Total: 70342
Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
Kamis, 4 Mei 2017 - 01:08 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-04 01:33 WIB
MAHASISWA  maupun ulama yang buta jama’ dijumpai di Al Azhar. Para penuntut ilmu yang menyandang tunantra ikut dalam proses belajar […]

Selengkapnya

Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
Kamis, 4 Mei 2017 - 01:08 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-04 01:18 WIB
MAHASISWA  maupun ulama yang buta jama’ dijumpai di Al Azhar. Para penuntut ilmu yang menyandang tunantra ikut dalam proses belajar […]

Selengkapnya

Maklumat Kemenag Tentang Ketentuan Ceramah Terlalu Intervensi Misi Dakwah Islam
3 Mei 2017 23:57 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-04 00:03 WIB
BANDUNG (voa-islam.com) - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia yang mengatur ketentuan ceramah dirumah ibadah melalui maklumatnya adalah terlalu interprensi pada misi dakwah terutama misi dakwah Islam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Gerakan Pagar Aqidah (Gardah) Kawa Barat Suryana Nurfatwa.

"Karena ceramah agama adalah mengandung misi untuk mengajak kepada Al-Haq, dan otomatis akan membahas seluruh kebatilan supaya ummat waspada," katanya kepada voa-islam.com belum lama ini.

Selengkapnya

Benarkah Ada Dugaan Kuat Pihak Dalam Istana Melarang Umat Islam Shalat?
3 Mei 2017 22:23 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 22:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Lamanya respon Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki soal Alfian Tanjung yang menyebut ada diskusi/rapat PKI di istana membuat pemerhati gerakan/organiasi terlarang tersebut mempertanyakannya.

"Saya bicara soal itu Mei 2016. Tapi baru dipersoalkan Januari 2017. Apakah selama itu pihak istana negara menyoal pembicaraan saya waktu itu, sampai-sampai saat menjelang apel siaga umat Islam Solo? Baru 8 bulan dipersoalkannya," tanyanya, beberapa waktu lalu di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Selengkapnya

7 Dewan Lokal di Ghouta Timur Desak Jaish al-Islam Akhiri Serangan pada HTS dan Faylaq Al-Rahman
3 Mei 2017 21:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 21:48 WIB
DAMASKUS, SURIAH (voa-islam.com) - Tujuh dewan lokal di Ghouta Timur meminta Jaish al-Islam (JaI) untuk mengakhiri serangannya di daerah pinggiran yang diperangi dan untuk mengakhiri pertempuran dengan kelompok-kelompok saingan mereka, dengan mengatakan bahwa pecundang utama adalah warga sipil dan tidak ada yang lain, menurut pernyataan dikeluarkan hari Selasa (2/5/2017).

Dewan sipil mendesak kelompok pejuang oposisi kuat tersebut untuk menarik diri dari wilayah mereka rebut selama sepekan terakhir dari Hayat Tahrir al-Sam (HTS) dan Faylaq al-Rahman dimana serangan tersebut menewaskan setidaknya 120 pejuang.Pernyataan tersebut juga mendesak Jaish al-Islam untuk mengakhiri tirani di Ghouta Timur.Sementara itu para aktivis lokal muncul di media sosial mengunggah video para petempur Jaish al-Islam melepaskan tembakan dengan peluru tajam pada demonstrasi damai di kota Irbin yang menuntut diakhirinya pertikaian, insiden semacam itu mengingat hari-hari pertama revolusi Suriah ketika keamanan rezim menembaki warga sipil di kota Daraa.Akibat tembakan tersebut membuat para demonstran meneriaki pasukan Jaish al-Islam sebagai "Shabihah", milisi Syi'ah brutal kaki tangan Assad yang kerap melakukan pembantaian biadab kepada warga Sunni Suriah yang menentang rezim Suriah. Mohamed Abu Haitham, aktivis berbasis Irbin, mengatakan bahwa pasukan Jaish al-Islam ingin memaksakan kembali kekuatannya tanpa alasan lain di balik serangan tersebut.Juru bicara untuk kelompok Jaish al-Islam mengaku tidak ada perintah yang diberikan untuk melepaskan tembakan ke demonstrasi di Ghouta Timur saat korban tewas dalam serangan 4 hari mereka pada kelompok pejuang oposisi Suriah lainnya yang dianggap sebagai saingan mencapai 120, menurut reporter Zaman al-Wasl.

Selengkapnya

Wakil Putra Mahkota Saudi: Tidak Ada Tempat Untuk Berdialog dengan Iran
3 Mei 2017 20:45 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 21:03 WIB
RIYADH, ARAB SAUDI (voa-islam.com) - Wakil putera mahkota Arab Saudi mengatakan dalam sebuah wawancara langka dan luas pada hari Selasa (2/5/2017) bahwa tidak ada tempat untuk berdialog dengan Iran karena ambisi Syi'ahnya "untuk mengendalikan dunia Islam."

Wawancara, yang disiarkan di beberapa saluran TV Saudi, memberi gambaran sekilas bagaimana Mohammed bin Salman melihat saingan utama kerajaan tersebut.Pangeran yang berkuasa, yang ditunjuk oleh ayahnya, Raja Salman pada tahun 2015 untuk pada akhirnya menjadi pewaris takhta kerajaan, juga adalah menteri pertahanan Arab Saudi, yang mengawasi perang di Yaman melawan kelompok pemberontak Syi'ah kaki tangan Iran, Houtsi.Membingkai ketegangan dalam istilah sektarian, dia mengatakan bahwa ini adalah tujuan Iran "mengendalikan dunia Islam" dan menyebarkan ajaran Syi'ahnya sebagai persiapan untuk kedatangan seorang imam terhormat yang bernama al-Mahdi. Penganut agama Syi'ah mempercayai al-Mahdi, imam Syiah ke-12 dan terakhir, yang menghilang pada abad ke-9, suatu hari nanti akan muncul kembali ke bumi.Ketika ditanya apakah dia melihat kemungkinan untuk berdialog langsung dengan Iran, pangeran tersebut menjawab: "Bagaimana saya bisa memahami seseorang, atau sebuah rezim, yang memiliki kepercayaan yang teguh yang dibangun di atas ideologi ekstremis?""Apa kepentingan di antara kita? Bagaimana saya bisa memahami hal ini? "Katanya.Persaingan Iran dan Arab Saudi telah terjadi dalam perang proxy di seluruh wilayah tersebut. Mereka kembali berlawanan dengan perang di Suriah dan Yaman, dan mendukung saingan politik di Libanon, Bahrain dan Irak. Konflik tersebut telah memperdalam permusuhan Sunni-Syi'ah garis keras di antara kedua belah pihak.Hubungan antara Arab Saudi dan Iran telah tegang sejak revolusi Syi'ah tahun 1979 di Iran, dengan masing-masing pihak bersaing menjadi kekuatan yang lebih kuat di dunia Muslim.Ketegangan meningkat tahun lalu. Eksekusi Saudi terhadap seorang pendeta Syi'ah radikal setempat yang dibalas dengan penyerangan dan penghancuran kedubes dan konsulat jenderal Saudi di Iran oleh demonstran Syi'ah berujung pada kedua negara memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan."Kami tahu kami adalah target utama Iran," kata Pangeran Mohammed. "Kami tidak menunggu sampai ada pertempuran di Arab Saudi, jadi kami akan bekerja sehingga menjadi pertempuran bagi mereka di Iran dan bukan di Arab Saudi." (st/TNA)

Selengkapnya

Surati MA, Tim Advokasi GNPF-MUI Berharap Hakim Memvonis Sesuai Hati Nurani
Rabu, 3 Mei 2017 - 20:46 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 21:03 WIB
Nasrullah juga berharap agar penyerahan berkas dokumen tersebut menjadi pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan vonis berdasarkan rasa keadilan masyarakat, khususnya umat Islam.

Selengkapnya

Bachtiar Nasir: Aksi Umat Islam Bukan untuk Memaksa Kehendak
Rabu, 3 Mei 2017 - 20:43 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 21:03 WIB
Hak umat Islam akan terampas jika majelis hakim tidak memperhatikan aspirasi tersebut sebagaimana yang sudah dilakukan oleh JPU

Selengkapnya

Sambangi PN Jakarta Utara dan MA, GNPF Beri Surat Dukungan Majelis Hakim
Rabu, 3 Mei 2017 - 20:21 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 20:48 WIB
Dalam bundel dokumen setebal 575 halaman, Nashrullah menjelaskan perkara penodaan agama yang telah diputus pengadilan

Selengkapnya

Istana Negara Diduga Kuat Melarang Masyarakat Diskusi Soal PKI, Inikah Alasannya?
3 Mei 2017 20:23 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 20:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Salah satu dari sekian pemerhati gerakan kebangkitan PKI menyatakan bahwa saat ini gerakan terlarang tersebut diduga kuat diberikan angin oleh pemerintah. Sebabnya, pertama adalah ketika tidak diperkenankannya acara-acara atau diskusi yang bertemakan membuka aib betapa bahayanya PKI di Indonesia, yang sebetulnya masih kuat pelarangan hukumnya.

Selengkapnya

Myanmar Tegaskan Tolak Penyelidikan PBB untuk Kejahatan Terhadap Muslim Rohingya
3 Mei 2017 20:04 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 20:18 WIB
BRUSSELS, BELGIA (voa-islam.com) - Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi telah menolak sebuah keputusan dewan hak asasi manusia PBB untuk menyelidiki tuduhan pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan oleh pasukan militer terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine yang bermasalah.

Suu Kyi mengatakan dalam sebuah konferensi pers dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini di Brussels bahwa dia tidak setuju dengan resolusi yang relevan yang diadopsi oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada bulan Maret.Resolusi tersebut menyerukan agar mengirim sebuah misi pencarian fakta internasional untuk menyelidiki tuduhan di Rakhine dan mendesak pemerintah Myanmar untuk bekerja sama."Kami telah melepaskan diri dari resolusi karena kami tidak berpikir bahwa resolusi tersebut sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan," katanya pada hari Selasa (2/5/2017).Suu Kyi mengatakan bahwa dia hanya akan menerima rekomendasi dari komisi penasihat terpisah yang dipimpin oleh mantan kepala PBB Kofi Annan. Masukan lainnya akan "membagi" komunitas, tambahnya.Namun, Mogherini mendukung misi internasional tersebut, dengan mengatakan bahwa resolusi yang disepakati tersebut akan membantu membersihkan ketidakpastian mengenai tuduhan pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan terhadap Muslim Rohingya."Misi pencarian fakta berfokus pada penegasan kebenaran tentang masa lalu," kata Mogherini. "Kami percaya bahwa ini bisa berkontribusi untuk membangun fakta."Sejak Oktober 2016, pasukan Myanmar telah melakukan tindakan keras militer di Negara Bagian Rakhine, di mana komunitas Rohingya terutama berbasis, menyusul sebuah serangan di sebuah pos polisi yang dipersalahkan atas militan terkait Rohingya.Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh PBB bulan lalu, pasukan Myanmar telah melakukan pembunuhan massal dan perkosaan terhadap anggota masyarakat tersebut. Penyelidik PBB mewawancarai 220 di antara 75.000 Muslim Rohingya, yang telah melarikan diri ke Bangladesh sejak Oktober 2016.Laporan tersebut memperingatkan bahwa pembunuhan, pemerkosaan kelompok Muslim Rohingya telah terjadi dalam sebuah kampanye yang "sangat mungkin" berarti kejahatan terhadap kemanusiaan dan mungkin pembersihan etnis. Suu Kyi, peneriman Nobel Perdamaian yang terus saja "membisu" terhadap kejahatan yang menimpa Muslim Rohingya sejak lama, bagaimanapun, menolak laporan tersebut.Dia mengatakan kepada BBC bulan lalu, "Saya tidak berpikir ada pembersihan etnis yang terjadi."Ratusan Muslim Rohingya telah terbunuh dan puluhan ribu lainnya dipaksa meninggalkan rumah mereka dan tinggal di kamp-kamp kumuh dalam kondisi mengerikan di Myanmar, Thailand, Malaysia dan Indonesia.Pemerintah menyangkal kewarganegaraan penuh terhadap penduduk yang berpopulasi 1,1 juta jiwa tersebut, mencap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Muslim Rohingya diyakini merupakan komunitas keturunan purba di Myanmar.Menurut PBB, Muslim Rohingya adalah salah satu minoritas yang paling teraniaya di dunia. (st/ptv)

Selengkapnya

GNPF MUI: Kami Datang dengan Damai, Berhentilah Menakut-Nakuti
Rabu, 3 Mei 2017 - 20:10 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 20:18 WIB
Bachtiar menyebut, akan jadi preseden buruk dan terampas sepenuhnya hak umat Islam jika majelis hakim tidak memperhatikan aspirasi tersebut sebagaimana yang sudah dilakukan oleh JPU

Selengkapnya

Wasekjen MUI: Hukum Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah
Rabu, 3 Mei 2017 - 19:54 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 20:18 WIB
Kata Amirsyah, menjadi pertanyaan atas tuntutan jaksa terhadap Ahok adalah pendapat siapa yang dipakai. “Itu artinya ada upaya mendelegitimasi pandangan keagamaan MUI, termasuk Muhammadiyah dan NU.”

Selengkapnya

Delegasi 17 Negara Ikuti Pelatihan Halal di Bali
Rabu, 3 Mei 2017 - 19:45 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 20:03 WIB
Pelatihan ini diikuti untuk mengetahui update terbaru terkait standar dan kebijakan-kebijakan di Indonesia

Selengkapnya

Maklumat Ketentuan Ceramah dari Menag Dinilai Tidak Jelas, Bersayap dan Multitafsir
3 Mei 2017 19:43 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 19:48 WIB
BANDUNG (voa-islam.com) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan maklumat terkait ketentuan berceramah di rumah ibadah, termasuk masjid.

Maklumat ini disampaikan Menag di Kantor Kementerian Agama Jalan HM Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017). Maklumat tersebut berjumlah 9 (Sembilan) Point.

Ketua Bidang Garapan Pengembangan Dakwah dan Kajian Pemikitan Islam PP Persis Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum memberikan tanggapan atas Maklumat dari Kemenag ini.

Selengkapnya

Kasus Penistaan Agama yang Dilakukan Ahok Dianggap Biasa oleh Orang Ini
3 Mei 2017 18:23 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 18:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Salah satu pelaku atau penegak hukum yang konsen menjaga dan mengawasi para aparatur kehakiman berkata bahwa kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok adalah kasus seperti pada umumnya. Namun menjadi terkesan luar biasa karena melihat adanya proses yang dianggap tidak sesuai harapan orang banyak.

"Ini adalah persoalan hukum yang biasa. Namun memang orang atau pelaku itu tidak biasa.

Selengkapnya

Assad Setujui Iran Ambil ALih dan Pimpin Langsung Milisi Lokal Syiah Di Suriah
3 Mei 2017 18:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 18:18 WIB

Eramuslim – Selasa 2 Mei 2017, Presiden Syiah Bashar al-Assad sepakat untuk menyerahkan komando kepemimpinan milisi Syiah Suriah di bawah Syiah Iran secara langsung, seperti dilansir dari artikel terbitan situs “zaman.”

Organisasi elemen Suriah baik sipil maupun militer bergabung dengan pihak Syiah Iran dalam resimen pertahanan lokal, seperti yang tercantum dalam dokumen bertuliskan nomor 1455 tangga 4 April 2017 dan ditandatangani oleh Presiden Syiah Bashar al-Assad pada tanggal 11 April 2017 kemarin.

Selengkapnya

Ingin Ubah Masjid Jadi Sinagog, Yahudi Pasang Bendera Di Kawasan Masjid Ibrahimi
3 Mei 2017 17:30 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 17:48 WIB

Eramuslim – Sejumlah warga Yahudi dilaporkan telah memasang bendera entitas Zonis Israel di Masjid Ibrahimi. Aksi ini bertujuan bertujuan untuk menguasai kawasan dan mengubahnya menjadi Sinagog Yahudi bertepatan dengan hari kemerdekaan Zionis Israel.

Dikutip Maannews dari direktur Masjid Ibrahimi, Syekh Hifzi Abu Asninah, hari Senin (01/05) kemarin mengatakan, “Beberapa pemukim Yahudi mengibarkan bendera entitas Zionis Israel di kawasan pemakaman Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Mereka ingin menguasai kawasan tersebut dan merubahnya menjadi sinagog Yahudi.”

Selengkapnya

Mesir Tolak Permintaan Pemecatan Grand Syaikh Al-Azhar
Rabu, 3 Mei 2017 - 17:14 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 17:33 WIB
Selama kunjungan Paus di Mesir, di podium Al-Sisi berfoto dengan Paus di sebelahnya sementara syaikh duduk berpisah dan berada di area yang lebih rendah

Selengkapnya

Islamic State Afghanistan Nyatakan Tanggung Jawab atas Serangan pada Konvoi NATO di Kabul
3 Mei 2017 17:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 17:18 WIB
KABUL, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Cabang Islamic State (IS) Irak dan Suriah di Afghanistan, Wilayat Khurasan, menyatakan bertanggung jawab atas serangan jibaku mematikan yang menargetkan konvoi pasukan koalisi pimpinan NATO di ibukota Kabul hari Rabu (3/5/2017), Khamaa Press melaporkan.

Kelompok afiliasi IS tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dalam bahasa Arab mengatakan bahwa 8 tentara Amerika Serikat tewas dalam serangan tersebut.Namun, pasukan AS di Afghanistan sebelumnya mengklaim hanya tiga tentara koalisi terluka dalam serangan tersebut dan bahwa kondisi kesehatan mereka memuaskan.Kementerian Dalam Negeri (MoI) sebelumnya juga mengklaim bahwa setidaknya delapan warga sipil terbunuh dan dua puluh lima lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 8 pagi waktu setempat di sekitar distrik polisi ke-9 di kota tersebut saat konvoi armada pengangkut personel lapis baja yang digunakan oleh misi Dukungan Tegas pimpinan NATO melintasi daerah yang dekat dengan Kedutaan Besar AS dan kompleks penting pemerintah lainnya, termasuk pengadilan tertinggi Afghanistan.Juru Bicara misi Dukungan Tegas, Kapten Angkatan Laut A. Bill A. Salvatore, mengaku hanya tiga anggota tentara AS terluka dalam serangan tersebut. Menambahkan bahwa armada pengangkut personel lapis baja, yang dirancang untuk menahan ledakan besar, dapat kembali ke basis koalisi dengan kekuatan mereka sendiri.Sementara saksi mata di lokasi kejadian mengatakan bahwa kendaraan sangat berpelindung MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) yang digunakan pasukan koalisi untuk melakukan perjalanan di Kabul tampaknya hanya mengalami kerusakan eksternal yang relatif kecil.Serangan IS terhadap konvoi pasukan koalisi datang pada saat pasukan Afghanistan yang mendapat dukungan dari pasukan AS yang berbasis di negara tersebut telah meningkatkan serangan terhadap mereka di wilayah di mana IS beroperasi, khususnya di provinsi timur Nangarhar.Sebelumnya pada bulan lalu, pasukan AS menggunakan bom non-nuklir terbesar di dunia melawan kelompok afiliasi IS Wilayat Khurasan di distrik Achin Nangarhar, menewaskan beberapa pejuang termasuk pemimpin mereka. (st/KP)

Selengkapnya

Peringatan Hardiknas, GP Bandung Siap Berikan Edukasi Dengan Konsep Islam Rahmatan lil 'Alamin
3 Mei 2017 17:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 17:18 WIB
BANDUNG (voa-islam.com) - Gerakan Mahasiswa Pembebasan kota bandung siap dan akan konsisten dalam memberikan edukasi di tengah-tengah mahasiswa dan pemuda dengan kensep islam rahmatan lil alamin.

“Gerakan mahasiswa pembebasan kota bandung siap dan insha Allah akan tetap konsisten dalam meberiakn edukasi ke tengah-tengah mahasiswa dan pemuda dengan konsepsi Islam Rahmatan lil Alamin,” tutur Indra Lesmana, selaku ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kota Bandung saat dimintai tanggapanya mengenai hari pendidikan nasional di bandung, selasa, (2/5/17).

Selengkapnya

Sukses Di Uji Coba Di Suriah, Rusia Akan lengkapi Militernya Dengan Seragam Android
3 Mei 2017 17:00 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 17:18 WIB

Eramuslim – Senin 1 Mei 2017, militer Rusia mengumumkan akan menggunakan peralatan dan seragam militer baru dalam pasukannya setelah dianggap sukses dalam uji coba di Suriah selama 1 tahun terakhir.

“Telah diputuskan untuk melengkapi pasukan penjinak bom dan peledak dengan peralatan dan seragam pelindung yang telah diuji coba di Suriah dan efektif,” ujar Komandan Pasukan Teknik Militer Rusia, Yuri Stafitsky.

Selengkapnya

Polisi Tetapkan 14 Tersangka Kasus Pesta Homoseksual, 5 Positif HIV
Rabu, 3 Mei 2017 - 16:39 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 16:48 WIB
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya mengatakan, 5 tersanga kasus Party Gay di Hotel Oval positif HIV

Selengkapnya

Rencana Makar Tentara Jerman yang Menyamar jadi Pengungsi Suriah Terungkap
Rabu, 3 Mei 2017 - 16:25 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 16:48 WIB
Investigasi polisi mengungkap fakta, pelaku menciptakan identitas palsu sebagai pengungsi Suriah pada 2015 dan berencana melakukan teror

Selengkapnya

‘Musyawarah Akbar Umat Islam’ akan Digelar 8-10 Mei di Jakarta
Rabu, 3 Mei 2017 - 16:24 WIB     |     Waktu unduh: 2017-05-03 16:48 WIB
MAU Islam akan menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Selengkapnya