Total: 45879
Antara Dylan, Nathan, Salman: Jangan Salah Memilih Kisah Cinta!
21 November 2018 22:29 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 23:03 WIB
Oleh : Ashaima Va

Siapa yang nggak berbunga-bunga mendengar gombalannya Dylan. Atau siapa yang nggak baper ngikutin kisah hidupnya Nathan. Kisah romansa dua insan memang selalu menarik untuk diikuti. Kisah Dylan-Milea dan Nathan-Salma memang telah mencuri perhatian publik. Novelnya best seller, filmnya sukses menarik jutaan penonton. Sekularisasi benar-benar telah merasuki jiwa-jiwa remaja. Novel dan film yang mengangkat tema hubungan tak halal begitu laku di pasaran. Dylan dan Nathan hanya dua dari sekian banyak cerita yang mengangkat tema pacaran.

Selengkapnya

Ratusan Generasi Millenial Padati Meeting Rooms Techno SMKN 2 Gowa
21 November 2018 21:57 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 22:33 WIB
Oleh: Andi Haerani
 
Muhajirin! My Hijrah, My Adventure.
 
Sorak ria yel-yel penuh semagat khas millenial menggema indah dalam meeting rooms techno SMKN 2 Gowa pada acara Dialog Interaktif Remaja Islam (Diari) #2 pada Selasa 20/11/2018.
 
Ini untuk yang ke sekian kalinya, Smart With Islam Kab. Gowa sukses menggelar kegiatan remaja dengan mengumpulkan ratusan remaja skala kabupaten. Harapan terbesar komunitas ini adalah agar di setiap event yang mereka selenggarakan bisa menjadi wasilah pengantar hidayah. Hijrah menjadi muslimah yang membuktikan kecintaan pada Rabb-Nya melalui ketaatan.

Selengkapnya

[VIDEO] MUI Bahas Pemurtadan di Lokasi Bencana
21 November 2018 22:16 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 22:33 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)--Komite Dakwah Khusus (KDK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar diskusi membahas solusi pemurtadan pasca bencana, Senin (19/11/2018) di kantor MUI Pusat, Jakarta.

Berikut video liputannya:

Jumlah Paket Kebijakan Ekonomi Rezim Jokowi Melebihi Orba
21 November 2018 19:43 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 19:48 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Fadli Zon menghimbau pemerintahan Jokowi-JK, sebelum mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI, sebaiknya turut mengevaluasi paket-paket kebijakan ekonomi sebelumnya, apakah berjalan atau tidak, lalu apa dampaknya bagi perekonomian, positif ataukah negatif.

Selengkapnya

Turki Minta AS Ekstradisi 84 Anggota Gerakan Fetullah Gulen
21 November 2018 19:05 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 19:18 WIB
ANKARA, TURKI (voa-islam.com) - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, Selasa (20/11/2018) memberi para pejabat AS daftar 84 anggota gerakan Fethullah Gulen - termasuk sang cendekiawan itu sendiri - yang Ankara minta untuk diekstradisi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyalahkan Gulen - yang pernah dianggapnya sebagai sekutu - karena rencana kudeta gagal terhadapnya pada 15 Juli 2016, tetapi seruan untuk ekstradisinya sejauh ini tidak berhasil.Kepala diplomat Turki mengatakan dia tidak menerima "jaminan" setelah bertemu dengan mitranya dari Amerika Mike Pompeo dan penasihat keamanan nasional John Bolton selama kunjungan ke Washington."Tetapi kami telah memberikan daftar orang-orang yang kami minta AS untuk mengekstradisi," kata Cavusoglu.Presiden Donald Trump "meminta Erdogan untuk mengirim daftar itu dan saya memberikan daftar itu kepada Pompeo dan duta besar Bolton," katanya.Trump mengatakan Sabtu bahwa dia tidak punya rencana untuk mengekstradisi Gulen, yang dengan keras membantah terlibat dalam upaya kudeta."Itu tidak dalam pertimbangan," kata Trump kepada wartawan, sementara juga mengatakan bahwa Erdogan adalah "seorang teman saya. Dia pria yang kuat, pria yang tangguh dan pria yang cerdas, jadi apa pun yang bisa kami lakukan, kami akan melakukannya ... tetapi pada saat ini? Tidak."Hubungan AS-Turki baru-baru ini telah tegang, tetapi mereka menghangat setelah Ankara membebaskan pendeta Amerika Andrew Brunson pada bulan Oktober.Nasib Gulen tetap menjadi titik sentral ketegangan antar kedua negara. (st/aby)

Selengkapnya

Gausah Diajari, Rakyat Lebih Tahu Cara Bertahan Dengan Uang Sedikit
21 November 2018 19:00 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 19:18 WIB

Eramuslim – Beberapa hari terakhir, viral video berbelanja Calon Legislatif PDIP, Kirana Larasati. Kirana belanja di Pasar Induk Gedebage, Bandung dengan uang Rp 50 ribu.

Dengan uang tersebut, Kirana membeli bawang merah, bawang putih, dan cabai seharga Rp 10 ribu. Lalu membeli ayam 0,5 kilogram seharga Rp 16 ribu, tahu-tempe Rp 15 ribu, dan tujuh butir telur ayam seharga Rp 9.000.

Selengkapnya

Paket Kebijakan Ekonomi Baru Berpotensi Ganggu Kedaulatan RI
21 November 2018 18:43 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 19:03 WIB
JAKARTA (voa-islam.com)- Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon merespon dikeluarkannya 54 bidang usaha dari daftar DNI (Daftar Negatif Investasi) oleh Pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI. Ia menilai hal tersebut sangat berbahaya karena memperbolehkan modal asing masuk ke bidang-bidang usaha yg selama ini digeluti UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Selengkapnya

Wakil Ketua DPR: Pemerintah Sekarang Sangat Neolib
21 November 2018 18:30 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 18:48 WIB

Eramuslim – Paket kebijakan ekonomi ke 16 membuktikan pemerintah berwatak neolib.

Sebab, bidang-bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut dilepas dalam Daftar Negatif Investasi (DNI). Dengan kata lain, asing boleh memiliki saham 100 persen atas bidang-bidang ekonomi tersebut.

“Pemerintah sekarang ini keliatan sekali sangat neolib,” ujar Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/11).

Selengkapnya

CARA NABI MENYEMBUHKAN MAAG SAHABAT
21 November 2018 18:10 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 18:33 WIB

EramuslimAdvertorial – Maag atau gastritis yang dalam bahasa Yunani berasal dari kata gastro (perut/lambung) dan itis (peradangan) adalah penyakit yang bersifat psikosomatis, yakni terkait erat dengan faktor psikologis dan sistem syaraf somatik.

Sistem syaraf somatik memiliki hubungan dengan sistem syaraf otonom yang berperan dalam mengatur pergerakkan peristaltik lambung dan pelepasan zat-zat kimia dalam lambung.

Selengkapnya

PERAN ZAITUN DAN HABBATUSSAUDA MELAWAN OSTEOPOROSIS
21 November 2018 18:01 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 18:18 WIB

EramuslimAdvertorial – Secara harfiah, osteoporosis berarti lubang di dalam tulang. Menurut WHO (1994), osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kualitas dan kepadatan massa tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan risiko patah tulang.

Pada osteoporosis, kualitas dan kepadatan jaringan tulang di dalam tulang akan memburuk, disertai mikro arsitektur tulang, sehingga terdapat lebih banyak ruang kosong di dalamnya dan menjadikan tulang lebih rapuh. Hal ini terjadi pada tulang kortikal (bagian luar) maupun trabekular (bagian dalam), sehingga kedua lapisan tersebut menjadi tipis dan rapuh.

Selengkapnya

Prabowo: Data World Bank, 55% Rakyat Indonesia Kemampuan Bacanya Rendah
21 November 2018 18:00 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 18:18 WIB

Eramuslim – Capres 02 Prabowo Subianto memaparkan data yang menyebut 55 persen rakyat Indonesia mengalami functionally illiterate. Ia mengaku sedih saat tahu hampir setengah rakyat mengalami kemampuan terbatas dalam membaca.

“Di World Bank, 55 persen Indonesia functionally illiterate (kemampuan terbatas dalam membaca). Saya sedih,” kata Prabowo di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11).

Selengkapnya

Target Prabowo Pimpin RI: Swasembada Pangan dan Kurangi Kemiskinan
21 November 2018 17:30 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 17:48 WIB

Eramuslim – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkan strateginya agar rakyat Indonesia bisa keluar dari garis kemiskinan. Ia juga mengungkapkan akan meningkatkan ketahanan pangan untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Banyak negara yang sejak dulu telah mendorong rakyatnya untuk keluar dari kemiskinan. Sekitar tahun 1900-an Cina, Amerika Serikat, bahkan Rusia telah melakukannya,” kata Prabowo di hotel Shangri-La, Rabu (21/11).

Selengkapnya

Isu Penceramah Radikal Upaya Jokowi Tutupi Kegagalan Ekonomi
21 November 2018 17:00 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 17:18 WIB

Eramuslim – Munculnya isu penceramah islam yang radikal menutupi kegagalan pemerintahan Jokowi dalam bidang ekonomi.

“Kondisi ekonomi Jokowi yang gagal termasuk munculnya kebijakan yang pro asing, maka dimunculkan penceramah agama Islam yang radikal,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada Suara Nasional, Selasa (20/11).

Menurut Muslim, kebijakan Jokowi yang pro asing mendapat kritikan dari dalam koalisi seperti pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Selengkapnya

Eks Relawan Ungkap Kebiasaan Jokowi Korbankan Bawahan
21 November 2018 16:30 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 16:48 WIB

Eramuslim – Evaluasi Paket Ekonomi XVI terus disuarakan sejumlah pihak, termasuk barisan partai pendukung pemerintah, PDI Perjuangan dan Partai Nasdem.

Pendiri sekaligus koordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa), Amirullah Hidayat curiga itu strategi Jokowi semata dalam menaikkan citranya. Logikanya tidak mungkin Menko Perekonomian, Darmin Nasution berani mengeluarkan kebijakan tanpa restu Jokowi selaku presiden.

Selengkapnya

Soal 41 Masjid Terpapar Radikalisme, Wakil Ketua MPR Sebut BIN Bikin Gaduh
21 November 2018 16:00 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 16:18 WIB

Eramuslim – Badan Intelijen Negara (BIN) dinilai telah membuat gaduh di tengah politik yang sedang memanas dengan mengumumkan adanya 41 dari 100 masjid di lingkungan kementerian, lembaga, serta Badan Usaha Milik Negara terindikasi terpapar radikalisme. Hal itu diutarakan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Seharusnya, kata Hidayat, temuan BIN ini tidak menjadi konsumsi publik, tapi temuan ini diinformasikan ke presiden.

Selengkapnya

Husnul Khatimah, Ibu Muslimah Ini Wafat Saat Shalawatan di Acara Peringatan Maulid
21 November 2018 15:30 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 15:48 WIB

Eramuslim –  Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Darul Gufron, Sagulung, Batam mendadak heboh, Selasa (20/11).

Seorang penyanyi kasidahan yang sedang tampil bersama grupnya, tiba-tiba lemas.

Kabar meninggalnya penyanyi kasidah dalam acara Maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang digelar Majelis Taklim Ikatan Kaum Ibu Darul Ghufron itu, langsung menghiasi jagad maya.

Selengkapnya

Afghanistan Selidiki Kelompok di Balik Pemboman Kabul yang Menewaskan 55 Orang
21 November 2018 15:15 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 15:33 WIB
KABUL, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Pemerintah Afghanistan  pada hari Rabu (22/11/2018) berusaha keras untuk mengidentifikasi kelompok yang berada di balik serangan bom jibaku yang menewaskan sedikitnya 55 orang menghadiri pertemuan para tokoh agama di Kabul setelah Taliban membantah bertanggung jawab.

Para korban termasuk delegasi agama dari berbagai bagian negara, diundang oleh Majelis Ulama Afghanistan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam pada hari Selasa.Tanpa mengetahui siapa di balik serangan itu, tidak jelas apakah tujuannya hanya untuk melemahkan pemerintah Presiden Ashraf Ghani, atau apakah itu adalah bagian dari strategi untuk menekan pemerintahnya dan sekutu Baratnya sementara mereka mengejar pembicaraan dengan Taliban, untuk mengakhiri perang 17 tahun yang panjang.“Sampai sekarang kita tidak tahu afiliasi militan mana yang berada di balik serangan itu. Investigasi berada pada tahap awal, ”kata seorang pejabat senior keamanan yang berada di lokasi ledakan pada Rabu pagi untuk mengumpulkan bukti forensik.Majelis Ulama Afghanistan, organisasi keagamaan terbesar di negara itu, mengumpulkan para tokoh agama dari mazhab Sunni, tetapi tidak pasti apakah serangan itu bisa memiliki dimensi sektarian.Para pejuang Taliban dan Islamic State (IS) telah mentargetkan para tokoh agama yang berkolaborasi dengan pemerintah Afghanistan di masa lalu.Kali ini, Taliban dengan cepat membantah keterlibatannya dan mengutuk serangan terhadap para pengkhotbah dan tokoh agama.Pekan lalu, para pemimpin Taliban bertemu utusan khusus AS Zalmay Khalilzad di markas politik mereka di Qatar dalam upaya untuk membuka jalan bagi pembicaraan damai. Pertemuan tiga hari itu merupakan yang kedua dalam sebulan terakhir.Khalilzad telah mengumumkan batas waktu 20 April, ketika pemilihan presiden Afghanistan jatuh tempo, untuk mengakhiri perang, tetapi situasi keamanan negara telah memburuk sejak NATO secara resmi mengakhiri operasi tempur pada tahun 2014.Selama beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump telah membuat marah tetangganya Pakistan, yang intelijen Afghanistan dan para pemimpin militer Barat telah lama curiga memberikan bantuan kepada Taliban.Selama akhir pekan, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara Pakistan tidak "melakukan apa pun" untuk Amerika Serikat meskipun miliaran dolar bantuan AS dikucurkan, dan menduga pejabat Pakistan tahu tentang lokasi mantan pemimpin Al-Qaidah Syaihk Usamah bin Laden sebelum pembunuhan oleh pasukan AS dalam serangan di Pakistan pada tahun 2011.Jumlah korban dari serangan hari Selasa bisa dengan mudah meningkat karena sebagian besar dari 80 orang yang terluka menderita luka parah, pejabat rumah sakit dan pemerintah mengatakan Rabu pagi, memberikan angka korban terbaru.Para penyelidik mengatakan pembom itu menyelinap ke ruang perjamuan di lantai pertama sebuah gedung besar di dekat bandara Kabul, tempat sekitar 200 orang berkumpul. (st/Reuters)

Selengkapnya

Politik Subuh Ma’ruf, Militansi Ulama dan Upaya Bendung 212
21 November 2018 15:00 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 15:18 WIB

Eramuslim – Puluhan ulama yang tergabung dalam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara berbondong-bondong hadir di kediaman calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Menariknya, kunjungan rombongan itu tak terjadi di waktu siang atau petang hari layaknya tamu pada umumnya.

Mereka hadir sekitar pukul 04.00 WIB atau saat memasuki waktu shalat subuh.

Selengkapnya

Soal BIN, Gerindra: Politik Genderuwo, Nakut-Nakuti Pekerja BUMN
21 November 2018 14:30 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 14:48 WIB

Eramuslim – Badan Intelijen Negara dinilai tengah menjalankan politik genderuwo dengan menyatakan puluhan masjid di lingkungan instansi pemerintah terpapar radikalisme.

“Ini merupakan politik genderuwo. Nakut-nakuti pekerja BUMN,” kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (20/11).

Dia menyebut, pola yang dilakukan sekarang mirip dengan cara-cara Partai Komunis Indonesia (PKI) yakni menuduh umat Islam. Seharusnya, BIN memiliki tolak ukur atau indikator yang menguatkan seseorang ataupun kelompok menjadi radikal.

Selengkapnya

Pertempuran Antara Koalisi Saudi dan Pemberontak Syi'ah Houtsi Kembali Berkobar di Hodeidah
21 November 2018 14:05 WIB     |     Waktu unduh: 2018-11-21 14:18 WIB
HODEIDAH, YAMAN (voa-islam.com) - Pertempuran antara koalisi Saudi-UEA dan pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman telah berkobar lagi di sekitar kota pelabuhan Laut Merah Hodeidah, meskipun PBB menyerukan gencatan senjata di sana, para pejabat Yaman dan saksi mengatakan.

Pesawat koalisi Saudi-UEA meluncurkan setidaknya 10 serangan udara pada posisi-posisi yang dikuasai oleh Syi'ah Houtsi pada Senin (20/11/2018) malam, saksi mengatakan kepada Al Jazeera. Para pemberontak kaki tangan Iran tersebut menembakkan artileri sebagai tanggapan.Sebelumnya pada hari Senin, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengatakan akan menghadiri pembicaraan yang didukung PBB bulan depan untuk mengakhiri kekerasan. Pengumuman itu datang beberapa jam setelah Houthis mengatakan mereka siap untuk gencatan senjata yang lebih luas, tetapi hanya jika pasukan koalisi mendukung pemerintah Yaman menginginkan perdamaian.Wartawan Al Jazeera Mohammed Adow, melaporkan dari negara tetangga Djibouti, mengatakan penduduk Hodeidah berbicara tentang pertempuran paling sengit dalam beberapa hari."Sebagian besar pertempuran terjadi di sekitar lingkungan 7 Juli, sekitar 4 km dari pelabuhan. Pihak yang bertikai menggunakan mortir dan senapan mesin untuk menyerang satu sama lain sejak semalam."Kaum Houtsi, bersikeras bahwa mereka tidak memulai babak kekerasan terbaru. Seorang pejabat Houtsi yang kami ajak bicara pagi ini mengklaim" Anda akan melihat gejolak seperti ini ketika kami semakin dekat dengan pembicaraan damai, karena semua orang ingin datang ke sini berbicara dalam posisi kuat ', "Adow melaporkan.Pejabat itu berbicara dengan syarat anonimitas, karena ia tidak berwenang untuk berbicara dengan wartawan; para saksi melakukannya karena takut akan keselamatan mereka.Koalisi Saudi-UEA, yang didukung oleh Amerika Serikat, telah berusaha merebut kembali Hodeidah dari para pemberontak kaki tangan Iran itu sejak musim panas lalu dengan pasukannya yang sekarang hanya beberapa kilometer dari pelabuhan, garis hidup tradisional Yaman.Pertempuran Hodeidah yang baru merupakan pukulan bagi upaya PBB untuk mengakhiri perang tiga tahun.Martin Griffiths, utusan khusus PBB untuk Yaman, telah mengumumkan pada hari Jum'at bahwa kedua pihak telah setuju untuk menghadiri pembicaraan damai di Swedia "segera". Pemerintah yang didukung internasional mengatakan pada hari Senin bahwa itu akan hadir, tetapi juga bersikeras Houthi melakukannya "tanpa syarat".Koalisi telah memerangi pemberontak Syi'ah Houtsi di sisi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sejak Maret 2015 dalam perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan mendorong sebagian besar negara ke jurang kelaparan.Sementara itu, rancangan resolusi PBB baru, diedarkan oleh Kerajaan Inggris di Dewan Keamanan PBB, menyerukan penghentian permusuhan di Hodeidah dan tempat-tempat lain yang sangat penting untuk pengiriman bantuan ke Yaman.Kuwait, yang saat ini satu-satunya anggota Arab di DK PBB, berada di bawah tekanan koalisi Saudi-UAE untuk menolak resolusi itu. Duta besar Kuwait untuk PBB mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa dia "tidak berpikir itu akan membantu jika mereka menempatkan rancangan ini untuk pemungutan suara pekan ini".Sementara itu Saudi dan UEA menjanjikan program bantuan pangan baru senilai $ 500 juta untuk Yaman pada hari Selasa (21/11/2018).Program ini diumumkan oleh Abdullah bin Abdulaziz Al-Rabi'ah, pengawas umum King Salman Centre for Humanitarian Relief and Works Arab Saudi, pada konferensi pers di Riyadh bersama dengan Reem al-Hashimy, Menteri Negara Urusan Kerjasama Internasional UEA. (st/AJE)

Selengkapnya