sebelum Berpisah dengan Ka’bah…
Selasa, 5 September 2017 - 16:35 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 16:48 WIB
Ada pemandangan yang bisa dibilang baru pada musim haji kali ini. Baik di lantai utama -bagian bawah, maupun lantai-lantai atas hasil perluasan bangunan Masjidil Haram, banyak jamaah yang menggunakan payung.

Selengkapnya

10 Fakta Yang Jarang Diketahui Tentang Muslim Rohingya
5 September 2017 16:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 16:48 WIB

Eramuslim – Rohingya merupakan warga minoritas Muslim di Myanmar yang telah mendiami Rakhine State sejak abad ke 8 Masehi. Meskipun begitu, hingga kini pemerintah Myanmar menganggap Rohingya berasal dari suku Bengal dan produk imigrasi ilegal.

Berikut 10 informasi tentang etnis minoritas Muslim Rohingya yang perlu Anda ketahui:

  1. Istilah Rohingya muncul pertama kali pada tahun 1799. Ini sebagaimana diungkap lembaga peneliti Meddle East Institute. Muslim Rohingya ada dan mendiami wilayah sebelum pembentukan negara bagian Rakhine (Arakan) di Myanmar. Pemerintah Myanmar secara implisit mengizinkan berdirinya Gerakan 969. Gerakan 969 adalah kelompok Biksu Budha yang dikenal memberikan pembenaran moral untuk menumpahkan darah warga Muslim Rohingya, sebagaimana laporan Reuters. Selama beberapa dekade, warga Rohingya menjadi korban diskriminasi rasial dan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok anti-Muslim Rohingya. Mereka terdiri dari kelompok etnis Budha dan pejabat pemerintah pusat. Poin sama yang menjadikan mereka benci terhadap Rohingya, sama-sama membenci suku Bengal. Oleh karena itu, mereka menyebut Rohingya keturunan suku Bengal dengan maksud penghinaan. Adapun negara-negara tetangga, yang secara alami menjadi calon penampung pengungsi Rohingya, mereka tidak ingin menerima warga Rohingya secara permanen. Mereka beralasan tidak mencukupi tempat. Pada tahun 1826 M, penjajah Inggris mencaplok wilayah barat daya Myanmar dan wilayah yang saat ini dihuni minoritas Rohingya. Antara tahun 1948 dan 1961, warga Rohingya mencoba untuk melepaskan diri namun gagal. Pada 1982, pemerintah setempat melegitimasi diskriminasi terhadap Rohingya, sebagaimana laporan Middle East Institute. Adapun Bangladesh, negara mayoritas Muslim yang menjadi tujuan pengungsi Rohingya selama bertahun-tahun, telah mengungkapkan niat mereka menggusur kamp-kamp pengungsi Rohingya di perbatasan, yang berdiri sejak beberapa dekade. Bangladesh merupakan salah satu negara paling padat penduduknya, di samping pemerintahannya lemah dan ekonominya rapuh. Sejak tahun 2012, sebanyak 140.00 Rohingya melarikan diri dari barat daya Myanmar, setelah menjadi sasaran serangan berdarah ekstremis Budha. Sementara dunia internasional diam membisu. (Almesryoon/Ram)

    Selengkapnya

Serangan Udara Sekutu di Kota Raqqa Tewaskan 14 Warga Sipil
Selasa, 5 September 2017 - 16:10 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 16:18 WIB
Pesawat-pesawat tempur sekutu sudah melancarkan ratusan serangan terhadap warga sipil yang memakan ribuan korban

Selengkapnya

Persiapan Perang, Zionis Israel Gelar Latihan Militer Terbesar Dalam 19 Tahun
5 September 2017 16:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 16:18 WIB

Eramuslim – Senin 4 September 2017, Zionis Israel dilaporkan mulai menggelar latihan perang terbesar dalam 19 tahun terakhir. Latihan kali ini bertujuan untuk mempersiapkan tentara Yahudi dalam menghadapi eskalasi terbaru di kawasan Dunia Arab.

“Puluhan ribu tentara Yahudi akan berlatih selama 11 hari dengan partisipasi tentara cadangan dari semua brigade dan unit militer yang berbeda,” seperti dilansir Yedioth Ahronoth.

Selengkapnya

Rezim Myanmar Blokir Badan Bantuan Dunia untuk Rohingya
Selasa, 5 September 2017 - 15:43 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 16:03 WIB
Aung San Suu Kyi harus ikut campur. Inilah yang harus di pikirkan setiap pemimipin negara melindungi semua orang

Selengkapnya

Soal Rohingya, Umat Islam Indonesia Dihimbau tetap Kedepankan Akhlak
5 September 2017 15:33 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 15:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Berbondong-bondongnya masyarakat dunia, tanpa terkecuali juga Indonesia berperan aktif dalam bersuara soal pembantaian yang dilakukan oleh militer Myanmar dan pemuka agamanya dinilai langkah tepat untuk membantu warga setempat keluar dari permasalahan. Pun dengan Pemerintah, walau dianggap telat memberikan pernyataan atas kebiadaban Rohingya oleh Myanmar tetapi sudah menunjukkan perannya sebagai negara.

Selengkapnya

Ada Ribuan Salinan Quran Salah Cetak Dijual di Malaysia
Selasa, 5 September 2017 - 15:37 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 15:48 WIB
Malaysia memiliki Undang-Undang Pencetakan dan Publikasi 1984 dan Undang-Undang Percetakan Teks Al-Quran 1986

Selengkapnya

Solusi 4+1 Jokowi Untuk Atasi Krisis Rohingya
5 September 2017 15:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 15:33 WIB

Eramuslim – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, Selasa (04/09). Pertemuan keduanya untuk mengakhiri krisis kemanusiaan Rohingya di Rakhine.

“Saya hadir di Myanmar membawa amanah masyarakat Indonesia, yang sangat khawatir terhadap krisis kemanusiaan di Rakhine State dan agar Indonesia membantu. Saya juga membawa suara dunia Internasional agar krisis kemanusiaan di Rakhine State dapat segera diselesaikan,” ujar Retno seperti dilansir situs Kemlu.go.id.

Selengkapnya

Sekolah Indonesia di Rohingya Dibangun Pada Era SBY
5 September 2017 15:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 15:18 WIB

Eramuslim.com -Presiden RI Joko Widodo dalam pernyataan persnya terkait Rohingya pada hari Minggu (3/9/2017) malam di Istana Merdeka salah satu poin menyatakan pemerintah telah membangun sekolah untuk Rohingya di Rakhine Myanmar.

“Klaim” Jokowi ini TERNYATA BENAR… bahwa pemerintah RI telah membangun 4 sekolah di Rakhine dengan dana US$ 1 juta… PADA MASA PEMERINTAHAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selengkapnya

Ada Legalitas Negara dalam Pembantaian yang Terjadi di Myanmar atas Etnis Muslim Rohingya?
5 September 2017 14:33 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 14:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutkan bahwa apa yang terjadi di Myanmar atas tindakkan biadabnya ke etnis Rohignya sebagai legal genosida. Negara seperti mendukungnya untuk melakukan genosida tersebut.

“Apa yang terjadi di Myanmar hari ini dan saat ini saya menyebutnya dengan legalicy genoside. Jadi adanya pembantaian legal yang terjadi,” katanya, Selasa (5/09/2017), di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta.

Selengkapnya

Alhamdulillah, Gerakan Membeli Gula Petani Lokal Mulai Berbuah Hasil
5 September 2017 14:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 14:48 WIB

Eramuslim.com -Gerakan membeli gula petani yang digagas sejumlah elemen masyarakat membuahkan hasil positif. Hal ini disampaikan seorang warganet Nanik Sudaryati melalui akun facebooknya, Senin (4/9).

Dalam status yang diunggah itu, Nanik menyebutkan gerakan membeli gula petani yang digagas Institut Pertanian Bogor (IPB), Jaringan Merah Putih (JMP) dan 212Mart Cirebon telah membuahkan hasil. Para ibu rumah tangga disebutnya sudah paham untuk tidak lagi membeli gula impor dan beralih ke gula petani.

Selengkapnya

IKADI Serukan Umat Perbanyak Doa dan Qunut Nazilah untuk Rohingya
Selasa, 5 September 2017 - 14:25 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 14:33 WIB
IKADI juga menginstruksikan semua Pengurus Wilayahnya di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif bersama dengan elemen umat Islam lainnya dalam melaksanakan aksi solidaritas Muslim Rohingya dan pengumpulan bantuan, untuk meringankan penderitaan merek

Selengkapnya

Pindahkan Misi Internasional, Kapal MOAS Bergerak Selamatkan Etnis Rohingya
5 September 2017 14:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 14:18 WIB

Eramuslim – Sebuah organisasi non-pemerintah yang mengklaim pihaknya telah menyelamatkan lebih dari 40.000 orang yang terkatung-katung di Laut Tengah (Laut Mediterania), sekarang menggeser misinya menuju peraian Asia guna menyelamatkan pengungsi Rohingya.

Migrant Offshore Aid Station (MOAS) bergerak dari Malta, di mana mereka mengaku telah menyelamatkan puluhan ribu migran sejak 2014, menuju perairan dekat Myanmar.

Selengkapnya

Forum Pemuda Lintas Agama Minta Nobel Perdamaian Suu Kyi Dicabut
Selasa, 5 September 2017 - 13:27 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 13:48 WIB
Forum ini juga meminta Kedutaan Besar Myanmar di Indonesia agar secara terbuka menyampaikan sikap tegasnya kepada pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan praktik diskriminasi dan dugaan genosida terhadap etnis Rohingya.

Selengkapnya

Melacak Asal Usul Etnis Muslim Rohingya
5 September 2017 13:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 13:48 WIB

Eramuslim – Derita nestapa seakan tiada henti melanda etnis Muslim Rohingya. Berbagai ujian dan cobaan berat harus mereka hadapi. Mulai dari penganiayaan, pembantaian, hingga terusir dari tanah kelahiran mereka sendiri yang sekarang disebut Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Pemerintah Myanmar menganggap bahwa masyarakat Rohingya sebagai “pendatang haram” yang tidak jelas asal-usulnya. Dan dampaknya, etnis Muslim ini harus berjuang keras menghadapi penindasan yang dilakukan etnis mayoritas Burma. Nyawa pun menjadi taruhannya.

Selengkapnya

Aliansi Advokat Muslim NKRI: Bawa Kasus Genosida Rohingya ke ICC
5 September 2017 13:03 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 13:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com), Pembantaian dan pengusiran warga Rohingya oleh junta militer Myanmar dan biksu yang dipimpin Akshin Wirathu sudah dikategorikan kejahatan kemanusiaan genosida dan kasus ini wajib dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).

Demikian disampaikan Ketua Umum Aliansi Advokat Muslim (AAM) NKRI, Abdullah Al Katiri dalam keterangannya, Senin (4/9/2017)."Kasus pembantaian warga Rohingya sudah terjadi sejak lama dan masih berlangsung hingga saat ini. Jika seluruh masyarakat dunia memiliki hati nurani dan rasa kemanusiaan maka seluruh negara harus bersatu menekan pemerintah Myanmar menghentikan pembantaian dan pengusiran terhadap warga Rohingya," katanya.Menurut Al Katiri, negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jangan hanya berani menekan kasus-kasus yang berkaitan dengan senjata nuklir saja, genosida di Myanmar ini sudah menjadi bukti nyata kejahatan kemanusiaan terparah di wilayah Asia. "Negara-negara yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia maka wajib menjadi garda terdepan menolong warga Rohingya, karena nilai kemanusiaan lebih tinggi harganya dari apapun di dunia ini, jika rasa kemanusiaan sudah hilang dalam suatu negara, maka negara tersebut tidak lebih dari segerombolan serigala kelaparan yang rela membunuh manusia lain," bebernya.Al Katiri melanjutkan, kejahatan kemanusiaan oleh Pemerintahan Myanmar merupakan kejahatan terkeji sejajar dengan Israel yang telah membantai warga Palestina. Aung San Suu Kyi harus diadili di Mahkamah Pidana Internasional/ ICC, karena dia dengan sengaja membiarkan pembantaian warga Rohingnya. "Sudah ribuan anak-anak kecil yang dibantai dengan cara yang keji; ada yang dipotong organ tubuhnya, dilindas jari tangannya dengan motor, dilindas perut dan kepalanya dengan kendaraan sampai pecah, anak-anal kecil dibakar hidup-hidup, para wanitanya pun dibantai dengan cara yang lebih kaji lagi,"ungkapnya.Al Katiri berpendapat, kejahatan kemanusiaan di Myanmar harus disikapi dengan serius oleh seluruh negara dan PBB khususnya negara-negara yang telah meratifikasi Statuta Roma, termasuk ia dari Aliansi Advokat Muslim NKRI akan selalu aktif menyerukan kepada negara-negara tersebut untuk menyeret Aung San Suu Kyi ke Mahkamah Pidana Internasional. Langkah ini, katanya lagi, merupakan wujud pelaksanaan dari semangat Pembukaan UUD NRI 1945 bahwa "Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan". "Namun sangat disayangkan, Indonesia sampai saat ini belum meratifikasi Statuta Roma. Rekomendasi dari negara-negara dalam Universal Periodical Review (UPR) menjadikan rekomendasi ratifikasi Statuta Roma sebagai 'rekomendasi yang dipertimbangkan'," ucap Al Katiri."Kalau Indonesia tidak berani meratifikasi Statuta Roma, bagaimana Indonesia bisa tampil perkasa menyuarakan keadilan dan menjunjung tinggi HAM untuk kejahatan-kejahatan HAM di negara lain seperti kejahatan kemanusiaan di Myanmar ini?,"pungkasnya melanjutkan. (Bilal/voa-islam)

Selengkapnya

Ahli Hukum Internasional: Jokowi Harus Berani Ajak ASEAN Embargo Myanmar, Ini Baru Solusi!
5 September 2017 13:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 13:18 WIB

Eramuslim – Guru besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, menyebut pemerintah Indonesia harus berani mengajak anggota ASEAN lainnya melakukan embargo ekonomi terhadap pemerintah Myanmar untuk menghentikan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

Menurutnya, bantuan kemanusiaan tidak akan menyelesaikan masalah. Karena persoalan genosida, pembunuhan, pengusiran terhadap etnis Muslim Rohingya sudah berulang-ulang terjadi.

Selengkapnya

Erdogan akan Soroti Tragedi Muslim Rohingya di PBB
5 September 2017 12:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 12:48 WIB

Eramuslim.com – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan, bakal menyoroti krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada 19 September mendatang. Erdogan juga akan mendorong para pemimpin dunia untuk membantu etnis Rohingya, yang menjadi korban dalam tragedi kemanusiaan tersebut.

”Saya akan membawa dan mengemukakan apa yang terjadi di Myanmar pada Sidang Umum PBB, 19 September mendatang, dengan cara yang paling umum. Kami akan membicarakan masalah ini dengan para pemimpin dunia,” ujar Erdogan saat mengunjungi Distrik Catalca, Istanbul, seperti dikutip Middle East Monitor, Senin (4/10) waktu setempat.

Selengkapnya

Wahdah Islamiyah: Muslim Rohingya Adalah Muslim Yang Istiqomah
5 September 2017 12:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 12:18 WIB

Eramuslim.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah Muhamad Zaitun Rasmin menyatakan etnis Muslim Rohingya adalah etnis Muslim yang kuat dan istiqamah dengan iman dan Islamnya. Terbukti dengan kezaliman yang mereka derita berabad-abad hingga hari ini tidak menggoyahkan Iman dan Islamnya.

“Yang paling anyar adalah apa yang terjadi pekan ini berupa tindakan represif militer Myanmar dengan dalih memberantas militan Rohingya di wilayah Rakhine yang justru berwujud pembunuhan paling brutal pada abad ini,” kata dia dalam siaran pers yang diterima, Selasa (5/9).

Selengkapnya

PN Jaksel Batalkan SP3, Ade Armando Kembali Jadi Tersangka, Kasusnya Dibuka Lagi
Selasa, 5 September 2017 - 09:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 12:03 WIB
Hakim Aris mengatakan, pertimbangan ini setelah melihat bukti P10 dan P12 yang belum diuji penyidik. P10 yakni terkait bantuan keterangan ahli, sedangkan P12 adalah laporan pengembangan penyidikan.

Selengkapnya

Deddy Mizwar Serukan Tragedi Muslim Rohingya Harus Dihentikan
Selasa, 5 September 2017 - 11:29 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 11:48 WIB
Mewakili Pemprov Jabar menyerukan kepada semua pihak khususnya pemerintah Myanmar agar segera menghentikan pembantaian massal

Selengkapnya

Presiden Filipina Ajak Indonesia dan Malaysia Perangi Daesh
Selasa, 5 September 2017 - 11:20 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 11:48 WIB
Mei lalu, Rodrigo Duterte, memberlakukan darurat militer di Mindanao menyusul baku tembak antara tentara dan kelompok bersenjata

Selengkapnya

BBC Batalkan Kerjasama Dengan Televisi Nasional Myanmar
5 September 2017 11:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 11:48 WIB

Eramuslim.com -Perusahaan penyiaran asal Inggris, British Broadcast Corporation (BBC), memutuskan untuk menyudahi kerjasama dengan televisi nasional Myanmar (MNTV). Keputusan ini terkait langkah MNTV yang melakukan sensor terhadap sejumlah berita dan program BBC berbahasa Myanmar, terutama menyangkut peliputan mengenai etnis Rohingya.

Sejak April 2014, BBC memang melakukan kerjasama dengan MNTV untuk menyiarkan program berita harian dan tayangan berbahasa Myanmar. Program ini pun ditonton sekitar 3,7 juta orang di Myanmar. Namun, sejak April 2017, MNTV secara sepihak menghentikan tayangan dan program berita dari BBC.

Selengkapnya

Israel Dukung Senjata dan Pelatihan Militer pada Rezim Myanmar
Selasa, 5 September 2017 - 11:10 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 11:18 WIB
Jenderal Min Aung Hlaing, mengunjungi bulan September 2015 untuk ”perjalanan belanja” dari produsen militer Israel

Selengkapnya

Pesantren di Tasik Siap Tampung Pengungsi Rohingya
5 September 2017 11:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-09-05 11:18 WIB

Eramuslim.com -Pondok pesantren di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menyatakan kesiapannya menampung pengungsi Rohingya yang menjadi korban kekerasan dan konflik kemanusiaan. Ini sebagai bentuk kepedulian sesama muslim.

“Tidak ada alasan tolak pengungsi ditampung ke ponpes (pondok pesantren), mereka terzalimi, jadi banyak berkah kalau menampung mereka,” ujar perwakilan pondok pesantren di Tasikmalaya, KH Aminuddin Bustomi seperti dilansir Antara, Senin (4/9).

Selengkapnya