Total: 78285
KPK Dikebiri Karena Usik Ketum Parpol dan Keluarga Presiden
2019-09-16 22:42:00     |     Waktu unduh: 2019-09-17 02:48 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Sebagai sebuah kalimat pembuka "Hukum Sebagai Panglima", sepertinya sudah sangat jadul di negeri ini diera kepemimpinan Jokowi. Ini bukannya era hukum sebagai panglima, tapi era dimana "Politik Sebagai Panglima", karena hukum merupakan produk politik elit penguasa dan Parpol pemilik kursi parlemen.

Rakyat mungkin sudah jenuh dengan banyaknya dramatikal politik di negeri ini, yang dibuat hanya by design untuk mempertontonkan kekuasaan kelompok yang seringkali mengatasnamakan rakyat, atau dalam bahasa satir sebagai "dagelan politik rezim" yang seringkali menipu dan membohongi rakyat pemilik kuasa di negeri tercinta.

Selengkapnya

Abaikan Nilai-nilai Pancasila, Aliansi Ruang Riung Bandung Tolak RUU P-KS
16 September 2019 23:31 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 23:48 WIB
Press Realease

ALIANSI RUANG RIUNG BANDUNG

TOLAK RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL

 

Dengan ini Aliansi Ruang Riung Bandung wadah persatuan pergerakan Pemuda Islam yang tergabung dalam komunitas dan organisasi Kota Bandung menyatakan penolakan pengesahan RUU P-KS karena sarat dengan nilai liberalisme yang mengabaikan Pancasila, ketahanan keluarga, agama dan moralitas bangsa Indonesia

Selengkapnya

Jokowi Lebih Hebat daripada BJ Habibie
16 September 2019 23:17 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 23:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Pengamat politik, Muhammad Said Didu menyatakan bahwa Jokowi lebih hebat dari BJ Habibie di bidang teknologi. Pernyataan ini untuk membantah ucapan LBP yang menyatakan Jokowi mirip Habibie tentang teknologi.

Pak Habibie hanya bisa luncurkan produk kalau ada pabrik, ada paten, ada rancang bangun, ada SDM.  Pak Jokowi hanya butuh media—semua bisa terjadi. Mungkin lebih hebat. Karena gak ada penelitian, gak ada paten, gak ada pabrik mobil langsung jadi. Pak Habibie tidak mungkin lakukan seperti itu,” katanya, Senin (16/9/2019).

Selengkapnya

Nasyiatul Aisyiyah Muhammadiyah Merasa Prihatin Dengan Kondisi KPK Saat Ini
2019-09-16 15:05:46+00:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 23:33 WIB

JAKARTA — Nasyiatul Aisyiyah Muhammadiyah sebagai organisasi perempuan muda Muslim Indonesia turut prihatin dengan kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini.

Nasyiatul Aisyiyah juga mengingatkan pemerintah dan DPR agar revisi UU KPK semakin menguatkan lembaga KPK, bukan semakin melemahkannya.

“Kepada pimpinan KPK yang terpilih, Nasyiatul Aisyiyah sangat berharap agar bisa membuktikan keberpihakan secara totalitas kepada agenda pencegahan dan pemberantasan korupsi,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Selengkapnya

Ini Klarifikasi Kemenag terkait Kabar Penghapusan Materi Perang dalam Buku Pelajaran SKI di Madrasah
2019-09-16 15:00:47+00:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 23:33 WIB

JAKARTA — Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Ahmad Umar, mengklarifikasi soal kabar penghapusan materi perang dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah. 

Sebelumnya, pada Jumat (13/9/2019), Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menyatakan materi tentang perang dalam pelajaran SKI di Madrasah akan diganti dengan materi mengenai masa-masa kejayaan Islam. Meliputi kejayaan Islam di dunia dan Indonesia. Kebijakan ini akan rencananya akan diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2020.

Selengkapnya

Kanker Sekarang Menjadi Penyebab Utama Kematian di Negara-negara
16 September 2019 23:06 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 23:18 WIB
KANADA (voa-islam.com) - Penyakit jantung telah lama menjadi penyebab utama kematian. Namun, sebuah studi global baru telah menunjukkan - di negara-negara berpenghasilan tinggi, setidaknya - bahwa kanker sekarang dua kali lebih mungkin menyebabkan kematian daripada penyakit jantung.

Sebuah penelitian terbaru menawarkan wawasan penting tentang penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Selengkapnya

Menyesal Pilih Jokowi, Sivitas Akademika UGM Sampaikan Keresahan
2019-09-16 22:55:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 23:03 WIB

Beritaislam - Suara keresahan menggema dari Balairung Universitas Gajah Mada (UGM). Sivitas Akademika dari Bulaksumur itu merawat ingatan tentang sosok Joko Widodo (Jokowi) yang dekat dengan rakyat.

Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof Koentjoro menilai revisi UU KPK akan mengebiri lembaga antirasuah itu. Para dosen, mahasiswa, hingga karyawan kampus itu berkumpul bersama kompak mengenakan pakaian berwarna hitam.

“Upaya sistematis pelemahan KPK dan gerakan antikorupsi yang agresif dan begitu brutal dalam beberapa pekan terakhir ini sungguh melecehkan moralitas bangsa kita,” kata Koentjoro saat membaca deklarasi UGM tolak pelemahan KPK di Balairung, Gedung Pusat UGM.


Deklarasi itu meminta agar Pemerintah dan DPR menghent

Selengkapnya

Viral Ilustrasi Koran Radar Sampit Hari Ini: Mata Jokowi Ditutup Masker
2019-09-16 22:51:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 23:03 WIB

Beritaislam - Kritik untuk Presiden Jokowi kembali disuarakan media massa lewat ilustrasi. Kali ini, Jokowi dikritik oleh koran Radar Sampit, yang redaksinya berkantor di Sampit, Kalimantan Tengah.

Pada edisi Senin (16/9/2019), Radar Sampit menampilkan karikatur Jokowi pada halaman depan.

Presiden terpilih dalam Pilpres 2019 itu digambarkan memakai masker hijau, dengan kedua tangan yang terbuka dan siku sedikit ditekuk.

Namun, masker itu tak dipakai di hidung dan mulut seperti sewajarnya, melainkan untuk menutup mata Jokowi.

"Omong Kosong Presiden," begitu judul berita utama yang dicetak tebal dan besar di samping ilustrasi tersebut.

Ilustrasi halaman depan Radar Sampit tersebut viral dan mendapat beragam kom

Selengkapnya

Kecelakaan Maut Bus Tabrak Truk di Lampung, 8 Orang Meninggal dan 24 Luka-Luka
2019-09-16 22:47:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 23:03 WIB

Beritaislam -  Kecelakaan maut Bus Rosalia Indah AD 1666 CE dengan truk tangki BE 9291 Y menyebabkan delapan orang meninggal dunia. Selain itu, ada 24 orang korban luka yang dilarikan ke puskesmas terdekat.

"Sebanyak 8 (delapan) orang korban meninggal dunia berada di RSUD Martapura, OKI, Sumatera Selatan dan 24 (dua puluh empat) orang korban luka-luka berada di Puskesmas Way Tuba. Supir bus Rosalia Indah Joko (24) turut menjadi korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan supir truk belum teridentifikasi," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad kepada wartawan, Senin (16/9/2019).

Kecelakaan terjadi di KM 229 Jalan Lintas Tengah Sumatera, Kampung Way Tuba, Way Kanan, pada sore tadi. Kecelakaan diakibatkan bus kehilangan kendali s

Selengkapnya

NASA Deteksi Sebuah Komet Mendekati Bumi
16 September 2019 22:44 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 22:48 WIB
NEW YORK (voa-islam.com) - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendeteksi sebuah komet yang ditemukan tengah mendekati Bumi. Objek luar angkasa ini ditemukan pada 30 Agustus lalu oleh astronom Gennady Borisov di observatorium MARGO Nauchnij, Crimea.

Komet C/2019 Q4 atau Borisov itu diketahui masih dalam perjalanan menuju Matahari namun akan mendekati Bumi sekitar 190 juta mil atau sekitar 300 juta kilometer. Komet akan mencapai titik terdekat Matahari pada 8 Desember 2019 sekitar 420 juta kilometer.

Selengkapnya

Gagal Fokus Lihat Duit 50 Ribu Beterbangan, Pengunjuk Rasa di KPK Tinggalkan Barisan
2019-09-16 22:41:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 22:48 WIB

Beritaislam - Pengunjuk rasa pun manusia biasa. Yang bisa gagal fokus dengan tujuannya melakukan unjuk rasa saat melihat uang pecahan Rp 50 ribu berterbangan di depan mereka.

Sejumlah kelompok massa yang mengatasnamakan diri Masyarakat Peduli KPK, Himpunan Aktivis Millenial, dan Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

Dalam aksinya, mereka mendesak agar pimpinan KPK Agus Rahardjo dkk untuk mundur dari jabatannya. Selain itu, mereka juga meminta penyidik senior KPK, Novel Baswedan, ikut dipecat.

Di tengah unjuk rasa, dalam pantauan  di lokasi, sejumlah massa yang awalnya tampak berdiri mendengarkan orasi dari orator tiba-tiba riuh. Mereka mendadak tak peduli

Selengkapnya

Tralier Film The Santri yang Mengundang Kontroversi
2019-09-16 22:39:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 22:48 WIB

Beritaislam -  Projek film terbaru garapan sutradara Livi Zheng, “The Santri” menuai kontroversi. Trailer film yang telah dirilis beberapa waktu lalu itu, menuai respon negatif dari beberapa pemuka agama. Respon tersebut bahkan diwujudkan dalam tagar #BoikotFilmTheSantri dan menjadi trending topik di Twitter.

Hingga berita ini diunggah, tagar #BoikotFilmTheSantri masih menjadi trending Twitter Indonesia di urutan ke-2 dengan jumlah twit sebanyak lebih dari 9 ribu. Alasan pemboikatan tersebut disinyalir karena terdapat adegan Wirdha Mansyur memberikan tumpeng di dalam gereja. Selain itu, beberapa adegan berduaan dengan lawan jenis juga dianggap tidak mencerminkan kepribadian seorang santri. “Karena film ini tidak mendidik. Cenderung liberal,” ujar Luthfi Bashori, pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang, Jawa Timur, dilansir gelora.co. “Ada akting pacaran, campur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja.” WASIAT KH. LUTHFI BASHORI : "JANGAN MENONTON FILM THE SANTRI (2019)"#BoikotFilmTheSantri2019 CC @opposite6890 @OppositeNewsID @anonLokal @Datuk_Tamburin @mas__piyuuu @fahiraidris @ustadtengkuzul @tijabar @Stevaniehuangg @JackVardan @UyokBack @haikal_hassan @TofaGarisLurus pic.twitter.com/hz4eEbXH1P

Selengkapnya

Tuntut Agus Cs Mundur, Massa Demo KPK Riuh Pas Duit Disebar dari Mobil Komando
2019-09-16 22:31:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 22:48 WIB

Beritaislam -  Sekelompok massa yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli KPK, Himpunan Aktivis Millenial dan Aliansi Relawan Jokowi (ARJ), menggelar demonstrasi di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).

Dalam aksinya mereka mendesak agar pimpinan KPK Jilid IV Agus Rahardjo Cs mengundurkan diri dari jabatan dan Novel Baswedan dipecat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah massa yang awalnya tampak berdiri mendengarkan orasi sang orator tiba-tiba riuh. Selebaran uang pecahan Rp 50 ribu tampak berterbangan di dekat mobil komando massa dari ARJ.

Massa yang berdiri di dekat mobil komando ARJ pun sontak keluar barisan dan memunguti pecahan uang Rp 50 ribu yang bertebaran.

"Ada yang sebar uang tuh ada

Selengkapnya

DPR Sahkan Batas Usia Perkawinan 19 Tahun, Menteri PPPA Senang
Senin, 16 September 2019 - 22:35 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 22:48 WIB
Yohana menyebut bahwa keputusan itu “mampu menjawab salah satu persoalan perlindungan anak.”

Selengkapnya

Akibat Salah Pilih di Pilpres
16 September 2019 22:17 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 22:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Sebuah ironi, ketika para pendukung memilih Jokowi tetapi yang dipilihnya seperti tidak sesuai harapan. Bahkan terkesan abai atas seruan pemilih. Misalkan terkait revisi UU KPK yang terus hangat.

Belum lagi soal lain. Yakni akan ikut merasakan kenaikkan iuran BPJS dan listrik dari pemerintahan Jokowi. 

Selengkapnya

3 Pembakar Hutan di Riau Mengaku Dibayar Pengusaha
2019-09-16 22:25:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 22:33 WIB

Beritaislam - Musim panas dimanfaatkan oleh para pemilik tanah, untuk membuka ladang baru. Sayangnya, cara yang ditempuh merugikan banyak pihak, yakni dengan membakar hutan.

Tak hanya kabut asap, api juga kerap menjalar ke area yang berbahaya. Seperti yang terjadi di Jambi, kebakaran lahan sudah mulai masuk ke kawasan hutan lindung. Sementara, di Riau ladang minyak milik PT Pertamina terancam akibat ulah tersebut.

Dilansir dari VIVAnews, Minggu 15 September 2019, pantauan udara menunjukkan bagaimana asap mengepul di Hutan Lindung Gambut Londerang. Petugas sibuk memadamkan api, baik dari darat maupun udara.

Tiga helikopter dikerahkan untuk membawa air dan menjatuhkannya dari udara. Sementara itu, Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan set

Selengkapnya

The Santri Mencoreng Nama Santri
16 September 2019 21:35 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 21:48 WIB
Oleh: Salsabila Maghfoor

(Aktivis Mahasiswa, Demisioner Ketua Organisasi Santri Darunnajah Jakarta)

Apa yang ditampakkan dalam trailer singkat berdurasi tidak lebih dari 3 menit tentang gambaran film The Santri rupanya kian menuai kontroversi.

Sebagai salah satu orang yang pernah mengenyam pendidikan santri selama 6 tahun lamanya, penulis agaknya merasa terusik dengan nilai-nilai yang diajarkan yang nyata-nyata jelas mengandung unsur liberalism, pluralism yang nyata-nyata bersumber dari kapitalism.

Selengkapnya

Sivitas Akademika UGM Resah: Menyesal Pilih Jokowi!
2019-09-16 21:32:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 21:48 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Suara keresahan menggema dari Balairung Universitas Gajah Mada (UGM). Sivitas Akademika dari Bulaksumur itu merawat ingatan tentang sosok Joko Widodo (Jokowi) yang dekat dengan rakyat.

Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof Koentjoro menilai revisi UU KPK akan mengebiri lembaga antirasuah itu. Para dosen, mahasiswa, hingga karyawan kampus itu berkumpul bersama kompak mengenakan pakaian berwarna hitam.

Selengkapnya

Tantangan: 100 Juta Bila Bisa Buktikan Hilmi Anggota HTI
16 September 2019 21:17 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 21:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Ustaz Hilmi Firdausi akan memberikan Rp100 juta kepada siapa saja yang dapat membuktikan bahwa dirinya adalah anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

“Kalau tidak (bisa membuktikan, red), Anda semua FITNAH! Ingat, FITNAH itu salah satu dosa besar,” tantangnya, baru-baru ini.

Ia menantang karena sebelumnya ada pihak tertentu yang menuduhnya demikian. Sehingga di salah satu agenda dakwahnya terancam (di)batal(kan).

Selengkapnya

Kegaduhan KPK
16 September 2019 21:14 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 21:18 WIB
Oleh: Tardjono Abu Muas (Pemerhati Masalah Sosial)

Kegaduhan yang terjadi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini terkesan seperti sengaja "digaduhkan" seiring adanya revisi UU KPK, yang pada gilirannya banyak dugaan ada konflik kepentingan.

Terlepas dari istilah "digaduhkan atau ada konflik kepentingan", layak kiranya kita kembali mengingat semangat dibentuknya KPK pada 2002. Semangatnya kala itu dua institusi kejaksaan dan kepolisian dianggap tidak becus menangkap para kuruptor.

Selengkapnya

Rusia dan Taliban Adakan Pembicaraan di Moskow
16 September 2019 20:58 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 21:03 WIB
MOSKOW (voa-islam.com) - Utusan khusus Rusia untuk Afghanistan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Taliban Afghanistan di Moskow pada hari Jumat lalu.

Delegasi Taliban tiba di ibukota Rusia beberapa hari setelah AS tiba-tiba membatalkan negosiasi damai dengan kelompok itu.

“Delegasi ada di Moskow. Kami telah bertemu dengan Utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov untuk membahas peristiwa baru-baru ini mengenai proses perdamaian Afghanistan, ”kata juru bicara Taliban Mohammad Suhail Shaheen kepada wartawan.

Selengkapnya

Meski Dikecam, Menteri Perumahan Malaysia Tetap Ingin Jual Properti Mewah ke Cina dan Hongkong
16 September 2019 20:45 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 20:48 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA (voa-islam.com) - Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia Zuraida Kamaruddin, Senin (16/9/2019) membela usulannya untuk memasarkan properti mewah yang tidak terjual kepada pembeli dari Cina dan Hong Kong, menunjukkan bahwa ini akan membantu menyelesaikan situasi kelebihan pasokan.

Ini terjadi setelah proposalnya mendapat kecaman dari beberapa politisi, termasuk wakil ketua sayap perempuan Partai Keadilan Rakyat (PKR) Faizah Ariffin, yang mengatakan bahwa proposal tersebut akan mengakibatkan negara tersebut dimiliki oleh orang asing.Berbicara setelah upacara untuk menyampaikan status kota di Seberang Perai di Penang, Zuraida mengatakan usulannya di bawah program Malaysia My Second Home (MM2H) akan mengatasi kelebihan di segmen properti kelas atas."Kami sedang berusaha menyelesaikan situasi saat ini (kelebihan pasokan) untuk memacu perekonomian," katanya seperti dikutip oleh Insight Malaysia."Ini akan membantu dalam hal prospek ekonomi, pasar kerja, dan untuk memperkuat proyek perumahan yang terjangkau."Pekan lalu, menteri, yang juga kepala perempuan PKR, mengatakan pemerintah sedang mencari cara untuk menyelenggarakan Kampanye Kepemilikan Rumah (HOC) baik di Cina atau Hong Kong untuk menarik pembeli untuk berinvestasi di properti Malaysia."Saya berpikir bahwa kita dapat mengatur kampanye HOC ini (di Cina atau di Hong Kong) ... (karena) lebih murah untuk membeli rumah di sini," katanya.Sang menteri mengatakan dia akan meminta persetujuan Kabinet setelah membahas masalah tersebut dengan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Mohammadin Ketapi.Namun, Faizah mengkritik proposal tersebut, mengatakan bahwa itu menunjukkan kegagalan menteri dalam memimpin pelayanannya untuk mengatasi masalah tersebut.Dalam sebuah postingan Facebook pada 12 September, Faizah menulis: “Bayangkan jika seruannya menjadi kenyataan? Ini mirip dengan tanah air kita yang menjadi milik orang lain ketika warga negara kita sendiri tidak dapat membeli properti. ”Dia menambahkan bahwa kementerian perumahan harus membuat kebijakan atau pedoman yang lebih serius untuk mendorong pengembang mengejar proyek perumahan yang lebih terjangkau bagi warga negara, terutama mereka yang berada dalam kelompok berpenghasilan rendah.“Saya juga ingin mengingatkan Zuraida untuk menggunakan semua saluran yang tersedia untuk mengumpulkan umpan balik jika dia tidak lagi bisa berpikir rasional. Dengan kata lain, jika dia tidak dapat melaksanakan tanggung jawabnya, tolong berikan peran itu kepada seseorang yang lebih bijaksana dan berkualitas. Pada hari Senin, Zuraida menambahkan bahwa kementeriannya mengambil stok properti mewah yang tidak terjual, termasuk properti komersial, bernilai sekitar RM100 miliar (US $ 24 miliar).“Jika kita tidak mencairkan larangan properti mewah, akan ada gedung-gedung tua yang ditinggalkan dan kotor. Apakah kita menginginkan itu di Malaysia? Kami akan menyesalinya nanti, ”katanya, menurut Malaysian Insight."Kami akan mengatasi masalah ini sesuai prosedur, bukan melelang seperti pisang goreng." (st/CNA)

Selengkapnya

Hengkangnya Israel dari Gaza pada 2005 Menjadi Tonggak Sejarah Konflik Israel-Palestina
2019-09-16 11:00:31+00:00     |     Waktu unduh: 2019-09-16 20:33 WIB

PALESTINA–Juru bicara Hamas, Hazim Qasim menegaskan hengkangnya militer Israel dari Gaza 14 tahun lalu, menjadi tonggak sejarah dalam konflik antara Palestina dan penjajah Israel. Hal ini ia katakan dalam keterangan persnya, Ahad (15/9/2019) kemarin.

Menurut Qasim, langkah yang diambil penjajah untuk hengkang dari Gaza, membuktikan bahwa rakyat Palestina dengan segenap pengorbanannya mampu meraih kebebasan, dan sejarah hengkangnya militer Israel akan terulang kembali di semua wilayah Palestina, selagi perlawanan berlanjut dan revolusi rakyat terus berkobar.

Selengkapnya

Harga Minyak Meroket Setelah Serangan Menghantam 2 Fasilitas Pengolahan Saudi Aramco
16 September 2019 20:00 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 20:03 WIB
AMERIKA SERIKAT (voa-islam.com) - Harga minyak mencatat rekor lonjakan pada Senin (16/9/2019) setelah serangan terhadap dua fasilitas Saudi memangkas output di pengekspor top dunia hingga setengahnya, memicu ketakutan geopolitik baru ketika Donald Trump menyalahkan Iran dan meningkatkan kemungkinan serangan militer terhadap negara itu.

Brent futures melonjak $ 12 dalam beberapa menit pertama bisnis - terbesar dalam dolar sejak diluncurkan pada tahun 1988 dan mewakili lompatan hampir 20 persen - sementara WTI melonjak lebih dari $ 8, atau 15 persen.Kedua kontrak memangkas kenaikan seiring berlalunya hari tetapi masih naik sekitar 10 persen.Serangan itu - diklaim oleh pemberontak pemberontak Syi'ah Houtsi yang didukung Iran di negara tetangga Yaman, tempat koalisi pimpinan Saudi macet dalam perang lima tahun - menghantam dua lokasi yang dimiliki oleh raksasa pemerintah Aramco dan secara efektif menutup enam persen dari pasokan minyak global.Trump mengatakan pada hari Ahad bahwa AS "dikunci dan dimuat" untuk menanggapi serangan itu, tetapi sedang dalam pembicaraan dengan Riyadh.Dan Sekretaris Negara Mike Pompeo mengatakan: "Amerika Serikat akan bekerja dengan mitra dan sekutu kami untuk memastikan bahwa pasar energi tetap dipasok dengan baik dan Iran bertanggung jawab atas agresi mereka."Teheran tidak mau mengakui tuduhan itu tetapi berita itu menghidupkan kembali kekhawatiran akan konflik di Timur Tengah setelah serangkaian serangan terhadap tanker minyak awal tahun ini yang juga dipersalahkan pada Iran.Tetapi The New York Times melaporkan bahwa para pejabat AS memiliki gambar satelit yang menunjukkan serangan tersebut - mungkin dengan drone dan rudal jelajah - datang dari utara atau barat laut. Itu menunjukkan mereka bersumber di Teluk Persia utara, Iran atau Irak, bukan Yaman."Ketegangan di Timur Tengah meningkat dengan cepat, yang berarti cerita ini akan terus bergaung minggu ini bahkan setelah kepanikan di pasar minyak pagi ini," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA.Trump mengesahkan pembebasan pasokan AS dari Strategic Petroleum Reserve, sementara Aramco mengatakan lebih dari setengah dari lima juta barel produksi yang hilang akan dipulihkan besok.Namun serangan itu menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan pasokan dari Arab Saudi dan di tempat lain."Implikasi dari serangan ini sangat luas dan tahan lama, jauh melampaui gangguan langsung untuk meskipun sebagian besar dari output global," kata Neil Wilson, kepala analis pasar di Markets.com."Ini adalah eskalasi material dalam risiko untuk memasok dan, singkatnya, pedagang sekarang khawatir bahwa produksi minyak Arab Saudi dapat dengan cepat dan mudah pingsan." (st/AFP)

Selengkapnya

Serangan Bom Mobil Tewaskan 12 Warga Sipil di Suriah utara
16 September 2019 19:56 WIB     |     Waktu unduh: 2019-09-16 20:03 WIB
ALEPPO (voa-islam.com) - Setidaknya 12 warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka pada hari Ahad kemarin dalam serangan bom mobil di kota Cobanbey, provinsi Aleppo, Suriah, dekat perbatasan Turki.

Ledakan itu terjadi di sebuah tempat parkir mobil di dekat Rumah Sakit Cobanbey, sekitar 10 kilometer (6,2 mil) dari Turki.

Upaya pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung karena rumah sakit dan beberapa rumah di dekatnya hancur.

Selengkapnya