Total: 70342
Mewujudkan Sistem Pendidikan Berbasis Akidah Islam, Bisakah?
23 Juli 2019 23:08 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 23:18 WIB
 

Oleh: Undiana

Wacana penghapusan mata pelajaran agama di sekolah beberapa waktu lalu menuai kritik dari berbagai pihak. Bahwa di tengah kemerosotan dan dekadensi moral yang menimpa generasi milenial kekinian, ide ini dianggap menjadi hal yang paradoks.

Bagaimana tidak, penguatan nilai agama diyakini mampu menjadi filter segala bentuk pemikiran dan perilaku rusak di kalangan generasi muda khususnya pelajar. Dengan masih diajarkannya agama di sekolah saja, berbagai ragam penyimpangan perilaku dan kejahatan yang melibatkan pelajar masih banyak yang terjadi. Lalu, akan bagaimana hancurnya jika pelajaran agama dihapus?

Selengkapnya

Heboh Restoran Babi Mengusik Akidah Umat
23 Juli 2019 22:56 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 23:18 WIB
 

Annisa Afif Abidah*

Hebohnya sebuah video liputan sebuah restoran yang hanya menyajikan olahan daging babi bernama Panggangin di Jakarta cukup membuat geram umat Islam.  Dalam video tersebut memperlihatkan hasil wawancara kepada salah seorang pengunjung restoran yang menceritakan alasan kenapa dia mau makan di restoran tersebut yang notebene dia seorang muslim.

Selengkapnya

[Viral] Blogger Saudi Pro ‘Israel’ Diludahi Warga Palestina Saat Ikut Tur ke Baitul Maqdis
Selasa, 23 Juli 2019 - 22:54 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 23:03 WIB
Saud satu dari enam jurnalis dan blogger Arab, termasuk perwakilan dari Jordania, Mesir, EUA dan Irak, yang dibawa ‘Israel’

Selengkapnya

Saat Penyesalan tak lagi Berguna
23 Juli 2019 22:33 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 22:48 WIB
SURAT PEMBACA:
 
Sekarang ini banyak sekali orang tak menyesal sedikit pun saat telah melakukan banyak dosa, bahkan dosa besar. Misalnya :berzina, makan riba, berbohong, sering menebar janji palsu, berlaku curang, zalim terhadap rakyat, tidak adil dalam memutuskan hukum, dsb.
 
Mereka melakukan semua itu tanpa beban. Tanpa merasa berdosa. Bahkan mungkin dengan ketenangan yang luar biasa. 

Selengkapnya

Agama Biang Radikalisme?
23 Juli 2019 22:28 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 22:33 WIB
Oleh: PutrI Irfani S, S.Pd (Muslimah Dakwah Community)

Isu radikalisme kembali menjadi perbincangan hangat saat ini. Praktisi Pendidikan Setyono Djuandi Darmono mengatakan, pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah.

“Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda,” kata Darmono usai bedah bukunya yang ke-6 berjudul Bringing Civilizations Together di Jakarta, Kamis (4/7).

Selengkapnya

Lebih 1000 Jamaah Haji Mojokerto Jatim Golongan Beresiko Tinggi
Selasa, 23 Juli 2019 - 22:14 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 22:18 WIB
Calon haji dengan usia tertua tercatat 93 tahun atas nama Miun serta yang termuda atas nama Rofilah usia 18 tahun

Selengkapnya

Jumlah Pengunjung Masjid Istiqlal Mencapai 300 Orang Per Hari
Selasa, 23 Juli 2019 - 22:09 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 22:18 WIB
Masjid Istiqlal menjadi daya tarik wisatawan asing, selain karena statusnya sebagai masjid nasional Republik Indonesia

Selengkapnya

Hasto: tak Ada Pembagian Kekuasaan Dalam Pemerintahan
2019-07-23 13:46:50+00:00     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:48 WIB

JAKARTA—Sekertaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto angkat bicara perihal usulan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais terkait pembagian porsi kekuasaan 45-55 persen.

Hasto menegaskan tidak akan ada pembagian kekuasaan dalam pemerintahan.

“Kita tak mengenal mengenai power sharing sebagaimana sistem parlementer untuk membentuk hal tersebut,” kata Hasto Kristiyanto, pada Senin (22/7/2019) kemarin.

Selengkapnya

Suara Golkar Turun di Pemilu 2019, Politikus Senior Golkar: Harus Ada Evaluasi
2019-07-23 13:42:10+00:00     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:48 WIB

JAKARTA— Politikus senior Partai Golkar Yorrys Raweyai angkat bicara perihal turunnya suara pemilih ke Partai Golongan Karya (Golkar) pada pemiliha umum tahun 2019.

Yorry mengatakan, sebagai partai modern, Golkar harus melakukan evaluasi dan merumuskan kebijakan agar posisinya tetap kokoh.

“Ke depan, Partai Golkar harus demokratis dan efektif, dalam arti harus ada perbaikan terus menerus atas capaian Partai Golkar. Kemarin target kita 110 kursi, tapi turun dengan banyak alasan seperti turbulensi dan lainnya tapi itu semua tidak bisa jadi alasan,” kata Yorrys, pada Senin (23/7/2019) kemarin.

Selengkapnya

Liga Arab dan Prancis Kecam Israel atas Penghancuran 10 Bangunan di Yerusalem
2019-07-23 13:40:30+00:00     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:48 WIB

YERUSALEM–Liga Arab mengutuk pembongkaran yang dilakukan oleh Israel di daerah Wadi al Hummus, tenggara Yerusalem, Senin (22/7/2019). Menurut Liga Arab kejahatan ini adalah agresi terang-terangan Israel dan meningkat yang menargetkan orang-orang Palestina di Yerusalem dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini disampaikan Saed Abu Ali, asisten sekretaris jenderal Liga Arab untuk urusan Palestina dan menduduki wilayah-wilayah Arab.

Selengkapnya

Pengusaha Indonesia Diundang Berinvestasi di Palestina
Selasa, 23 Juli 2019 - 21:27 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:48 WIB
Saat ini katanya Palestina telah membuka investasi besar-besaran yang fokus di tiga sektor. Yaitu, bidang pariwisata, bidang IT, dan produk yang bisa dikonsumsi.

Selengkapnya

Bloger Saudi Pro-Israel Diludahi dan Dilempari Kursi oleh Bocah Palestina Saat Berkunjung ke Al-Aqsa
23 Juli 2019 21:20 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:33 WIB
TEPI BARAT, PALESTINA (voa-islam.com)  - Seorang blogger terkenal Saudi pro-Israel dilempari kursi dan batu serta diludahi di Yerusalem pada hari Senin (22/7/2019) oleh para engunjuk rasa Arab yang marah atas partisipasinya dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh pemerintah Zionis Israel.

Mohammed Saud, terkenal karena perintahnya dalam bahasa Ibrani, diludahi, dilempari kursi plastik dan dimaki-maki selama kunjungan ke Al-Aqsa. Kementerian Luar Negeri Israel pekan ini menjadi tuan rumah bagi para blogger dan jurnalis dari negara-negara Arab yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, seperti Arab Saudi dan Irak.Saud, yang merupakan bagian dari delegasi, juga dicap sebagai "Zionis" dan disebut "sampah." Dia disuruh "shalat di sinagog, bukan di Masjid Al-Aqsa."Pada satu titik, seorang pengunjuk rasa mencoba menyerang Saud secara fisik, tetapi dia dihentikan oleh orang lain yang mengatakan kepadanya, "Jangan sentuh dia, kita masih di Al-Aqsa."Terlihat juga beberapa bocah laki-laki yang dengan kesal meludahi sang bloger yang dalam videonya perkenalannya mengungkapkan kecintaannya kepada Israel Rekaman kejadian menunjukkan bahwa Saud tampaknya tidak bergabung dengan rekan, penjaga keamanan atau polisi.Pada hari Senin, delegasi berada di Yerusalem, di mana mereka mengunjungi Masjid Al-Aqsa dan Tembok Barat.Delegasi itu diperkirakan akan mengunjungi Yad Vashem Holocaust Memorial dan Knesset, serta bertemu dengan para pejabat dari Kementerian Luar Negeri dan akademisi serta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (st/Ynet)

Selengkapnya

Visit Malaysia 2020 Targetkan 30 Juta Wisatawan Mancanegara
Selasa, 23 Juli 2019 - 21:10 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:33 WIB
Visit Malaysia 2020 ini merupakan edisi kelima kampanye besar pariwisata negeri jiran

Selengkapnya

Suga: Jepang Tidak Punya Rencana Kirim Pasukan Militer untuk Koalisi Maritim Usulan AS
23 Juli 2019 21:00 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:18 WIB
TOKYO, JEPANG (voa-islam.com) - Jepang mengatakan pihaknya tidak mempertimbangkan pengiriman pasukan militer untuk koalisi maritim yang diusulkan AS dalam sebuah misi yang dimaksudkan untuk melindungi jalur pelayaran maritim di Timur Tengah.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada hari Selasa (23/7/2019) bahwa tidak ada perubahan dalam sikap negara itu yang sebelumnya dinyatakan oleh Menteri Pertahanan Takeshi Iwaya.Itu adalah "seperti yang dikatakan Menteri Iwaya," kata juru bicara pemerintah puncak Jepang.Menteri pertahanan Jepang mengatakan pekan lalu bahwa dia "tidak punya rencana" untuk mengirim Pasukan Bela Diri Jepang ke Timur Tengah untuk bergabung dengan koalisi militer yang dibayangkan oleh AS.Sumber itu mengatakan Amerika Serikat sedang berjuang untuk memenangkan dukungan sekutu untuk inisiatif meningkatkan pengawasan jalur pengiriman minyak Timur Tengah yang vital.Karena kekhawatiran akan konfrontasi dengan Iran, keterlibatan sekutu Washington kemungkinan akan terbatas pada personel dan peralatan angkatan laut yang sudah ada - dekat Selat Hormuz di Teluk Persia dan selat Bab al-Mandab di Laut Merah, dua sumber Teluk Persia dan sumber keamanan Inggris mengatakan, Reuters melaporkan.Ketegangan dimulai setelah beberapa kapal tanker minyak, termasuk yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Jepang, secara mencurigakan ditargetkan di dekat Teluk Persia bulan lalu.Washington dan sekutu regionalnya, Arab Saudi menyalahkan Iran atas serangan yang mencurigakan itu. Namun, Iran tidak mau mengakui semua tuduhan tersebut, memperingatkan negara tetangga terhadap operasi palsu oleh "pemain asing."Kepala pertahanan Jepang mengatakan Selasa lalu bahwa tidak ada lagi serangan serupa, dan bahwa ancaman terhadap Jepang di daerah itu dianggap "dalam ketenangan sementara pada saat ini."Dia menyoroti pentingnya melanjutkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, di mana pasukan AS berada di ambang mengambil tindakan militer terhadap Iran setelah Iran menembak jatuh pesawat pengintai AS yang terbang di atas perairan Iran dekat Selat Hormuz pada akhir Juni.Media Jepang mengatakan proposal Washington bisa menjadi agenda selama kunjungan penasihat keamanan nasional AS John Bolton ke Tokyo.Bolton pada hari Senin bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono, Iwaya dan penasihat keamanan nasional Shotaro Yachi.Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pada hari Senin bahwa sebelum membuat keputusan tentang "apa yang harus dilakukan, Jepang ingin melakukan segala upaya untuk mengurangi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat."AS yang telah melakukan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Iran telah mendesak sekutunya untuk mengikutinya. (st/ptv)

Selengkapnya

AILA Curiga Ada Hidden Agenda Dibalik Kampanye Berkebaya Tapi Menyerang Muslimah Berjilbab
23 Juli 2019 20:08 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:18 WIB
JAKARTA (voa-islam.com) - Narasi gerakan kembali menghidupkan budaya Indonesia dengan seruan agar para perempuan Indonesia kembali mengenakan kebaya, dimanfaatkan betul oleh beberapa pihak yang tidak suka dengan syariat Islam.

Ramai-ramai mereka di media sosial membully para Muslimah yang menutup aurat dengan mengenakan jilbab syar'i dengan menyebut para Muslimah berbusana seperti itu sedang mempromosikan budaya Arab.

Selengkapnya

Quo Vadis, Umat Islam Indonesia Setelah Pilpres 2019
Selasa, 2019-07-23 21:01     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:18 WIB
Politik elektoral sudah menjadi titik tumpu umat Islam Indonesia selama tiga tahun belakangan ini. Seakan-akan dunia terbagi menjadi dua dalam kubu. Menafikan satu dengan lainnya. Menjadikan pilihan politik elektoral sebagai satu-satunya acuan kebenaran.

Selengkapnya

Jadi Antek Israel, Pria Saudi Diusir dari Kompleks Masjid Al-Aqsha oleh Warga Palestina
23 Juli 2019 20:47 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:03 WIB
YERUSALEM (voa-islam.com) - Seorang pria Saudi yang mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsha di wilayah pendudukan Yerusalem Timur sebagai bagian dari perjalanan yang disponsori Israel telah diusir keluar dari situs suci tersebut oleh warga Palestina. Pria itu menurut warga Palestina telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Mengenakan pakaian tradisional ala warga Teluk Arab, Mohammed Saud pada hari Senin kemarin diusir dari Kota Tua Yerusalem ketika orang-orang Palestina melempar kursi-kursi plastik dan melemparkan penghinaan padanya dengan menuduhnya sebagai pengkhianat dan seorang antek Zionis.

Selengkapnya

NasDem Kirim Sinyal Tak Senang Parpol Kubu Prabowo Gabung
2019-07-23 20:55:00     |     Waktu unduh: 2019-07-23 21:03 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Partai NasDem menyatakan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang mengusung Jokowi-Ma"ruf Amin sangat solid dan sehat. NasDem mengatakan saat ini KIK tengah fokus memperkuat kekokohan koalisi.

"Tahun 2019 koalisinya solid, sehat, dan kuat. Untuk kesehatan koalisi jangan dibuat menjadi koalisi tidak sehat. Harus dijaga supaya tetap sehat," kata Sekjen NasDem, Johnny G Plate di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 23 Juli 2019.

Selengkapnya

AILA Curiga Ada Hidden Agenda Dibalik Kampanye Berkebanya Tapi Menyerang Muslimah Berjilbab
23 Juli 2019 20:08 WIB     |     Waktu unduh: 2019-07-23 20:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com) - Narasi gerakan kembali menghidupkan budaya Indonesia dengan seruan agar para perempuan Indonesia kembali mengenakan kebaya, dimanfaatkan betul oleh beberapa pihak yang tidak suka dengan syariat Islam.

Ramai-ramai mereka di media sosial membully para Muslimah yang menutup aurat dengan mengenakan jilbab syar'i dengan menyebut para Muslimah berbusana seperti itu sedang mempromosikan budaya Arab.

Selengkapnya

Gerindra Makin Dekat, Partai Koalisi Jokowi Pada Galau
2019-07-23 20:31:00     |     Waktu unduh: 2019-07-23 20:48 WIB

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengamat politik Ray Rangkuti menduga riak-riak mulai bermunculan di antara partai pendukung Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin di kontestasi Pilpres 2019. Dia pun merujuk dari pertemuan tertutup empat ketua umum partai politik pendukung Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menggelar pertemuan di Jakarta Pusat, Senin 22 Juli 2019.

Selengkapnya

Ada Pejabat Sering ke Luar Negeri, Tjahjo Kumolo Klarifikasi Tak Singgung Anies
2019-07-23 20:34:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-07-23 20:48 WIB

Beritaislam -  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan penerbitan surat edaran terkait permohonan izin perjalanan dinas luar negeri bagi kepala daerah, wakil kepala daerah, pimpinan DPRD dan ASN pemda tidak secara khusus ditujukan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam pernyataan sebelumnya, Tjahjo mengatakan ada pejabat daerah yang sering ke luar negeri saban pekan.

Kemendagri juga tidak menghambat kepala daerah mana pun yang ingin dinas luar negeri, selama kunjungan kerja tersebut memiliki manfaat untuk pembangunan daerah dan masyarakat, tambahnya.

"Soal ada anggota DPRD DKI yang mempertanyakan kunker Gubernur DKI, silakan. Kemendagri tidak membahas soal kunker Gubernur DKI. Yang saya ketahui, kunjungannya memenuhi syarat dan ada izin

Selengkapnya

Lahan Tol Cijago Tak Kunjung Dibayar, Warga Pasang Spanduk untuk Jokowi
2019-07-23 20:32:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-07-23 20:48 WIB

Beritaislam -  Beberapa spanduk berisi keluhan warga kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpasang di sepanjang jalan samping Tol Cijago - Cinere tepatnya di RW 06, Kelurahan Kukusan, Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Spanduk itu bertuliskan "Pak Jokowi Ada 16 Bidang Tanah Warga Belum Dibayar Tol Cijago, Agar Berkah Tolong Diselesaikan, Seksi 2B Kukusan Berjuang". Spanduk itu pun menjadi perhatian para pengendara yang melintasi jalan tersebut.

"Spanduk yang dipasang warga lahannya yang belum dibayar, itu bentuk aspirasi kami sebagai warga negara Indonesia. Kami hanya minta pak Jokowi mau bantu kami sebagai pemimpin tertinggi di negeri ini," ujar Samsudin, salah seorang warga, Selasa (23 /7/2019).

Samsudin menjelaskan, proses pembebasan ta

Selengkapnya

Dikritik Sering Dinas Ke Luar Negeri, Anies: Saya Ke Luar Kerja, Bukan Jalan-Jalan
2019-07-23 20:21:00+07:00     |     Waktu unduh: 2019-07-23 20:33 WIB

Beritaislam - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara terkait kritikan Mendagri Tjahjo Kumolo yang mempersoalkan dirinya kerap melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Menyikapi hal itu, Anies mengajak Kemendagri untuk transparan serta membuka data terkait kunjungan kerja kepala daerah ke luar negeri. Ia juga berjanji akan membeberkan data kunjungan ke negara luar.

"Saya malah senang kalau diatur dan datanya dibuka, daftar kegiatannya apa. Dengan begitu saya bisa menunjukan, ini loh kunjungan kerja saya," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/7).

Anies mengakui sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke luar negeri, dimulai dari benua Asia yakni Jepang dan terakhir ke Kolombia dan Amerika Serikat.

Anie

Selengkapnya

Dicecar Komisi I, Begini Jawaban Kominfo Soal Gandeng Dua Unicorn dalam Bisnis Umrah
Selasa, 2019-07-23 20:23     |     Waktu unduh: 2019-07-23 20:33 WIB
Pemerintah diminta berpihak kepada UMKM penyedia layanan travel haji dan umrah

Selengkapnya

Kalau Mau Mencegah Anies, Jangan Cari Kesalahannya
23 Juli 2019     |     Waktu unduh: 2019-07-23 20:18 WIB

Ada kekeliruan fatal di kubu Ahoker-Jokower yang ingin menghadang Anies Baswedan menjadi presiden di pilpres 2024. Kesalahan fatal itu adalah menyinyiri Anies setiap hari, secara keroyokan. Justru dengan cara nyinyir itulah Anies akan semakin mulus jalannya menuju Istana.

Mengapa bisa begitu?

Karena nyinyiran Anda itu akan membuat dia semakin keras bekerja untuk rakyat Jakarta. Anies akan makin keras bertekad untuk menunjukkan bahwa dia bukan seperti yang Anda duga. Dia akan makin dan terus hati-hati dengan penggunaan anggaran. Semakin ketat mengawasi korupsi.

Selengkapnya